Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Alasan Orang Surabaya Lebih Sering Healing Kilat ke Mojokerto daripada ke Malang

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
5 Desember 2025
A A
Alasan Orang Surabaya Lebih Sering Healing Kilat ke Mojokerto daripada ke Malang Mojok.co

Alasan Orang Surabaya Lebih Sering Healing Kilat ke Mojokerto daripada ke Malang (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

#3 Cocok dengan budget kelas menengah Surabaya

Malang dengan kemewahannya acap kali dipandang terlalu mahal bagi kelas menengah, apalagi perantau seperti saya. Terlebih, liburan ke sana butuh persiapan yang lebih lengkap. Mulai dari biaya perjalanan, biaya makanan, biaya nginap (harus menginap kalau nggak mau capek). Dan, tentu saja  butuh tenaga ekstra untuk ke objek wisata satu ke objek wisata lainnya.

Sementara Mojokerto adalah pilihan paling masuk akal perkara biaya. Plesir ke sana cocok bagi orang-orang Surabaya yang ingin wisata “hijau-hijau, tapi gaji dan hari cutinya pas-pasan. Di sana makanan masih murah. Kafe-kafe yang biasanya terletak di tempat wisata juga menawarkan harga yang jauh lebih terjangkau. Hal itu membuat Mojokerto semacam jadi versi murah meriah dari keinginan untuk healing dengan budget tipis.

#4 Mojokerto nggak kalah estetik

Dalam beberapa tahun terakhir, Mojokerto terutama kawasan Pacet atau Trawas, pelan-pelan diperindah sehingga jadi semacam etalase foto. Banyak spot foto untuk memuaskan para pengunjung yang butuh foto estetik untuk “memberi makan” media sosialnya. Di sana ada glamping dengan tenda rapi menghadap lembah, ada kafe kecil yang terletak di pinggir sawah, hingga ada spot selfie dengan latar gunung.

Pengunjung bisa datang ke sebuah kafe, pesan kopi atau cokelat panas, lalu sibuk mengatur angle yang kebanyakan seperti ini: gelas harus setengah penuh, kabut di belakang pun kelihatan, dan kalau bisa ada siluet gunung yang nongol sedikit. Kadang-kadang momen diam memandang pemandangan cuma berlangsung tiga detik. Setelah itu kembali sibuk memilih filter yang paling cocok. Semua bisa didapatkan di Mojokerto.

Jadi ketika ada sebagian orang di Surabaya yang lebih memilih Mojokerto ketimbang Malang, itu bukan sekadar soal malas macet atau menempuh jarak jauh. Semua itu sudah melalui pertimbangan soal jarak, kondisi dompet, stok tenaga, dan kebutuhan “healing” yang nantinya dipamerkan di media sosial.

Bagi saya pribadi, Mojokerto menawarkan paket yang cukup, yaitu cukup dekat untuk tidak terlalu menyiksa, cukup dingin untuk merasa jauh dari Surabaya, cukup indah untuk diabadikan, dan cukup murah untuk tidak membuat awal bulan berikutnya penuh penyesalan. Malang? Entahlah, kota itu memang indah, tapi bagi saya penuh dengan kemalangan personal.

Penulis: Muhammad Iqbal Haqiqi
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 8 Aturan Tak Tertulis di Surabaya yang Wajib Kalian Tahu Sebelum Datang ke Sana.

Baca Juga:

Kuliah di Jakarta: Sebuah Anomali di Tengah Pemujaan Berlebihan terhadap Jogja dan Malang

Jalan-jalan di Surabaya Itu Mudah dan Murah, tapi Jadi Mahal karena Kebanyakan Tukang Parkir Liar

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 18 Desember 2025 oleh

Tags: MalangMojokertopilihan redaksiSurabayawisata malangwisata mojokertowisatawan
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

5 Alasan Tok Dul Jarang Muncul di Serial Upin Ipin

5 Alasan Tok Dul Jarang Muncul di Serial Upin Ipin

12 Maret 2025
Warga Surabaya Dikasih Shuttle Bus Gratis Menuju GBT Selama Piala Dunia U-17 Bukannya Bersyukur Malah Sambat. Aneh Pol!

Warga Surabaya Dikasih Shuttle Bus Gratis ke GBT Selama Piala Dunia U-17 Bukannya Bersyukur Malah Sambat. Aneh Pol!

9 November 2023
7 Kasta Teratas Snack Keluaran Indomaret, Dijamin Nggak Kecewa Mojok,co

7 Kasta Teratas Snack Keluaran Indomaret, Dijamin Nggak Kecewa

8 Januari 2025
3 Jalan di Jogja yang Tidak Boleh Dilewati Pengantin Baru Terminal Mojok

3 Jalan di Jogja yang Tidak Boleh Dilewati Pengantin Baru

24 Februari 2022
Kasta Tempat Duduk di Kopi Klotok Jogja terminal mojok.co

Kasta Tempat Duduk di Kopi Klotok Jogja

13 November 2021
Mengenal Lenmarc Mall, Pusat Perbelanjaan Underrated Surabaya Barat Saingan Pakuwon Mall Surabaya

Mengenal Lenmarc Mall, Pusat Perbelanjaan Underrated Surabaya Barat Saingan Pakuwon Mall Surabaya

8 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita Gen Z Bernama Sri- Sering Dikira Bibi Kantin dan Pembantu (Unsplash)

Derita Gen Z Punya Nama Sri yang Sering Dikira Bibi Kantin dan Pembantu

21 April 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jalan-jalan di Surabaya Itu Mudah dan Murah, tapi Jadi Mahal karena Kebanyakan Tukang Parkir Liar

21 April 2026
Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

25 April 2026
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co

Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya

25 April 2026
Banyumas yang Semakin Maju Bikin Warga Cilacap Iri

Guyonan “Banyumas Ditinggal Ngangenin, Ditunggoni Ra Sugih-sugih” Adalah Fakta Buruk yang Dipaksa Lucu

27 April 2026
Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir Mojok.co

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir

25 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman
  • Alifa Moslem Babypreneur Daycare Jadi Penyelamat Orang Tua yang Harus Kerja dan Jogja yang Minim Ruang Bermain Anak
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka
  • 4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun
  • UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang
  • Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.