Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Musik

Normalisasi Orang Pakai Kaus Band tapi Nggak Ngerti Soal Musiknya

Bayu Kharisma Putra oleh Bayu Kharisma Putra
28 Januari 2022
A A
Normalisasi Orang Pakai Kaus Band tapi Nggak Ngerti Soal Musiknya

Normalisasi Orang Pakai Kaus Band tapi Nggak Ngerti Soal Musiknya (pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kaus band pertama yang saya miliki adalah kaus bergambar logo The Beatles. Di masa itu, saya hanya hafal sedikit lagu dari band keren itu. Secara saya masih awam soal The Beatles, pun kaus itu merupakan hadiah. Pengalaman tak enak saya rasakan saat tiba-tiba seorang pemuda menyerang saya dengan banyak pertanyaan tentang The Beatles.

Mulai dari sejarah, hingga album dan lagu-lagunya. Tentu saya langsung kena mental, apalagi saya disidang di depan banyak orang. Ya, menyebalkan memang. Tapi, saya bisa paham, bahwa di dunia ini manusia itu diciptakan beragam. Dan mas-mas tadi, saya kira masuk ordo kaus band snob. Mereka adalah orang-orang yang menuntut para pengguna kaus band atau musisi, harus benar-benar ngerti soal apa yang disablon di kausnya.

Kita harus mengakui, orang yang pakai kaus band itu punya banyak niatan yang berbeda. Ada yang karena memang suka pun ngerti, dan ini yang diharapkan oleh banyak pihak. Banyak yang nggak ngerti tapi suka desainnya. Bahkan, ada juga yang belum pernah sekali pun dengar band atau musisi yang tertempel di bajunya. Tak bisa dimungkiri, banyak yang geram dengan keadaan seperti itu. Masih banyak yang beranggapan bahwa pakai kausnya berarti harus ngerti musiknya. Ya, nggak harus gitu juga sebenarnya.

Kaus selain untuk menutupi tubuh—yang merupakan hakikat utama pakaian—bisa digunakan sebagai sarana berekspresi juga. Nggak masalah, dong, kalau cuma sekadar mengikuti tren? Ada juga yang kebetulan dikasih hadiah kayak saya. Memang, bakalan lebih asyik kalau ngerti soal musiknya, ngobrolnya enak. Tapi, itu kan kalau buat situ, tak semua orang harus begitu. Saya pernah lihat bapak-bapak jualan cilok pakai kaus berlogo Avenged Sevenfold. Pas saya puji kalau kausnya keren, blio bilang nggak ngerti ini film apaan. Apa si Bapak juga berdosa karena nggak ngerti perihal perbedaan antara band dengan film?

Kalau ada yang pakai kaus band agar terlihat keren, padahal nggak ngerti musiknya, harusnya kita bisa menerima sikap semacam itu. Itu salah satu bentuk ekspresi dan aktualisasi diri lewat fashion. Merdeka dalam berkaus. Kita juga harus mengakui bahwa kaus band tak hanya soal suka dan ngerti musiknya semata. Ini industri fashion yang besar, pun punya pangsa pasar yang bagus. Yang jual saja nggak sok hebat sama konsumennya. Masa kalau mau beli diwawancara dulu, ngerti apa nggak, punya albumnya nggak. Betapa repotnya hidup ini kalau pengin punya kaus saja harus dicecar pertanyaan ndakik-ndakik.

Sudah saatnya kita menormalisasi orang yang memakai kaus band, namun awam soal musik dan apa pun yang berkaitan dengan band tersebut. Semua orang punya hak mau pakai kaus apa pun, dengar musik apa pun, suka musisi manapun, bahkan ngidol grup apa pun sebebas-bebasnya. Kalau saya suka Slayer atau Deadsquad, lalu melihat seseorang mengenakan kaus berlogo dua band itu, cukup pandang dan lupakan. Kalau yang pakai kaus ngerti, ya, nggak apa-apa. Kalau buta sama sekali, juga sah-sah saja. Hidup terlalu singkat kalau hanya digunakan untuk mengurusi kaus orang lain.

Kalau memang kita ngerti dan suka, ya sudah. Tak perlu ngurusin orang lain. Cukup dengarkan, beli merchandise-nya kalau mampu, nikmati, dan jangan jadi orang rempong yang mengganggu orang lain. Kalau ngakunya mengedukasi, bukan begitu caranya. Sebenarnya kelihatan, mana yang ngasih edukasi dan ngobrol santai, sama yang sok paling musik dan pengin dianggap paling ngerti cum berwawasan luas. Menjatuhkan orang lain namun berkedok ngasih edukasi. Para kuli proyek, petani, hingga peserta pawai yang pakai kaus partai, tak semuanya merupakan pemilih dan ngerti soal partai itu beserta jajarannya. Tak semua harus sesuai dengan apa yang terlihat di atributnya.

Yang pakai seragam berlogo pengayom dan pelindung masyarakat pun, tak selalu melindungi dan mengayomi. Yang kelihatan merakyat, bahkan berlabel wakil rakyat pun tak mesti mencintai rakyat. Yang penting, jangan beli kaus bajakan, dosa!

Baca Juga:

Isyana Sarasvati Digendong Reog untuk Menyapa Umatnya. Isyana Our Queen!

Penulis: Bayu Kharisma Putra
Editor: Rizky Prasetya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 Januari 2022 oleh

Tags: deadsquadkaus bandnirvana
Bayu Kharisma Putra

Bayu Kharisma Putra

Hanya salah satu dari jutaan manusia yang kebetulan ditakdirkan lahir dan tumbuh di bentangan khatulistiwa ini. Masih setia memegang identitas sebagai Warga Negara Indonesia, menjalani hari-hari dengan segala dinamika.

ArtikelTerkait

Isyana Sarasvati naik reog. (IG @Isyanasarasvati)

Isyana Sarasvati Digendong Reog untuk Menyapa Umatnya. Isyana Our Queen!

17 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Naik Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan Mojok.co

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

1 April 2026
3 Tempat yang Bikin Saya Merindukan Tangerang Selatan (Wikimedia Commons)

3 Tempat yang Bikin Saya Merindukan Tangerang Selatan

30 Maret 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Bersyukur Gagal Naik PO Haryanto Magelang-Demak, Kehabisan Tiket Berujung Pengalaman Mudik yang Lebih Berkesan dan Hangat Mojok.co

Bersyukur Gagal Naik PO Haryanto Magelang-Demak, Kehabisan Tiket Berujung Pengalaman Mudik yang Lebih Berkesan dan Hangat

30 Maret 2026
Orang Waras Pilih Toyota Agya Dibanding Honda Brio, Lebih Keren dan Bebas Julukan Aneh-aneh Mojok.co

Orang Waras Pilih Toyota Agya Dibanding Honda Brio, Lebih Keren dan Bebas Julukan Aneh-aneh

28 Maret 2026
Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen Mojok.co

Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen

31 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya
  • Nekat Kuliah di Jurusan Sepi Peminat PTN Top: Menyesal karena Meski Lulus Cumlaude, Ijazah Dianggap “Sampah” di Dunia Kerja
  • User Kereta Ekonomi Naik Bus Sumber Selamat karena Tak Ada Pilihan: Kursi Lebih Nyaman, Tapi Dibuat Hampir Pingsan
  • Gaji 8 Juta di Jakarta Tetap Bisa Bikin Kamu Miskin, Idealnya Kamu Butuh Minimal 12 Juta Jika Ingin Hidup Layak tapi Nggak Semua Pekerja Bisa
  • Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon”
  • Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.