Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Orang Seperti Aldi Taher Jangan Terlalu Dipikir

Agus G. Ahmad oleh Agus G. Ahmad
5 September 2020
A A
aldi taher muncul sebagai bakal calon wakil gubernur sulteng gerakan millenials mengaji mojok.co

aldi taher muncul sebagai bakal calon wakil gubernur sulteng gerakan millenials mengaji mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Dari dulu Al-Qur’an sudah mengingatkan, kehidupan dunia ini hanya permainan dan guyonan. Ini adalah peringatan agar kita tidak kagetan saat melihat hal-hal di luar bayangan terliar kita. Misalnya, mendapati Aldi Taher mengaji dengan sponsor berbagai parpol dari jaman Orba, berjibun stasiun televisi, merek kesohor seperti Rolex, Mercedes, PBB, sampai Rinso. Keadaan semacam ini mestinya bukan hal yang harus dikagetkan lagi.

Kenapa harus kaget? Kita pernah punya jibril lulusan UIN, rasul mantan pelatih badminton, sampai profesor penemu vaksin Covid-19 yang dibeli Ratu Elizabeth dari Britania Raya. Saat Aldi Taher ingin jadi presiden Amerika atau sekonyong-konyong bertekad mengaji 30 juz di mana pun ia berada, serta mendedikasikan Instagram-nya untuk Gerakan Millenials Mengaji Anti Munafik, berarti kita masih hidup di dunia yang sama.

Permainan ada untuk dinikmati, guyonan ada untuk ditertawakan. Saya kira dengan pola pikir seperti itu kita akan lebih mudah untuk melewati hidup yang penuh fenomena ajaib ini. Kalau semua orang waras, kita ingin menggunjingkan apa lagi di forum-forum musyawarah? Come back-nya Aldi Taher sebagai bakal calon wakil gubernur Sulawesi Tengah memberi banyak alasan kita berbasa-basi di grup WhatsApp, atau bahan baku menulis, misalnya.

Jika kita masih sulit memahami perilaku Aldi Taher yang ngaji di depan kolam renang, di depan toko gitar, dan di depan apa saja karena hal itu di luar jangkauan pikiran kita, solusinya ya jangan berpikir. Jangan berpikir dengan cara waras yang biasanya kita gunakan. Sama halnya dengan pemikiran “Kalau ada yang mudah kenapa mesti yang susah?” tidak bisa kita paksakan kepada anak kecil yang menggambar dengan krayon seperti memegang palu.

Sekeras apa pun kita menuntut anak kecil memegang krayon dengan benar (seperti yang kita lakukan), akan mereka abaikan selama mereka berpikir memakai krayon dengan digenggam jauh lebih seru dan menyenangkan.

Sejauh apa pun kita yakin Instagram tidak pantas dipakai untuk kampanye politik sembari baca Al-Qur’an, atau sedalam apa pun kita berpikir memakai agama untuk kepentingan politik itu tidak pantas, percayalah: Aldi Taher dan banyak orang lain tidak peduli.

Aldi Taher sudah telanjur berkeyakinan, mending baca Al-Qur’an buat politik daripada politik pakai cara maksiat. Jangan lupakan bahwa bagi Aldi Taher, Al-Qur’an adalah obat kankernya.

Untuk memahami fenomena yang kita anggap gila ini, coba berpikir sebagaimana yang Aldi Taher pikirkan. Meski memang susah (karena dengan begitu, kita memaksa berpikir di luar kewarasan kita), tak ada salahnya mencoba.

Baca Juga:

Al Waqiah, Surah Favorit yang Membuat Saya Lebih Tenang Meski Kehilangan Uang

5 Istilah di Jurusan Ilmu Politik yang Kerap Disalahpahami. Sepele sih, tapi Bikin Emosi

Mari bayangkan ada seorang artis yang job-nya tak habis-habis, mulai dari jadi bintang video klip sampai sitkom, bikin band, memacari biduan dangdut, dan segalanya seperti di genggaman tangan. Masa depan sejelas jalan aspal di siang bolong dan ujungnya terlihat seperti menatap matahari terbenam. Tidur malam ini pun tak akan berpikir mati besok pagi.

Namun, hari esok memang tetap saja misteri, sama seperti David Bowie tak bisa memprediksi orang-orang takkan membeli kaset lagi di abad 21 saat ia menawarkan produk Bowie Bond pada 1997 (orang yang beli Bowie Bond seperti membeli saham, mereka akan menerima sebagian dari royalti penjualan album David Bowie di masa depan).

Lalu bagaimana mungkin Aldi Taher memperkirakan sebegitu jauhnya, bahwa sewaktu-waktu acara televisi tak membutuhkannya lagi, tubuhnya yang pernah jadi model Aneka Yess! bakal digerayangi kanker, dan istrinya bakal menceraikannya di tengah kemoterapi?

Itulah yang terjadi. Pulih dari kanker mungkin kesempatan kedua untuk hidup, tapi jarang sekali ada kesempatan kedua untuk mantan artis menjadi artis. Sekalinya tersingkir dari dunia hiburan, orang cukup akan mengenangmu sebagai mantan. Sekarang tinggal kemungkinan apa yang tersisa dan paling masuk akal untuk mendapat uang dengan memanfaatkan sisa-sisa ketenaran itu. Ya dengan jadi politikus.

Preseden artis yang terbit jadi pejabat sudah banyak. Mulai dari Deddy Mizwar, Rano Karno, Zumi Zola, Sigit Purnomo a.k.a. Pasha Ungu, sampai Hengky Kurniawan.

Sampai sini Aldi Taher hanya menjalankan pemikiran yang paling rasional untuk mengeruk kembali keuntungan seperti masa-masa gemilangnya dulu. Ia tinggal membuat branding baru, The New Aldi Taher, cawagub Sumbar Sulteng. Branding sebagai “penyintas kanker yang sembuh dengan membaca Al-Qur’an” tentu akan mengundang banyak simpati.

Orang yang sakit cenderung akan dimaafkan, dan politisasi agama cenderung mudah dijadikan alasan sekaligus mendapat banyak dukungan. Misalnya saja saya disalahkan karena memukul orang yang tak sengaja lewat di depan saya saat salat, saya tinggal melakukan pembelaan, “Salah siapa lagi salat dilangkahi?”

Sekarang kita saksikan beramai-ramai orang merundung Aldi Taher karena ngajinya itu, ia tinggal bilang, “Mengaji kok dilarang?” lalu beri hashtag #BISMILLAH_yuk_rekam_posting_juga_belajar_baca_ALQURAN_BARAKALLAH.

Nah kan, kalau dipikir jadi panjang. Makanya paling gampang menganggap yang ditampilkan Aldi Taher itu bagian dari permainan dan senda gurau dunia. Kita tinggal menikmati dan tertawa saja.

Lalu ada yang nyeletuk, “Loh masak yang model begitu dibiarin jadi pemimpin?” Begini, ngomong begitu kok kayak banyak pemimpin di Indonesia yang waras saja. Setahu saya, orang waras justru tidak mau jadi pemimpin. Kalau semua orang waras, tidak perlu ada negara, tidak perlu ada hukum, orang hanya hidup untuk menunggu mati.

BACA JUGA Tamu Gus Mut yang Meragukan Agama karena Dianggap Nggak Rasional dan tulisan Agus G. Ahmad lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 September 2020 oleh

Tags: al-quranaldi taherinstagramPilkadaPolitik
Agus G. Ahmad

Agus G. Ahmad

ArtikelTerkait

Dari Friendster Sampai Instagram: Mixtape Nostalgia Media Sosial dari10 Tahun Lalu terminal mojok.co

Dari Friendster Sampai Instagram: Mixtape Nostalgia Media Sosial dari 10 Tahun Lalu

2 Desember 2020
Grup Facebook Warga Demak Nggak Kalah Gayeng dari Info Cegatan Jogja terminal mojok.co

Menuai Banyak Likes, Tapi Mampus Dikoyak Sepi

5 September 2019
Memahami Politisasi Sains dan yang Ditakutkan dari Prahara BRIN

Memahami Politisasi Sains dan Hal-hal yang Ditakutkan dari Prahara BRIN

14 Januari 2022
meninggalkan instagram, Menebak Pikiran Orang yang Cek Instagram Cuma buat Lihat Instastory Zaskia Adya Mecca 3 Alasan Kenapa Filter Truth or Dare dan Head Quiz di Instagram Story Diciptakan

Alasan Kenapa Kita Pelan-Pelan Perlu Meninggalkan Instagram

10 Juni 2020
Pilkada 2020 yang Terlaksana di Tengah Pandemi Sudah Sangat Tepat, kok! terminal mojok.co

Pilkada 2020 yang Terlaksana di Tengah Pandemi Sudah Sangat Tepat, kok!

12 Desember 2020
sejarah penyusunan mushaf al-qur'an mojok.co

Sejarah Penyusunan Mushaf Al-Qur’an Tidak Sesederhana Lagu Anak TPA

20 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Siluman Dapodik, Sebuah Upaya Curang agar Bisa Lolos PPG Guru Tertentu yang Muncul karena Sistem Pengawasan Lemah guru honorer ppg

Fakta tentang Guru yang Terjadi di Lapangan, tapi Tak Pernah Dibahas oleh Fakultas Pendidikan

27 Februari 2026
Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang Mojok.co

Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang

26 Februari 2026
Dosa Penjual Tongseng Kambing yang Merusak Rasa dan Mengecewakan Pembeli Mojok.co

Dosa Penjual Tongseng Kambing yang Merusak Rasa dan Mengecewakan Pembeli

28 Februari 2026
Rumah Dekat Lapangan Padel Adalah Lokasi Tempat Tinggal Paling Nggak Ideal Mojok.co

Rumah Dekat Lapangan Padel Adalah Lokasi Tempat Tinggal Paling Nggak Ideal

27 Februari 2026
7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup Mojok.co

7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup

24 Februari 2026
Pengalaman Naik Whoosh Pertama Kali, Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang Bikin Mental Orang Kabupaten Jiper Mojok.co KA Feeder Whoosh

Sisi Gelap KA Feeder Whoosh, Fasilitas Gratis yang Bikin Penumpang Whoosh Merasa Miris

1 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.