Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Panduan Berhadapan dengan Rayuan Sakti Barista yang Berusaha Upselling  

Riyanto oleh Riyanto
26 November 2023
A A
Barista Coffee Shop kalau Dimintain Rekomendasi Menu Terus Jawab Tergantung Selera Itu Baiknya Resign Aja, Sumpah upselling

Barista kalau Dimintain Rekomendasi Menu Terus Jawab Tergantung Selera Itu Baiknya Resign Aja, Sumpah (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Barista coffee shop yang ramah dan bisa akrab banget sama pelanggan itu punya nilai plus sendiri. Meski begitu, ada juga jenis pelanggan yang nggak mau basa-basi dan pinginnya pesen, bayar, dan duduk. Nah, tipe pelanggan seperti ini biasanya memang terlampau introvert, atau justru trauma dengan keramahtamahan si barista di masa lalu. Udah ramah-ramah, eh nggak taunya malah upselling.

Mungkin kadar traumanya mirip orang mendadak jadi baik banget, tau-tau maju caleg.

Pelanggan yang trauma itu akhirnya membentengi diri sendiri dan nggak mau terperdaya omongan manis si barista. Bodo amat mau ditawarin apa aja, yang penting udah punya pendirian mau pesen apa tanpa ekrta-ekstra yang lain.

Celakanya, banyak pelanggan yang nggak sadar dan terlena akan teknik upselling para barista. Untungnya, sangat sedikit coffee shop yang memberikan training super sakti ke barista biar jago upselling. Bahasa mudahnya, banyak coffee shop yang baristanya nggak jago upselling. Datanglah ke coffee shop ijo di mall-mall kalo emang pingin menguji ketahanan terhadap bujuk rayu barista. Soalnya harus diakui, barista di coffee shop ijo itu emang jago banget upselling. Lengah dikit, tagihan pesenan bakal melebihi perkiraan. Karena itulah, saya bakal memberikan panduan gimana caranya biar kalian nggak terkena jebakan rayuan barista yang upselling.

Saran tambahan dari barista berpotensi bagian dari upselling

Tempo hari, saya pernah menulis tentang barista yang kalo ditanya rekomendasi jawabannya malah tergantung selera. Meski nyebelin, tetapi jenis barista yang kayak gitu justru adalah barista level aman dan kecil kemungkinan melakukan upselling. Beda cerita kalo ketemu barista yang pas pesen es kopi susu gula aren, malah pelanggan ditanya mau ganti ke susu oat apa enggak, ganti ke susu almond apa enggak, espressonya mau double apa enggak, bahkan sampe ke mau tambah sirup lain apa nggak.

Jelas saja semua pertanyaan itu, kalo dijawab dengan mengangguk oleh pelanggan, maka bakal kena tambahan biaya karena termasuk upgrade bahan-bahan. Pertanyaan dengan gimmick saran kayak gini sangat bikin pusing.

Pertama, pelanggan cuma mau pesen minuman, eh malah berasa kayak diminta ngeracik menu sendiri. Mau ngopi biar nggek pusing, malah pusing duluan disuruh bongkar pasang bahan-bahan minuman. Kedua, belum tentu kalo dah bongkar pasang bahan menu, hasil minumannya jadi lebih enak. Bisa aja malah amburadul. Nggak bisa komplain ke barista dong, kan yang custom si pelanggan. Ketiga, ya itu tadi, pelanggan yang nggak ngeh, bakal bayar dengan duit ekstra karena mengiyakan semua pertanyaan dengan gimmick saran dari si barista.

Maka dari itu, apabila sudah ada saran dari barista untuk bongkar pasang bahan menu, patut diwaspadai potensi upselling. Percaya aja kalo setelah bongkar pasang bahan menu, hasilnya nggak akan seenak itu.

Baca Juga:

Pendekar Kopi dan Rojali, Musuh Alami Coffee Shop. Yang Satu Bikin Barista Keder, yang Satu Bikin Pusing Owner

4 Alasan Saya Lebih Memilih Ice Americano Buatan Minimarket ketimbang Racikan Barista Coffee Shop

Pertanyaan kopinya mau strong atau soft itu berbahaya

Hal ini biasanya terjadi di coffee shop ijo di mall-mall. Hati-hati kalau pesen varian kopi apa pun dan ditanya kopinya mau strong atau soft. Pertanyaan ini, jawaban apa pun yang diberikan, akan dicap sebagai persetujuan untuk penambahan extra shot. Kalau kita menjawab strong, maka akan dikenakan tambahan double shot espresso. Kalau kita menjawab soft, maka akan dikenakan tambahan single shot espresso. Lengah sedikit saja, kita bakal kena tambahan biaya extra shot espresso.

Pertanyaan lain yang mirip-mirip adalah, “Espressonya mau Single Shot atau Double Shot?” Jawaban apa pun yang diberikan pelanggan juga dianggap persetujuan untuk menambah biaya extra shot. Kalau menjawab single shot, ya bakal dikenakan tambahan single shot. Hal yang sama juga terjadi kalau bilang double shot. Pelanggan yang nggak ngeh, ngiranya kalau menjawab single shot, ya artinya kopinya sesuai standar yang udah single shot. Padahal kenyataannya, itu adalah pertanyaan untuk extra shot yang mau ditambahkan. Kalau sudah demikian, lantas harus menjawab apa biar nggak kena jebakan dari rayuan sang barista?

Jawablah dengan nggak, nggak, dan nggak

Kalau ketemu barista jago upselling penuh rayuan gini, sebisa mungkin jangan akrab-akrab dulu. Di luar akrab nggak apa-apa. Kalau di situasi kerja, nggak dulu deh. Biar nggak terkena rayuan sakti upselling, setelah menentukan mau pesan apa, jawablah semua pertanyaan si barista dengan kata, “Nggak!”

Karena semua jawaban yang diberikan pelanggan adalah lampu hijau penambahan biaya tambahan, karena itu menjawab dengan penolakan adalah langkah paling aman.

“Kopinya mau strong, kak?”

 “Nggak!”

“Oh, berarti soft ya?”

 “Nggak!”

“Extra Caramelnya mau dipake, kak?”

 “Nggak!”

“Paymentnya mau pake apa, kak?”

“Nggak!”

Jawablah dengan “disesuaikan standar saja!”

Kalau menjawab dengan kata “nggak” masih dirasa kurang ampuh, maka ada jawaban lain yang akan membuat Barista si ahli rayu ini terdiam. Jawaban itu adalah, “Sesuai standar aja!” kalo dah dijawab begitu, peluang si barista untuk lanjut mencoba upselling akan mengecil. Kalau sudah pesan, semua pertanyaan dari si barista, meski terdengar basa-basi, langsung jawab aja dengan, “Sesuai standar aja!”

Selama ini jawaban tersebut sangat ampuh saya gunakan untuk berhadapan dengan barista di coffee shop hijau di mall-mall tersebut.

Jangan terlena teknik manipulasi barista yang merayu

Semakin ke sini, para barista di coffee shop ijo itu makin jago upselling. Sepertinya mereka rutin ditraining soal teknik manipulasi pelanggan biar nggak sadar melakukan upselling. Kalau tulisan ini nanti dibaca oleh trainer barista itu, sepertinya mereka akan mencari cara agar para barista bisa upselling dengan cara terbaru yang nggak disadari pelanggan sebelumnya.

Karena itulah, para pelanggan yang nggak mau kena upselling, harus sadar bahwa dirinya sedang menjadi target upselling. Kita akan diberikan dua pilihan dan seolah nggak ada pilihan lain. Kedua pilihan sama-sama menguntungkan pihak coffee shop. Karena itulah harus siap dengan jawaban seperti yang sudah saya tulis.

Atau, kalau memang nggak sengaja terlena rayuan manis barista, pilihan terakhir adalah dengan memperhatikan ketika si barista membacakan ulang pesanan. Kalau dirasa ada penambahan yang nggak kita kehendaki, bisa langsung minta dihapus saja penambahan tersebut. Dengan demikian, maka kita akan terbebas dari bujuk rayu mengerikan barista upselling.

Penulis: Riyanto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Barista Jogja: Antara Seksi, Romantis, dan Upah Kelewat Rendah

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 November 2023 oleh

Tags: baristaCoffee Shopstrategiupselling
Riyanto

Riyanto

Juru ketik di beberapa media. Orang yang susah tidur.

ArtikelTerkait

Terkutuklah Pelanggan Coffee Shop yang Pesan Espresso, tapi Dituang ke Tumbler yang Sudah Berisi Es, Susu, bahkan Gula Aren!

Terkutuklah Pelanggan yang Pesan Espresso, tapi Dituang ke Tumbler yang Sudah Berisi Es, Susu, bahkan Gula Aren!

16 November 2023
Nongkrong di Kafe Cuma Pesen Air Mineral Itu Bukan Dosa! terminal mojok.co

Nongkrong di Kafe Cuma Pesen Air Mineral Itu Bukan Dosa!

15 September 2021
Sudahi Persoalan Skripsian di Coffee Shop, Saya Skripsian di Angkringan Juga Nggak Selesai-selesai terminal mojok

Sudahi Persoalan Skripsian di Coffee Shop, Saya Skripsian di Angkringan Juga Nggak Selesai-selesai

4 Juni 2021
Coffee Shop Lokal seperti Fore Sangat Bisa Menyaingi Starbucks (Unsplash)

Bisakah Coffee Shop Lokal Seperti Fore Menyaingi Bahkan Mengalahkan Starbucks dalam Segala Hal?

9 Desember 2023
Barista Jogja: Antara Seksi, Romantis, dan Upah Kelewat Rendah

Barista Jogja: Antara Seksi, Romantis, dan Upah Kelewat Rendah

27 September 2022
Tomoro Coffee IPB Dramaga Bogor: Tempat Nyaman buat Nugas di Tengah Kebisingan Jalan Babakan Raya coffee shop

Bisakah Tomoro Coffee Bertahan Lama di Indonesia? Bisa Banget, asal Ritme Bisnis dan Pendanaan Nggak Mandek

16 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Indomaret Tutup, Orang Dewasa Depresi Bakal Makin Stres (Unsplash)

Membayangkan Semua Gerai Indomaret Tutup: Ibu-Ibu Merana Kehilangan Promo Minyak Goreng, Orang Dewasa Stres Makin Depresi Kehilangan Kursi Besi Andalan

1 Juni 2026
Terima Kasih PO Sudiro Tungga Jaya Rute Surabaya Ngawi Sudah Banyak Berjasa di Rumah Tangga Saya Mojok.co

Terima Kasih PO Sudiro Tungga Jaya Rute Surabaya-Ngawi Sudah Banyak Berjasa di Rumah Tangga Saya

4 Juni 2026
Jalan Dr Sutomo, Jalan Satu Arah yang Mencoreng Nama Baik Muntilan Magelang

Jalan Dr Sutomo, Jalan Satu Arah yang Mencoreng Nama Baik Muntilan Magelang

2 Juni 2026
Mengurai Inflasi IPK: Dosen Makin Dermawan atau Mahasiswa Makin Pintar?  

Mengurai Inflasi IPK: Dosen Makin Dermawan atau Mahasiswa Makin Pintar?  

3 Juni 2026
Sisi Gelap Sekretariat UKM Kampus: Ketika Ruang Kerja Bergeser Menjadi Ruang Pribadi

Sisi Gelap Sekretariat UKM Kampus: Ketika Ruang Kerja Bergeser Menjadi Ruang Pribadi

7 Juni 2026
Kesamaan Prinsip From Doubter to Believer Liverpool & Tekkadan (Unsplash)

Liverpool dan Tekkadan Punya Kesamaan, Sama-sama Memegang Prinsip: From Doubter to Believer

3 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.