Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Olahraga

Nice Move RB Depok FC, Sekarang Jelaskan Arti dari Singkatan RB

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
16 Juli 2020
A A
Nice Move RB Depok FC, Sekarang Jelaskan Arti dari Singkatan RB MOJOK.CO

Nice Move RB Depok FC, Sekarang Jelaskan Arti dari Singkatan RB MOJOK.CO

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa bulan yang lalu jagat sepak bola Indonesia dikagetkan dengan deklarasi sebuah klub yang mengatasnamakan Kota Depok. Keterkejutan pecinta sepak bola tidak hanya sampai sana, bahkan beberapa media internasional pun melirik klub ini lantaran menggunakan jenama minuman berenergi, Red Bull.

Banyak yang menganggap proyek ini digarap serius, namun pemberitaan menggoyang keseriusan klub ini lantaran nama Red Bull mereka belum resmi. Banyak yang mengatakan belum mulai saja profesionalitas sudah dipertanyakan, bagaimana ketika mengarungi kompetisi.

Mereka kemudian melakukan sayembara julukan, diresmikan menggunakan nama RB Depok tanpa menjelaskan RB itu apa. Logo dua banteng khas Red Bull diganti dengan satu banteng saja. Yang menjadi pertanyaan, ini klub bola atau partai? Cibiran pun masih saja deras. Perihal logo dan trademark kepemilikan Red Bull dipertanyakan.

 

View this post on Instagram

 

Happy Weekend! Kami telah merombak logo kami, semoga dengan hadirnya lambang identitas terbaru, akan membawa keberkahan dan prestasi khususnya untuk Persepakbolaan Kota Depok. Ayo bantu kami dalam meningkatkan prestasi lebih tinggi lagi. Dan #MariBersinergi

A post shared by RB Depok FC (From ?) (@rbdepokfc) on Jul 5, 2020 at 4:39am PDT

Baca Juga:

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini

Ngemplak, Kecamatan di Sleman yang Sering Terlupakan karena Nama Besar Depok dan Ngaglik

Bagai lagunya Hindia, RB Depok terus pindah berkala “rumah ke rumah”. Bukan dari satu stadion ke stadion seperti kebanyakan tim siluman Indonesia, namun perihal konsistensi nama. Kali ini mereka mengubah logo, tidak ada banteng, tidak ada aksen khas Red Bull. Kini, menjadi pertanyaan, apa kepanjangan dari RB itu sendiri?

Ada beberapa kemungkinan kata RB lantaran Red Bull sudah tidak mungkin karena terbentur lisensi. Bisa saja mengadopsi ide RB Leipzig yang RB-nya akronim dari RasenBallsport. Menengok RB Depok ada di Indonesia, maka RasenBallsport-nya bisa diganti dengan sesuatu yang penuh dengan kearifan lokal. Berikut adalah beberapa kemungkinannya.

Pertama, “Regu Bola”. Ini yang paling masuk akal. Banyak yang rumpang dalam memaknai kata klub dan asosiasi karena nama itu bisa mengandung beberapa makna lain. Katanya, klub itu tidak hanya menghimpun sepak bola saja. Sebuah tim menggunakan istilah klub, berarti memiliki cabang olahraga lain. Contohnya seperti Barcelona ada tim bola, tim futsal, dan basket. Sedang asosiasi merujuk pada satu cabang olahraga saja.

Sekali lagi, ini hanya perkara istilah. Namun hal-hal seperti ini digodog serius oleh beberapa federasi dalam mengatur ketetapanya, Malaysia adalah contohnya. Barangkali, nih, RB Depok memiliki pikiran visioner dan membuka ruang kemungkinan lain yakni Regu Bola. Secara tidak langsung, RB Depok membuka ruang kemungkinan lain selain FC dan PS yang banyak memonopoli nama tim sepakbola.

Tapi, yang menjadi pertanyaan, bola apa, nih? Bola bekel?

Kedua, “Rangkapan Jaya Baru”. Tempat ini merupakan sebuah kelurahan yang terletak di Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok. Mungkin ya, ini cuma mungkin, RB Depok sedang membangun stadion di daerah Rangkapan Jaya Baru. Atau membuat sebuah fasilitas bertanding yang akan menyaingi JDT.

Ketiga, “Ribet Banget”. Menengok perjuangan mereka dari awal, sedari membuat sebuah pondasi tim, menyambut pemain dan pelatih asing (katanya) hingga mengubah logo sampai tiga kali adalah perjuangan yang riweuh, nama RB bisa saja mengandung makna Ribet Banget.

“Ribet Banget” ini bagai meleburkan kata-kata kekinian untuk memancing generasi muda untuk datang ke stadion. Semisal kawanmu ngajak nyetadion, tapi bingung mau lihat apa lantaran area Jakarta dan Jawa Barat adalah surganya tim sepak bola, kamu tinggal jawab begini, “Nyetadion mah nyetadion aja. Langsung gas aja. Ribet Banget!”

Keempat, “Rahasia Bro”. Nah, ini bisa menjadi strategi tersendiri. Nggak percaya? Coba kita terka beberapa kemungkinan semisal RB Depok menetapkan RB ini akronim dari “Rahasia Bro”. Bayangkan saja semisal mereka sampai final Liga 3, ketemu Persiba Bantul. Lantas, pihak Persiba bertanya, “Kita di final lawan siapa?” Lalu pihak penyelenggara menjawab “Rahasia Bro.”

Bukannya menyiapkan strategi dan latihan menjelang final, beberapa pemain dan pelatih Persiba malah overthinking perihal lawan mereka di final. Kok ya sampai dirahasiakan. Sedangkan tim di area Depok ada beberapa, yakni Persikad 1999, Depok United, dan Persipu FC.

Ngefans tim ini juga akan dipenuhi misteri. Kamu bakal terlihat keren dan misterius di tongkrongan. Semisal ada yang nanya, “Klub lokal favorit kamu apa, Bro?” Kamu jawab: “Rahasia Bro!”.

Terlepas dari semua hal yang membingungkan, ambisi mereka yang mau masuk ke Liga 3 regional Jawa Barat dan berjuang dari bawah patut diapresiasi. Kita tahu, kultur sepak bola Indonesia, di mana lisensi klub menjadi barang jual beli panas, ambisi RB Depok FC patut ditunggu.

Kendalanya, dilansir dari Pikiran Rakyat Depok, berhubungan dengan Asosiasi Pengurus Provinsi PSSI Jawa Barat tidak lagi menerima pendaftaran tim baru baik di Serie 1 dan Serie 2, jalan satu-satunya Red Bull Depok FC adalah penjajakan akuisisi dengan beberapa peserta di Liga 3 Jawa Barat, baik Serie 1 maupun Serie 2.

Kalau sudah begini, kok makin “Riweuh Banget”, ya.

BACA JUGA Nostalgia Rental PS 2 yang Diabadikan dalam Tiap Gimnya dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 24 Desember 2021 oleh

Tags: depokRB DepokRB Depok FCRed Bull
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Makanan Malang Banyak Kurangnya di Lidah Orang Depok dan Bandung

Makanan Malang Banyak Kurangnya di Lidah Orang Depok dan Bandung

10 Januari 2024
Kontroversi Depok: Membangun Masjid tapi Menggusur Sekolah, Logikanya Gimana Sih?

Kontroversi Depok: Membangun Masjid tapi Menggusur Sekolah, Logikanya Gimana Sih?

15 Desember 2022
Margonda Depok Medan Tempur Semua Orang: Trotoar Jadi Parkiran, Jalan Jadi Lautan Macet

Margonda Depok, Medan Tempur Semua Orang: Trotoar Jadi Parkiran, Jalan Jadi Lautan Macet

31 Januari 2025
Jogja Itu Sebenarnya Jumawa atau Malah Tutup Mata Perkara Sampah? TPA Cipayung depok

Depok Bikin Bingung, yang Longsor TPA Cipayung, tapi yang Dibangun kok Margonda?

15 Juli 2024
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini

19 Maret 2026
Depok Semakin Berantakan, Tanda Pembangunan Salah Arah? (Unsplash) bogor

Depok: Antara Cimanggis yang Ngebut, Sawangan yang Sumpek, dan Margonda yang Nggak Ada Lawan

13 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026
Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
Tas ASUS Adalah Tas Terbaik dan Paling Awet yang Pernah Saya Pakai

Tas ASUS Adalah Tas Terbaik dan Paling Awet yang Pernah Saya Pakai

9 April 2026
Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

9 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Nekat ke Jakarta Hanya Modal Ambisi sebagai Musisi, Gagal dan Jadi “Gembel” hingga Bohongi Orang Tua di Kampung
  • Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta
  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.