Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Nggak Mau Sandal Hilang Sewaktu Salat di Masjid, tapi Enggan Tertib Saat Menyimpannya

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
15 Februari 2020
A A
Nggak Mau Sandal Hilang Sewaktu Salat di Masjid, tapi Enggan Tertib Saat Menyimpannya
Share on FacebookShare on Twitter

Fenomena sandal jepit yang tertukar atau hilang di masjid masih sering terjadi sampai dengan saat ini. Sepengetahuan saya, kejadian seperti ini sudah ada sewaktu saya masih kecil (atau mungkin dari sebelum saya lahir?). Seakan bukan lagi sesuatu yang mengherankan meski terjadi berulang kali dan dialami oleh banyak orang. Saya pun pernah menjadi salah satu korbannya.

Suatu ketika saat saya pergi ke mesjid dari rumah untuk menunaikan salat jumat, saya memilih untuk menggunakan sandal kulit yang menjadi favorit saya. Harganya memang tidak terlalu mahal, tapi nyaman ketika digunakan. Selesai salat, saya kebingungan sendiri mencari alas kaki yang sebelumnya digunakan. Setelah mencari selama kurang lebih 10 menit,alas kaki saya tidak ditemukan. Dengan berat hati saya harus menyadari bahwa sandal kesayangan raib. Akhirnya, saya pulang tanpa alas kaki.

ADVERTISEMENT

Beberapa hari kemudian, akhirnya saya memakai sandal jepit yang dipakai oleh sejuta umat. Tak lain dan tak bukan adalah sandal jepit Swallow. Dengan warna jepit karet yang juga tak kalah pasaran, yakni biru. Permasalahan berikutnya muncul. Karena memang pada dasarnya banyak orang yang menggunakan sandal dengan jenis dan warna sama, alhasil alas kaki saya rentan tertukar. Dan benar saja, Swallow yang baru dibeli pun tertukar dengan milik orang lain yang sudah kusam.

Setelah saya telusuri secara mandiri sekaligus melakukan observasi, fenomena hilang atau tertukarnya alas kaki—baik sepatu maupun sandal—di masjid ini sebetulnya bisa dicegah. Bukan dengan cara memberi tanda atau nama pada sandal, lho, ya. Sebab, hal tersebut sudah pernah saya lakukan dan hasilnya nihil. Percuma. Pada akhirnya, jika menggunakan cara demikian, sandal akan tetap hilang atau tertukar juga.

Lagipula, maling atau orang yang biasa iseng menukar sandal mana peduli dengan hal seperti itu. Hadeeeh.

Oleh karena itu, setelah melakukan penelusuran, saya menemukan cara yang paling sederhana dan mudah dilakukan agar sandal tidak mudah hilang atau tertukar pada saat ke mesjid, diantaranya adalah:

Pertama, menaruh sandal pada tempat semestinya dan sudah disediakan. Di rak atau etalase alas kaki yang sudah disediakan oleh banyak mesjid di sekitar kita. Jangan diletakkan sembarangan apalagi sampai berantakan.

Akui dan sadari saja, kita masih sering kali sembarangan meletakkan alas kaki sebelum masuk ke masjid. Padahal, rak alas kaki sudah disediakan. Bahkan, ada pula yang menyediakan lengkap dengan kunci plus gembok. Jadi, jika tidak dibongkar paksa, seharusnya alas kaki yang kita gunakan saat pergi ke mesjid aman. Tidak akan hilang, tidak akan juga tertukar.

Baca Juga:

Saya Muslim, tapi Saya Enggan Tinggal Dekat Masjid dan Musala

4 Perbedaan Ibadah di Masjid Indonesia dan Turki, Salah Satunya Pakai Sepatu ke Tempat Wudu

Namun, karena memang dasarnya masih banyak diantara kita yang malas merapikan sandal, kehilangan atau pun tertukar menjadi hal yang sulit dihindari.

Kedua, bawa plastik atau kantong yang bersih, kemudian masukan alas kaki ke dalam kantong tersebut, lalu taruh di sekitar area sajadah yang kita tempati atau bisa juga langsung disimpan ke dalam tas. Meski terkesan posesif, tapi seharusnya cara ini aman dan meminimalisir potensi kehilangan atau tertukar. Bahkan, salah satu teman saya sampai harus mencari tempat untuk menyembunyikan sandalnya agar tetap aman. Hal itu dia lakukan karena sudah beberapa kali kehilangan sandal di mesjid. Buat saya sih, wajar-wajar saja. Namanya juga antisipasi.

Ketiga, menggunakan sandal jepit biasa saja atau yang terlihat kusam. Dari pengalaman pribadi dan penelusuran yang saya lakukan, para perilaku curandal (pencurian sandal) ini selalu menargetkan sepatu atau sandal yang terlihat mahal, baru, atau bagus. Maka, pemakaian alas kaki yang terlihat biasa saja, apalagi yang kusam, bisa menekan tingkat pencurian atau penukaran alas kaki secara disengaja ke titik yang paling rendah—berbanding lurus dengan minat pelaku yang menurun karena tidak tertarik melihat alas kaki yang kusam.

Jika sudah melakukan beberapa hal yang sudah disarankan dengan baik dan benar, harapannya sih semua akan aman dan baik-baik saja. Sandal atau sepatu tidak lagi menjadi incaran para pelaku pencurian atau penukaran secara disengaja. Namun, jika masih saja tetap hilang, ingatlah apa yang pernah dituliskan oleh Agus Mulyadi di salah satu artikelnya, “Semua milik Allah, termasuk sandal Swallow. Bersiaplah untuk selalu kehilangan.”

BACA JUGA Cerita Diusir dari Masjid dan Misteri Skenario Allah Swt atau tulisan Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Februari 2020 oleh

Tags: Masjidsandal jepitswallow
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Saya Muslim, tapi Saya Enggan Tinggal Dekat Masjid dan Musala

Saya Muslim, tapi Saya Enggan Tinggal Dekat Masjid dan Musala

10 September 2025
9 Masjid di Jogja yang Sediakan Menu Takjil Gratis Terminal Mojok.co

9 Masjid di Jogja yang Sediakan Menu Takjil Gratis

5 April 2022
Pareidolia dan Dugaan Gambar Salib di Logo HUT RI MOJOK.CO

Salib di Logo HUT RI dan Siluet Masjid di Jersey FC Koln: Orang Rewel Ada di Semua Agama

16 Agustus 2020
4 Perbedaan Ibadah di Masjid Indonesia dan Turki, Salah Satunya Pakai Sepatu ke Tempat Wudu

4 Perbedaan Ibadah di Masjid Indonesia dan Turki, Salah Satunya Pakai Sepatu ke Tempat Wudu

13 Oktober 2024
3 Masjid di Jember yang Menyediakan Takjil Gratis

3 Masjid di Jember yang Menyediakan Takjil Gratis

25 Maret 2023
Suka Duka Pakai Sandal Swallow 05 D, Sandal Sejuta Umat terminal mojok.co sandal jepit sehun exo

Suka Duka Pakai Sandal Swallow 05 D, Sandal Sejuta Umat

18 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bendungan Rowo Jombor Klaten Membahayakan Pengunjung (Unsplash)

Stigma orang yang nongkrong di Rowo Jombor adalah jamet itu konyol, tapi dampaknya luar biasa

6 Agustus 2026
Kontroversi [arfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

Kontroversi parfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

4 Agustus 2026
Nalar Cacat Kepala Sekolah yang Menganggap Enteng Bullying pada Siswa

Penyelesaian bullying di sekolah hanya dengan permintaan maaf adalah bukti bahwa hal ini nggak pernah dianggap serius

8 Agustus 2026
Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua Mojok.co

Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua

7 Agustus 2026
Derita orang Bojonegoro yang selalu jadi bahan bullying ketika nongkrong gara-gara bahasa yang dianggap aneh boso jonegoroan

Derita orang Bojonegoro yang selalu jadi bahan bullying ketika nongkrong gara-gara bahasa yang dianggap aneh

11 Agustus 2026
Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

5 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.