Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Bagi Saya, Pasar Kangen Jogja Sudah Nggak Istimewa Lagi. Nggak Ngangenin!

Georgius Cokky Galang Sarendra oleh Georgius Cokky Galang Sarendra
13 Juli 2024
A A
Bagi Saya, Pasar Kangen Jogja Sudah Nggak Istimewa Lagi. Nggak Ngangenin!

Bagi Saya, Pasar Kangen Jogja Sudah Nggak Istimewa Lagi. Nggak Ngangenin! (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jajanan jadul tapi harganya nggak jadul

Ini jadi tanda tanya besar buat eksistensi Pasar Kangen Jogja sendiri. Makanan yang diperjualbelikan di acara ini adalah makanan jadul alias jaman dulu, tapi harganya ikut sekarang. Hehehe.

Ada lho salah seorang netizen di Instagram yang berkomentar, “Blas ora tau tertarik, yang dijual makanan jadul tapi harganya mahal. Mending ke pasar tradisional!” Saya setuju dengan komentar ini. Kalau makanannya sama tapi harganya beda jauh, ya mending ke pasar tradisional sekalian.

ADVERTISEMENT

Wah, jujur saja kalau masalah harga gini, saya juga nggak bisa ngomong banyak. Mungkin karena harga bahan-bahan pokok sekarang mahal, jadi harga makanan yang dijual juga menyesuaikan dengan harga sekarang ya. Ibaratnya jajanan jadul tapi harganya nggak jadul karena mengikuti perkembangan zaman. Tapi untungnya penjual makanan di Pasar Kangen Jogja ini selalu mencantumkan harga menu makanan mereka. Jadi kalau soal harga, ya tergantung pengunjung mau beli jajanan yang sesuai kantong mereka atau nggak.

Nama kuliner nyeleneh yang sensitif

Kalau boleh jujur, nama-nama kuliner yang nyeleneh di Pasar Kangen Jogja seolah menjadi ciri khas yang ditonjolkan. Buat saya yang nggak ambil pusing sih nggak masalah, tapi buat orang lain nama-nama nyeleneh ini bisa jadi masalah.

Saya batal mengajak pacar saya mengunjungi Pasar Kangen karena dia orang yang cukup sensitif dengan nama-nama makanan yang agak saru. Selain itu, buat orang tua yang mengajak anaknya, kan bisa menambah masalah juga. Bahaya lho kalau anak-anak tiba-tiba mengingat 1 atau 2 kata yang dirasa “unik”, tapi ternyata itu kata-kata terlarang.

Jadi, menurut saya, masalah penamaan kuliner ini dibuat normal saja. Saya khawatir hal seperti ini akan dinormalisasi juga ke hal lain di kehidupan. Lagi pula nggak elok kalau ada orang luar Jogja yang melihat ini terus malah jadi bahan perbincangan yang buruk. Kan Jogja dikenal akan kebudayaan dan sopan santunnya.

Dari situ, kalau ditanya masih pengin ke Pasar Kangen Jogja lagi atau nggak, saya sih sebenarnya masih pengin. Tapi, rasanya memang sudah nggak se-wah ketika dulu Pasar Kangen terasa betul-betul istimewa. Harapan saya, Pasar Kangen bisa kembali pada hakekatnya, yakni ngangenin.

Penulis: Georgius Cokky Galang Sarendra
Editor: Intan Ekapratiwi

Baca Juga:

Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk banyak pelajar 

BACA JUGA 3 Kuliner Tradisional dari Luar Jawa yang Wajib Kamu Cobain di Pasar Kangen Jogja.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 18 Juli 2024 oleh

Tags: Jogjapasar kangenpasar kangen jogja
Georgius Cokky Galang Sarendra

Georgius Cokky Galang Sarendra

Penulis dengan perspektif khas Mas-mas Jawa. Tumbuh besar dengan lagu-lagu Oasis dan drama Manchester United, kini sedang meniti jalan panjang (dan pasti) menuju kesuksesan

ArtikelTerkait

Jogja, Kota Pelajar yang Mengajarkan Saya Ikhlas Menderita

Jogja, Kota Pelajar yang Mengajarkan Saya Ikhlas Menderita

26 Agustus 2025
Pengalaman Nonton Film di Studio VIP Cinepolis Jogja, Selama Nonton Berasa Sultan

Pengalaman Saya Nonton Film di Studio VIP Cinepolis Jogja, Selama Nonton Berasa Sultan

1 Agustus 2024
Pengalaman Suram sebagai Mahasiswa Perempuan Jogja yang Pulang Malam   Mojok.co

Pengalaman Suram sebagai Mahasiswa Perempuan Jogja yang Pulang Malam  

26 Maret 2025
Hal-hal yang Lumrah di Jogja, tapi Tidak Biasa di Semarang Mojok.co

Hal-hal yang Lumrah di Jogja, tapi Tidak Biasa di Semarang

29 Maret 2025
Jogja Langganan Banjir: Saatnya Berhenti Berakting Kaget dan Mulai Benahi Tata Kota yang Serampangan

Jogja Langganan Banjir: Saatnya Berhenti Pura-pura Kaget dan Mulai Benahi Tata Kota yang Serampangan!

11 April 2026
Saya Bangga Setengah Mati Lahir dan Besar di Kebumen (Unsplash)

Dulu Malu Bilang Orang Kebumen, Sekarang Malah Bangga: Transformasi Kota yang Bikin Kaget

10 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

7 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026
5 penderitaan jadi peneliti lapangan yang sering dikira pekerjaan enak karena jalan-jalan dan dibayar Mojok.co

5 penderitaan jadi peneliti lapangan yang sering dikira pekerjaan enak karena isinya jalan-jalan dan dibayar

11 Agustus 2026
Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

5 Agustus 2026
Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian Mojok.co

Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian

10 Agustus 2026
Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

7 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.