Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Rahasia Pak Sofyan Bisa Jadi Orang Terkaya di Rawabebek

Aditya Mahyudi oleh Aditya Mahyudi
9 April 2020
A A
tukang ojek pengkolan pak sofyan penghasilan kekayaan mojok.co

tukang ojek pengkolan pak sofyan penghasilan kekayaan mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi Anda yang sering menonton Tukang Ojek Pengkolan, mungkin sudah tidak asing lagi sama yang namanya Pak Sofyan. Karakter yang diperankan oleh Sopyan Dado ini memang dikenal sebagai sosok humoris dan selalu berpenampilan rapi di setiap episodenya. Selain itu dia menjadi panutan semua warga Rawabebek termasuk Babe Naim berkat sikapnya yang santun dan sabar dalam menghadapi semua permasalahan.

Hal yang paling diingat pada Pak Sofyan adalah ucapannya yang khas, “Menurut buku yang saya baca”. Kata mutiara ini konon mampu meluluhkan hati semua orang dari yang nasibnya terpuruk, untuk perlahan bangkit. Oleh karena itu Pak Sofyan sering dijuluki “motivator dadakan” oleh warga Rawabebek.

Berbicara tentang kekayaannya, Pak Sofyan dijuluki sebagai orang terkaya se-Rawabebek versi Terminal Mojok. Penghasilan Pak Sofyan mencapai Rp34 juta setiap bulannya, hasil dari pekerjaannya sebagai dosen dan wirausahawan. Jika akumulasi pendapatan bersihnya, kekayaan Pak Sofyan justru melebihi kekayaan Babe Naim sang juragan kontrakan Rawabebek yang masih bertahan dengan penghasilan 20 juta per bulan.

Bagaimana persisnya Pak Sofyan bisa mendapatkan penghasilan sebesar itu? Lalu bagaimana ia mengelola pengeluarannya? Berikut analisis dari saya.

#1 Ia dosen yang mau digaji apa adanya

Saat pertama kali menjadi dosen, dia pernah digaji sebesar Rp1,2 juta per bulan atau setara harga Nokia 3650 pas awal keluar. Gaji tersebut sudah meliputi biaya penelitian, jaminan kesehatan, serta study tour ke berbagai kampus se-Indonesia.

Pernah suatu hari rektor Pak Sofyan memutuskan menaikkan gajinya menjadi Rp10 juta karena gaya mengajarnya dipuji-puji. Uniknya, Pak Sofyan malah menolak kenaikan itu karena menganggapnya lebih pantas diberikan ke dosen yang lebih berpengalaman.

Sebagai gantinya, dia lebih memilih digaji Rp4 juta aja. Keputusan ini mengejutkan dong, kan susah sekali ya menemukan orang menolak naik gaji demi menegakkan keadilan? Salut buat Pak Sofyan!

#2 Punya usaha cuci motor

Berawal dari menghibur kejenuhan di kala perkuliahan libur, Pak Sofyan terpikir untuk buka usaha cuci motor. Ia menyewa rumah kosong di Rawabebek dan menamai usahanya itu Cimot, singkatan cuci motor.

Baca Juga:

Rahasia Tukang Ojek Pengkolan Mengalahkan Ojek Online

5+1 Alasan Menulis Skenario Sinetron Layak Jadi Pilihan Karier

Pak Sofyan juga merekrut Sapri dan Cimot (sebelum digantikan Deden) untuk bekerja sebagai pencuci motor. Usaha ini sukses dibanjiri pelanggan. Tidak tanggung-tanggung, penghasilan usaha cuci motor Pak Sofyan berkisar Rp15 juta per bulan dengan waktu operasional setiap hari buka.

#3 Kebutuhan rumah tangga keluarga Pak Sofyan

Ini sempat jadi titik lemah manajemen finansial Pak Sofyan. Bagaimana tidak, uangnya sebagian besar dihabiskan oleh Bunga untuk biaya transportasi dan kebutuhan pendidikan. Saking kesalnya, Pak Sofyan pernah menyembunyikan uangnya di dalam kasur, namun tetap ketahuan sama mendiang istrinya, Nurmala, dan uangnya “hilang” seketika.

Untuk mencegah kesalahan yang sama, Pak Sofyan menerapkan kebijakan irit ke setiap anggota keluarga. Sebagai contoh, pergi ke sekolah atau tempat kuliah harus jalan kaki. Apabila mau tetap pakai ojek online atau transportasi lainnya, uang transportasinya sedikit dikurangi, dari yang tadinya Rp20 ribu menjadi Rp6 ribu plus jalan kaki. Di samping itu, Pak Sofyan meminta untuk membeli kebutuhan pokok wajib yang harganya lebih. Karena kebijakan iritnya, pengeluaran rumah tangga Pak Sofyan bisa dihemat sampai Rp15 juta setiap bulannya. Wow.

Namun, kebijakan irit di kemudian hari malah dilanggar Pak Sofyan sendiri. Di salah satu episode Tukang Ojek Pengkolan, Pak Sofyan ketahuan membeli rumah mewah seharga Rp800 juta lebih. Bagian ini membuat sebagian penonton jadi kesal karena bertolak belakang dengan sikapnya selama ini yang selektif membelanjakan uang.

Tapi… sebenarnya keputusan Pak Sofyan pindah rumah bukan karena dia ingin sesekali memboroskan uangnya apalagi iri melihat iklan televisi. Dikutip dari YouTube Jhon Jawir, dia merasa rumah yang ditempatinya membawa kenangan sedih pada istrinya yang sudah berpulang. Pak Sofyan ingin cepat-cepat move on ke tempat baru demi kenyamanan hati. Yaudah kalo gini nggak bisa nyalahin juga kan ya.

Walaupun dipenuhi dengan kekayaan yang melimpah, Pak Sofyan tetaplah orang sederhana, dan tidak gegabah. Rahasia Pak Sofyan bisa mendapat kekayaan yang melimpah justru tidak pernah diungkapkan lebih lanjut dalam episode Tukang Ojek Pengkolan mana pun. Itulah mengapa saya menuliskan ini agar membuka mata Anda semua yang sering menghamburkan uang. Segeralah belajar menabung mulai dari sekarang sebelum gaya hidup kadung tak bisa diturukan lagi.

Sumber gambar: Twitter Tukang Ojek Pengkolan

BACA JUGA Menghitung Kekayaan Monkey D. Luffy, Kapten Bajak Laut Topi Jerami dan tulisan Aditya Mahyudi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 April 2020 oleh

Tags: tukang ojek pengkolan
Aditya Mahyudi

Aditya Mahyudi

Seorang freelancer asal Kota Bandung yang gemar jogging, menonton film spesialis action serta membuat desain grafis di waktu senggang. Memiliki ketertarikan mendalam pada dinamika sosial-budaya serta penerjemahan bahasa internasional, yang sering menjadi inspirasi dalam berbagai karya dan proyek manapun.

ArtikelTerkait

mas pur

Kami Bersama Mas Pur: Slogan Para Pria Dengan Perjuangan Cintanya

16 Agustus 2019
Rahasia Tukang Ojek Pengkolan Mengalahkan Ojek Online (Unsplash)

Rahasia Tukang Ojek Pengkolan Mengalahkan Ojek Online

11 April 2023
sinetron tukang ojek pengkolan lama-lama membosankan mojok.co

Lama-lama Sinetron ‘Tukang Ojek Pengkolan’ Membosankan Juga

26 Juli 2020
tukang ojek pengkolan pak sofyan penghasilan kekayaan mojok.co

Tukang Ojek Pengkolan Sebaiknya Menghilangkan Tokoh-tokoh Tidak Penting Ini

4 Agustus 2020
Cerita Prihatin yang Mungkin Dipahami Pedagang Pinggir Jalan Ketika Hujan terminal mojok.co

Surat untuk Mas Pur, Tukang Ojek yang Tetap Bekerja di Tengah Pandemi Corona

31 Maret 2020
Pak Sofyan di Tukang Ojek Pengkolan Adalah Representasi Pemimpin Ideal ala Socrates dan Gramsci terminal mojok.co

Pak Sofyan di Tukang Ojek Pengkolan Adalah Representasi Pemimpin Ideal ala Socrates dan Gramsci

14 November 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026
Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

31 Januari 2026
Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan

1 Februari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.