Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

One Piece Bukan Sekadar Komik, Dia Maha Karya!

M. Farid Hermawan oleh M. Farid Hermawan
23 Oktober 2019
A A
one piece

one piece

Share on FacebookShare on Twitter

Perasaan nostalgia ini entah kenapa tiba-tiba muncul ketika melihat komik One Piece volume 2 tergeletak berdebu di dalam rak buku saya. Perasaan kangen campur sedih melihat kenyataan bahwa saya perlahan mulai kurang update per-One Piece-an belakangan ini. Asyik dengan proposal penelitian dan jurnal-jurnal asing ternyata membuat saya lupa, pada komik yang jadi sahabat pertama saya ini.

Mengenal One Piece pertama kali layaknya masuk ke dunia yang berbeda dengan berbagai imajinasi gila pengarangnya. Pertama kali saya bersentuhan dengan komik ini ketika harganya masih dikisaran belasan ribu. Saya ingat betul saat membaca volume 1nya, saya terpukau dengan momen ikonik hilangnya tangan Shanks ketika harus menyelamatkan Luffy kecil. Sejak saat itu saya tak pernah mau ketinggalan menyimak petualangan si Monkey D.Luffy ini.

Saat ini saya berumur 21 tahun. Berkenalan dengan One Piece sejak kelas dua SD, kalau dikira-kira umur saya saat kelas dua SD adalah 6 tahun atau 7 tahun. Bisa kalian hitung sudah berapa lama Eiichiro Oda membuat asupan imajinasi gila kepada saya. One Piece tidak sekadar komik. Bagi saya dia adalah bagian dari sejarah hidup saya yang harus saya ceritakan ke anak cucu saya kelak. Tentang bagaimana seorang Nippon bernama Eiichiro Oda menciptakan dunia imajinasinya dengan berbagai karakter yang sangat luar biasa kerennya. Dan ditambah dengan plot cerita dan berbagai adegan pertempuran yang boleh dibilang lebih keren dari film-film superheronya Marvel.

Di sini saya tidak ingin bercerita tentang sejarah asal–usulnya. Saya yakin jika kalian penggemar komik satu ini setidaknya kalian tahu kapan pertama kali komik One Piece terbit. Saya hanya ingin mengingatkan bahwa komik ini tidak hanya sekadar karya, tapi lebih dari itu. Sebuah maha karya yang menemani orang-orang seperti saya beranjak dari masa kana-kanak, menjadi remaja hingga saat ini berproses menjadi seorang dewasa yang perlahan-lahan mulai digelayuti tanggung jawab .

Sejauh yang saya tahu One Piece juga telah mendapatkan penghargaan Guinnes World Record karena telah terjual secata fantastis ke berbagai belahan dunia. Update 2018 kemarin sih katanya sudah mencapai 400 juta-an kopi yang terjual. Fantastis. Dan pastinya itu akan terus bertambah seiring jalan ceritanya yang masih terus berlanjut.

One Piece tidak hanya populer di Jepang tapi hampir menyebar rata ke berbagai belahan dunia lainnya. Asia tentu, Eropa juga sudah, dataran Arab sepertinya juga sudah. Dari komik ini saya menyadari bahwa ternyata proses itu memang tidak instan. Contoh sederhananya saja selama saya mengikuti One Piece sejak kelas dua SD sampai sekarang adalah bagaimana teknik menggambar Oda meningkat seiring waktu. Jika tidak percaya coba saja cek cerita chapter awal sampai chapter yang paling terbaru. Oda berproses, dan proses itu tidak sebentar.

Selain itu, efek kejut dari komik ini memang tidak ada duanya dan semakin menggila seiring waktu. Efek kejut ini bisa bermacam-macam. Mulai dari plot twist hingga karakter-karakter di dalamnya. Kadang ada saja kata-kata kotor keluar saat melihat bagaimana Oda mempermainkan karakter yang sangat banyak penggemarnya, salah satunya Portgas D. Ace. Oda dengan enaknya mematikan karakter satu ini. Dan efek kejut berikutnya adalah bagaimana karakter Sabo yang selama bertahun-tahun dianggap telah tiada. Tiba-tiba muncul kembali. Tentu saja itu menjadi efek kejut bajingan bagi para penikmat One Piece.

Oda membuat One Piece juga tidak asal-asalan. Jika kita semua cermat dan tentunya membaca beberapa artikel yang secara khusus membahas bagaimana Oda membangun dunia One Piece. Oda nyatanya selalu menyelipkan hal-hal nyata ke dalam dunia One Piece dengan caranya sendiri. Kalau kata saya sih, Oda membuat orang berspekulasi dan ujung-ujungnya cocokologi. Nah untuk yang terakhir itu, saya akui Oda sepertinya sudah melakukan banyak riset dan kajian-kajian yang tidak sembarangan terkait lokasi-lokasi tiap arc di One Piece. Contoh simpelnya ketika arc Dressrosa dengan Corida Colosseum-nya, coba cek dan cermati, apakah mirip dengan Colosseum yang ada di Italia?

Baca Juga:

Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

Seandainya Masih Hidup, Mungkin Begini Tanggapan Gus Dur terhadap Pengibaran Bendera One Piece

Tidak hanya membuat orang berspekulasi dengan jalan cerita ke depannya. Komik ini menjadi spesial karena tiap karakter yang muncul di cerita punya kesan dan porsi yang memang susah dilupakan. Karakter penting tidak hanya Luffy, ada Kaido, Big Mom, Akainu, Kurohige hingga berbagai karakter misterius yang bisa muncul secara tiba-tiba. Komik ini di setiap chapternya pada akhirnya tidak soal Luffy tapi soal seluruh orang di dunia ini yang menunggu akan ada hal gila apa lagi di dunia bajak laut satu ini.

Bagi orang lain mungkin One Piece hanya sekadar karya dan cuma komik yang menghibur. Namun bagi saya, One Piece lebih dari itu. Dia semacam dunia imajinasi yang membuat saya sejenak melupakan penatnya kehidupan nyata dan sesekali beristirahat lalu menenggelamkan pikiran bahwa menjadi Luffy yang melihat Boa Hancock tak pakai baju lantas tidak nafsu itu adalah momen paling konyol yang saya tak habis pikir.

Dan bagaimana pikiran saya melepas penat dengan imajinasi saya tentang perang akhir yang isunya akan lebih dahsyat dari perang Marineford. Bayangkan, lebih dahsyat dari itu! Perang Marineford saja menurut saya sudah sangat epic dan bikin jantung selalu berdegup kencang. Bagaimana momen saling bunuh dan serang antara satu aliansi yang dipimpin Shirohige datang ke markas pemerintah dunia dan dengan gilanya menyerbu secara langsung. Dan katanya perang akhir akan lebih dari itu!?

Satu yang pasti, saya akan selalu berdoa untuk kesehatan Oda. Karena saya tidak ingin cerita One Piece selesai di tengah jalan. Saya juga tidak ingin dia berakhir dengan penutup yang dipaksakan. Dan yang terpenting, saya tidak mau Oda berhenti menyisipkan Pandaman secara diam-diam dan misterius dalam setiap ceritanya.

One Piece memang ajaib. Sekali lagi komik ini bukan sekadar cerita bergambar. Banyak hal-hal cerdas di dalamnya yang barang tentu dibuat tidak dengan sembarangan dan asal-asalan. Banyak plot twist dan clue-clue yang saling sangkut paut pada setiap gambar di dalamnya. Banyak riset yang tentunya lahir dari berbagai fakta-fakta nyata dan kemudian disisipkan ke dunia imajinasi One Piece. Itulah One Piece, tidak hanya sekadar karya tapi sebenarnya adalah maha karya dan warisan dunia berwujud imajinasi yang harus dijaga dengung dan kehebatannya.

Berlebihan? Mungkin jika kalian tanya Sherina Munaf, Uus dan Kurt Zouma, mereka akan sepakat dengan saya.

BACA JUGA Belajar dari One Piece: Tak Semua Orangtua Mengerti Passion Anaknya atau tulisan M. Farid Hermawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Januari 2026 oleh

Tags: eiichiro odakomikmangaone piece
M. Farid Hermawan

M. Farid Hermawan

Saat ini aktif menangani proses rekrutmen harian serta seleksi kandidat.

ArtikelTerkait

11 Manga Olahraga Terbaik Berdasarkan Cabang Olahraganya MOJOK.CO

12 Manga Olahraga Terbaik Berdasarkan Cabang Olahraganya

30 Juli 2020
Tanpa Bantuan Conan, Apakah Kogoro Mouri Bakal Sukses Jadi Detektif_ terminal mojok

Emangnya Kogoro Mouri Bakal Sukses Jadi Detektif Tanpa Bantuan Conan?

19 Mei 2021
scanlation one piece chapter 1011 attack On Titan Lebih Baik dari 'One Piece'? Mabuk, Bos?

One Piece, Manga Terbaik di Dunia, Adalah Tempat Terbaik Belajar Diskriminasi

11 Agustus 2020
scanlation one piece chapter 1011 attack On Titan Lebih Baik dari 'One Piece'? Mabuk, Bos?

Ngomongin Scanlation Nggak Hanya Sekadar Legal atau Tidak, Kenyataannya Jauh Lebih Rumit

26 April 2021
Serupa tapi Tak Sama, Ini Bedanya Komik Manga, Manhwa, dan Manhua terminal mojok

Serupa tapi Tak Sama, Pencinta Komik Wajib Tahu Bedanya Manga, Manhwa, dan Manhua

25 April 2021
Tak Perlu Sembunyikan Identitas Sebagai Seorang Wibu, tapi Tak Perlu Juga Dipamerkan!

Tak Perlu Sembunyikan Identitas Sebagai Seorang Wibu, tapi Tak Perlu Juga Dipamerkan!

27 Februari 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Siluman Dapodik, Sebuah Upaya Curang agar Bisa Lolos PPG Guru Tertentu yang Muncul karena Sistem Pengawasan Lemah guru honorer ppg

Fakta tentang Guru yang Terjadi di Lapangan, tapi Tak Pernah Dibahas oleh Fakultas Pendidikan

27 Februari 2026
Dosa Penjual Tongseng Kambing yang Merusak Rasa dan Mengecewakan Pembeli Mojok.co

Dosa Penjual Tongseng Kambing yang Merusak Rasa dan Mengecewakan Pembeli

28 Februari 2026
Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang Mojok.co

Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang

26 Februari 2026
Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja (Unsplash)

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja karena Semua Menjadi Budak Validasi, Bikin Saya Rindu Mudik ke Lamongan

24 Februari 2026
Jika Mall Berdiri di Purworejo, Akankah Kota yang Terlelap Selepas Isya Ini Terjaga dan Jadi Ramai?

Jika Mall Berdiri di Purworejo, Akankah Kota yang Terlelap Selepas Isya Ini Terjaga dan Jadi Ramai?

27 Februari 2026
Bukber Berkedok Reuni Itu Scam- Arena Bunuh Teman (Unsplash)

Bukber Berkedok Reuni Itu Seperti “Scam”: Adu Outfit, Adu Gaji, Adu Kerjaan, Ujung-ujungnya Adu Nasib

1 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.