Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pantai Watukarung, Primadona Wisata Pacitan yang Aksesnya Bikin Wisatawan Nangis

Titah Gusti Prasasti oleh Titah Gusti Prasasti
29 Desember 2025
A A
Pantai Watukarung, Primadona Wisata Pacitan yang Aksesnya Bikin Wisatawan Nangis Mojok.co

Pantai Watukarung, Primadona Wisata Pacitan yang Aksesnya Bikin Wisatawan Nangis (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Libur telah tiba. Bagi kalian yang langganan berlibur ke Pacitan, pasti sudah nggak asing dengan Pantai Watukarung. Ya, pantai ini memang jadi destinasi primadona bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Bukan tanpa alasan, Pantai Watukarung Pacitan memang menawarkan pengalaman berlibur yang lengkap.

Mau menikmati pantai sambil menyeruput es kelapa muda di warung pinggir pantai? Bisa. Mau bercengkrama dengan ombak di atas papan selancar? Bisa juga. Mau menghabiskan hari libur sambil camping? Ada juga tempatnya. Nggak heran, pantai ini selalu ramai pengunjung. Bahkan, warlok seperti saya pun tetap semangat pergi ke sana.

Akan tetapi, kunjungan saya ke Pantai Watukarung beberapa waktu lalu justru jadi pengalaman kurang menyenangkan . Karena asyik berburu sunset yang indah bukan main, saya terpaksa pulang ketika gelap dan hujan. Pantai Watukarung memang menyenangkan, tapi akses waktu malam bikin pengendara kapok dan merana.

Akses ke Pantai Watukarung Pacitan

Saya jelaskan terlebih dahulu. Ada 2 pilihan jalan menuju Pantai Watukarung. Sayangnya, 2 pilihan itu nggak ada yang mendingan. Kedua jalan itu sama-sama bikin nangis. 

Pertama, ada jalur alternatif. Jalur ini melewati jalanan khas desa yang sempit, berkelok, dan kondisinya kurang baik. Jika baru pertama kali lewat sini, mungkin akan kaget saat berpapasan dengan kendaraan lain dari lawan arah. Memang sesempit itu jalannya. Apalagi kalau pakai mobil, harus super hati-hati. Poin plusnya, jarak tempuh lebih pendek sehingga cepat sampai ke tujuan.

Saya berangkat lewat jalur alternatif tersebut. Namun, mempertimbangkan beberapa kondisi di atas, saya memilih untuk pulang lewat jalur yang berbeda, yakni jalur utama.

Saya sebut jalur utama karena melewati jalan raya yang luas dan relatif halus. Hanya saja, jalur ini sedikit memutar dan memakan waktu tempuh lebih lama. Sebenarnya, kondisi tersebut nggak jadi masalah, sih. Tapi, ternyata ada satu hal krusial yang nggak memadai di jalan ini: ketiadaan penerangan jalan umum.

Apalagi, kondisi pada saat saya pulang sudah malam dan hujan deras. Kabut pun mulai turun, penglihatan jadi sangat terbatas. Selain mengandalkan cahaya lampu motor dan garis jalan, saya cuma bisa mengandalkan keselamatan pada Tuhan.

Baca Juga:

10 Pantai yang Bikin Kebumen Nggak Pantas Menyandang Status Kabupaten Termiskin, Cocoknya Jadi Kabupaten Wisata

Pantai Padang Tempat Wisata yang Sempurna di Kota Padang Seandainya Nggak Ada Parkir Liar

Sialnya, jalur ke Pantai Watukarung satu ini terhitung sangat sepi. Hanya kendaraan roda 4 ke atas yang sering lewat sana. Begitu pula malam itu, saya hanya 2 kali berpapasan dengan bus yang mengarah ke pusat kota. Sisanya, saya harus menyusuri jalanan gelap itu sendirian pelan-pelan. Sungguh, rasanya seperti berjalan dengan mata terpejam.

Perlu segera diperbaiki

Oke, kejadian itu sudah terlewat. Dan, untungnya saya sampai di rumah dengan selamat. Tapi, ada satu hal yang bikin saya heran: Pemda ke mana ya? Kok bisa jalanan sepanjang itu sama sekali nggak ada penerangannya? Padahal, Pantai Watukarung itu salah satu tujuan wisata paling laris di Pacitan lho. Bisa-bisanya, akses ke wisata unggulan yang punya andil besar dalam pemenuhan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dibiarkan tanpa penerangan yang layak.

Sebagai warga Pacitan yang bangga dengan potensi Pantai Watukarung, saran saya cuma satu: segera lakukan pengadaan penerangan jalan umum. Sebab, lampu jalan bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan bukti keseriusan Pemda dalam mendukung pengembangan wisata daerah.

Lagi pula, keindahan pantai ini tidak seharusnya dibayar dengan rasa takut di perjalanan. Jika Pemda memang serius menjadikan Pantai Watukarung sebagai destinasi primadona, maka tanggung jawabnya bukan cuma berhenti di tiket dan promosi, tapi juga memastikan bahwa wisatawan berkunjung dengan nyaman dan mau datang lagi.

Penulis: Titah Gusti Prasasti
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Jalan Ponorogo-Pacitan Bertahun-tahun Nggak Punya Lampu Jalan, Bikin Pengendara Waswas Saat Melintas.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 Desember 2025 oleh

Tags: pacitanpantaipantai pacitanPantai WatukarungPantai Watukarung Pacitanwisata pacitanwisata pantai
Titah Gusti Prasasti

Titah Gusti Prasasti

Manusia yang tengah sibuk mencari kesibukan.

ArtikelTerkait

Hujan di Jalur Ponorogo-Pacitan, Mimpi Buruk bagi Pengendara, Berubah Jadi Jalur Neraka!

Jalan Ponorogo-Pacitan Bertahun-tahun Nggak Punya Lampu Jalan, Bikin Pengendara Waswas Saat Melintas

8 September 2025
4 Pantai yang Wajib Dihindari Wisatawan Saat Pertama Kali Berkunjung ke Pacitan, Jangan ke Sini kalau Nggak Siap Mental!

4 Pantai yang Wajib Dihindari Wisatawan Saat Pertama Kali Berkunjung ke Pacitan, Jangan ke Sini kalau Nggak Siap Mental!

16 Juni 2025
Sudah Jangan ke Wakatobi, Masih Banyak Wisata Lainnya

Sudah Jangan ke Wakatobi, Masih Banyak Wisata Lainnya

24 Juli 2022
4 Perpustakaan Gunungkidul yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang, Biar Mainnya Nggak ke Pantai Melulu Mojok.co

4 Perpustakaan Gunungkidul yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang, biar Mainnya Nggak ke Pantai Melulu

11 Mei 2025
4 Pantai di Malang Sebaiknya Dihindari Wisatawan yang Baru Pertama Kali Berkunjung karena Perlu Persiapan Matang Mojok.co

4 Pantai di Malang Ini Sebaiknya Dihindari Wisatawan yang Baru Pertama Kali Berkunjung karena Perlu Persiapan Matang

3 Juli 2025
pohon sonokeling kayu primadona mojok

Nasib Punya Pohon Sonokeling yang Selalu Dikejar Pengepul

1 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026
Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga Mojok.co

Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga

9 April 2026
4 Ciri Nasi Uduk Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Wikimedia Commons)

4 Ciri Nasi Uduk Redflag yang Bikin Kecewa dan Nggak Nafsu Makan

11 April 2026
Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa Mojok.co

Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa

9 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

4 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.