Nindy, Jerry, dan Audrey: Siapa yang Paling Layak Jadi Juara MasterChef Indonesia Season 7? – Terminal Mojok

Nindy, Jerry, dan Audrey: Siapa yang Paling Layak Jadi Juara MasterChef Indonesia Season 7?

Artikel

Avatar

“Siapakah yang akan menjadi The Next MasterChef Indonesia Season 7?” suara Chef Arnold terngiang di kepala saya, dan sukses membuat imaji saya melayang ke mana-mana, menerka-nerka siapakah yang layak menjadi pemenang ajang bergengsi masak memasak setanah air itu. Setelah menyaksikan episode demi episode MasterChef Indonesia season 7, lengkap sambil nyinyirin drama-drama lucu yang terjadi, saya mulai memahami peta kekuatan dari masing-masing kontestan yang tersisa.

Tinggal tiga orang yang masih berdiri, dan entah disengaja atau nggak, ketiganya memiliki kesamaan yaitu sama-sama memiliki huruf terakhir “y” di nama mereka. Nindy, Jerry, dan Audrey. Hmm, apakah ini semacam konspirasi? Ah, saya jadi tau alasan kenapa Faiz harus gugur di empat besar. Ia memiliki huruf akhir berbeda, meski hanya beda tipis, yaitu “z”, sementara tiga sisanya memiliki “y”.

Alam bawah sadar trio legendaris, Chef Juna, Chef Renatta, dan Chef Arnold, pasti sedikit banyak menciptakan harmoni antara Nindy, Jerry, dan Audrey, sehingga meloloskan mereka bertiga, terlepas dari masakan mereka enak atau nggak. Sudah, lupakan Yuri yang menjadi sumber masalah di beberapa episode lalu itu, lupakan pula romantisasi ibu dan anak antara Hamzah dan Bu Yuli. Atau lupakan Vicky, yang meskipun sama-sama memiliki akhiran “y” pada namanya, tetapi dia lebih jago bacot daripada masak.

Saya lantas berandai-andai, apabila saya adalah salah satu dari tiga Sannin legendaris Chef yang menjadi juri, terlepas dari masakan para peserta yang tersisa, kira-kira siapakah yang pantas menyandang gelar The Next MasterChef dari tiga peserta dengan harmoni nama berakhiran “y” itu? Baiklah, mari memetakan kekuatan masing-masing peserta.

Peta kekuatan Nindy

Apabila Nindy yang menang, nggak ada yang mengejutkan. MasterChef Indonesia season 7 menjadi sangat tertebak karena memang sejak awal Nindy adalah sosok yang paling menonjol di season kali ini. Dia adalah orang yang menang tantangan pertama di galeri MasterChef Indonesia, bahkan di tantangan-tantangan berikutnya juga sering menang. Nindy kerap menang di tantangan pertama, sehingga keuntungannya adalah nggak ikut masak di tantangan kedua. Nggak ikut masak di tantangan kedua, artinya nggak bakal berpotensi nyungsep ke pressure test. Nggak ke pressure test artinya nggak bakal pulang.

Saking sering menangnya, banyak peserta lain yang pasti sebel banget kenapa Nindy lagi Nindy lagi. Bahkan ucapan motivasi para juri yang berbunyi, “Jadilah pemenang di setiap tantangan”, sudah layak diamandemen menjadi “Jadilah Nindy di setiap tantangan”.

Peta kekuatan Jerry

Jerry, Jerry, Jerry. Sungguh lincah dan nggak terduga-duga. Dia adalah peserta yang nggak begitu menonjol di galeri MasterChef Indonesia. Dia nggak terlalu punya persona yang bikin penonton auto inget dia. Jerry nggak kayak Vicky yang bermulut besar dan memiliki dendam kesumat dengan Nindy, nggak punya drama nggateli kayak Yuri x Ramos, juga nggak sering menang di tantangan. Satu-satunya yang saya ingat tentang Jerry adalah karena Clava, si mbak-mbak yang mayan jago, yang kayaknya naksir si Jerry. Terbukti di salah satu episode, si Clava sempet bilang sesuatu semacam, “Untung di samping aku ada Jerry yang nyemangatin,” yang langsung mendapatkan, “Hoooeeekkk,” dari saya sewaktu nonton.

Jerry adalah peserta biasa saja. Sangat biasa saja sehingga saya nggak terlalu peduli sewaktu dia pulang bersama Ramos. Saya ya merasa memang Jerry layak pulang, wong masakannya berantakan waktu itu, sementara Nindy yang juga ikut pressure test di episode itu berhasil mempertahankan posisinya dan gas pol lanjut terus.

Yang membuat Jerry mulai menarik adalah sewaktu dia balik lagi menjadi The Black Team. Jerry berhasil kembali ke galeri MasterChef Indonesia dan mendapatkan apron putihnya lagi. Semenjak kembalinya Jerry itu, dia mulai jago banget masaknya, dan bisa maju tak gentar menghadapi setiap tantangan.

Maka dari itu, akan sangat menarik jika Jerry bisa menang di kompetisi masak memasak ini. Dia adalah paket komplet seorang karakter utama dari sebuah drama fiksi. Dia awalnya biasa saja dan cenderung nggak diperhatiin, lantas gagal dan terpuruk, kemudian tertatih-tatih di kegelapan, kemudian bangkit kembali dengan harapan dan kemampuan yang jauh lebih hebat daripada sebelumnya.

Peta kekuatan Audrey

Mas-mas yang memiliki kalimat andalan “sangat versatile” dengan aksen medok ini sudah saya pantau sejak audisi membawa termos. Dia masih muda, penuh semangat, dan memiliki kemampuan yang mumpuni. Dia selalu percaya diri meski kadang gegabah dan banyak coba-coba. Tentu masih ingat bagaimana dia melakukan eksperimen masukin nasi ke dalam ayam, terus dikukus biar rasa ayamnya meresap ke nasi karena teringat salah satu episode anime masak-masakan. Terus ternyata hasilnya nggak sesuai dengan ekspektasi, sampai dia sambil bilang, “Ternyata anime itu beda dari dunia nyata.” Video Audrey melakukan eksperimen itu langsung disebarluaskan dan diedit oleh para wibu di negeri ini dan dijadikan bulan-bulanan.

Tetapi, dari tingkah-tingkah Audrey yang konyol, suka ngambil risiko, dan kadang gegabah ini, justru menjadikan dia sangat menarik apabila menjadi juara MasterChef Indonesia season 7. Secara kemampuan dia punya banget. Dia hanya terlalu meledak-ledak dan belum terkontrol. Yah, kalau Jerry tadi adalah tokoh utama di sebuah drama fiksi yang berkarakter kalem, tampan, dan memiliki bakat, maka Audrey adalah rivalnya yang banyak bacot, bertingkah, srampangan, sering gagal, tapi memiliki skill yang mumpuni.

Sayangnya, intensitas kegegabahan Audrey merajalela akhir-akhir ini. Dia sering banget coba-coba dan jatuhnya malah gagal. Terakhir, saya masih ingat dia nggak melakukan plating sama sekali untuk masakannya karena kebanyakan coba sana coba sini, padahal Audrey sebelumnya adalah peserta yang sangat detail urusan plating. Alasannya karena nggak keburu waktu, katanya. Ini akan sangat berbahaya karena kecenderungan Audrey yang senang bereksperimen bisa saja malah membuatnya gagal menjadi juara.

BACA JUGA Kenapa sih kok Harus Malu Kalo Kepergok Main Tinder? dan tulisan Riyanto lainnya.

Baca Juga:  Tak Perlu Malu Jadi Buruh Pabrik, Malulah kalau Jadi Pejabat Korup
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
3


Komentar

Comments are closed.