Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

PA 212 dan KAMI Ikutan Menolak UU Ciptaker Bikin Suasana Menjadi Serba Salah

Riyanto oleh Riyanto
22 Oktober 2020
A A
PA 212 demo KAMI mojok

PA 212 demo KAMI mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau ada sekumpulan orang selain mahasiswa yang hobi banget demonstrasi, maka mereka adalah Presidium Alumni 212 (selanjutnya disingkat PA 212). Apabila mahasiswa turun ke jalan dan menggelar unjuk rasa demi mengkritisi pemerintahan, maka PA 212 memiliki tujuan lebih spesifik, yakni membela agama. Setidaknya untuk alasan itulah demonstrasi besar pada 2 Desember 2016 terkait kasus penistaan agama oleh Ahok terjadi, dilanjutkan demonstrasi jilid-jilid berikutnya.

Hebatnya lagi, PA 212 selalu memilih tanggal cantik untuk melakukan aksi mereka. Sebut saja aksi pengepungan gedung KPK pada tanggal 21 Februari lalu dan kembali membentuk angka 212. Entah ada apa di balik angka 212 itu dan adakah hubungannya dengan falsafah hidup Wiro Sableng yang juga 212 itu atau enggak, yang jelas aksi mereka selalu masif, damai, dan penuh muatan agama.

Lucunya, apabila pada saat mendemo Ahok beberapa tahun silam, publik rasanya mengecam aksi tersebut. Mereka bak antagonis utama yang meresahkan situasi politik saat itu. Pun ketika Ahok kemudian dinyatakan bersalah, banyak aksi romantis di berbagai kota untuk mendukung Ahok. Di Jogja, massa berkumpul di seputaran Tugu Jogja pada malam hari dan menyalakan lilin sambil menyanyikan lagu-lagu wajib. Di kota-kota lain juga terjadi aksi yang serupa meski Ahok tetap saja dipenjara dan aksi romantis itu sekadar elegi patah hati yang tak berarti. Nah, yang terjadi saat ini, pada kasus demonstrasi UU Cipta Kerja, PA 212 justru memiliki suara yang sama dengan publik.

Jadinya kan kayak serba salah gitu. Dulu aksi mereka dikecam, eh sekarang masa mau mengecam juga, wong yang mengecam juga melakukan demo menolak UU Cipta Kerja. Mau nggak mau saya jadi berpikir macam-macam, mulai dari aksi mereka ditunggangi muatan politis pihak tertentu, atau justru malah saat melakukan demonstrasi, yang dituntut bukan sekadar perihal UU Cipta Kerja, melainkan hal-hal lain seperti… minta Ahok dipecat dari Pertamina, barangkali? Eh ini sudah kejadian pada aksi 21 Februari 2020, ding. Aneh bener, demo di gedung KPK, yang dituntut malah Ahok lagi.

Di sisi lain, ada pula Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang juga unjuk gigi. Sekumpulan orang yang menyatakan sebagai kubu oposisi pemerintah ini turut menolak UU Cipta Kerja. Sebagai kelompok yang menyebut sebagai oposisi, sudah pasti mereka bakal menolak apa saja yang menjadi kebijakan pemerintah, maka dari itu nggak terlalu mengherankan jika mereka menolak UU Cipta Kerja. Sayangnya, publik sebenarnya tidak terlalu simpatik terhadap eksistensi KAMI, sehingga aksi mereka menolak UU Cipta Kerja tampak seperti upaya menarik simpatisan semata.

Peneliti Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menegaskan bahwa saat ini pendukung pemerintah masih besar. “Hari ini loyalis pemerintah masih dominan, sehingga KAMI sebenarnya bukan ancaman bagi popularitas pemerintah,” ujarnya seperti dilansir dari merdeka.com.

Apalagi belakangan muncul berita tentang anggota KAMI yang ditangkap akibat diduga sebagai dalang di balik kerusuhan aksi massa di Medan dan Jakarta. Barang bukti penangkapan adalah pesan WhatsApp dari beberapa anggota KAMI yang dituding sarat akan provokasi.

“Mereka dipersangkakan melanggar ‘setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap individu atau kelompok tertentu berdasarkan atas SARA dan/atau penghasutan’,” ujar Brigjen Pol. Awi Setiono kepada wartawan BBC Indonesia saat dimintai keterangan terkait penangkapan beberapa anggota KAMI.

Baca Juga:

3 Rekomendasi Film Indonesia yang Relevan dengan Hiruk Pikuk Negara Saat Ini

Dilema Mantan Aktivis yang Kini Jadi PNS: Ingin Ikut Demo, tapi Takut Karier Terancam 

Din Syamsudin selaku Presidium KAMI menolak organisasinya dituding sebagai dalang kerusuhan. “Tapi, KAMI secara kelembagaan belum ikut serta, kecuali memberi kebebasan kepada para pendukungnya untuk bergabung dan membantu pengunjuk rasa atas dasar kemanusiaan,” ujarnya seperti dilansir dari Kompas.

Benar atau tidaknya KAMI adalah penunggang di balik kerusuhan masih belum jelas. Yang kemudian semakin jelas adalah bahwa KAMI belum berhasil mendapatkan simpatisan publik lebih luas. Apabila nanti terbukti KAMI menunggangi aksi demonstrasi kemarin, maka jelas saja citra organisasi itu akan semakin buruk. Tidak terbukti sekalipun, citra mereka sudah buruk karena berita penangkapan beberapa anggota mereka.

Maka dari itu, kehadiran PA 212 dan KAMI dalam menyuarakan penolakan terhadap UU Cipta Kerja justru membuat publik bimbang. Di satu sisi harusnya ini menjadi kabar menggembirakan karena semakin banyak yang protes tentang UU Cipta Kerja, tapi di sisi lain kekhawatiran juga muncul karena barangkali ada udang di balik rempeyek dari aksi mereka itu.

Yang menjadi paling serba salah adalah para demonstran. Sudah menggebu-gebu sepenuh hati memperjuangkan keadilan bagi masyarakat, eh begitu PA 212 dan KAMI ikut nimbrung, nuansa heroiknya menjadi luntur dan tampak bermuatan kepentingan pihak-pihak tertentu.

BACA JUGA Minum Kopi Itu Tidak Biasa Saja dan Pantas untuk Diromantisasi dan tulisan Riyanto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 22 Oktober 2020 oleh

Tags: DemoKAMIPA 212UU Cipta Kerja
Riyanto

Riyanto

Juru ketik di beberapa media. Orang yang susah tidur.

ArtikelTerkait

Tolak Demo dengan Demo Adalah Wujud Istimewanya Aspirasi yang Offside terminal mojok.co

Tolak Demo dengan Demo Adalah Wujud Istimewanya Aspirasi yang Offside

14 Oktober 2020
Suka Duka Saya Ketika Menjadi Fans DPR RI, Biasmu Siapa, Hyung? terminal mojok.co satir omnibus law UU ciptaker puan maharani Azis Syamsuddin

Surat Terbuka untuk Pak Azis Syamsuddin: Terima Kasih, Pak!

15 Oktober 2020
Dilema Mantan Aktivis yang Kini Jadi PNS: Ingin Ikut Demo, tapi Takut Karier Terancam  Mojok.co

Dilema Mantan Aktivis yang Kini Jadi PNS: Ingin Ikut Demo, tapi Takut Karier Terancam 

3 September 2025
puan maharani dpr Pak RT mojok

4 Alasan Puan Maharani Adalah Ketua DPR RI Terbaik Sepanjang Sejarah

7 Oktober 2020
Emmanuel Macron, Presiden Paling Nggak Ada Kerjaan di Dunia

Emmanuel Macron, Presiden Paling Nggak Ada Kerjaan di Dunia

15 Juni 2023
Ngumpulin Sumbangan Bencana Alam kok Ngedarin Kardus di Lampu Merah. Kreatif, dong! terminal mojok.co

Gelar Aktivis Bukan Buat Gaya-Gayaan

12 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan

4 Februari 2026
MU Menang, Dunia Penuh Setan dan Suram bagi Fans Liverpool (Unsplash)

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

1 Februari 2026
Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026
Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

1 Februari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.