Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Serial

Our Blues Episode 20: Penutup Manis yang Mengingatkan Kita untuk Berbahagia

Utamy Ningsih oleh Utamy Ningsih
13 Juni 2022
A A
Our Blues Episode 20 Penutup Manis yang Mengingatkan Kita untuk Berbahagia Terminal Mojok

Our Blues Episode 20 Penutup Manis yang Mengingatkan Kita untuk Berbahagia (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Menonton drakor Our Blues dari awal sampai akhir, maka mudah untuk menyebutnya sebagai salah satu drakor terbaik tahun ini. Dengan format omnibus, Our Blues menghadirkan kisah-kisah realitas yang heartwarming dan sarat pesan moral.

Our Blues bisa disebut sebagai drakor yang komplit. Ceritanya menghadirkan orang-orang patah hati yang tetap berusaha melanjutkan hidup meski dengan susah payah. Awalnya saya sempat bingung dalam menentukan tokoh utamanya, tetapi setelah melahap empat episode awal, saya pun menyadari bahwa semua tokoh dalam drama ini adalah tokoh utama dengan kisah mereka masing-masing.

Mari kita menyimpulkannya dari awal. Ada kisah cinta pertama tak kesampaian, masalah ekonomi dalam rumah tangga, bapak yang mati-matian mendukung mimpi anaknya meski akhirnya harus mengalah juga, tentang anak perempuan cantik dan lembut yang ditinggal bunuh diri oleh ayahnya lalu tumbuh menjadi orang dewasa yang depresi, menikah, punya anak, tetapi kemudian bercerai lalu kehilangan hak asuh.

Selanjutnya, ada pertemanan yang merenggang karena kesalahpahaman, dua orang ayah yang hampir saling bunuh ketika tahu anak mereka saling mencintai hingga si anak perempuan hamil di luar nikah, tentang bagaimana dunia memandang kaum difabel, tentang para perempuan pejuang ekonomi keluarga, tentang cinta yang pantas diperjuangkan, dan yang tampil sebagai ending drama ini adalah kisah tentang hubungan dingin antara ibu dengan anak.

Semua cerita dalam drama ini seperti ingin menghadirkan potongan kisah kita sendiri atau kisah di sekitar kita dengan cara serealistis mungkin. Menontonnya, bikin perasaan campur aduk. Senang, sedih, kesal, dan terharu, semua bercampur jadi satu.

Menuju ending, saya—dan mungkin kalian juga—sudah berusaha untuk menyiapkan hati selapang mungkin karena sudah tercium bahwa ending drama ini akan bikin tangis pecah. Namun kenyataannya, persiapan itu tetap tidak cukup untuk membuat saya merasa biasa-biasa saja setelah mengikuti bagaimana Dong Seok (Lee Byung Hun) dengan Bu Ok Dong bisa berdamai versi mereka masing-masing.

Dong Seok yang beberapa episode sebelumnya dikenal sebagai “anak durhaka”, berusaha ikut arus dengan mengikuti segala macam permintaan ibunya yang divonis tidak akan hidup lebih lama lagi lantaran mengidap penyakit kanker stadium empat.

Dong Seok melakukan itu pun awalnya sebagai solusi bahwa setelah segala permintaan ibunya ia turuti, ia juga bisa mendapat penjelasan dan permintaan maaf dari ibunya. Ketika menemani ibunya, Dong Seok tidak serta-merta melunak. Sering kali dia masih membentak dan berlaku buruk. Namun, dari celah perlakuan tersebut, kita masih bisa melihat ada cinta dan permintaan penjelasan yang coba untuk disampaikan oleh Dong Seok. Meski dengan nada kesal, berulang kali ia menyampaikan betapa ia rindu melihat tatapan cinta dari seorang ibu.

Baca Juga:

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

Dong Seok adalah orang dewasa yang tumbuh dengan luka fisik dan batin dari masa lalunya, sementara Bu Ok Dong adalah seorang ibu yang menjalani sisa hidup dengan perasaan bersalahnya. Perasaan bersalah itulah yang membuatnya memilih diam saja saat diperlakukan buruk bahkan sangat buruk oleh Dong Seok.

Akan tetapi, di detik-detik terakhir hidupnya, bisa dibilang Bu Ok Dong adalah orang paling bahagia di dunia. Hubungan dengan anaknya membaik, meski tidak seperti hubungan ibu dan anak pada umumnya. Kalau kata Bu Chun Hui, ada hikmah baik di balik penyakit yang datang dalam kehidupan Bu Ok Dong.

Dengan sisa-sisa tenaga yang ia punya, ia melewati banyak waktu dan tempat bersama Dong Seok. Ia memang tidak mengucap maaf secara langsung, tetapi bagaimana ia membela Dong Seok di depan saudara tirinya Dong Seok sudah menyiratkan sikapnya sebagai seorang ibu yang sudah sangat muak melihat anaknya diperlakukan tidak adil.

Tatapan cinta dari seorang ibu kepada anaknya bahkan bisa kita lihat saat adegan menulis nama di kaca kapal. Sederhana, tetapi sangat menyentuh. Melihat Dong Seok yang sedemikian sabar menghadapi ibunya, sulit rasanya untuk tidak ikutan mewek.

Dong Seok menunjukkan cinta kepada sang ibu dengan caranya sendiri. Tidak ada kalimat seperti aku sayang ibu atau aku rindu ibu. Tidak ada pula pelukan sebagai tanda bahwa semuanya sudah baik-baik saja.

Pelukan itu baru ada ketika Bu Ok Dong benar-benar pergi. Sebuah pelukan yang membuatnya sadar bahwa selama ini ia bukan membenci ibunya, ia justru sangat merindukan ibunya. Ibu tempatnya berbagi segala macam duka dan cinta.

Dong Seok memang tidak punya banyak waktu untuk berbahagia bersama ibunya, tetapi dari waktu yang tidak banyak itu, setidaknya ia punya banyak kenangan manis yang abadi. Ia sudah menjadi anak manis sejauh yang ia bisa. Ia sudah menghadirkan banyak senyum di wajah ibunya.

Bu Ok Dong pergi setelah tersenyum merekah melihat Dong Seok bahagia bersama Seon A dan anaknya. Bu Ok Dong pergi setelah memasak makanan kesukaan Dong Seok. Bu Ok Dong pergi sebagai seorang ibu yang menunjukkan cinta dengan caranya sendiri.

Melihat bagaimana Dong Seok kembali menjalani hidup seperti biasa sepeninggal ibunya, jadi pengingat bahwa demikianlah kehidupan berjalan. Kita pasti sedih setelah kehilangan, tetapi hidup harus terus berjalan. Setelah dibuat mewek dengan kepergian Bu Ok Dong, kita kembali diajak tertawa melihat warga Pulau Jeju ikut lomba ala 17-an.

Our Blues sungguh sebuah drakor roller coaster yang begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Endingnya nyesek, tetapi hangat di hati. Sungguh, episode 20 semalam menutup rangkaian drama ini dengan sangat manis.

“Ada satu hal yang seharusnya tidak kita lupakan. Kita tidak lahir di dunia untuk menderita atau menyerah. Kita lahir untuk bahagia. Semuanya, berbahagialah!”

Penulis: Utamy Ningsih
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 10 Drama Korea Melodrama Terbaik Sepanjang Masa.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 13 Juni 2022 oleh

Tags: drama koreaOur Blues
Utamy Ningsih

Utamy Ningsih

Suka Membaca, Belajar Menulis.

ArtikelTerkait

6 Perang Shipper First Lead vs Second Lead Terheboh di Drama Korea Terminal Mojok

6 Perang Shipper First Lead vs Second Lead Terheboh di Drama Korea

13 Juni 2022
My Name: Drakor Laga yang Tampilkan Image Lain dari Han So Hee terminal mojok.co

My Name: Drakor Laga yang Tampilkan Image Lain dari Han So Hee

24 Oktober 2021
Our Beloved Summer Tamat, Banyak Cara Kreatif untuk Memulai Kembali Terminal Mojok

Our Beloved Summer Tamat, Banyak Cara Kreatif untuk Memulai Kembali

26 Januari 2022
15 Drama Korea Lawas yang Ringan dan Bikin Baper Terminal Mojok

15 Drama Korea Lawas yang Ringan dan Bikin Baper

20 Juni 2022
Cocoklogi Teori Masa Lalu Hong Du Shik dalam Hometown Cha Cha Cha Bekal Hidup dari Karakter Drama Korea Hometown Cha-Cha-Cha terminal mojok.co

Bekal Hidup dari Karakter Drama Korea Hometown Cha-cha-cha

28 September 2021
7 Drama Korea yang Efek CGI-nya Bikin Ngelus Dada Terminal Mojok

7 Drama Korea dengan Efek CGI yang Bikin Ngelus Dada

12 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sidoarjo dan Surabaya Isinya Salah Paham, Bikin Kecewa Saja (Unsplash)

Sidoarjo Nggak Perlu Capek-capek Saingan sama Surabaya, Cukup Perbaiki Jalan yang Lubangnya Bisa Buat Ternak Lele Saja Kami Sudah Bersyukur!

24 Februari 2026
Alun-Alun Pekalongan: Tempat Terbaik untuk Belanja Baju Lebaran, tapi Syarat dan Ketentuan Berlaku

Pekalongan Masuk Jawa Tengah, tapi Secara Budaya Lebih Dekat dengan Atlantis

28 Februari 2026
Sidoarjo Bukan Sekadar "Kota Lumpur", Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

Lupakan Teori Kuliner PNS, di Sidoarjo Kasta Tertinggi Warung Makanan Enak Ditentukan oleh Orang-orang Waktu Bubaran Pabrik

27 Februari 2026
Dosa Penjual Oseng Mercon, Makanan Khas Jogja Paling Seksi (Wikimedia Commons)

Dosa Penjual Oseng Mercon Menghilangkan Statusnya Sebagai Kuliner Unik, padahal Ia Adalah Makanan Khas Jogja Paling Seksi

23 Februari 2026
Turkiye Burslari, Beasiswa Pemerintah Turki yang Layak Diperebutkan, Lolosnya Gampang dan Nggak Ada Kewajiban Mengabdi Mojok.co

Turkiye Burslari, Beasiswa Pemerintah Turki yang Lolosnya Gampang dan Nggak Ada Kewajiban Mengabdi

28 Februari 2026
Manis Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Tetangga Mojok.co

Manisnya Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu yang Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Saudara

26 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.