Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Ojek Sepeda Bertahan di Tengah Megahnya Kota Jakarta

Jarot Sabarudin oleh Jarot Sabarudin
26 September 2024
A A
Ojek Sepeda, Bertahan di Tengah Megahnya Kota Jakarta

Ojek Sepeda, Bertahan di Tengah Megahnya Kota Jakarta (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Percaya nggak sih kalau di Jakarta yang serba modern itu masih ada segelintir orang yang berprofesi sebagai ojek sepeda?

Sebelum mulai pembahasan, saya ingin bertanya terlebih dulu kepada jamaah mojokiyah. Apakah di daerah kalian masih ada ojek sepeda? Atau mungkin pernah mendengar tentang keberadaannya di masa sekarang ini? Saya rasa sudah sangat jarang sekali ditemukan ya, atau malah sudah nggak ada sama sekali.

ADVERTISEMENT

Akan tetapi saya salah. Nyatanya, ojek sepeda masih bisa dijumpai di masa modern sekarang ini. Malah yang bikin saya heran sekaligus kagum adalah ojek sepeda masih ada di Jakarta. Iya, kita masih bisa menjumpai profesi satu ini di Jakarta, kota yang megah dan angkuh itu.

Jadi, ojek sepeda ini masih beroperasi di seputaran Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Tepatnya di sekitar Stasiun Kota Tua dan di sekitar Jalan Enim Raya Tanjung Priok. Kalau di sekitar Stasiun Kota Tua, memang masih saya lihat beberapa yang mangkal. Tapi kebanyakan yang mangkal di sana menawarkan jasa untuk kalangan wisatawan. Iya, di sana adalah daerah wisata Kota Tua. Namun, yang unik adalah para pengojek yang mangkal di sekitar Jalan Enim Raya Tanjung Priok.

Ojek sepeda, profesi “kecil” yang masih bertahan di Tanjung Priok

Di tengah perkembangan transportasi yang sangat pesat, keberadaan ojek sepeda tentu akan tergeser. Apalagi sekarang ojek online sudah sangat masif keberadaannya. Kita dengan sangat mudah menjumpai ojol di setiap sudut kota. Nah, di era di mana kita dengan mudahnya mengakses moda transportasi, masih ada lho orang yang berprofesi menyewakan jasa ojek sepeda.

Berbeda dengan yang ada di sekitar Kota Tua, ojek sepeda yang mangkal di sekitar Jalan Enim Raya Tanjung Priok menawarkan jasa ojek yang sesungguhnya. Mereka mengantarkan penumpang dari satu tempat ke tempat lain, atau mengantar barang.

Dari beberapa sumber yang saya baca, ojek sepeda di Tanjung Priok ini sudah ada sejak dulu, sekitar tahun 1970. Dulu, di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok, ada larangan masuk ke dalam area pelabuhan bagi becak, bemo, dan kendaraan lain. Alhasil, banyak orang yang beralih profesi sebagai tukang ojek sepeda.

Mengagumkannya, di zaman serba cepat seperti sekarang ini, masih ada orang yang tetap bertahan dengan profesi “kecil” ini. Iya, “kecil”. Soalnya, kabar yang saya dengar, ongkosnya berkisar Rp10 ribu sampai Rp15 ribu saja. Nggak sebanding dengan tenaga yang sudah dikeluarkan.

Baca Juga:

Jangan Asal Klaim, Ketoprak Itu Warisan Kuliner Betawi Jakarta, Bukan Cirebon

Jangan Salahkan Orang Jakarta kalau Harga Makanan di Jogja Tak Ramah Warlok: Sebuah Pembelaan untuk Kaum Plat B

Tarif yang kelewat murah

Seperti yang saya bilang di atas, bisa dibilang profesi ojek sepeda ini adalah profesi kecil. Bukan berarti saya merendahkan profesi ini, ya. Kenapa saya bilang kecil? Soalnya tarif yang dipatok para pengojek ini berkisar antara Rp10 ribu sampai Rp15 ribu saja tergantung jarak yang ditempuh. Murah banget, kan?

Menurut saya, tarif yang ditawarkan nggak sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan para pengojek. Effortnya luar biasa, lho. Membonceng orang di tengah jalanan Jakarta yang aduhai ruwetnya.

Sebenarnya jarak yang ditawarkan oleh pengayuh pedal ini pun nggak terlalu jauh. Hanya sekitaran Jalan Enim Raya, Jalan Bugis, dan sekitaran Pelabuhan Tanjung Priok. Ya, karena kebanyakan para pengojek ini rata-rata usianya sudah sepuh.

Hanya tersisa segelintir orang

Di Jalan Enim Raya Tanjung Priok ini, orang yang berprofesi sebagai tukang ojek sepeda hanya tersisa beberapa orang saja. Kurang lebih ada sekitar 10 orang. Dan uniknya, jam kerja mereka bergantian. Kayak shift gitu. Ada yang jam operasionalnya dari pagi sampai sore, ada juga yang baru keluar sore hingga larut malam.

Mengagumkannya, masih ada orang yang menggunakan jasa ojek sepeda ini. Menurut para pengojek, biasanya yang menggunakan jasa mereka adalah langganan tetap. Salut, sih. Masih ada orang yang berprofesi sebagai tukang ojek sepeda di tengah megah dan angkuhnya Kota Jakarta. Dan yang lebih salut lagi, masih ada orang yang jadi langganan tetap mereka.

Saya berharap, semoga ke depannya profesi ojek sepeda bisa terus bertahan atau malah hidup kembali. Bagus juga kan untuk mengurangi polusi Jakarta yang semakin menjadi-jadi.

Penulis: Jarot Sabarudin
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Kenapa Bakmi Jawa dan Soto Bening Susah Banget Ditemukan di Jakarta?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 September 2024 oleh

Tags: Jakartaojek sepeda
Jarot Sabarudin

Jarot Sabarudin

Seorang multitasker yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di hadapan piksel dan cahaya layar. Menekuni berbagai peran dari pagi hingga sore, mengubah tatapan kosong ke monitor menjadi deretan karya dan solusi

ArtikelTerkait

Jogja, Kota Pelajar yang Tak Belajar dari Kesalahan Jakarta

Jogja, Kota Pelajar yang Tak Belajar dari Kesalahan Jakarta

19 November 2019
Tangerang Selatan dan Jakarta Sama Aja, Sama-sama Baiknya Ditinggalkan

Tangerang Selatan dan Jakarta Sama Aja, Sama-sama Baiknya Ditinggalkan

15 Oktober 2024
Dosa Pedagang Bubur Ayam Khas Jakarta yang Berjualan di Jogja Mojok.co

Dosa Pedagang Bubur Ayam Khas Jakarta yang Berjualan di Jogja

26 Februari 2025
17 Rekomendasi Street Food di Jakarta, biar Duit Cekak Tetap Bisa Makan Enak (Bagian 1) Terminal Mojok

17 Rekomendasi Street Food di Jakarta: Duit Cekak Tetap Bisa Makan Enak (Bagian 1)

6 Juli 2022
Jalan Layang MBZ, Mimpi Buruk Pengguna Jalan Tol Jakarta-Jawa Barat

Jalan Layang MBZ, Mimpi Buruk Pengguna Jalan Tol Jakarta-Jawa Barat

18 Juni 2023
Konsep Kosan Industrial Bukan Sekadar Pengin Irit dan Paksakan Ruangan yang Belum Jadi! terminal mojok.co

Konsep Kosan Industrial Bukan Sekadar Pengin Irit dan Paksakan Ruangan yang Belum Jadi!

10 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

9 Karakter Orang yang Nggak Cocok Kuliah di Politeknik Mojok.co

Mahasiswa Politeknik Nggak Pernah KKN, Bukan Berarti Nggak Berjiwa Sosial, Pengabdian Kami Cuma Beda Gaya Saja

5 Juli 2026
Saya Lulusan Ilmu Perpustakaan, tapi Saya Nggak Mau Jadi Pustakawan Sekolah, Isinya Cuma Makan Hati! perpusnas

Larangan Bawa Tumbler di Perpustakaan Daerah Itu Aneh, Minum Saja Dipersulit, Gimana Orang Mau ke Perpustakaan?

4 Juli 2026
Perkuliahan Universitas Terbuka yang Fleksibel Tak Hanya Disukai Mahasiswa Pekerja, tapi Juga Perusahaan Pemberi Kerja Mojok.co

Perkuliahan Universitas Terbuka yang Fleksibel Tak Hanya Disukai Mahasiswa Pekerja, tapi Juga Perusahaan Pemberi Kerja

3 Juli 2026
7 kuliner Purwokerto yang menurut saya pantas dikenal lebih banyak orang, jangan jajan mendoan melulu Terminal

7 kuliner Purwokerto yang menurut saya pantas dikenal lebih banyak orang, jangan jajan mendoan melulu

7 Juli 2026
Saya Lulusan Ilmu Perpustakaan, tapi Saya Nggak Mau Jadi Pustakawan Sekolah, Isinya Cuma Makan Hati! perpusnas

3 Kelakuan Lulusan Ilmu Perpustakaan yang Membuat Saya Malu

2 Juli 2026
6 Pantai Tulungagung yang Memukau, tetapi Menyimpan Bahaya bagi Wisatawan Mojok.co

6 Pantai Tulungagung yang Memukau, tapi Menyimpan Bahaya bagi Wisatawan

3 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.