Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Panduan Orang Sumatra Cari Tempat Makan di Jawa yang Cocok dengan Selera

Yesaya Sihombing oleh Yesaya Sihombing
27 Oktober 2021
A A
Panduan Orang Sumatra Cari Tempat Makan di Jawa yang Cocok dengan Selera terminal mojok.co
Share on FacebookShare on Twitter

Baru-baru ini, saya menjemput seorang saudara (adik ibu saya) yang berasal dari Riau, di bandara New Yogyakarta International Airport. Berhubung hari sudah malam, kami cukup kesulitan untuk mencari warung makan. Bukannya apa, selera orang Sumatra, tentu berbeda dengan preferensi rasa kebanyakan warung makan di Jawa. Kebanyakan orang dari “luar pulau”, lebih memilih masakan dengan rasa yang cenderung asin dan pedas, alih-alih manis.

Kesulitan dan kebingungan macam ini, bukan sekali dua kali saya alami. Saat saudara-saudara dari pihak ayah saya datang ke Jawa pun, mereka pasti mewanti-wanti agar tidak mengajak untuk makan yang manis-manis. Saya ingat, saat bibi saya datang dari Medan ke Jogja untuk menghadiri acara wisuda putrinya. Ia heran karena hampir semua masakan di acara wisudaan tersebut manis adanya. Sampai terdengar celetukan, “Apa lama-lama nggak diabetes ya, kalau orang makan begini terus?”

Ayah saya dari Sumatra Utara, ibu saya dari Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Waktu pertama kali merantau ke pulau Jawa, mereka pun harus menyesuaikan diri dengan situasi di Jawa, salah satunya dalam hal masakan. Syukurnya, setelah puluhan tahun tinggal di Jawa, mereka sudah mengalami adaptasi dan berdamai dengan masakan di Jawa.

Namun, bagi mereka yang baru pertama kali datang dari Sumatra, tentu masakan Jawa tidak bisa langsung cocok dengan lidah mereka.

Berbekal pengalaman dan kebingungan yang saya alami di atas, kini, ketika mengajak handai taulan dari Sumatra yang sedang berkunjung ke Jawa, saya sudah punya pilihan-pilihan ‘model’ warung makan yang saya rasa, dapat cocok dengan lidah mereka.

Tentang rasa, tentu saya akan menjatuhkan pilihan pada warung yang menyediakan menu yang tidak manis, tapi cenderung asin dan pedas. Pilihan tersebut di antaranya,

#1 Lapo

Dulu, kalau di Jogja, saya mengajak saudara-saudara untuk menjajal rumah makan Ucok atau Tapian Nauli. Nasi segunung yang dipadukan dengan pilihan menu macam saksang, daging panggang, atau sop (non-halal), yang ditambah dengan daun ubi tumbuk, plus sambal tuk-tuk, sangat cepat dihabiskan oleh mereka.

#2 Warung Padang

Bila di kota yang dikunjungi tidak terdapat lapo, pilihan saya jatuh pada warung Padang. Sependek pengamatan dan pengalaman saya, hampir semua orang Sumatra sangat welcome dengan masakan Padang. Rasa yang cenderung asin dan pedas, menjadi kenikmatan sendiri, bagi jiwa-jiwa yang lapar. Entah itu rendang, kikil, ayam, kepala kakap, cumi, daging cincang, dan daun singkong yang ngawe-ngawe, plus sambal ijo khas Padang, pasti akan disantap dengan lahap.

Baca Juga:

Tips Belanja di Warung Madura supaya Menjadi Pelanggan Kesayangan Pemilik Tokonya

11 Istilah Penyakit dalam Bahasa Jawa yang Terdengar Lucu

Secara rasa, dua pilihan warung makan di atas akan sangat cocok dengan orang Sumatra karena tidak berbeda jauh dengan rasa di tempat asal mereka.

#3 Warung Chinese Food

Jika tidak ada lapo dan warung Padang, biasanya saya akan mencari warung Chinese Food yang bercitarasa tidak terlalu manis. Ya, dengan menjamurnya warung Chinese Food di Jawa, ada warung-warung yang sudah menyesuaikan rasa hidangan mereka, dengan lidah kebanyakan orang di Jawa yang menyukai rasa manis. Untuk area Jogja, salah satu warung Chinese Food yang pernah saya jadikan tujuan untuk mengajak makan tamu dari Sumatra adalah warung makan Tio Ciu sekitar Jl. Jend. Sudirman, dekat Tugu Jogja. Orang Sumatra cukup welcome dengan pilihan masakan Chinese Food, kok.

#4 Warung ikan bakar

Jika di warung ikan bakar, kalau bisa mereka akan mencari ikan bakar yang tidak digoreng terlebih dahulu. Tau sendiri, di Jawa, ikan bakar digoreng terlebih dahulu, kemudian diolesi kecap, dan baru dibakar, sehingga rasanya menjadi manis. Tentu tidak mudah mencari ikan bakar yang tidak digoreng dan dikecap semacam itu karena biasanya hanya di warung ikan yang dikelola orang Sulawesi.

Maka, kalaupun ada di warung ikan bakar pada umumnya, orang Sumatra akan minta agar kecap manis yang dioleskan tidak terlalu banyak. Biasanya, si pemilik warung akan bertanya, “Emangnya enak, Bang? Kan jadinya kurang manis?” Ya, namanya lidah orang beda-beda, Mas. Hehehe.

#5 Warung nusantara

Untuk warung masakan nusantara pun demikian. Mereka akan memilih menu-menu aman, macam telur dadar goreng, atau sayur pare yang agak pahit (kalau parenya manis, mereka malah bingung, “Kok sayur pare dibikin menjadi manis?”), dan masakan yang tidak manis lain. Kadang, mereka juga mengajukan rikues khusus, seperti minta cabe rawit yang diuleg, ditambah garam, untuk menambah kenikmatan makan.

Demikianlah pilihan-pilihan warung makan buat orang Sumatra, versi saya. Oh, ya, warung-warung makan cepat saji juga bisa dimasukkan sebagai alternatif, bila memang tidak ada pilihan lain. Semoga, ini bisa jadi semacam panduan bagi orang Sumatra yang sedang berada di Jawa, atau bagi Anda yang akan kedatangan tamu dari Sumatra.

Kalau buat saya sih, yang penting makanannya bisa bikin kenyang dan harganya masuk akal. Itu sudah menjadi pilihan yang terbaik.

Sumber Gambar: Unsplash.com

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Oktober 2021 oleh

Tags: JawaOrang Sumatrapilihan redaksiwarung
Yesaya Sihombing

Yesaya Sihombing

Pengamat segala hal.

ArtikelTerkait

Mari Berandai-andai jika Soe Hok Gie Hidup di Zaman Sekarang terminal mojok.co

Mari Berandai-andai jika Soe Hok Gie Hidup di Zaman Sekarang

22 Agustus 2021
Gubernur DIY Tidak Mungkin Ingkar Janji, Lha Wong Tidak Janji Apa-apa

Gubernur DIY Tidak Mungkin Ingkar Janji, Lha Wong Tidak Janji Apa-apa

22 April 2022
Andai saja Semua Mobil Punya Fitur Bluelink seperti Hyundai CRETA mojok.co

Andai saja Semua Mobil Punya Fitur Bluelink seperti Hyundai CRETA

17 Maret 2022
Derita Tinggal di Kecamatan Tegalrejo Jogja

Derita Tinggal di Kecamatan Tegalrejo Jogja

31 Maret 2023
Quo Vadis Hak Privasi: Dari Mental Kerumunan Polisi Sampai Bebas Geledah Modal Asumsi terminal mojok.co

Quo Vadis Hak Privasi: Dari Mental Kerumunan Polisi Sampai Bebas Geledah Modal Asumsi

18 Oktober 2021
Kecamatan Srumbung, Kecamatan Paling Menyedihkan di Kabupaten Magelang

Srumbung, Kecamatan Paling Menyedihkan di Kabupaten Magelang

22 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perayaan Waisak di Borobudur: Momen Sakral yang Bawa Berkah bagi Warga Magelang

Perayaan Waisak di Borobudur: Momen Sakral yang Bawa Berkah bagi Warga Magelang

31 Mei 2026
Jalan Dr Sutomo, Jalan Satu Arah yang Mencoreng Nama Baik Muntilan Magelang

Jalan Dr Sutomo, Jalan Satu Arah yang Mencoreng Nama Baik Muntilan Magelang

2 Juni 2026
Terima Kasih PO Sudiro Tungga Jaya Rute Surabaya Ngawi Sudah Banyak Berjasa di Rumah Tangga Saya Mojok.co

Terima Kasih PO Sudiro Tungga Jaya Rute Surabaya-Ngawi Sudah Banyak Berjasa di Rumah Tangga Saya

4 Juni 2026
Kesamaan Prinsip From Doubter to Believer Liverpool & Tekkadan (Unsplash)

Liverpool dan Tekkadan Punya Kesamaan, Sama-sama Memegang Prinsip: From Doubter to Believer

3 Juni 2026
Naik Bus Rosalia Indah Kelas Super Top Double Decker Bikin Saya Betah Berlama-lama di Dalam Bus Mojok.co

Naik Bus Rosalia Indah Kelas Super Top Double Decker Bikin Saya Betah Berlama-lama di Dalam Bus

31 Mei 2026
11 Istilah Penyakit dalam Bahasa Jawa yang Terdengar Lucu Mojok.co

11 Istilah Penyakit dalam Bahasa Jawa yang Terdengar Lucu

29 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.