Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Ironis, Parkir Nuthuk di Malioboro Jogja Sudah Jadi Hal Biasa, yang Kemarin Belum Padam Sekarang Kembali Bikin Geram

Karisma Nur Fitria oleh Karisma Nur Fitria
30 Juli 2025
A A
Ironis, Parkir Nuthuk di Malioboro Jogja Sudah Jadi Hal Biasa, yang Kemarin Belum Padam Sekarang Kembali Bikin Geram Mojok.co

Ironis, Parkir Nuthuk di Malioboro Jogja Sudah Jadi Hal Biasa, yang Kemarin Belum Padam Sekarang Kembali Bikin Geram (unsplash,com)

Share on FacebookShare on Twitter

Seminggu yang lalu, salah satu ikon kota Jogja, Malioboro, kembali viral. Beritanya hangat diperbincangkan di kalangan wisatawan maupun warga lokal. Dan, lagi-lagi, ini soal parkir nuthuk. Ironisnya, makin ke sini, jadi hal yang biasa terjadi di kota wisata ini. 

Masalahnya, dalam waktu 1 bulan ini sudah viral 2 kali. Kasus pertama dari cuitan keresahan warga Jogja, di akun Merapi Uncover. Dia harus membayar tarif parkir sebesar Rp15.000 di Jalan Margo Utomo. 

Padahal, dari ketentuan Dinas Perhubungan Kota Jogja, menyebutkan tarif parkir di kawasan I premium untuk jenis kendaraan mobil sebesar Rp5.000 untuk 2 jam pertama. Bayangkan, ini jadi 3 kali lipatnya. 

Lalu, parkir nuthuk di Malioboro Jogja kembali viral. Saya mendapatkan informasi pelik dan unik ini melalui unggahan akun Instagram Wisata Malioboro. Ada kasus parkir nuthuk di daerah Gedung Gubernur DIY, Jalan Suryatmajan. 

Kasus kali ini masih sama terjadi di kawasan I premium. Bedanya, tarif parkirnya makin tinggi. Pengendara harus merogoh Rp50.000 untuk parkir. Parahnya, karcis parkir hanya ditulis tangan di atas sobekan buku tulis. Seperti bocah lagi main parkir-parkian.

Parkir nuthuk kembali viral, sudah jadi hal biasa di Jogja

Parkir nuthuk di Jogja, terutama daerah pariwisata, sudah bukan lagi rahasia umum. Ini sudah jadi hal yang biasa. Meski sudah sering menjadi sorotan, kasus parkir nuthuk selalu berulang. 

Alurnya kurang lebih begini. Awalnya parkir nuthuk viral, kemudian pemerintah melakukan klarifikasi, kasus selesai, selang beberapa waktu viral lagi. Begitu terus siklusnya dari zaman entah kapan hingga sekarang. 

Lalu, yang terjadi hanyalah pemakluman. Baik dari ranah pemerintah, wisatawan, warga lokal dan oknum juru parkir.

Baca Juga:

Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya

5 Rekomendasi Bakmi Jawa Enak di Jogja yang Cocok di Lidah Wisatawan

Setelah saya menelusuri lebih jauh, ternyata banyak kasus viral parkir nuthuk di Jogja. Selama 5 tahun terakhir, setidaknya ada 6 kasus yang saya temui. Dan uniknya, setiap kasus viral yang terjadi menyasar kendaraan bermotor roda 4 atau lebih. 

Sejak 2021, terjadi kasus viral parkir nuthuk di Titik Nol sebesar Rp20.000. Berikutnya, di 2022, ada kasus tarif parkir bus pariwisata sebesar Rp350.000 dari ketentuan seharusnya Rp75.000 untuk 3 jam pertama. 

Tidak berhenti di situ, pada 2023 juga, di daerah Jalan Mangkubumi pernah viral dengan kasus parkir nuthuk sebesar Rp50.000. Di daerah Taman Budaya Yogyakarta (TBY) pernah terjadi juga sebesar Rp25.000 pada 2024. Nah, yang baru viral kali ini ditodong parkir Rp50.000. 

Kemudian warganet berbondong-bondong memvalidasi kasus ini. Salah satunya dari akun Ferryperuzzi, “sama… bln Juni kemarin kita jg diminta 50rb”. 

Membaca komentar-komentar di unggahan akun Wisata Malioboro meyakinkan saya kalau praktik ini memang sudah biasa terjadi. Sudah tidak mengherankan lagi bagi warganet. Mereka terlihat sudah biasa dan pasrah dengan kondisi Jogja yang begini. 

Kolom komentar jadi tempat adu nasib warganet

Menerima informasi dari media sosial itu ibaratnya seperti makan mie instan. Feed unggahan di Instagram itu sebagai mie instannya dan komentar adalah bumbu penyedapnya. 

Kalau tidak menelusuri kolom komentar rasanya seperti makan mie tanpa bumbu. Kenyang sih, tapi tidak menikmati apa-apa. Hambar. 

Begitu juga dengan menikmati unggahan di wisata Malioboro Jogja. Foto di feednya sudah menjelaskan informasi dan membuat kamu kenyang. Tetapi, akan lebih lengkap lagi kalau dinikmati bersama “bumbunya”. Maka dari itu, bacalah kolom komentar. Apalagi, kolom komentar di unggahan ini malah dijadikan tempat adu nasib warganet. 

Pengaduan nasib pertama dari akun Wismanty, “LHO LHA YG DI PARKIRAN SAMPING POS KANTOR SEPANJANG KE TIMUR SD PER4.AN GONDOMANAN MALAH LEBIH MAHAL LG LHO DAN HRS ANTREEE DULU SPY BISA PARKIR DISANA.”

Berikutnya dari Wu223r20n3_r360rn_2, “Jogja DARURAT PARKIR .. Anakku pernah Mogok didepan Gerbang Jogja. Karena kondisi dn wkt bs ambil mobilnya untuk ditarik selang 2 hr kemudian. Ditarik minta 50rb, katanya itu Peraturan dr @dalops.dishubjogjakota. Entah itu tarif resmi ato enggaknya, drpd ribet trs aku kasih aja.”

Terakhir saya ambil komentar dari akun mirzha__, “Kalo di Bandung parkir mobil pernah sampe 150 ribu, didekat Bandung Zoo. Saya asli Bandung yang muak dengan kota sendiri, lebih suka main ke Jogja. Tolonglah Jogja jangan ikut ikutan kayak Bandung.”

Saya mengambil komentar-komentar yang paling emosional. Terasa sekali, kan? Apalagi kalau sudah capslock, itu bukan main-main lagi emosinya. Dari 3 komentar ini semakin memvalidasi bahwa parkir nuthuk sudah jadi hal biasa di Jogja. Meresahkan tapi ya mau bagaimana lagi.

Parkir nuthuk Jogja berbahaya

Parkir nuthuk yang tidak masuk akal ini saya pikir bisa menggeser pamor klitih di Jogja. Bedanya, klitih selalu diwaspadai ketika malam hari. Sementara parkir nuthuk, selalu bisa menghantui karena tidak mengenal hari dan situasi.

Sebagai pengendara yang membutuhkan fasilitas parkir, mau tidak mau, harus membayar harga yang ditentukan. Untuk kasus viral kali ini, menurut saya cukup nekat dan lucu juga sih. Bagaimana tidak, semua warganet langsung salah fokus dengan karcis yang diberikan. 

Di kasus kali ini, cuma bermodalkan sobekan buku tulis. Lalu diberi keterangan “PARKIR MALIOBORO RP 50.000”. Belum lagi ditambah tanda tangan yang entah punya siapa. Mungkin biar dikira karcis resmi, eh malah bikin semua orang keki. Minimal usaha sedikit dengan cetak karcis sendiri. Ya, seenggaknya biar kelihatan “niat” kalau mau jadi pelaku parkir nuthuk. 

Harusnya oknum juru parkir melakukan pertimbangan kalau mau nuthuk harga. Harus ada aturan main yang diikuti. Begini, dengan mengandalkan budaya nrimo ing pandum wisatawan dan warga Jogja bisa menerima parkir nuthuk dengan catatan tertentu.

Seperti yang disampaikan Anisa (warga Jogja), “Parkir nuthuk masih ada yang bisa ditoleransi, sih. Misalnya, kalau mobil dari Rp5.000 jadi Rp10.000 dan motor dari Rp3.000 jadi Rp5.000. Itu masih ga papa soalnya di batas wajar. Tapi kalau bisa ya jangan sampai begitu, ga baik juga kalau diteruskan”. 

Parkir nuthuk juga bikin warga lokal geram dan bisa jadi bumerang

Parkir nuthuk di Jogja tidak hanya menyasar wisatawan tapi warga lokal juga. Teman saya, Tarissa (warga Jogja), menceritakan soal pengalamannya terkait parkir nuthuk yang bikin geram. 

“Aku pernah parkir di tempat wisata dan disuruh bayar Rp10.000 untuk motor. Tapi, yang paling bikin kesel itu ketika waktu itu hujan. Tukang parkir tidak membantu mengurus helm dan jaketku di motor. Sudah bayar mahal tapi pelayanannya ga ada. Ya buat apa? Aku jadi malas ke sana lagi.”

Saya sepakat dengan Tarissa. Masalahnya, ini bisa jadi bumerang bagi pariwisata yang ada di Jogja. Warga lokal maupun wisatawan pasti akan berpikir ulang untuk datang ke tempat wisata karena parkirnya mahal tapi tidak mendapatkan pelayanan maksimal. 

Hal serupa juga disampaikan Anisa, “Kalau harga parkirnya melejit sampai Rp50.000 seperti yang lagi viral, ya mending nggak usah ke Malioboro. Lebih baik ke pantai sekalian, parkirnya masih murah.” Saya sebagai kaum mendang-mending juga pasti lebih memilih saran ini. 

Jika sudah begini, parkir nuthuk bisa jadi bumerang bagi warga Jogja sendiri. Kalau Malioboro jadi sepi, mau gimana lagi?

Penulis: Karisma Nur Fitria
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 4 Dosa Penjual Keripik Buah di Malang yang Perlahan “Mengusir” Pembelinya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Juli 2025 oleh

Tags: JogjaMalioboroparkir Jogja
Karisma Nur Fitria

Karisma Nur Fitria

Karisma Nur Fitria, dari menulis dia jadi suka jalan-jalan.

ArtikelTerkait

Mirota Kampus vs Pamella Supermarket- Surga Belanja di Jogja (Pixabay)

Pengalaman Saya Jadi Bukti Belanja di Mirota Kampus Lebih Menyenangkan ketimbang Pamella Supermarket

15 Juni 2024
Upah Minimum Jogja Memang Naik, tapi Bukan Berarti Buruh Nggak Boleh Protes, Ini Bukan Perkara Upah Semata, Bolo! UMP Jogja, gaji Jogja, frugal living ump jogja yogyakarta, bandung

Upah Minimum Jogja Memang Naik, tapi Bukan Berarti Buruh Nggak Boleh Protes, Ini Bukan Perkara Upah Semata, Bolo!

22 November 2023
Pantai Papuma Jember Pantas Dinobatkan sebagai Objek Wisata Alam Termahal di Jawa Timur

Orang Jember Iri sama Jogja Itu Nggak Masuk Akal, Nggak Usah Mengada-ada deh!

20 Juli 2023
Nasi Rames, Menu Makanan Paling Populer di Jawa Tengah jogja

5 Rekomendasi Warung Nasi Rames Legendaris di Jogja yang Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup

2 September 2023
warung masakan babi di jogja

Warung Masakan Babi di Jogja yang Bikin Ngiler Part 2

8 November 2021
Denah Pedagang Pasar Beringharjo: Lantai 1 Gedung Barat terminal mojok.co

Denah Pedagang Pasar Beringharjo: Lantai 1 Gedung Barat

23 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Waktu dan Cara yang Tepat Membunyikan Klakson di Jogja, Sebuah Panduan untuk Pengendara Luar Mojok.co

6 Waktu dan Cara yang Tepat Membunyikan Klakson di Jogja, Sebuah Panduan untuk Pengendara Luar

26 Januari 2026
Jogja Nggak Berubah Itu Bullshit! Cuma Omong Kosong Belaka! (Unsplash)

Ironi Remaja Kota Jogja: Fasih Misuh dengan Bahasa Jawa, tapi Sulit Bicara Pakai Bahasa Jawa Krama

25 Januari 2026
Setelah Tahu Gaji HSE, Saya Langsung Mengubur Mimpi Saya Jadi Dosen. Peduli Setan pada Ilmu Pengetahuan, Dompet Tebal Adalah Kunci!

Setelah Tahu Gaji HSE, Saya Langsung Mengubur Mimpi Saya Jadi Dosen. Peduli Setan pada Ilmu Pengetahuan, Dompet Tebal Adalah Kunci!

28 Januari 2026
Generasi Sandwich Bukan Pahlawan, Tapi Tumbal Orang Tua (Pexels)

Generasi Sandwich Bukan Pahlawan, Kami Adalah Tumbal Romantisasi “Bakti Anak” yang Terpaksa Menjadi Dana Pensiun Berjalan Bagi Orang Tua yang Gagal Menabung

27 Januari 2026
8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Mengecewakan Pembeli (Danangtrihartanto - Wikimedia Commons)

8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Sering Disepelekan Penjual dan Mengecewakan Pembeli

30 Januari 2026
Dear Aktor Ibu Kota, Tidak Semua Dialog Bahasa Jawa Harus Berakhiran O seperti “Kulo Meminto” Mojok.co

Dear Aktor Ibu Kota, Tidak Semua Dialog Bahasa Jawa Harus Berakhiran O seperti “Kulo Meminto”

25 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Salah Kaprah Soal Tinggal di Perumahan, Padahal Lebih Slow Living-Frugal Living Tanpa Dibebani Tetangga ketimbang di Desa
  • Sebagai “Alumni” KA Airlangga, Naik KA Taksaka Ibarat “Pengkhianatan Kelas” yang Sesekali Wajib Dicoba Untuk Kesehatan Mental dan Tulang Punggung 
  • Memfitnah Es Gabus Berbahaya adalah Bentuk Kenikmatan Kekuasaan yang Cabul
  • Waste to Energy (WtE): Senjata Baru Danantara Melawan Darurat Sampah di Perkotaan
  • AI Mengancam Orang Malas Berpikir, Tak Sesuai dengan Ajaran Muhammadiyah
  • Menjadi Guru BK Capek Mental dan “Tak Menghasilkan”, Memilih Resign dan Kerja Kantoran Meski Harus Mengubur Cita-Cita

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.