Patung macan putih di Kediri memang tak biasa. Bentuknya jauh dari kata gagah dan justru menggelitik.
Ungkapan “Kediri tidak bisa diam” itu memang benar adanya. Tapi untuk kali ini bukan karena opening cafe yang seperti biasanya hampir tiap hari ada di Kediri, melainkan sebuah patung anomali yang beberapa hari terakhir viral di kalangan netizen.
Patung macan berwajah imut seperti kuda nil dengan bulu mata slay dan warna loreng zebra ini mendadak viral jadi perbincangan. Saya sendiri awalnya kaget, ternyata patung macan putih yang viral itu berasal dari Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri. Seperti biasa, patung-patung anomali begini pasti mengundang komentar warga, dan pasti akan diungkit tentang anggarannya.
Ternyata sudah diklarifikasi juga jika patung tersebut cuma bermodal entah 2 atau 3 jutaan yang saya baca dari berbagai sumber, dengan dana pribadi sang kepala desa. Bahkan ternyata bentuk anomali itu seperti disengaja oleh sang seniman agar macan putihnya tidak seram dan tidak menakuti anak-anak. Alhasil jadinya malah kelewat lucu sampai viral di media sosial.
Wisatawan yang berbondong datang cuma untuk berfoto dengan patung macan putih Kediri
Ternyata keviralan ini membuahkan hasil manis untuk warga sekitar, karena siapa sangka si patung anomali ini bisa jadi destinasi wisata baru di Desa Balongjeruk. Orang-orang berbondong datang karena penasaran dan pastinya fomo mau foto-foto juga di ikon baru Desa Balongjeruk itu layaknya berfoto di depan ikon Singapura.
Saya melihat update di media sosial di mana banyak orang ke sana juga jadi ketawa sendiri, karena ternyata patung macan putih yang awalnya dihujat netizen itu malah jadi gebrakan baru di Kediri. Apalagi kemarin masih suasana liburan di mana katanya Kediri jadi singgasana wisatawan untuk mampir dan banyak yang lagi pulang kampung.
Lumayan kan orang-orang yang biasanya bingung mencari destinasi wisata Kediri bisa foto-foto di sini. Nggak harus foto-foto di Monumen Simpang Lima Gumul, patung macan putih anomali ini jadi ikon wisata baru yang mendatangkan banyak orang.
Pasar kaget di lokasi yang membawa rezeki baru
Saya nggak menyangka kalau ramainya patung macan putih Kediri ini benar-benar seramai itu. Dalam suatu video, didokumentasikan betapa penuhnya orang-orang di sekitar patung macan putih itu. Dengan banyaknya orang yang datang, alhasil para pedagang ikut merapat mencari rezeki. Daerah sekitar rasanya sudah jadi seperti Car Free Day karena saking ramai dan penuh orang.
Hal inilah yang akhirnya menimbulkan banyak komentar positif mengenai datangnya rezeki untuk warga sekitar. Dari dana seadanya dan buat patung sebisanya, ternyata mampu membuat dampak sebesar ini.
Kadang hiburan sederhana juga sudah bikin happy, ditambah momennya memang lagi liburan. Jadi, nggak salah sih orang berbondong datang buat menengok patung macan putih Kediri yang viral sekalian refreshing dan jajan.
Lucunya, balon macan putih yang bahkan bentuknya mirip pun sudah ada. Tandanya kalau soal mengejar rezeki, orang ada saja idenya dan langsung gercep.
Fasilitas hiburan terbuka murah meriah yang bisa dinikmati kalangan mana pun
Fenomena ini harusnya bisa jadi perhatian pemerintah Kediri. Karena menurut saya Kediri masih sangat kurang destinasi wisata. Saya yakin, keramaian di Desa Balongjeruk Kediri juga tidak akan berlangsung lama, karena memang objeknya cuma si patung macan putih tersebut. Kalau dirasa sudah tidak ada yang bisa dinikmati lagi kecuali ada hal yang baru sampai membuat orang-orang mau datang ke sana lagi, ya orang tidak akan ke sana.
Melihat Kediri jadi kota yang sering dilirik wisatawan karena banyak makanan murah, sudah saatnya pemerintah Kediri mulai serius membenahi sektor wisata. Contohnya Simpang Lima Gumul, dari yang dulunya cuma monumen dengan wilayah sekitar yang gelap dan jadi lokasi negatif, sekarang ramai layaknya pasar malam. Pengunjung jadi lebih banyak dan pedagang sekitar pun diuntungkan. Apalagi ke Simpang Lima Gumul juga murah meriah nggak perlu tiket masuk seharga ratusan ribu. Menyenangkan pengunjung dan pedagang, alhasil perekonomian juga berjalan.
Walaupun viral dengan tidak sengaja, tipe marketing viral untuk destinasi wisata itu perlu. Setelah itu, tinggal mencari cara untuk mengelola tempat wisata tidak mangkrak. Karena sudah banyak sekali, lokasi wisata Kediri yang viral di awal tapi berujung mangkrak.
Nyatanya, patung macan putih Kediri punya efek yang baik untuk perekonomian. Supaya kota ini nggak cuma penuh kafe dan jadi Jaksel wanna be.
Penulis: Arsyanisa Zelina
Editor: Intan Ekapratiwi
BACA JUGA Membayangkan Kediri Tanpa Gudang Garam, Hanya Jadi Daerah Medioker.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















