Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Menggugat Pembeli Martabak yang Bawa Topping Sendiri: Nggak Sekalian Aja Bawa Adonan dari Rumah Terus Numpang Masak di Gerobak Pedagangnya?

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
27 September 2024
A A
Menggugat Pembeli Martabak yang Bawa Topping Sendiri: Nggak Sekalian Aja Bawa Adonan dari Rumah Terus Numpang Masak di Gerobak Pedagangnya?

Menggugat Pembeli Martabak yang Bawa Topping Sendiri: Nggak Sekalian Aja Bawa Adonan dari Rumah Terus Numpang Masak di Gerobak Pedagangnya? (Shinta Amalia via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Orang-orang yang bawa topping sendiri kenapa nggak sekalian aja bawa adonan tepung dari rumah terus numpang masak di gerobak pedagang martabak?

Martabak termasuk salah satu makanan populer di Indonesia yang punya banyak ragam. Secara umum saja sudah ada dua pilihan, yaitu martabak asin dan manis. Keduanya pun punya bermacam-macam nama lain. Martabak asin kerap juga dipanggil martabak telur, sementara yang manis sudah punya paling nggak dua nama lain: martabak manis dan terang bulan.

Selain cita rasanya yang menyediakan dua pilihan, kuliner satu ini juga senantiasa berkembang melalui inovasi yang diciptakan para penjualnya. Misalnya saja dulu pernah ada martabak jadul yang seukuran telapak tangan. Sekarang kuliner ini sudah punya lebih banyak wujud. Ada yang kulitnya sengaja dibikin tipis dan kering yang membuatnya seperti saudara sepupu leker. Kulitnya pun kini bukan hanya yang berwarna cokelat keemasan, tapi ada pula yang merah, hijau, bahkan hitam. Belum lagi sekarang topping martabak sudah jauh lebih beragam. Dari yang dulunya hanya berupa meses dan kacang, kini ada variasi rasa red velvet, Nutella, Oreo, keju, hingga matcha.

Muncul orang-orang yang bawa topping sendiri

Bicara soal topping martabak manis, rupanya kini muncul pula sekte yang jauh lebih aneh dibandingkan inovasi topping itu sendiri. Mereka adalah kelompok pembeli martabak yang bawa topping sendiri dari rumah.

Aneh, kan? Di saat orang normal beli martabak manis sudah termasu topping-nya, ada orang yang ngide nenteng-nenteng meses, cokelat, dan keju sendiri dari rumah.

Saya sempat bertanya-tanya para anggota sekte ini mendapatkan ilham dari mana untuk membawa topping sendiri dari rumah ke gerobak pedagang martabak. Saat saya coba cari tahu, ternyata alasan mereka juga agak di luar nalar. Ada yang beralasan meses yang dipakai oleh penjualnya nggak enak sampai pengin cobain topping yang nyeleneh dan tapi belum tersedia, seperti remahan Pocky atau biskuit Lotus.

Pembeli kayak gini bikin resah pedagang

Sekte ini saking sudah banyak anggotanya sampai berhasil membuat pedagang martabak resah. Para pedagang yang nggak ridho sampai bikin tulisan di gerobaknya bahwa mereka nggak menerima customer yang bawa topping sendiri.

Apa para oknum pembeli ini nggak mengira ya kalau bawa topping sendiri dari rumah itu merugikan penjualnya? Topping yang disediakan oleh para penjual juga berpengaruh sama keuntungan mereka. Topping itu bukan cuma elemen tambahan, tapi juga ikut menjadi penentu harga jual sebuah martabak.  Harganya kan sudah diperhitungkan secara matang biar penjualnya untung.

Baca Juga:

5 Dosa Penjual Martabak Madura di Luar Pulau Madura

4 Alasan Warga Kabupaten Tegal Banyak yang Berjualan Nasi Goreng dan Martabak di Jabodetabek ketimbang Buka Warteg

Pembeli yang membawa topping sendiri pasti hanya akan membeli martabak polos yang harganya lebih murah. Dampaknya keuntungan penjualnya bisa saja berkurang. Soalnya biaya tetap untuk membuat martabak, mau itu yang sudah ada topping-nya maupun polos, tetap sama.

Contohnya begini. Dalam satu kali masak, penjual butuh biaya produksi Rp15 ribu yang mencakup bahan dasar, peralatan, tenaga, dan waktu. Jika harga martabak polos adalah Rp18 ribu sementara yang sudah sekalian dikasih topping adalah Rp25 ribu, tentunya penjual bisa mendapatkan keuntungan lebih banyak dari martabak yang sudah include topping. Ini karena dengan biaya produksi yang sama, margin keuntungan dari martabak polos jauh lebih kecil.

Merugikan pedagang martabak

Selain merugikan secara ekonomi, bawa topping sendiri dari rumah, meski nggak diucapkan secara langsung, juga menyimbolkan bahwa pembeli nggak bersedia pakai topping yang disediakan oleh penjual. Abang penjualnya tentu bakal membatin dan memikirkan apakah topping-nya kelihatan nggak layak atau kurang berkualitas, kok sampai nggak diminati konsumen.

Padahal topping yang mereka beli tentu udah disesuaikan sama harga martabaknya. Nggak mungkin dong martabak harga Rp25 ribu pakai topping cokelat Toblerone atau Oreo Supreme. Kalau topping-nya premium, harganya juga ikut naik.

Bisa juga penjual tersinggung karena pembeli seolah-olah merendahkan kreativitas mereka sewaktu membuat makanan satu ini. Sebagian penjual berinovasi untuk menggabungkan topping tertentu untuk membuat menu spesial. Tapi kalau pada bawa topping sendiri, penjual bisa saja jadi malas berinovasi lagi.

Akibatnya, kalau penjualnya sudah berhenti berinovasi, martabak jualannya jadi kehilangan ciri khas. Lama kelamaan jadi kalah saing karena pembelinya pergi ke tempat lain.

Membawa topping sendiri sewaktu membeli martabak mungkin kelihatan sepele buat para pelakunya. Padahal dampaknya sebegitu banyak untuk penjualnya. Kalau para anggota sekte ini masih saja bawa topping sendiri, apa nggak sekalian aja bawa adonan tepungnya sendiri dari rumah terus numpang masak di gerobak abangnya?

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 5 Dosa Saat Makan Martabak dari Perspektif Penjualnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 September 2024 oleh

Tags: martabakmartabak manistoppingtopping martabak
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Martabak Manis Porsi Jumbo: Sedikit Enaknya, Banyak Eneknya

Martabak Manis Porsi Jumbo: Sedikit Enaknya, Banyak Eneknya

31 Oktober 2023
5 Dosa Makan Martabak dari Perspektif Penjualnya Terminal Mojok.co

5 Dosa Saat Makan Martabak dari Perspektif Penjualnya

4 April 2022
5 Rekomendasi Penjual Martabak di Sekitar UNS Kentingan Terminal Mojok

5 Rekomendasi Penjual Martabak di Sekitar UNS Kentingan

5 Desember 2022
4 Alasan Warga Kabupaten Tegal Banyak yang Berjualan Nasi Goreng dan Martabak di Jabodetabek ketimbang Buka Warteg

4 Alasan Warga Kabupaten Tegal Banyak yang Berjualan Nasi Goreng dan Martabak di Jabodetabek ketimbang Buka Warteg

16 Agustus 2024
Latah Topping Melimpah pada Khazanah Kuliner Kekinian_ Enak atau Enek_ terminal mojok

Latah Topping Melimpah pada Khazanah Kuliner Kekinian: Enak atau Enek?

21 Juli 2021
Kenapa Martabak Dianggap Ampuh Buat Nyogok Calon Mertua?

Kenapa Martabak Dianggap Ampuh Buat Nyogok Calon Mertua?

26 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

5 Februari 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026
Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil Mojok.co

Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil

7 Februari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

2 Februari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.