Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Panduan Pesan Makan di RM Padang Pakai Bahasa Minang. Terminal Mulok #08

Dessy Liestiyani oleh Dessy Liestiyani
18 Maret 2021
A A
Panduan Pesan Makan di RM Padang Pakai Bahasa Minang. Terminal Mulok #08 terminal mojok.co

Panduan Pesan Makan di RM Padang Pakai Bahasa Minang. Terminal Mulok #08 terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Lah, memangnya kalau makan di RM Padang kudu pakai bahasa Minang?

Ya, nggak harus, tapi nggak ada salahnya dicoba. Siapa tau si uda (sebutan untuk “kakak”) jadi ngerasa “dekat” dengan kita karena mengira kita berasal dari daerah yang sama. Efeknya bisa jadi, mulai dari dipilihin samba (lauk) yang besar atau digratisin sayur.

(((Ngarep)))

Tanpa berlama-lama karena saya yakin kalian sudah nelen ludah ngebayangin tumpukan ayam bumbu, daging rendang, atau telur dadar tebal yang mejeng di kaca restoran Padang. Kita mulai saja, ya….

Saat memasuki restoran, umumnya si uda tidak akan menyapa kita dengan, “Halo. Hai. Selamat siang Kak. Selamat datang di RM Segerbana”. Atau teriak, “Guest coming!” Kalau kalian berharap disapa seperti itu, mending jangan masuk ke RM Padang. Pasalnya, sapaan awal yang akan kalian dapatkan biasanya adalah, ”Makan?”

Stop! Jangan emosi dulu, “Lah iya mau makan, masa mau dangdutan!” Maksud si uda, “makan” di sini artinya makan nasi putih di restoran dengan lauk-pauknya. Kadang ada juga yang menyapa dengan kalimat lebih lengkap, “Makan bara?” (kata “bara” di sini artinya “berapa orang yang mau makan”).

Kenapa harus dipertegas bahwa “makan” artinya makan nasi putih? Lantaran RM Padang biasanya juga menyediakan menu lain di luar lauk-pauk yang telah matang. Ada soto Padang, mi rebus, atau nasi goreng. Ini adalah menu-menu yang harus dipersiapkan atau dimasak terlebih dahulu sesaat sebelum disajikan.

Jadi, kalau kalian datang berdua terus kamu mau makan nasi putih dan lauknya, sementara pacar kamu lagi pengin makan mi rebus, itu artinya yang “makan” hanya satu orang. Sapaan si uda pun bisa kamu jawab dengan, “Makan ciek, soto ciek, Da (uda)”. Artinya, yang makan nasi beserta lauknya hanya satu orang (kata “ciek” berarti satu). Atau kalau kamu dan pacarmu sama-sama pengin makan nasi dan lauknya, kamu bisa bilang, “Makan duo, Da.” (Kata “duo” berarti dua).

Baca Juga:

5 Menu Red Flag dari Rumah Makan Padang. Jangan Pernah Beli Menu Ini, Mending Makan Nasi Pakai Garam!

5 Hal yang Bikin Pelanggan Kesal Saat Beli Nasi Padang

Informasi ini penting buat si uda karena blio akan menyajikan hidangan lauk-pauk sesuai dengan jumlah yang akan “makan”. Kalau yang “makan” satu orang, ia akan menyediakan satu piring beserta kobokan. Nasi putih beserta lauk yang disajikan pun jumlah dan jenisnya kadang menyesuaikan juga dengan jumlah orang yang “makan”.

Berikutnya sedikit tips kalau mau pesan minuman. Biar terdengar “khas Minang”, kalian bisa pesan “es kosong”. Artinya, gelas berisi es batu. Kadang gelas yang datang sudah diisi air putih oleh si uda. Jadilah air es. Namun, menu “es kosong” bisa berupa es batu dalam gelas saja. Kemudian konsumen menambahkan air sendiri dari teko minum yang disediakan. Atau, bisa juga kalian pesan jus/es pokat (kata “pokat” berarti alpukat). Mengucapkan kata “pokat” akan terdengar “sangat Minang”, dibanding menyebut jus/es alpukat.

Khusus buat kalian yang doyan minum teh, kalau kalian mau pesan es teh manis, biasanya cukup dengan sebutan “teh es” saja. Pasalnya, di kebanyakan RM Padang, “teh es” berarti minuman teh dingin, sudah dengan gula. Dan kalau kalian sukanya teh manis panas, cukup menyebut “teh manih” (kata “manih” berarti manis).

Makan di RM Padang akan terasa kurang lengkap kalau belum mengeluarkan jargon legendaris “tambuah ciek”. Si uda dengan sigap akan mengantarkan tambahan satu porsi nasi putih panas dengan campuran kuah sebagai topingnya.

(((Laper)))

Selesai makan, jangan lupa tutup dengan doa bayar. Si uda bisa dipanggil sambil berkata, “Da, bara sadonyo ko, Da?” Artinya, “Berapa (harga) semuanya?” Mungkin blio akan bertanya, “Alah?” artinya, “Sudah (selesai makannya)?” Kalian pun bisa membalasnya dengan “alah” atau sekedar kata “lah”, untuk mengiyakan.

Kalau setelah dihitung dan kalian nggak ngerti berapa yang harus dibayar (mohon maaf, pelajaran bahasa Minang kali ini nggak membahas tentang hitung-hitungan), lihat saja deh angkanya di coretan bon.

Untuk penulisan harga di bon ini, beberapa RM Padang ada yang mengganti tiga digit nominal terakhir dengan tanda “garis”. Misalnya, harga rendang lima belas ribu rupiah, maka yang ditulis di bon adalah angka “15”, kemudian tanda “-“. Jadi, kalau di akhir penjumlahan tertera angka “87” dan tanda ”-“, berati total yang harus dibayar adalah delapan puluh tujuh ribu rupiah. Pinter.

Gimana? Gampang, kan? Nggak ada salahnya mencoba. Walaupun tentu saja, si uda pasti bisa ngenalin mana yang orang Sumatra beneran dan mana yang KW.

*Terminal Mulok adalah segmen khusus yang mengulas tentang bahasa dari berbagai daerah di Indonesia dan dibagikan dalam edisi khusus Bulan Bahasa 2021.

BACA JUGA Tidak Ada yang Salah dari Makan Nasi Padang Dicampur Kecap dan tulisan Dessy Liestiyani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 18 Maret 2021 oleh

Tags: bahasa MinangRM Padang
Dessy Liestiyani

Dessy Liestiyani

Tinggal di Bukittinggi. Wiraswasta, mantan kru televisi, penikmat musik dan film.

ArtikelTerkait

Panduan Berbelanja dalam Bahasa Minang terminal mojok.co

Panduan Berbelanja dalam Bahasa Minang

11 September 2021
5 Menu Red Flag dari Rumah Makan Padang. Jangan Pernah Beli Menu Ini, Mending Makan Nasi Pakai Garam!

5 Menu Red Flag dari Rumah Makan Padang. Jangan Pernah Beli Menu Ini, Mending Makan Nasi Pakai Garam!

3 Agustus 2023
5 Hal yang Bikin Pelanggan Kesal Saat Beli Nasi Padang

5 Hal yang Bikin Pelanggan Kesal Saat Beli Nasi Padang

10 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

4 April 2026
Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang Mojok.co

Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang

1 April 2026
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Ruwet Urusan sama Pesilat: Tak Nyapa Duluan dan Beda Perguruan Pencak Silat Langsung Dihajar, Diajak Refleksi Malah Merasa Paling Benar
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer
  • Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga
  • Dipaksa Kuliah Jurusan Paling Dicari di PTN karena Ambisi PNS, Setelah Lulus Malah bikin Ortu Kecewa karena “Kerjaan Remeh”
  • Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Pas Sudah Diterima Jadi ASN Malah Tersiksa karena Makan “Gaji Buta”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.