Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pasar Gedang Lumajang, Pusat Ekonomi Warga Lokal yang Menguji Kesabaran Pengguna Jalan

Ferika Sandra oleh Ferika Sandra
6 Januari 2026
A A
Pasar Gedang Lumajang, Pusat Ekonomi Warga Lokal yang Menguji Kesabaran Pengguna Jalan

Pasar Gedang Lumajang, Pusat Ekonomi Warga Lokal yang Menguji Kesabaran Pengguna Jalan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Perjalanan darat dari Malang menuju Banyuwangi selalu menguji kesabaran bagi pengguna jalan ketika sudah sampai di Pasar Gedang Lumajang. Pasar ini adalah pusat denyut nadi ekonomi warga lokal yang menggantungkan hidup dari hasil kebun, utamanya kebun pisang. Tak heran jika pasar ini selalu menimbulkan kemacetan karena penjual yang memenuhi akses jalan utama penghubung Probolinggo dan Jember via Ranuyoso, Lumajang.

Alih-alih melakukan penataan, tak ada solusi yang dilakukan pejabat berwenang di Lumajang. Pasar ini memang penting untuk perputaran ekonomi warga lokal, apalagi bagi masyarakat Lumajang. Namun jangan lupa jika akses jalan yang tak tertata rapi akan selalu menimbulkan kemacetan. Imbasnya juga turut mengganggu pengiriman logistik di jalur ini. Fyi, jalur Ranuyoso Lumajang menjadi akses utama dan satu-satunya untuk kendaraan apa pun melintas via selatan tapal kuda.

Harus tegas mengurai kesemrawutan di Pasar Gedang Lumajang

Melihat Lumajang saat ini, sebenarnya daerah ini belum sepadat Pasuruan atau bahkan Malang. Kalau diperhatikan, masih banyak lahan yang bisa dimanfaatkan, terutama di sekitaran Pasar Gedang Lumajang. Pelebaran area pasar agar pedagang bisa masuk ke dalam, bukan di pinggir jalan, masih memungkinkan. Hal ini tentu bisa dilakukan untuk menghindari kesemrawutan lalu lintas di sekitar pasar ini.

Pemerintah daerah dan dinas terkait perlu mempertegas kebijakan aturan jalan dan menertibkan pedagang nakal di Pasar Gedang Lumajang yang tetap berjualan di pinggiran jalan. Sebab, lokasi yang digunakan merupakan area jalan nasional. Tanpa ketegasan, aturan yang sudah diberlakukan tak akan diindahkan.

Belajar dari daerah lain

Berbicara soal pasar tumpah, Lumajang bukan satu-satunya daerah yang punya masalah sama dalam menangani kemacetan di area tersebut. Mengutip Detik, Pemprov Jatim menyebut ada lebih 15 pasar tumpah yang berpotensi menjadi biang kemacetan sehingga dikeluhkan pengguna jalan, apalagi saat mudik Lebaran tiba. Mulai dari Pasar Baron di Nganjuk, Babat di Lamongan, Klojen di Malang hingga Pasar Blega di Bangkalan.

Saya cukup sering melewati Klojen Malang. Beragam cara dilakukan pemerintah daerah dan pihak berwenang untuk mengurai kesemrawutan di sana. Rekayasa lalu lintas hingga pengaturan parkir yang ketat dilakukan, meski tetap saja ada pengendara yang melanggar hingga lagi-lagi menyebabkan kemacetan. Setidaknya beragam kebijakan terus dievaluasi.

Nah, saya rasa pemerintah daerah Lumajang dan pihak terkait perlu melakukan langkah serupa di Pasar Gedang Lumajang. Sebab sudah puluhan tahun saya melintasi jalur ini dan masih terus saja seperti itu. Kendaraan pengangkut pisang, sepeda motor pedagang, dll., dibiarkan beradu dengan pengguna jalan yang melintas.

Jualan di pinggi jalan raya mengancam nyawa

Menggambarkan jalur Ranuyoso Lumajang sebenarnya bak jalan perang dengan risiko besar. Gimana nggak, jalannya nggak terlalu lebar, sudah gitu dipadati pedagang pasar pula. Belum lagi kendaraan besar macam Transformers mendominasi jalan di Pasar Gedang Lumajang ini.

Baca Juga:

Warung Gunung Semeru Lumajang Ikonik, tapi Nggak Cocok untuk Kalian yang Kesabarannya Setipis Tisu

Lumajang Sangat Tidak Cocok Jadi Tempat Slow Living: Niat Ngilangin Pusing dapatnya Malah Sinting

Saya ingat betul banyak insiden lalu lintas di jalur ini, termasuk saat sebuah truk tronton mengalami rem blong sekitar 2021 lalu. Imbas insiden itu, satu orang pedagang tewas dan lima orang lainnya luka berat.

Akan tetapi pemerintah daerah dan pihak terkait seolah tak pernah belajar dari pengalaman. Hingga kini, empat tahun berlalu, insiden serupa terus berulang seolah tanpa pencegahan.

Terakhir, sebagai pengguna jalan yang sering melintas di Lumajang, saya titip pesan bagi pemerintah daerah untuk serius menangani kemacetan di Pasar Gedang Lumajang. Jangan biarkan kemacetan dianggap sebagai tradisi yang terus diwariskan. Jangan sampai kegiatan ekonomi di pasar ini juga merugikan pihak lain yang melintas di sekitaran sini.

Penulis: Ferika Sandra
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Warung Gunung Semeru Lumajang Ikonik, tapi Nggak Cocok untuk Kalian yang Kesabarannya Setipis Tisu.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2026 oleh

Tags: jalan nasionalKabupaten LumajangLumajangPasar Gedang Lumajangpasar tumpah
Ferika Sandra

Ferika Sandra

Seorang pustakawan dari Kota Malang yang mencoba menulis untuk menertibkan pikiran. Gemar dengan isu-isu literasi dan kebudayaan.

ArtikelTerkait

Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang Memang Indah, tapi Apa-apa Serba Ditarik Retribusi Mojok.co

Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang Memang Indah, tapi Apa-apa Serba Bayar

29 Juli 2024
Kali Teyeng, Surga Tersembunyi di Lumajang yang Bikin Pengunjung Enggan Pulang

Kali Teyeng, Surga Tersembunyi di Lumajang yang Bikin Pengunjung Enggan Pulang

17 Juli 2024
Paun, Pasar Tumpah Unpad yang Ramai Dikunjungi Mahasiswa dan Warga Jatinangor di Hari Minggu Terminal Mojok

Paun, Pasar Tumpah Unpad yang Ramai Dikunjungi Mahasiswa dan Warga Jatinangor Tiap Minggu Pagi

10 Juni 2022
Jalan Nasional Purworejo vs Kulon Progo Ketimpangannya Begitu Terasa: Dalam Hitungan Meter, Dunia Begitu Berbeda

Jalan Nasional Purworejo vs Kulon Progo Ketimpangannya Begitu Terasa: Dalam Hitungan Meter, Dunia Begitu Berbeda

24 September 2025
Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang, Tempat Terbaik bagi Saya Menghilangkan Kesedihan

4 Aturan Tak Tertulis agar Liburan di Lumajang Menjadi Bahagia

17 Desember 2025
Romantisnya Rute Jogja-Purworejo-Kebumen yang Penuh Jalan Berlubang Sana-sini terminal mojok.co Lumajang

Keadaan JLT Lumajang yang Memprihatinkan: Pesona Alamnya sih Indah, tapi Lubang Jalannya Bikin Celaka

5 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mimpi Lulusan S2 Mati di Jakarta, Masih Waras Sudah Syukur (Unsplashj)

Lulusan S2 Merantau ke Jakarta Sudah 3 Tahun: Kini Tidak Lagi Memikirkan Mimpi tapi Cara Bertahan Hidup dan Tetap Waras

18 Februari 2026
Liburan ke Jakarta Bikin Saya Makin Cinta Semarang dan Bersyukur Kuliah di Sana

Liburan ke Jakarta Bikin Saya Makin Cinta Semarang dan Bersyukur Kuliah di Sana

19 Februari 2026
Orang Purwokerto Adalah Manusia Paling Sombong di Banyumas (Wikimedia Commons)

Orang Purwokerto Adalah Manusia Paling Sombong se-Kabupaten Banyumas

15 Februari 2026
Surat Terbuka untuk Bupati Grobogan: Sebenarnya Desa Mana yang Anda Bangun dan Kota Mana yang Anda Tata?

Surat Terbuka untuk Bupati Grobogan: Sebenarnya Desa Mana yang Anda Bangun dan Kota Mana yang Anda Tata?

18 Februari 2026
Alas Purwo Banyuwangi Itu Nggak Semenyeramkan Itu kok, Kalian Aja yang Lebay alas roban

Alas Roban Terkenal Angker, tapi Alas Purwo Lebih Misterius dan Mencekam

19 Februari 2026
Imlek 2026 Kenangan Simbah Mensyukuri Dodol sebagai Rezeki (Wikimedia Commons)

Imlek 2026 Menjadi Kenangan Manis akan Usaha Simbah Menurunkan Kasta Dodol sebagai Upaya Berterima Kasih kepada Rezeki

17 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Menapaki Minaret Pertama di Indonesia untuk Mendalami Pesan Tersirat Sunan Kudus
  • Rasanya Tinggal di Kos “Medioker” Jogja: Bayar Mahal, tapi Nggak Dapat Sinar Matahari
  • Beli Vespa Mahal-mahal sampai Rp50 Juta, tapi Tak Paham Fungsinya, Dibeli karena Warnanya Lucu
  • Pengalaman Nekat 24 Jam Naik Kereta Api Jogja-Jakarta, Cuma Habis Rp80 Ribuan tapi Berujung Meriang dan Dihina “Miskin”
  • Nestapa Tinggal di Perumahan Elite Jakarta Selatan Dekat Lapangan Padel, Satu Keluarga Stres Sepanjang Malam
  • Nekat Kuliah di Jurusan PGPAUD UNY demi Wujudkan Mimpi Ibu, Setelah Lulus Harus ‘Kubur Mimpi’ karena Prospek Kerja Suram

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.