Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Para Gamer yang Mengintimidasi dan Merendahkan Orang Lain Ketika Bermain Game Itu Annoying Banget, sih!

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
8 Desember 2019
A A
Para Gamer yang Mengintimidasi dan Merendahkan Orang Lain Ketika Bermain Game Itu Annoying Banget, sih!
Share on FacebookShare on Twitter

Pada suatu siang, istri saya sedang bermain gim favoritnya, Call of Duty Mobile. Dia bermain untuk menyelesaikan beberapa misi di game-event, multiplayer, juga ranked match secara random. Bukan bermaksud hanya untuk mem-push rank, tapi agar permainan lebih bervariasi dan tidak itu-itu saja. Istri saya juga sudah terbiasa mabar dengan gamer lain atau menerima invite untuk bermain di suatu event pada game tersebut.

Semuanya berjalan seperti biasa, beberapa kali menang, beberapa kali juga kalah (namanya juga main game) dan agar bisa mendengarkan rekan bermain di tim yang sama berkoordinasi satu sama lain melalui suara, istri saya selalu mengaktifkan voice chat—yang sangat berguna untuk mengetahui posisi teman dan bisa saling mengarahkan. Namun, pada penggunaannya, sering kali voice chat disalahgunakan untuk mengejek satu sama lain, padahal kenal dan bertatap muka saja belum pernah.

Hal tersebut yang kemudian membuat istri saya merasa tidak nyaman saat bermain. Ditambah, istri saya beberapa kali menjadi target ejekan karena saat menjadi pemain terakhir yang bertahan, dia dianggap tidak bisa menyelesaikan misi pada ranked match. Beberapa kali dia mendapat perkataan kasar seperti. Padahal, jika memang dia yang berkata kasar merasa lebih jago dalam bermain, seharusnya dia bisa menjadi pemain terakhir yang bertahan—bukannya gagal dan kalah lebih dulu. Hehehe.

Tidak hanya itu, beberapa gamer pun sering kali memanfaatkan voice chat untuk berkata kasar saat bermain. Sebetulnya, jika memang ingin berkata kasar kan bisa saja fasilitas voice chat dimatikan agar tidak terdengar orang lain. Kecuali memang niatnya ingin mencari perhatian, merasa hebat dengan berkata kasar selama bermain, atau hanya untuk mengintimidasi orang lain yang juga sama-sama bermain.

Padahal, sepengetahuan saya jika melihat pro-gamer bermain, mereka selalu terlihat tenang ketika bermain game di suatu perlombaan, dan lebih memilih fokus agar dapat memenangkan permainan. Atau mungkin hal tersebut menjadi mahfum karena para pro-gamer sebelumnya sudah menjalin kekompakan di karantina juga selama latihan, jadi mereka sudah memahami karakter satu sama lain tanpa harus banyak berkomunikasi saat turnamen berlangsung.

Hal yang dialami istri saya, mengingatkan saya pada era keemasan warnet yang hampir setiap hari banyak orang bermain game di sana, mulai dari anak sekolah sampai dengan anak kuliahan. Sebetulnya, warnet bukan hanya ditujukan untuk mereka yang ingin bermain game saja, sih, beberapa orang dengan segala keperluannya bisa juga berkunjung ke warnet. Mengerjakan tugas, ngeprint, atau sekadar searching. Meski tetap akan lebih banyak mereka yang bermain game.

Dan bagi mereka yang bermain game di warnet, entah kenapa biasanya dibarengi dengan ucapan kasar. Beberapa nama hewan dan ungkapan kasar tanpa ragu diucapkan. Tidak hanya satu-dua orang, melainkan hampir keseluruhan di tiap sekat warnet. Mulai dari Counter Strike, Point Blank, PUBG, sampai dengan Call of Duty—yang bahkan istri saya pun kena imbasnya, menerima ucapan kasar dari beberapa pemain lain. Yang kalah siapa, yang sambat siapa. Akhirnya, istri saya hanya mangkel tanpa membalas karena kadung malas dan merasa tidak ada gunanya.

Saya sempat mencari tahu dan bertanya kepada banyak teman yang gemar bermain game, khususnya mereka yang suka berteriak dan berkata kasar saat bermain game, entah di warnet atau menggunakan hape. Mereka menjelaskan, suara dan kata umpatan yang dikeluarkan ketika bermain game hanya untuk sekadar memeriahkan sekaligus meluapkan emosi atas atmosfer yang dirasakan bersama. Dan mereka menganggap itu sebagai hal yang biasa di kalangan mereka.

Baca Juga:

4 Tipe Orang yang Nggak Cocok Pakai Hape Samsung, Apa Kamu Salah Satunya?

Selain Memancing, 5 Hobi Ini Juga Tampak Sia-Sia

Yang tidak disadari, perilaku tersebut cenderung kepada cyberbullying dan membuat orang lain betul-betul tidak nyaman. Kemudian salah satu kesulitannya adalah, lawan bermain sering kali dicap baper ketika menegur balik atau protes di fitur voice chat, juga dianggap tidak bisa diajak bercanda—tidak asik. Padahal, seharusnya bisa saja mereka fokus bermain tanpa harus berlaku demikian. Jika meluapkan emosi setelah selesai permainan, sih, wajar. Entah senang karena menang atau marah karena kalah. Ya, namanya juga permainan.

Hal tersebut seakan sudah menjadi kebiasaan para gamer yang biasa bermain di warnet atau secara mobile dan sulit dipisahkan. Meskipun begitu, saya masih melihat secara langsung atau melalui media sosial, bagaimana banyak pro-gamer dapat bermain dengan fokus dan tenang tanpa harus berkata kasar atau mengintimidasi. Artinya, bisa saja kan seseorang bermain game, memenangkan permainan, tanpa harus memaki orang lain atau kawan bermain?

BACA JUGA Risiko Bukan Gamer: Merasa Asing Saat Teman yang Lain Bermain PUBG dan Mobile Legend atau tulisan Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Desember 2019 oleh

Tags: Gamerintimidasimain gamememaki
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Panduan Misuh yang Halus, Baik, dan Benar untuk Dipakai di Kehidupan Sehari-hari

Panduan Misuh yang Halus, Baik, dan Benar untuk Dipakai di Kehidupan Sehari-hari

30 Oktober 2019
Selain Mancing, 5 Hobi Ini Juga Tampak Sia-Sia Mojok.co

Selain Memancing, 5 Hobi Ini Juga Tampak Sia-Sia

28 November 2024
Kita Tidak Takut dengan Grup Pencak Silat, Kita Hanya Takut pada Jumlah

Kita Tidak Takut dengan Grup Pencak Silat, Kita Hanya Takut pada Jumlah

14 Juni 2023
Menguak Tugas-tugas Preman Menjelang Pemilu: Intimidasi Berkedok Diplomasi

Menguak Tugas-tugas Preman Menjelang Pemilu: Intimidasi Berkedok Diplomasi

21 November 2023
reza arap microtransaction warnet gamer apex legend mojok

Mengenang Kejayaan Warnet, Rumah Pertama Gamer di Indonesia

7 Maret 2021
Penyuka Genre Game Balap Harap Berkumpul, Ada Rekomendasi Game Bagus! terminal mojok.co

Penyuka Genre Game Balap Harap Berkumpul, Ada Rekomendasi Game Bagus!

17 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Trio Senator AS Roma: Mancini, Pellegrini, Cristante

Trio Senator AS Roma

23 Februari 2026
Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

26 Februari 2026
Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja (Unsplash)

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja karena Semua Menjadi Budak Validasi, Bikin Saya Rindu Mudik ke Lamongan

24 Februari 2026
9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli Mojok.co

9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli

22 Februari 2026
Ilustrasi Bus Bagong Berisi Keresahan, Jawaban dari Derita Penumpang (Unsplashj)

Di Jalur Ambulu-Surabaya, Bus Bagong Mengakhiri Penderitaan Era Bus Berkarat dan Menyedihkan: Ia Jawaban dari Setiap Keresahan

20 Februari 2026
Gak Usah Banyak Alasan: Menabung Itu Penting!

Gak Usah Banyak Alasan: Menabung Itu Penting!

23 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali
  • Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya
  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.