Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Luar Negeri

Orang Korea Selatan dan Obsesinya pada Lotre

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
14 Januari 2022
A A
Orang Korea Selatan dan Obsesinya pada Lotre terminal mojok.co

Orang Korea Selatan dan Obsesinya pada Lotre (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Baru-baru ini saya sedang menggandrungi aktor Korea Selatan bernama Nam Yoon Su. Sebab menonton drama yang dibintanginya saja nggak cukup, saya langsung berburu variety show yang mengundang Nam Yoon Su. Bertemulah saya dengan I Live Alone episode 428.

Pada episode tersebut, penonton diajak berkeliling rumah sekaligus menyaksikan rutinitas Nam Yoon Su. Mirip sebagaimana manusia biasa, blio bangun, mandi, dan bermobilisasi menuju suatu tempat menggunakan bus kota. Satu hal yang cukup menarik dari kesehariannya adalah blio menyempatkan diri untuk membeli lotre dan menempelkannya di dinding rumah. Nam Yoon Su berharap blio bisa beruntung dengan mendapatkan jackpot sehingga bisa pindah ke apartemen yang lebih besar.

Lotre yang seakan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Korea Selatan ini pun pernah saya saksikan dalam drama Korea Jirisan. Seorang pendaki bernama Choi Hee Won mencocokkan nomor lotrenya dengan pengundian yang dilakukan secara real-time. Dia cukup beruntung karena hampir bisa memenangkan hadiah utama. Tapi belum sempat berbahagia, kartu lotrenya malah terbang terbawa angin. Dengan keras kepala dia berupaya menemukan kartu lotre tersebut meski tindakannya ini mengancam nyawa. Katanya, kartu lotre adalah alasannya untuk hidup.

Rupanya, lotre memang sudah sangat dikenal oleh masyarakat Korea Selatan. Menurut Kim Jeong Ho dan Oh Ju Sin dalam artikel berjudul “Lotteries – Irrational Yet Rational”, disebutkan bahwa lotre pertama kali muncul di Korea Selatan pada akhir Dinasti Joseon. Ia muncul sebagai bagian dari dasar santonggye dan jakbaekgye.

Lalu pada 1947, lotre modern diperkenalkan kepada masyarakat sebagai salah satu cara untuk menggalang dana agar tim olimpiade Korea bisa mengikuti pertandingan ke luar negeri. Hadiah yang diperebutkan pada masa itu sekitar KRW1 juta yang setara dengan KRW500 miliar pada masa ini. Jika dirupiahkan, sekitar Rp6 triliun menjadi grand prize dalam acara tersebut. Semenjak munculnya ide lotre pada 1947 tersebut, lotre-lotre lain dengan beragam  latar belakang pun ikut menampakkan diri.

Pada masa kini, paling nggak terdapat empat jenis lotre di Korea Selatan.

#1 Sports Toto atau Proto

Sports Toto pertama kali hadir di masyarakat pada 2001. Cara kerjanya adalah peserta memprediksikan hasil dari suatu pertandingan. Mereka yang tebakannya benar akan memperoleh dividen. Ya mirip-mirip lah dengan adegan awal di serial Squid Game.

#2 Nanum Lotto 6/45

Lotre yang satu ini mengajak pesertanya untuk memilih enam angka dari 45 angka. Panitia akan mengacak dan memilih kombinasi angka. Peserta yang kombinasi angkanya persis seperti yang terpilih akan mendapatkan hadiah berupa uang.

Baca Juga:

Menonton Drama Korea Reply 1988 yang Legendaris setelah 10 Tahun Rilis

3 Drama Korea Terbaru yang Sebaiknya Jangan Ditonton demi Kesehatan Mental  

#3 Speeddo

Speeddo atau lotre instan inilah yang paling populer di kalangan masyarakat Korea Selatan. Peserta tinggal membeli lotre yang sudah dicetak secara instan seharga KRW500 hingga KRW2 ribu. Lotre inilah yang dimiliki oleh Nam Yoon Su dan muncul dalam Jirisan maupun Hometown Cha-cha-cha pada scene Pyo Mi Seon memberikan lotre pada Pak Polisi Choi Eun Cheol.

#4 Pension Lottery 520

Lotre ini masih cukup baru karena baru mulai eksis pada 2011. Pemenang pertama dan runner-up dari pengundian Pension Lottery 520 akan memperoleh “uang pensiun” bulanan sebanyak 5 juta KRW selama dua puluh tahun.

Toko yang menjual lotre di Korea Selatan pun menjamur dan terus meningkat dari masa ke masa. Pada November 2015 saja, toko lotre bertambah dari enam ribu menjadi delapan ribu hanya dalam jangka waktu tiga tahun saja. Nggak heran, sih, kalau jumlahnya memang sebegitu banyaknya. Bahkan dalam drama Hometown Cha-cha-cha saja, Speeddo dijual di warung kelontong.

Persepsi masyarakat Korea Selatan terhadap lotre pun terus meningkat. Berdasarkan “Survey on the Perception of Lotteries in 2017” yang diselenggarakan oleh Komisi Lotre Korea di bawah Kementerian Strategi dan Keuangan, sebanyak 74,5 persen responden menjawab bahwa kehidupan mereka lebih baik dengan kehadiran lotre. Angka ini naik 3,4 poin dibandingkan tahun sebelumnya dan 20,3 poin lebih tinggi daripada 2008.

Jika sikap orang Korsel terhadap lotre cukup baik, seberapa besar, sih, peluang untuk memperoleh grand prize lotre? Sebenarnya, peluang untuk memenangkan jackpot pada lotre yang diundi mingguan itu setipis kentang Go Potato, karena peluangnya hanya satu banding delapan juta.

Kegemaran masyarakat Korea Selatan terhadap lotre ini justru dimanfaatkan oleh banyak pihak, salah satunya pemilik laman prediksi nomor lotre yang akan keluar sebagai pemenang. Orang-orang di balik laman ini memperoleh keuntungan yang banyak sebab peserta yang pengin mengetahui prediksinya harus membayar biaya keanggotaan. Prediksi ini didapatkan dengan cara menganalisis big data dari angka-angka yang telah terpilih sebagai pemenang di masa-masa sebelumnya. Meski mustahil, nyatanya banyak orang yang bergabung ke dalam membership website ini. Bahkan ada pula oknum keji yang melakukan scam pada para peserta.

Nanum Lotto, perusahaan yang memproduksi dan mengundi Nanum Lotto 6/45 menyebutkan bahwa ada empat tahap seseorang tengah kecanduan lotre. Fase pertama, seseorang meyakini bahwa kesulitan finansial mereka akan bisa terselesaikan secara instan dengan memenangkan lotre. Fase kedua, mereka mulai membeli lebih banyak tiket dengan berpikiran bahwa semakin banyak membeli, semakin besar peluang kemenangan. Fase ketiga, mereka mulai menghabiskan waktu dan uang untuk membeli lotre, menganalisis angka-angka yang akan keluar sebagai pemenang, bersosialisasi dengan sesama “pejuang lotre”, dan mulai mengabaikan keluarga. Fase terakhir, para pencandu lotre merasakan konsekuensi dari perilaku mereka sendiri. Mereka yang telah mencapai fase terakhir ini umumnya mulai kehilangan harapan sekaligus tercekik utang.

Untuk saat ini Nam Yoon Su, Choi Hee Won, dan Mi Seon masih berada di fase pertama. Semoga saja mereka nggak “upgrading” ke tahap-tahap selanjutnya.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Audian Laili

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Januari 2022 oleh

Tags: Korea Selatanlotreorang korea
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

3 Fakta Soal Jirisan di Kehidupan Nyata

18 November 2021
5 Kuliner Korea yang Cocok di Lidah Orang Indonesia

5 Kuliner Korea yang Cocok di Lidah Orang Indonesia

20 Desember 2024
Yeom Bersaudara 'My Liberation Notes' dan Fenomena N-po Generation Terminal Mojok

Yeom Bersaudara ‘My Liberation Notes’ dan Fenomena N-po Generation di Korea Selatan

18 Mei 2022
Membandingkan Riasan Pengantin di Indonesia dengan di Korea itu Wagu Terminal Mojok

Membandingkan Riasan Pengantin di Indonesia dengan Korea Itu Wagu!

24 Januari 2022
Apa Benar Orang Korea Se-fashionable Karakter di Now, We Are Breaking Up_ terminal mojok

Now, We Are Breaking Up dan Betapa Modisnya Orang Korea

20 November 2021
3 Hal yang Membuat Saya sebagai Penonton Kagum dengan Produksi Drama Korea Selatan selain Pemeran dan Alur Ceritanya

3 Hal yang Membuat Saya sebagai Penonton Kagum dengan Produksi Drama Korea Selatan selain Pemeran dan Alur Ceritanya

1 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja (Unsplash)

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja karena Semua Menjadi Budak Validasi, Bikin Saya Rindu Mudik ke Lamongan

24 Februari 2026
Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

21 Februari 2026
5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli terminal

5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli

24 Februari 2026
Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya Mojok.co

Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Jadi Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya

23 Februari 2026
Mobil Matic Dibilang Gampang Rusak, padahal Itu Gara-gara Cara Pakai yang Salah!

Mobil Matic Dibilang Gampang Rusak, padahal Itu Gara-gara Cara Pakai yang Salah!

22 Februari 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

UNNES Semarang Rajin Menambah Mahasiswa, tapi Lupa Menyediakan Parkiran yang Cukup

24 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali
  • Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya
  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.