Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pengalaman berkendara di Jombang membuat saya merasa kalau jalan di Lamongan tidak buruk-buruk amat

M. Afiqul Adib oleh M. Afiqul Adib
12 Agustus 2026
A A
Pengalaman berkendara di Jombang membuat saya merasa kalau jalan di Lamongan tidak buruk-buruk amat

Pengalaman berkendara di Jombang membuat saya merasa kalau jalan di Lamongan tidak buruk-buruk amat (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya kira jalan di Lamongan itu udah buruk banget. Tapi begitu melintasi Jombang, saya malah bersyukur

Sebagai warga yang tumbuh dan besar dengan kepungan jalur Pantura Lamongan, saya punya daftar panjang keluhan soal infrastruktur jalan raya. Saban hari, kami warga Lamongan disuguhi atraksi jalan berlubang, aspal bergelombang bekas gilasan truk tronton, hingga proyek tambal sulam yang sangat mengganggu perjalanan.

ADVERTISEMENT

Mengkritik jalanan Lamongan sudah seperti “bernapas” saja bagi kami. Rasanya, tidak ada kabupaten lain yang kondisi jalannya lebih bikin cenut-cenut dibanding daerah saya sendiri. Sampai akhirnya, saya berkendara menyusuri wilayah Jombang. Mulai dari perbatasan Mojokerto, daerah kota, sampai perbatasan Kediri.

Pengalaman melintasi jalanan di kabupaten tetangga itu seketika memberikan benturan realitas yang cukup hebat. Begitu roda kendaraan melindas beberapa ruas jalan di Jombang, terutama jalur-jalur penghubung antar-kecamatan dan akses pinggirannya, pikiran saya langsung mengalami pergeseran paradigma yang cukup radikal.

Iya, ternyata, jalanan di Lamongan rasanya jadi tidak buruk-buruk amat gara-gara melihat kondisi jalanan di Jombang.

Momen suudzon yang berpindah kabupaten

Selama ini, saya memang sering terjebak dalam bias domestik. Sering mengira jalan Lamongan adalah yang paling merana sejagad raya. Tapi ketika meluangkan waktu untuk motoran ke area Jombang, saya bahkan tidak menemukan jalan mulus sama sekali.

Kalau di Lamongan lubang jalannya masih punya pola yang “agak tertebak” karena mayoritas efek beban truk barang, jalanan di beberapa titik Jombang menyajikan kejutan tak terduga, aspalnya seperti terkelupas secara acak, meninggalkan permukaan tanah kasar dan batu akik yang mencuat liar.

Saya bahkan kaget ketika shockbreaker yang biasanya santai, di Jombang malah dipaksa bekerja ekstra keras sampai sering mengeluarkan bunyi “jedug” selama perjalanan. Benar-benar aneh pikir saya.

Baca Juga:

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

Kenapa banyak daerah di jombang bernama mojo?

Jika dibandingkan, kalau di Lamongan kamu masih bisa bermanuver menghindari lubang karena jarak antar-lubang masih agak manusiawi, di beberapa ruas Jombang, kamu tidak punya opsi untuk menghindar. Sebab, seluruh permukaan jalan itu sendiri adalah lubang yang kebetulan diberi sisa-sisa aspal. Edan memang.

Standar jalan rusak yang berubah 

Pengalaman pahit di jalanan Jombang itu sukses menampar ego saya secara drastis. Dan ketika akhirnya kendaraan saya kembali melintasi tugu batas wilayah dan memasuki gerbang Kabupaten Lamongan, ada rasa lega yang aneh melingkupi dada. Jalanan Lamongan yang biasanya saya maki-maki setiap pagi, hari itu mendadak terasa sedikit lebih bersahabat.

Memang, jalan di Lamongan tetap saja tidak bisa dibilang mulus banget. Di depan rumah saya juga masih bergelombang, beberapa titik masih rawan lubang, dan kalau hujan deras ya tetap ada genangan.

Tapi setidaknya, struktur jalannya masih terasa lebih konsisten. Artinya apa? Keburukan itu ternyata sangat relatif. Kualitas jalanan Lamongan yang selama ini berada di kasta rendah dalam benak saya, mendadak naik kelas satu tingkat hanya gara-gara saya baru saja merasakan penderitaan yang lebih ekstrem di kabupaten tetangga. Ajabi banget nggak sih?

Bukan berarti Lamongan berhak jumawa

Tentu saja, tulisan ini bukan bertujuan untuk membela dinas PU Lamongan atau membuat pemerintah daerah berpuas diri lalu menunda perbaikan jalan. Jalanan yang layak dan aman tetaplah hak mutlak bagi setiap warga yang rajin bayar pajak kendaraan.

Namun, perjalanan melintasi Jombang ini memberikan saya sebuah pelajaran berharga tentang perspektif hidup dan rasa syukur yang agak getir. Kadang-kadang, untuk bisa sedikit menghargai apa yang ada di rumah sendiri, kita memang perlu main agak jauh dan merasakan sendiri betapa remuknya tulang belakang orang lain saat berkendara di daerahnya.

Meski demikian, jalan Lamongan hanya lebih baik dari Jombang. Jika dibandingkan dengan Tuban atau Mojokerto, tentu saja jauh tertinggal. Jadi, teruslah bekerja wahai pemerintah daerah Lamongan, rakyatmu masih belum puas dengan seluruh kondisi jalanan Lamongan.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Yamaha Aerox Alpha 2025, Matik Terbaik untuk Anak Muda dan Jawaban Terbaik dari Yamaha yang Menolak Tunduk pada Stigma Jamet yang Salah Alamat

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2026 oleh

Tags: jalan rusak di jombangjalan rusak di lamonganJombanglamongan
M. Afiqul Adib

M. Afiqul Adib

Seorang tenaga pendidik lulusan UIN Malang dan UIN Jogja. Saat ini tinggal di Lamongan. Mulai suka menulis sejak pandemi, dan entah kenapa lebih mudah menghapal kondisi suatu jalan ketimbang rute perjalanan.

ArtikelTerkait

5 Hal Menjengkelkan Saat Membeli Pecel Lele

5 Hal Menjengkelkan Saat Membeli Pecel Lele

17 Maret 2023
Mengenang Kedung Cinet, Satu-Satunya Wisata Alam Tersohor di Jombang Utara yang Kini Tutup Permanen

Mengenang Kedung Cinet, Satu-satunya Wisata Alam Tersohor di Jombang Utara yang Ditutup karena Kerap Memakan Korban

2 Januari 2025
4 Rekomendasi Olahan Durian Khas Jombang: Cara Lain Menikmati Endesnya Durian

4 Rekomendasi Olahan Durian Khas Jombang: Cara Lain Menikmati Endesnya Durian

22 Mei 2022
Alasan Warga Lokal Ogah ke Wisata Bahari Lamongan meski Cuma Itu Satu-satunya Wisata di Lamongan

Alasan Warga Lokal Ogah ke Wisata Bahari Lamongan meski Itu Satu-satunya Wisata di Lamongan

6 Desember 2024
Flyover Peterongan Jombang Lebih Masuk Akal Disebut Jembatan Pencabut Nyawa

Flyover Peterongan Jombang Lebih Masuk Akal Disebut Jembatan Pencabut Nyawa

13 Juli 2024
Lamongan (Unsplash.com)

Lamongan Tak Butuh Diromantisasi, Apalagi Dibandingin Sama Jogja

23 Juni 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan saya suka curhat ke AI, nyaman karena tidak dihakimi dan tidak menambah beban hidup orang lain Mojok.co

Alasan saya suka curhat ke AI, nyaman karena tidak dihakimi dan tidak menambah beban hidup orang lain

11 Agustus 2026
Sadar nggak, hampir tiap stasiun punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya Mojok.co

Sadar nggak, hampir tiap stasiun kereta punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya

5 Agustus 2026
Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

5 Agustus 2026
Mobil Suzuki Swift Lama, Mobil Tanpa Musuh dan Bebas Makian di Jalan suzuki sx4

Dari gaya hingga performa, inilah 6 alasan Suzuki Swift ST 2008 cocok jadi mobil pertama

6 Agustus 2026
Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026
Harapan Jaya dan Pelita Indah, duo maut bus Tulungagung yang bikin banyak penumpang trauma Mojok.co

Harapan Jaya dan Pelita Indah, duo maut bus Tulungagung yang bikin banyak penumpang trauma

10 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.