Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Rela Pinjol demi Bayar Yayasan Penyalur Kerja di Tangerang. Sial, Kerjanya Cuma Sebulan

Ali Mustofa oleh Ali Mustofa
17 April 2024
A A
Pekerja Tanpa Skill Terjebak Pinjol di Tangerang demi Bayar Calo (Unsplash)

Pekerja Tanpa Skill Terjebak Pinjol di Tangerang demi Bayar Calo (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Persaingan mendapatkan kerja semakin ketat dan rumit. Kondisi ini menimbulkan banyak masalah baru yang lebih menyengsarakan. Salah satunya di Tangerang, ketika ada seorang pencari kerja yang terpaksa pinjol untuk membayar yayasan penyalur tenaga kerja. Sialnya, dia hanya dapat kerja selama 1 bulan saja.

Kondisi ini memang pelik dan menyedihkan. Siapa yang tidak mau bekerja dengan layak? Semua orang, baik yang sekolah maupun yang tidak, ingin pekerjaan yang layak. Semuanya bersaing dengan skill dan kegigihannya masing-masing.

Namun, nasib buruk menghampiri mereka yang tidak mempunyai skill dan pengalaman. Sudah begitu, mereka dikejar oleh batasan usia, sesuai kriteria sebuah perusahaan. Iya, kriteria usia yang kadang nggak logis, di mana seseorang berusia 25 tahun dituntut sudah memiliki segudang pengalaman. Dan ini tidak hanya terjadi di Tangerang.

Alhasil mereka yang tidak punya skill dan pengalaman harus rela menerima pekerjaan apa saja demi tidak menjadi pengangguran. Mereka rela menjadi pekerja harian lepas di Tengerang dengan upah murah. Oleh sebab itu, mereka yang gagal bersaing ini hanya bisa mendambakan pekerjaan nyaman di perusahaan yang lebih layak.

Harus membayar demi kerja harian di Tangerang, sampai harus pinjol 

Mendapatkan pekerjaan yang layak di Tangerang bisa menjadi sulit. Makanya, banyak dari mereka yang rela membayar calo. Calo ini banyak yang menyaru menjadi “admin” sebuah yayasan penyalur tenaga kerja. Lantaran “biaya” untuk bekerja ini tidak sedikit, mereka sampai harus pinjol.

Semuanya seperti kata Bayem Sore, bahwa “Lo punya duit, lo punya kuasa.” Meski nominalnya besar, mereka tetap membayar lewat duit pinjol. Mereka hanya ingin kejelasan nasib dan tidak ingin terlunta-lunta di Tangerang.

Namun sayang, setelah membayar via pinjol, penderitaan mereka belum usai. Sudah membayar mahal, durasi kerja mereka tidak sampai 1 bulan. Sudah menggadaikan nasib via calo dan pinjol, kontrak mereka selesai dalam sekejap. Ironisnya, hal ini sering terjadi dan para pekerja ini hanya bisa menerimanya. Setelah itu, ya menganggur lagi.

Semakin ironis karena kasus seperti ini sering terjadi di kota-kota industri, tidak hanya Tangerang saja. Banyak teman saya yang kontraknya harian lepas dan nasibnya semakin hari semakin tidak jelas. Mau bekerja supaya dapat bayaran saja harus membayar dulu. Begitulah dunia nyata apa adanya.

Baca Juga:

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

Kopi Klotok Jogja Tidak Buka Cabang karena Fenomena Ndeso Itu Mewah Tidak Bisa Ditiru

Nggak punya skill, nggak punya kuasa

Pada akhirnya, kenyataan bahwa “bayar dulu kalau mau kerja” jadi sebuah kebiasaan. Jadi semacam hal-hal lumrah di Tangerang dan kota industri lainnya. Bahkan sudah menjadi “syarat pertama” kalau mau kerja. Lulusan SMK yang notabene sudah ada sertifikat BNSP saja ujung-ujungnya pinjol untuk bayar calo. Lama-lama, kualifikasi karyawan jadi tidak relevan lagi, kecuali skill yang benar benar dibutuhkan, seperti programmer dan teknisi ahli.

Kalau bekerja di bagian produksi, ya siap-siap saja bersaing dengan “bawaan calo” dan orang dalam. Ini sudah jadi rahasia umum dan banyak pekerja lepas mau nggak mau menerimanya. Oleh sebab itu, pinjol untuk membayar calo kerja jadi kebiasaan juga.

Saya tidak kuasa untuk memberi solusi karena butuh sistem besar dan baru untuk menghilangkan “tradisi gelap” ini. Menurut saya, untuk bersaing di persaingan ketat ini, pekerja kudu mengimbanginya dengan skill sesuai zaman. Ini akan jadi nilai plus dan meningkatkan value kita.

Zaman menuntut kita untuk tidak mengandalkan pengetahuan dari sekolah saja. Bahkan robot sudah menggantikan beberapa pekerjaan kontemporer. Oleh sebab itu, jika terjadi stagnasi pikiran dan tidak bergerak, pekerja tanpa skill dan pengalaman hanya bisa menunggu keajaiban saja.

Penulis: Ali Mustofa

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Calo Kerja, Sisi Gelap di Balik Gemerlapnya Cikarang Kota Industri

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 April 2024 oleh

Tags: calo kerjalowongan kerja di tangerangpinjoltangerang
Ali Mustofa

Ali Mustofa

Mahasiswa yang bingung dengan dirinya dan orang sekitarnya.

ArtikelTerkait

Jalan Pemda Tigaraksa Tangerang, Jalan yang Menguji Kestabilan Pengendara Motor. Cocok Dilalui sebelum Ujian SIM

Jalan Pemda Tigaraksa Tangerang, Jalan yang Menguji Kestabilan Pengendara Motor. Cocok Dilalui sebelum Ujian SIM

15 April 2024
Nasi Kucing Memang Makanan Murah, tapi Bisa kan Dibikin Lebih Manusiawi?

Nasi Kucing Memang Makanan Murah, tapi Bisa kan Dibikin Lebih Manusiawi?

14 Januari 2024
Kalau Kamu Tinggal di Karawaci Tangerang dan Kerja di Jakar, ta PusatKamu Harus Segera Ngekos Jika Ingin Sehat Jiwa Raga

Kalau Kamu Tinggal di Karawaci Tangerang dan Kerja di Jakarta Pusat, Kamu Harus Segera Ngekos Jika Ingin Sehat Jiwa Raga

6 Februari 2025
Nyatanya, Malang Benar-benar Indah tangerang UM

Enak Mana, Tinggal di Tangerang atau Malang? Ya Jelas Malang, lah! (Syarat dan Ketentuan Berlaku)

18 Desember 2023
Pinjol Biaya Kuliah: Pemerintah yang Nggak Mampu dan Nggak Punya Malu

Pinjol Biaya Kuliah: Pemerintah yang Nggak Mampu dan Nggak Punya Malu

17 September 2022
Lebak dan Tangerang: Masih Satu Provinsi, tapi Perbedaan Kualitas Pendidikannya bagai Bumi dan Langit

Lebak dan Tangerang: Masih Satu Provinsi, tapi Perbedaan Kualitas Pendidikannya bagai Bumi dan Langit

20 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026
Dilema Warga Brebes Perbatasan: Ngaku Sunda Muka Tak Mendukung, Ngaku Jawa Susah karena Nggak Bisa Bahasa Jawa

Brebes Punya Tol, tapi Tetap Jadi Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

10 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026
Rindu Kota Batu Zaman Dahulu yang Jauh Lebih Nyaman dan Damai daripada Sekarang Mojok.co apel batu

Senjakala Apel Batu, Ikon Kota yang Perlahan Tersisihkan. Lalu Masih Pantaskah Apel Jadi Ikon Kota Batu?  

10 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Bangun Rumah Istana di Grobogan Gara-gara Sinetron, Berujung Menyesal karena Keadaan Aneh dan Merepotkan
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.