Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Nikah sama Orang Korea yang Jadi Anak Laki-laki Pertama Itu Boleh Nggak, sih?

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
23 Januari 2021
A A
Nikah sama Orang Korea yang Jadi Anak Laki-laki Pertama Itu Boleh Nggak, sih Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Bermimpi menikahi idola K-Pop atau aktor Korea kesayangan sudah menjadi hal yang umum dilakukan oleh fangirl. Meski sekarang muncul pemahaman bahwa idola hanya boleh kita cintai sebagai seorang fans, tapi coba tanyakan pada diri kalian sendiri, pernah nggak halu dan berharap bisa punya pasangan orang Korea yang merupakan idola kalian sendiri? Atau minimal yang sifatnya mirip gitu~

Selain punya resolusi menikahi bias, ada beberapa penggemar budaya Korea yang juga berambisi menikahi orang Korea. Banyak yang menjadikan pria Korea sebagai pria idaman. Nggak harus artis, orang biasa juga nggak apa-apa. Lumayan kan bisa tinggal satu negara sama oppa-oppa walau nggak jadi istrinya. Heuheuheu.

Beberapa waktu lalu, segelintir ARMY asal Indonesia (Indomy) dibuat geger, patah hati, dan kehilangan harapan gara-gara sebuah cuitan yang memberitahukan bahwa anak pertama laki-laki dalam sebuah keluarga Korea nggak diperbolehkan menikahi orang asing. Sontak saja informasi yang mengiris hati ini membuat Indomy yang menyukai RM, V, dan Jimin harus mundur teratur lantaran nggak memenuhi kualifikasi jadi istri bias.

Saya juga kaget waktu pertama kali mengetahui bahwa ada adat semacam itu. Saya kira orang Korea, terlepas dari ia anak ke berapa dalam keluarganya, boleh menikahi pujaan hatinya yang berasal dari kewarganegaraan mana pun. Apalagi sebagai penonton channel YouTube Keluarga Kimbab dan Yannie Kim yang bahagia, saya kira nggak ada batasan etnis dan bangsa bagi pasangan yang mau menikah.

Berbekal rasa penasaran, saya pun menelusuri berbagai situs, forum tanya jawab, hingga tweet di jagat maya demi menemukan kebenaran informasi ini. Pendapat orang asli Korea hingga orang asing yang pernah mengalami hubungan percintaan dengan anak laki-laki pertama di keluarga Korea saya rangkum dan saya mendapatkan kesimpulan: kalau kalian kepingin nikah sama cowok Korea yang merupakan anak pertama bisa, kok!

Sebenarnya, pernikahan antarbangsa di Korea sudah cukup lama terjadi, meski secara statistik jumlahnya memang nggak sebanyak pernikahan sesama Korea. Penelitian yang dilakukan oleh Lee, Seol, dan Cho dalam jurnal yang bertajuk “International Marriages in South Korea: The Significance of Nationality and Ethnicity” menemukan bahwa tren menikah antara orang Korea dengan pasangan yang memiliki kewarganegaraan berbeda semakin meningkat dari masa ke masa.

Nah, meskipun kalian bisa menikahi anak laki-laki pertama dalam keluarga Korea, ada kondisi yang (((kalau bisa))) kalian penuhi. Tentunya selain syarat dokumen yang harus kalian bahwa ke KUA lho, ya!

Pertama, kalian harus mendapatkan restu calon mertua. Penolakan mertua terhadap calon mantu yang merupakan orang asing disebabkan karena beberapa dari mereka masih memegang teguh adat tradisional. Sebagian orang tua Korea memiliki kontrol yang besar dalam memutuskan apakah kalian dan calon suami diizinkan buat menikah. Jika orang tua nggak mengizinkan anaknya untuk menikah, maka pernikahan itu nggak bakal terjadi.

Baca Juga:

Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

Berkenaan dengan izin nikah, tempat tinggal calon mertua juga memengaruhi, lho. Wilayah tempat tinggal yang masih konservatif cenderung lebih kaku dan berpeluang lebih kecil bagi calon mertua untuk menerima kehadiranmu sebagai menantu mereka. Seorang observer budaya Korea mengungkapkan bahwa Provinsi Gyeongsang di bagian tenggara memiliki kemungkinan lebih kecil untuk menerima orang asing sebagai bagian dari keluarga besar mereka.

Ada pula beberapa orang tua Korea yang punya preferensi etnis. Mereka memperbolehkan anak lelaki pertamanya menikahi orang luar, asalkan dengan etnis Korea di Tiongkok. Masih bersumber dari jurnal Lee dan kawan-kawan, orang yang berasal dari etnis ini masih punya kedekatan budaya dengan Korea asli, salah satunya kemampuan berbahasa Korea yang cenderung masih kental. Etnis ini juga mendapatkan beberapa privilese dalam konstitusi “The 2004 Revision Of the Koreans Abroad Law”.

Jangan berkecil hati dulu. Nggak sedikit kok cowok Korea yang punya istri dari Asia Tenggara. Biasanya perempuan dari Asia Tenggara punya kecenderungan buat menikah dengan laki-laki lajang yang berasal dari desa. Perempuan Asia Tenggara juga lebih adaptif dalam budaya Korea, termasuk dalam dunia kerja di negara tersebut. Ayo, Gaes, kalian punya peluang~

Kedua, bisa menempatkan diri. Anak laki-laki tertua dalam keluarga punya tanggung jawab yang besar. Selain harus menjadi pemimpin bagi adik-adiknya, ia juga bertanggung jawab untuk merawat orang tua di hari senja mereka dan bertugas menyelenggarakan upacara adat Korea, seperti Chuseok dan Tahun Baru Seollal.

Nah, karena kalian punya kemungkinan buat tinggal di Pondok Mertua Indah, maka kalian perlu mempersiapkan banyak hal. Nggak jauh beda dengan menantu perempuan di Indonesia yang kudu memuaskan hati mertuanya. Tapi tambahannya, kalian harus berusaha untuk bisa bicara dalam bahasa Korea dan memasak makanan khas negeri tersebut. Nggak mau kan diem-dieman sama mertua selamanya karena nggak berbicara bahasa yang sama?

Perlu diingat bahwa masyarakat sifatnya dinamis dan heterogen, jadi nggak bisa kita pukul rata bahwa semua calon mertua bakal menolak menantu non-Korea. Nggak ada salahnya buat punya pasangan orang Korea yang jadi anak pertama di keluarganya. Apalagi sekarang anak muda Korea sudah banyak yang berpola pikir progresif dan orang tuanya nggak terlalu saklek sama tradisi. Jadi, boleh banget dicoba nyari jodoh orang Korea. Semangat berburu!

BACA JUGA Panduan Memahami Panggilan ‘Kakak’ dalam Bahasa Korea biar Nggak Salah Panggil dan tulisan Noor Annisa Falachul Firdausi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 22 Januari 2021 oleh

Tags: orang koreaPernikahan
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

10 Lagu Bahasa Inggris yang Cocok untuk Pernikahan

10 Lagu Bahasa Inggris yang Cocok untuk Pernikahan

16 September 2022
Wedding Organizer

Waspada Tipu Daya Wedding Organizer Abal-Abal!

9 Oktober 2019
Memang Apa Salahnya Jokowi Hadir di Pernikahan Atta dan Aurel_ terminal mojok

Memang Apa Salahnya Jokowi Hadir di Pernikahan Atta dan Aurel?

6 April 2021
Membuang Ayam Hitam ke Sungai Brantas: Ritual Pernikahan di Kediri yang Dipercaya Bisa Menolak Bala

Membuang Ayam Hitam ke Sungai Brantas: Ritual Pernikahan di Kediri yang Dipercaya Bisa Menolak Bala

3 Agustus 2023
jatuh cinta

Jatuh Cinta dan Patah Hatilah dengan Bahagia!

22 Agustus 2019
Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil Mojok.co

Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil

7 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

7 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Dilema Warga Brebes Perbatasan: Ngaku Sunda Muka Tak Mendukung, Ngaku Jawa Susah karena Nggak Bisa Bahasa Jawa

Brebes Punya Tol, tapi Tetap Jadi Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

10 April 2026
Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026
Ciri Khas 3 Sate Ayam Ponorogo Dilihat dari Daerah Produksinya sate ayam madura

Sate Ponorogo, Sate Terbaik yang Pernah Ada. Sate Madura dan Sate Padang Minggir Dulu Sana ke Pojokan

9 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Bangun Rumah Istana di Grobogan Gara-gara Sinetron, Berujung Menyesal karena Keadaan Aneh dan Merepotkan
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit
  • Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.