Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Panduan Berbelanja dalam Bahasa Minang

Dessy Liestiyani oleh Dessy Liestiyani
11 September 2021
A A
Panduan Berbelanja dalam Bahasa Minang terminal mojok.co

Panduan Berbelanja dalam Bahasa Minang terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Bukittinggi, kota tempat tinggal saya ini, nggak hanya ngetop sebagai tempat wiskul bersantan, atau re-charge paru-paru dengan udara gunung yang segar saja. Bukittinggi juga tempatnya “cuci mata nguras dompet” a.k.a belanja.

Nggak heran, pusat perbelanjaan seperti pasar, kios, atau toko, kudu masuk dalam itinerary plesiran. Dan bahasa daerah setempat (bahasa Minang, di kota saya), biasanya dilontarkan sang penjual untuk memeriahkan gairah shopping ini. Memberikan salam sapaan yang khas atau langsung mempromosikan barang dagangannya.

Nah, supaya kalian nggak cuma lolak-lolok kebingungan nggak ngerti sehingga keliatan banget turisnya, sini saya kasih panduan singkat untuk berinteraksi dengan para pedagang dalam bahasa Minang.

Perhatikan beberapa hal berikut, ya.

#1 Siapa penjualnya

Pertama-tama, kenali dulu siapa penjualnya. Maksudnya, nggak perlu browsing nama, tempat tanggal lahir, atau suku dan agamanya seperti di beberapa media onlen. Nggak perlu juga kalian tau apa orientasi seksualnya seperti si anu yang “ditelanjangi” begitu.

Cukup dilihat apakah laki-laki atau perempuan, terus tebak-tebakan deh kira-kira blio lebih muda dari kalian, seumuran, atau lebih tua? Itu saja risetnya, cukup, kok.

Kalau yang berdagang perempuan paruh baya, paling aman panggil saja “ibuk” (di sini lebih terbiasa menggunakan kata “ibu” dengan huruf “k”). Sementara kalau laki-laki bisa dipanggil “pak” atau “apak” (bapak). Kalau umur sang ibu terlihat sudah renta, bisa dipanggil “mak” (dari kata “amak” yang berarti ibu/emak) untuk lebih menghormati.

Kalau pedagangnya kira-kira seumuran kalian atau beda usia tidak terlalu jauh, bisa dipanggil “bang” (abang) atau “da” (uda) untuk laki-laki, dan “ni” (uni) untuk perempuan, supaya kesannya lebih ikribs gitu. Nah, kalau tetiba ada bocah-bocah penjual makanan dan kita kepengin beli dagangannya, mereka bisa disapa dengan sebutan “diak” (adiak/adek).

Baca Juga:

5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan

Setelah Saya Belajar Ekonomi Makro, Saya Baru Tahu bahwa Ternyata Belanja Sama Pentingnya dengan Menabung

#2 Kata-kata penyambutan

Kata-kata penyambutan yang biasanya diucapkan sang pedagang ketika kalian lewat di depan kiosnya, antara lain seperti ini.

“Masuaklah. Apo bali? Apo caliak?” Artinya, Mampirlah. Mau beli apa? Apa yang dicari?

Kalian bisa langsung menjawab barang apa yang sedang dicari. Kalau sekadar window shopping bisa menjawab dengan, “Caliak-caliak se dulu bu, lai buliah?” Maksudnya, boleh lihat-lihat dulu ya bu?

Selain kalimat sapaan tersebut, kadang ada juga beberapa kalimat lain seperti, “Buliah caliak-caliak.” Artinya, boleh (silakan) lihat-lihat (dulu barang-barangnya di dalam).

Ada juga yang terdengar agak ekstrim buat turis, yaitu, “Baoklah karupuak ko.” Sepintas terdengar, “Bawalah karupuak (kerupuk) ini.” Hati-hati gagal paham. Maksudnya, sang penjual kerupuk bukannya menyuruh kalian membawa (dalam bahasa Minang disebut “baok”) pulang barang dagangannya for free, lho. Tapi ya menawari supaya kita membeli kerupuknya. Bawalah (pulang), tapi (teteuuup) bayar!

#3 Proses tawar-menawar

Barang sudah menarik hati, next step-nya nanya harga, dong. Hal ini yang biasanya justru bikin saya deg-deg-an. Kadang saya suka suuzan sendiri sih, jangan-jangan bakal dikasih harga mahal istimewa gara-gara tampangnya “non lokal”?

Untuk meminimalisir hal itu, lupakan dulu nasionalisme berbahasa Indonesia sesuai PUEBI. Lebih baik kalian bertanya seperti ini saja, “Bara ko buk?” Artinya, berapa (harga barang) ini, Bu? Atau bentuk lainnya, “Bara ciek, Buk?” Artinya, berapa (harga) satu (unit)nya, Bu?

Buat kalian yang hobi nawar, bisa dilanjutkan dengan kalimat, “Kurang lai ndak haragonyo, Buk?” Artinya, bisa kurang lagi nggak, Bu, harganya?

Biar lebih mantep lagi, bisa ditambahkan juga, “Harago wak (awak) samo wak (awak), lah!” Arti slenge’annya, harga “temen”, lah!

Oh ya, tawar-menawar seperti ini lazimnya dipakai untuk transaksi produk kebutuhan sehari-hari seperti baju, makanan, tilakuang (mukena), kain songket, dan sejenisnya. Tapi, di beberapa daerah di Bumi Minangkabau ini, ada tradisi unik terkait tawar-menawar yang disebut Marosok.

Jadi, dalam tradisi Marosok, pembeli dan penjual melakukan tawar-menawar harga dengan menggunakan isyarat jari-jari tangan. Jari tangan ini dimasukkan ke dalam sarung/kain/baju. Tujuannya untuk mencegah campur tangan dari pihak lain. Hanya pedagang dan pembeli itu saja yang tahu. Tapi, jangan pakai tradisi ini untuk nawar baju atau kain di pasar, ya karena Marosok biasanya dilakukan di pasar ternak, untuk menawar sapi!

#4 Mengenal bilangan harga

Ada baiknya kalian juga mengenal bilangan lain dalam bahasa Minang selain ciek-duo-tigo (penyebutan angka satu, dua, dan tiga) yang legendaris itu. Untuk angka satu sampai sepuluh itu disebutnya ciek, duo, tigo, ampek, limo, anam, tujuah, lapan (salapan), sambilan, dan sapuluah.

Sementara nilai belasan disebut sebagai “baleh”. Misalnya, sebelas disebut sabaleh, dua belas disebut duo baleh, tiga belas disebut tigo baleh, dan seterusnya.

Untuk nilai puluhan, disebutnya “puluah”. Misalnya duo puluah, tigo puluah, ampek puluah, dan seterusnya. Sementara nilai ratusan diucapkan “ratuih”.Misalnya, saratuih atau duo ratuih. Untuk satuan yang lebih tinggi lagi, yaitu ribuan, penyebutannya tidak berbeda. Tetap diucapkan “ribu”, hanya angka depannya saja yang menyesuaikan. Misalnya, saribu (kadang ada yang menyebut saibu atau sibu), duo ribu, tigo ribu, dll. Ingat, bukan duo ribo atau tigo ribo, yaaa! Bisa ketauan nanti Minang KW-nya!

Terakhir, jangan lupa membalas ucapan “tarimo kasih” (terima kasih) dengan ucapan “samo-samo” (kembali, sama-sama). Begitu, untuk sopannya.

Mudah-mudahan panduan singkat ini bisa membantu kalian ketika berencana ngabisin pitih (duit) di kota tempat tinggal saya ini. Happy shopping, semoga sukses!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 September 2021 oleh

Tags: bahasa MinangbelanjaOrang Lokal
Dessy Liestiyani

Dessy Liestiyani

Tinggal di Bukittinggi. Wiraswasta, mantan kru televisi, penikmat musik dan film.

ArtikelTerkait

5 Orang yang Sebaiknya Nggak Belanja di KKV Terminal Mojok

5 Orang yang Sebaiknya Nggak Belanja di KKV

13 November 2022
Di Jepang, Belanja Baju di Uniqlo dan GU Itu Biasa Aja Terminal Mojok.co

Di Jepang, Belanja Baju di Uniqlo dan GU Itu Biasa Aja

18 April 2022
Harga Barang di Toko Online Lebih Murah daripada Toko Offline Terminal Mojok

Alasan Harga Barang di Toko Online Lebih Murah daripada Toko Offline

12 Januari 2023
Hari Tanpa Belanja Sedunia Catatan Aktivitas Belanja Online di Indonesia Terminal Mojok

Hari Tanpa Belanja Sedunia: Catatan Aktivitas Belanja Online di Indonesia

26 November 2022
Dapat Diskon Saat Belanja Lewat Live Streaming, Yakin Lebih Hemat?

Dapat Diskon Saat Belanja Lewat Live Streaming, Yakin Lebih Hemat?

21 Agustus 2023
Belanja Furnitur Mending di IKEA Atau Informa? Ini Dia Jawabannya

Belanja Furnitur Mending di IKEA Atau Informa? Ini Dia Jawabannya

18 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perlintasan Kereta Volvo Pasar Minggu Memakan Banyak Korban: Bukan Salah Setan!

Perlintasan Kereta Volvo Pasar Minggu Memakan Banyak Korban: Bukan Salah Setan!

27 Januari 2026
Bayu Skak dan Film Ngapak Banyumas: Mengangkat Martabat atau Mengulang Stereotipe Buruk?

Bayu Skak dan Film Ngapak Banyumas: Mengangkat Martabat atau Mengulang Stereotipe Buruk?

26 Januari 2026
Kos LV di Jogja Isinya Maksiat, tapi Tetap Laku Diburu Mahasiswa (Unsplash) kos campur

Pindah dari Kos LV ke Kos Campur Ternyata Keputusan Buruk, Bukannya Tenang dari Desahan, Malah Tambah Sengsara

29 Januari 2026
Membayangkan Jalur KA Kalisat Jember-Bondowoso Aktif Kembali, Pasti Banyak Manfaatnya Mojok.co

Membayangkan Jalur KA Kalisat Jember-Bondowoso Aktif Kembali, Pasti Banyak Manfaatnya

28 Januari 2026
Kawali, Kecamatan Istimewa di Kabupaten Ciamis yang Jarang Dilirik. Hanya Dilewati Wisatawan yang Fokus ke Pangandaran

Kawali, Kecamatan Istimewa di Kabupaten Ciamis yang Jarang Dilirik. Hanya Dilewati Wisatawan yang Fokus ke Pangandaran

26 Januari 2026
Generasi Sandwich Bukan Pahlawan, Tapi Tumbal Orang Tua (Pexels)

Generasi Sandwich Bukan Pahlawan, Kami Adalah Tumbal Romantisasi “Bakti Anak” yang Terpaksa Menjadi Dana Pensiun Berjalan Bagi Orang Tua yang Gagal Menabung

27 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.