Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Nikah Muda dan Story WhatsApp Jadi Online Shop? Ya, Terus Kenapa?

Dini N. Rizeki oleh Dini N. Rizeki
27 Maret 2021
A A
Nikah Muda dan Story WhatsApp Jadi Online Shop? Ya, Terus Kenapa? terminal mojok.co

Nikah Muda dan Story WhatsApp Jadi Online Shop? Ya, Terus Kenapa? terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Jadi ceritanya ada seseakun di Twitter yang tiba-tiba bercuit, “Gara-gara nikah muda story WhatsApp kamu jadi online shop”, sudah bisa ditebak ya bagaimana reaksi netizen. Mayoritas memang beropini bahwa cuitan itu resek, sok ngatur hidup orang, sok tau, dan si seseakunnya tentu saja dapat ceramah berjamaah gratisan. Ini cuitan tersebut.

https://twitter.com/janghyyun/status/1374948808665128961?s=19

Gini, awalnya saat pertama membaca cuitan itu terus terang saya tidak bereaksi apa-apa. Lantaran, memang bagi saya cuitan itu maknanya mengambang. Entah untuk membela atau menjatuhkan. Tapi saat saya baca balasan seseakun itu ke orang-orang yang mengomentari cuitannya, kok mendadak saya jadi ikutan panas, ya?

Dari cuitannya, kita bisa membagi fokus menjadi dua hal. Satu, nikah muda. Dua, online shop. Padahal dipaksakan melihat dari sisi mana pun menurut saya dua hal ini korelasinya sudah mirip orang pacaran LDR alias jauh mamen.

Banyak alasan yang menjadikan dua orang sepakat untuk melaksanakan pernikahan di usia muda. Ada yang memang bercita-cita menikah muda, ada yang mungkin memegang prinsip agamanya dengan menghindari zina, dan masih banyak alasan lainnya yang kadang tidak terpikir oleh kita.

Sama halnya dengan membuka usaha online shop. Ada berjuta-juta alasan seseorang memilih jalur ini sebagai kegiatannya. Ada yang menjadikan online shop sebagai sumber penghasilan, ada yang awalnya iseng lalu malah demen, ada yang hanya untuk mengisi waktu, ada pula yang memang suka berbisnis. 

Yang saya tangkap dari cuitan seseakun tersebut kurang lebih begini: kalau kita menikah di usia muda, otomatis keuangan akan jadi susah karena belum mapan dan ujung-ujungnya buka online shop dan pamer dagangan di story WhatsApp, deh.

Saya tidak bilang hal ini sepenuhnya salah, tapi menggeneralisasikannya adalah tingkah yang sembrono. Titik. Saya akui, di luar sana mungkin (atau pasti?) ada beberapa pasangan muda yang memilih untuk menambah penghasilan dari berjualan dan memajang dagangan mereka dengan memanfaatkan story WhatsApp. Lalu pertanyaannya, “YA TERUS KENAPA?”. Yang pada jualan itu punya modal sendiri lho, usaha sendiri, kerja keras sendiri, napa Anda yang ribut, kriwikan gorengan?

Baca Juga:

CS Online Shop Pekerjaan Paling Menderita Menjelang Lebaran

CS Online Shop Menjelang Lebaran Adalah Romusha Berkedok Pekerjaan

Supaya adil dan terlihat objektif, coba kita lihat dari berbagai sisi, ya.

Pertama, mau nikah muda atau nggak, mencari penghasilan sendiri dengan berbisnis online shop itu wajar, halal, dan sah-sah saja. Mau yang masih sendiri, yang menikah muda, atau yang sudah menikah belasan sampai puluhan tahun pun boleh saja pamer dagangan online shopnya di story WhatsApp-nya. Setiap orang punya alasannya sendiri, punya perjuangan masing-masing, dan tentunya punya solusi untuk permasalahan mereka sendiri yang tidak membutuhkan opinimu!

Kedua, mau nikah muda atau nggak, seorang istri atau suami berhak untuk punya pendapatan masing-masing. Semua orang butuh duit, Bro! Mungkin ada yang berjualan di story WhatsApp karena memang sedang kesulitan keuangan, tapi saya yakin banyak sekali di luar sana yang keuangannya baik-baik saja, bahkan kaya raya tapi tetap berjualan dengan berbagai alasan. Lagi, mereka tidak butuh opinimu!

Ketiga, mau nikah muda atau nggak, memanfaatkan berbagai fitur di media sosial untuk memaksimalkan penjualan itu fine-fine saja. Tidak ada yang salah. Yang mereka butuhkan adalah kuota kencang, peningkatan jumlah pembeli, penghasilan yang melimpah, dan bisa senang-senang dengan duit mereka sendiri, bukan opinimu!

Dari tiga poin di atas akhirnya bisa terlihat ya apa yang saya maksud di awal tulisan ini. Korelasi antara nikah muda dan berjualan di story WhatsApp itu tipis sekali. Cuitan seseakun itu sangat ngadi-ngadi.

Saya sendiri memilih menikah di usia muda karena memang bercita-cita begitu. Saya ingin saat anak saya sudah remaja, saya masih berusia 30-an sekian. Seperti sekarang ini. Sebelum mulai aktif menulis saya juga pernah punya online shop. Saya pernah rutin memajang dagangan saya di story WhatsApp. Bukan cuma di situ, saya memamerkannya di semua akun media sosial yang ada. Lantaran, ya, memang ingin memanfaatkan semua cara agar penjualan bisa maksimal.

Apakah saat itu saya kesulitan keuangan karena menikah muda? Tidak. Tidak sama sekali. Saat itu gaji pokok suami saya sudah menyentuh angka Rp8 juta. Saya memilih berjualan karena untuk mengisi waktu saat pekerjaan rumah dan mengurus anak sudah saya bereskan. Yang saya butuhkan saat itu adalah kegiatan positif yang bisa saya kerjakan dari rumah agar tetap bisa maksimal mengurus anak, suami, dan pekerjaan rumah. Saya tidak pernah merasa butuh opini aneh-aneh seperti dari seseakun itu.

Seperti yang saya tulis tadi, semua orang punya perjuangan masing-masing. Menikah muda itu pilihan, pun dengan memiliki bisnis online shop. Kalau kamu merasa tidak memberi modal, tidak bantu membeli dagangannya, tidak tahu riwayat pernikahannya, diamlah. Diam, diam, dan diam! Sekali lagi, mereka tidak akan pernah membutuhkan opinimu.

BACA JUGA Saya Baru Pernah Belanja Online dan Tidak Malu untuk Mulai Memahaminya dan tulisan Dini N. Rizeki lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 Maret 2021 oleh

Tags: nikah mudaonline shopstory whatsapp
Dini N. Rizeki

Dini N. Rizeki

Penulis, editor, copywriter, sekaligus seorang ibu. Sering menulis tentang bisnis, keuangan, wirausaha, hingga kuliner. Saat ini sedang asyik menulis ulasan film.

ArtikelTerkait

owner olshop

Teruntuk Para Owner Olshop yang Berakun Instagram Private: Kalian Mau Cari Pelanggan atau Follower?

23 Agustus 2019
Trik Sukses Berjualan di WhatsApp agar Story-mu Nggak Di-skip Orang

Story WhatsApp, Cara Menyampaikan Rindu Kala Gengsi

18 Januari 2021
CS Online Shop Pekerjaan Paling Menderita Menjelang Lebaran Mojok.co

CS Online Shop Pekerjaan Paling Menderita Menjelang Lebaran

16 Maret 2025
Tipe-Tipe Pembeli Online dari Bikin Hati Tentram Sampai Bikin Kelimpungan

Tipe-Tipe Pembeli Online dari Bikin Hati Tentram Sampai Bikin Kelimpungan

15 November 2019
Saya Baru Pernah Belanja Online dan Tidak Malu untuk Mulai Memahaminya mojok.co/terminal Praktik Cross-border Bisa Hancurkan UMKM Lokal, Kenapa Terus Dibiarkan? terminal mojok.co

Saya Baru Pernah Belanja Online dan Tidak Malu untuk Mulai Memahaminya

7 Maret 2021
Testi dan Rating Marketplace Harus Diubah agar Hasilnya Lebih Valid Terminal Mojok

Testi dan Rating Marketplace Harus Diubah agar Hasilnya Lebih Valid

14 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pemkab Bangkalan Madura Hanya Omong Kosong Mau Bikin Kabupaten Ini Layak Anak, Nggak Layak Sama Sekali! sumenep, pamekasan

Menerka Alasan Bangkalan akan Terus Berada di Bawah Sumenep dan Pamekasan, padahal Kawasannya Masuk Kota Metropolitan

28 April 2026
Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Adalah Komentar Paling Jahat dan Tidak Perlu Mojok.co

Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Itu Jahat dan Nirempati

26 April 2026
Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja Mojok.co

Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja

26 April 2026
Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

29 April 2026
Hal-Hal Aneh Bagi Orang Lamongan Ketika Mengunjungi Jakarta (Unsplash)

Hal-Hal Aneh Bagi Orang Lamongan Ketika Mengunjungi Jakarta

30 April 2026
3 Hal Sederhana yang Membuat Kami Cleaning Service Bahagia (Unsplash)

3 Hal Sederhana yang Membuat Kami Cleaning Service Bahagia

25 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya
  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.