Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Nestapa Mahasiswa Asal Bangkalan yang Mendapat Tugas Kuliah Review Kebijakan Unggulan Daerahnya: Bingung dan Malu karena Nggak Ada yang Bisa Dibanggakan

Naufalul Ihya Ulumuddin oleh Naufalul Ihya Ulumuddin
9 September 2025
A A
Tinggal di Bangkalan Madura Bikin Saya Sadar, Nggak Semua Orang Bakal Cocok Tinggal di Sini Mojok.co

Tinggal di Bangkalan Madura Bikin Saya Sadar, Nggak Semua Orang Bakal Cocok Tinggal di Sini (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Membanggakan Bangkalan itu susahnya minta ampun, beneran

Namanya kuliah, pasti ada tugas. Karena saya rumpun ilmu sosial, maka ada mata kuliah kebijakan sosial. Di mata kuliah ini, ada tugas mereview kebijakan sosial unggulan masing-masing daerah.

Beberapa teman antusias dengan tugas ini, karena jadi punya ruang untuk membanggakan kebijakan daerahnya. Tapi malangnya nasib, saya justru merasakan hal sebaliknya. Saya malah tidak suka dengan tugas kuliah satu ini, karena daerah saya di Bangkalan, nggak ada kebijakan unggulan yang bisa dibanggakan.

Bupati baru malah menghilangkan program unggulan

Ketika Bangkalan dipimpin PJ Bupati, sekitar tahun 2023 sampai 2024 akhir, Bangkalan punya program unggulan dalam bidang budaya, namanya Malam Tera’ Bulan. Program ini berisi penampilan kebudayaan khas Bangkalan yang dilakukan secara bergilir di kecamatan-kecamatan. Awal-awal memang diadakan di pusat kota, lalu bergeser ke desa pesisir, dan berlanjut ke desa-desa lain yang ada di Bangkalan.

Tapi, ketika PJ bupati diganti oleh Bupati asli pilihan masyarakat Bangkalan melalui Pilkada, program Malam Tera’ Bulan ini hilang lenyap entah ke mana. Padahal, menurut saya program ini bisa menjadi kebijakan program unggulan yang bisa dibanggakan dari Bangkalan.

Nestapa betul saya dapat tugas review kebijakan ketika program unggulannya kandas oleh bupati sendiri.

Mencari kebijakan Pemerintah Bangkalan susahnya minta ampun

Harus diakui Bangkalan memang nggak punya kebijakan sosial apa pun yang digagas pemerintah kabupatennya. Pemerintah kabupaten Bangkalan hanya bersifat menyalurkan program pusat saja, seperti PKH (Progran Keluarga Harapan), BLT (Bantuan Langsung Tunai), dan sejenisnya. Itu tok kerjaannya. Hanya sebagai penyalur program pusat. Nggak punya daya kreatif untuk bikin program kebijakan unggulan sendiri. Nggak ada inisiatif lebih untuk terlihat keren di hadapan kabupaten lain. Heran, gueh.

Saya sudah berusaha mencari-cari. Saya telusuri di akun media sosial lokal Bangkalan, seperti akun @Bangkalanku dan @WecareBangkalan. Bahkan, saya langganan koran lokal Radar Madura selama sebulan dengan harga 30 ribu. Saya rela lho berkorban uang 30 ribu untuk bisa menemukan terobosan program kebijakan unggulan Bangkalan yang baru. Tapi bagai mencari jarum di tengah tumpukan jerami, semua usaha saya berujung sia-sia. Saya hanya mendapat kehampaan. Nggak ada pergerakan program kebijakan yang mengagumkan dari kabupaten saya yang nestapa ini. Ampun deh.

Baca Juga:

Reputasi Universitas Trunojoyo Madura Makin Menurun, bahkan Orang Madura Sendiri Mikir Dua Kali untuk Kuliah di Kampus Ini

Pemkab Bangkalan Madura Diisi oleh Pejabat Lebay, Banyak Ritual Cuma Pengen Dapat Pujian!

Akhirnya, saya coba tanya ke teman terdekat yang aktif di beberapa komunitas. Mentok, dia hanya bilang kalau pernah 2-3 kali pemerintah kabupaten Bangkalan bikin program bertajuk “Bangkalan Bherse Ongghu” alias Bangkalan bersih sekali. Sederhananya, program ini adalah gotong royong bersih-bersih kantor dan alun-alun kota yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Bangkalan.

Lah, saya lantas bingung, ini program kabupaten apa program karang taruna? Segini doang kualitas pemerintah Bangkalan bikin program kerja. Duuh duuh. Malu-maluin.

Bukan program bersih-bersihnya yang malu-maluin. Tapi ya mosok sekelas pemerintah kabupaten cuma bisa bikin kebijakan dalam bentuk program bersih-bersih alun-alun. Cemen amat.

Kabupaten yang memalukan

Karena hanya itu yang saya dapat, maka ya kebijakan program bersih-bersih itulah yang saya sajikan di hadapan dosen. Jujur, saya malu. Apalagi, saya melihat teman mahasiswa lain mempresentasikan keunggulan kebijakan kabupatennya dengan bangga. Ada yang kabupatennya bikin kebijakan beasiswa untuk mahasiswa berprestasi dengan dana pemerintah kabupaten.

Ada kabupaten yang berkomitmen mewujudkan 1 keluarga 1 sarjana. Tidak hanya itu, ada juga kabupaten yang memberikan pendampingan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) secara berkelanjutan.

Sedangkan saya yang berasal dari Bangkalan, hanya menyuguhkan program gotong-royong bersih-bersih kantor setara program karang taruna. Anak SMA juga kayaknya lebih baik dalam bikin program beginian.

Ujungnya, saya hanya termenung dan meratapi nasib sebagai mahasiswa asal kabupaten yang nggak punya kebijakan unggulannya. Ngelus dada sambil nangis dikit.

Tolonglah, Pak Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan, bikinlah kebijakan sosial yang keren inisiasi pemerintah kabupaten. Kalau nggak punya ide, sini saya bantu. Beritahu budgetnya, nanti saya buatkan draft kebijakan yang keren agar Bangkalan nggak makin tenggelam dan jadi kabupaten merena.

Kadang saya bingung sama elit-elit Madura. Kualitas kabupatennya masih kayak Bangkalan begini kok ya sok ngide pengin jadi provinsi sendiri terpisah dari Jawa Timur. Wess wess. Nggak tau kapasitas diri. Tapi ya sudahlah. Soal ini, saya bahas kapan-kapan. Ehe.

Penulis: Naufalul Ihya’ Ulumuddin
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Bangkalan Madura, Gambaran Nyata Kawasan Metropolitan Paling Gagal, Bukannya Berkembang Malah Makin Timpang

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 September 2025 oleh

Tags: bangkalan maduraKabupaten Bangkalankebijakan unggulan bangkalanmadura
Naufalul Ihya Ulumuddin

Naufalul Ihya Ulumuddin

Pegiat sosiologi asal Madura. Tertarik isu pendidikan, kebijakan sosial, dan keluarga. Cita-cita tertinggi jadi anak yang berbakti dan suami ideal untuk istri.

ArtikelTerkait

6 Dosa Pemerintah Desa Dharma Camplong di Sampang Madura yang Bikin Warga Mengelus Dada

6 Dosa Pemerintah Desa Dharma Camplong di Sampang Madura yang Bikin Warga Mengelus Dada

8 September 2025
Meski Bangkalan Madura Mulai Berbenah, Pemandangan Jalan Rayanya Membuktikan kalau Warganya Dipenuhi Masalah

Meski Bangkalan Madura Mulai Berbenah, Pemandangan Jalan Rayanya Membuktikan kalau Warganya Dipenuhi Masalah

17 Januari 2026
4 Profesi yang Lekat dengan Orang Madura

4 Profesi yang Lekat dengan Orang Madura

6 Juni 2022
Puskesmas Desa Jangkar Bangkalan Madura Bobrok, Lebih Mirip Rumah Hantu daripada Layanan Kesehatan Mojok.co

Puskesmas Desa Jangkar Bangkalan Madura Bobrok, Lebih Mirip Rumah Hantu daripada Fasilitas Layanan Kesehatan

2 Agustus 2024
Bagi Orang Madura, Bahasa Madura Tak Kalah Njelimetnya dengan Bahasa Inggris madura united bahasa daerah

Mata Pelajaran Bahasa Daerah Itu Lebih Sulit daripada Bahasa Inggris

5 Oktober 2020
Surabaya Jadi Ibu Kota Provinsi Madura Adalah Ide Paling Sesat Mojok.co

Surabaya Jadi Ibu Kota Provinsi Madura Adalah Ide Paling Sesat

10 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tragedi Nasi Rames Sancaka Utara- Beli Mahal, dapatnya Bangkai (Wikimedia Commons)

Tragedi Nasi Rames Sancaka Utara: Membayar Tiket Eksekutif demi Uji Nyali Makan Nasi yang Sudah Almarhum

29 Maret 2026
4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang Mojok.co

Mewakili Warga Tegal, Saya Ingin Menyampaikan Permintaan Maaf kepada Pemudik

28 Maret 2026
Naik Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan Mojok.co

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

1 April 2026
Weleri Kendal Baik-baik Saja Tanpa Mie Gacoan, Waralaba Ini Lebih Baik Incar Daerah Lain Mojok.co

Membayangkan Kendal Maju dan Punya Mall Itu Sulit, sebab Mie Gacoan Aja Baru Ada Setahun

31 Maret 2026
Derita Ngontrak di Jakarta Timur, Sudah Jadi Penyewa Tertib Tetap Diusir dengan Alasan Bohong Mojok.co

Derita Ngontrak di Jakarta Timur, Sudah Jadi Penyewa Tertib Tetap Diusir dengan Alasan Bohong

30 Maret 2026
Makanan Malang yang Membuat Saya sebagai Perantau Kecewa, Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian Mojok.co

Makanan Malang yang Bikin Pendatang seperti Saya Kecewa, Memang Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian

1 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”
  • Gagal Lolos SNBP UGM Bukan Berarti Bodoh, Seleksi Nilai Rapor Hanya “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tidak Menjamin Masa Depan
  • Siswa Terpintar 2 Kali Gagal UTBK SNBT ke UB, Terdampar di UIN Jadi Mahasiswa Goblok dan Nyaris DO
  • “Side Hustle” Bisa Hasilkan hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja
  • Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi
  • Derita Jadi PNS atau ASN di Desa: Awalnya Bisa Sombong Status Sosial, Tapi Berujung Ribet karena “Diporoti” dan Dikira Bisa Jadi Ordal

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.