Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pengalaman Menang Giveaway dan Tips untuk Memenangkannya

M. Farid Hermawan oleh M. Farid Hermawan
16 Januari 2020
A A
Cara Memilih Medsos buat Olshop yang Pengin Ngadain Giveaway giveaway menang cara tips Pengalaman Menang Giveaway dan Tips untuk Memenangkannya

Cara Memilih Medsos buat Olshop yang Pengin Ngadain Giveaway giveaway menang cara tips Pengalaman Menang Giveaway dan Tips untuk Memenangkannya

Share on FacebookShare on Twitter

Kata-kata Neil Armstrong ini sering kali membekas dalam benak saya, misteri menciptakan heran dan heran adalah dasar keinginan manusia untuk memahami. Kata-kata yang menurut saya selalu menghantui saya sebelum saya merasakannya sendiri. Ini lebih dari misteri kehidupan mana pun. Sebuah misteri yang akhirnya berhasil saya pecahkan. Giveaway.

Ya, giveaway yang itu. Pemberian hadiah cuma-cuma yang sering kali jadi misteri buat saya dan tentunya banyak orang. Giveaway atau pemberian hadiah cuma-cuma pastinya kita semua tahu. Kalau kita punya Instagram atau Twitter, giveaway sangatlah familiar dengan dua platform tersebut. Biasanya para inisiatornya beragam. Bisa itu toko buku, toko pakaian, para penulis, atau siapapun. Intinya semua orang bisa mengadakannya. Di beranda media sosial saya kebanyakan giveaway yang bersilweran berasal dari toko-toko pakaian local branded dan toko-toko buku online.

Giveaway seperti apa yang dikatakan Neil Armstrong, menciptakan heran dan dari keheranan itu membuat semua orang berkeinginan untuk memahami. Atau lebih tepatnya dalam kasus giveaway ini adalah untuk memenangkannya. Bagi saya sendiri, pada awalnya giveaway membuat saya selalu penasaran. Gimana sih rasanya menang giveaway? Begitu yang sering saya katakan saat melihat pengumuman pemenang giveaway dan nama saya tidak pernah tercantum. Berkali-kali saya coba dan coba, selalu ujungnya sama. Tidak pernah menang.

Satu alasan pasti kenapa saya selalu mencoba karena pada dasarnya ikutan giveaway itu sangat gampang. Syaratnya cuma disuruh follow akun si pembuat giveaway, disuruh nge-tag teman atau paling jauh disuruh bikin alasan kenapa kita harus mendapatkan giveaway. Selain bebas biaya, ia tidak memandang suku, ras dan agama, siapapun boleh ikut. Jadi, ketika saya mencoba terus-terusan untuk ikutan, tidak ada kerugian secuil pun bagi saya. Paling hanya satu yang sering saya dapatkan dari sebuah giveaway, rasa penasaran yang terus-terusan membuncah untuk jadi pemenangnya.

Hingga suatu ketika akhirnya saya pecah telur. Saya akhirnya memenangkan giveaway pertama saya. Jujur, rasanya seperti ketika nama saya diumumkan sebagai juara kelas saat SMP dulu. Lebay memang, cuma menang giveaway doang. Tapi bodo amat, perasaan menang giveaway untuk pertama kali memang beda. Giveaway pertama yang saya menangkan adalah sebuah buku karya Agus Noor, Hakim Sarmin Presiden Kita. Rata-rata giveaway yang saya ikuti adalah giveaway yang diadakan oleh toko-toko buku online. Makanya hadiah pertama saya menang  giveaway adalah sebuah buku.

Dari kemenangan pertama saya tersebut, pada akhirnya membuka jalan saya untuk memenangkan giveaway-giveaway berikutnya. Tercatat sampai sejauh ini, total saya sudah lima kali menang giveaway. Yang di mana empat hadiah giveaway dalam bentuk buku dan satu giveaway dalam bentuk payung. Wow, sebuah rekor yang tidak penting. Tapi jauh di dalam lubuk hati, saya sangat bangga.

Teman-teman saya sering menanyakan bagaimana cara memenangkan sebuah giveaway yang penuh misteri itu. Dan mereka bertanya bagaimana saya bisa lima kali menang giveaway. Teman-teman saya sudah tahu. Dan izinkan saya berbagi tips dengan kamu-kamu semua soal bagaimana cara untuk memenangkannya. Perlu diingat, ini bukanlah tips yang akan membuatmu pasti menang. Tidak akan sehebat itu. Tapi perlu digaris bawahi bahwa tips ini akan meningkatkan peluang menangmu. Ingat, meningkatkan. Seberapa besar meningkatnya saya tidak tahu. Tapi jika awalnya nol lalu ada perubahan menjadi 0,1. Sepertinya itu tidak buruk-buruk amat, kan? Jadi, simak tips di bawah ini.

Satu: Carilah akun yang follower-nya sedikit dan yang ikut giveaway-nya juga sedikit

Pertama dan lumayan penting adalah soal bagaimana kita sebagai peserta giveaway harus cerdas. Giveaway memang tidak memiliki teori untuk menang. Tapi ada sebuah cara untuk meningkatkan peluang menang. Caranya dengan cerdas memilih akun penyelenggaranya. Cerdas di sini berarti punya kemampuan sadar diri. Coba bayangkan jika penyelenggara yang kamu ikuti memiliki jumlah follower 50.000 dan yang komentar menyentuh angka 5.000. Di mana peluang menangnya? 1:5.000. Tipis sekali untuk menang.

Baca Juga:

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

Drama Cina: Ending Gitu-gitu Aja, tapi Saya Nggak Pernah Skip Menontonnya

Maka dari itu, kemenangan pertama saya lahir dari akun toko buku yang jumlah follower-nya sedikit, cuma ratusan. Dan yang memberikan komentar masih  tidak sebesar hutang Indonesia. Jadi peluang saya untuk menang jelaslah terbuka lebar saat itu. Ingat, kita harus cerdas dan realistis untuk mengikuti giveaway. Jika giveaway sudah diikuti oleh ribuan orang, sebaiknya kamu harus sadar bahwa kemenangan mungkin hanya sebuah angan. Jadi, ubah haluanmu untuk bergerilya akun yang ngadain giveaway dengan jumlah follower sedikit dan yang ikut sedikit.

Dua: Kreatif membuat kalimat dan coba panjang-panjangin kalimatnya

Saya tidak tahu akan manjur atau tidak. Tapi berdasarkan pengalaman saya memenangkan giveaway payung yang pernah diadakan Kompas.com. Saya waktu itu menulis komentar yang sangat panjang dan entah kreatif atau tidak. Tapi setahu saya, komentar saya saat itu yang paling panjang dari semua komentar yang ada. Dan ternyata saya menang. Bisa kalian coba jika syarat giveaway diharuskan menulis alasan atau berbentuk sebuah pertanyaan. Jawablah dengan sangat panjang dan pastinya harus berisi. Kalau bisa Googling dulu buat cari jawabannya. Repot memang. Tapi layak dicoba.

Tiga: Serahkan pada nasib

Saya cuma punya tiga tips dan yang ini adalah yang terakhir dan paling misterius serta sulit dibuat logikanya. Tapi yang pasti, faktor nasib selalu bermain. Walau saya ngasih tips panjang lebar tapi nasibnya tidak berkata untuk menang, tentu akan percuma. Setidaknya kita harus sadar bahwa kalimat usaha, berdoa, dan ikhtiar cukup penting dalam menghadapi giveaway.

Ketiga tips di atas adalah kesimpulan yang saya dapatkan setelah lima kali menang giveaway. Garis besar tips di atas saya tahu tidak akan terlalu berepengaruh untuk kalian semua. Tapi paling tidak kalian yang membaca ini sadar dan harus disadarkan bahwa seberapa pun kerasnya berusaha untuk menang giveaway tapi poin ketiga tidak berkata yes, maka yang ada hanya kekecewaan. Paling tidak saya memberikan gambaran bahwa giveaway itu juga ada campur tangan nasib. Jadi, terus melangkah dan jangan pernah putus asa. Teruslah berusaha dan yakinlah, kelak suatu saat kalian semua akan memenangkan giveaway. Semangat!

Oh iya, saya mau sombong dulu, ini foto hadiah saya menang giveaway dari Mojokstore. Ehehehe~

BACA JUGA Apa Cuma Saya yang Malas Ikutan Giveaway? atau tulisan M. Farid Hermawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: giveawayMedia Sosialmenang
M. Farid Hermawan

M. Farid Hermawan

Saat ini aktif menangani proses rekrutmen harian serta seleksi kandidat.

ArtikelTerkait

Netizen Twitter Adalah Antagonis Paling Kejam dan Fakta-fakta Lainnya Kenapa Becandaan di Twitter Nggak Laku Dibawa ke Facebook?

Netizen Twitter: Antagonis Paling Kejam dan Fakta Lainnya

15 Mei 2020
menulis

Andai Budaya Menulis Seperti Budaya Komentar

25 April 2023
Apa Cuma Saya yang Malas Ikutan Giveaway?

Ibu Saya Jadi Fans AHHA PS Pati Gara-gara Giveaway

13 Oktober 2021
Jangan Biarkan Pengguna Quora Makin Banyak dan Ramai, Nanti Toksik terminal mojok.co

Seberapa Nyinyir Kamu di Media Sosial?

11 Desember 2019
Cerita tentang Desa yang Tidak Memiliki Lapangan Sepak Bola terminal mojok.co

Tiga Kebahagiaan Seorang Fans Liverpool

8 Mei 2019
Cara Memilih Medsos buat Olshop yang Pengin Ngadain Giveaway giveaway menang cara tips Pengalaman Menang Giveaway dan Tips untuk Memenangkannya

Cara Memilih Medsos buat Olshop yang Pengin Ngadain Giveaway

3 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026
Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

9 April 2026
Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga Mojok.co

Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga

9 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Gagal Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Dicap Tak Punya Masa Depan tapi Malah Hidup Tenang
  • KKN Itu Menyenangkan, yang Bikin Muak adalah Teman yang Jadi Beban Kelompok dan Warga Desa yang “Toxic”
  • Antropologi Unair Diremehkan dan Dianggap “Gampangan”, padahal Kuliahnya Nggak Main-main dan Prospek Kerjanya Luas
  • Evolusi Kelelawar Malam di Album “Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata
  • Gagal Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat Dihina Bodoh, Malah Dapat Kerjaan “di Atas” ASN Langsung Bungkam Penghina
  • Buka Bisnis di Desa Menggiurkan, Tapi Bukannya Slow Living Malah Dibayangi Sengsara karena Kebiasaan Warga

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.