Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Mengenal Nayor, Kendaraan Tradisional Mirip Delman yang Hanya Ada di Cibadak Sukabumi

Erfransdo oleh Erfransdo
30 Agustus 2024
A A
Mengenal Nayor, Kendaraan Tradisional Mirip Delman yang Hanya Ada di Cibadak Sukabumi

Mengenal Nayor, Kendaraan Tradisional Mirip Delman yang Hanya Ada di Cibadak Sukabumi (Black Claw via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Sejak kecil, saya selalu ikut ibu pergi ke pasar. Hal yang paling saya tunggu-tunggu adalah pulang dengan menumpangi nayor. Nayor merupakan kendaraan tradisional yang ada di Cibadak, Sukabumi. Nayor ini mirip delman. Bedanya, di bagian belakangnya tertutup dan ada jendela di kedua sisinya serta pintu di bagian belakangnya.

Nayor biasa digunakan oleh ibu-ibu yang hendak pergi ke pasar tepatnya, di Terminal Cibadak, Sukabumi. Di situ biasanya para ibu sering menggunakan kendaraan tradisional ini terlebih ketika membawa anak. Selain itu, kendaraan ini juga biasa digunakan ibu-ibu mengantar anaknya ke sekolah. Anak-anak senang senang, ongkosnya pun murah.

Asal-usul nayor sebagai kendaraan tradisional khas Cibadak Sukabumi

Bagi orang yang belum tahu pasti akan menyebut nayor sebagai delman karena kendaraan ini ditarik oleh kuda. Padahal keduanya berbeda, lho, jika dilihat dari desainnya.

Nama nayor sendiri diserap dari bahasa Sunda, ngagoyor. Ngagoyor berarti berat ke belakang sesuai dengan desain kendaraan ini yang mana beban berada di belakang kuda dengan bentuk agak miring ke bawah.

Nayor diperkirakan mulai muncul di Cibadak, Sukabumi, sekitar tahun 1941 saat Indonesia belum merdeka. Kala itu, kendaraan tradisional ini belum digunakan sebagai kendaraan umum. Di zaman dulu, kendaraan ini dimanfaatkan untuk mengangkut hasil bumi dan hasil pertanian seperti buah-buahan dan sayur-sayuran.

Baru pada tahun 1960-an nayor mulai beroperasi sebagai transportasi umum. Banyak masyarakat yang memanfaatkan kendaraan tradisional ini untuk bepergian ke tempat-tempat dekat sampai jauh dengan ongkos murah. Jumlahnya pun mulai meningkat secara signifikan. Bahkan, patung nayor diabadikan tepatnya di depan Kelurahan Cibadak Sukabumi sebagai ikon kota.

Setiap tahun jumlahnya semakin berkurang 

Di awal tahun 2000-an, sebenarnya nayor masih menjadi salah satu kendaraan yang sering dipakai masyarakat terutama ibu-ibu di sekitar pasar Cibadak. Saya pun tidak pernah absen naik kendaraan tradisional satu ini ketika ke pasar bareng ibu. Namun maraknya kendaraan yang lebih modern membuat nayor semakin ditinggalkan oleh para pelanggannya.

Ongkos naik kendaraan ini biasanya berkisar antara Rp5 ribu sampai Rp10 ribu sesuai dengan jarak yang ditempuh. Meskipun murah, kini jumlahnya semakin berkurang. Tahun 2023 kemarin Kelurahan Cibadak mencatat hanya ada sembilan nayor yang tersisa. Para kusir juga tidak bisa mengandalkan mata pencahariannya dari menarik nayor karena pendapatan yang tak menentu dan cenderung tak cukup.

Baca Juga:

Pantai Pelabuhan Ratu Sukabumi Potensial, tapi Malah Kumuh dan Nggak Terawat

3 Destinasi Wisata di Sukabumi yang Sebaiknya Dihindari Wisatawan saat Libur Nataru

Banyak kusir yang akhirnya beralih untuk mencari pekerjaan lain yang jauh lebih menguntungkan. Rata-rata pengendara usianya memang sudah lanjut usia. Ketika terakhir kali melewati Pasar Cibadak, saya tidak menemui ada nayor yang beroperasi. Cukup banyak faktor yang bikin kendaraan tradisional ini mulai dilupakan. Terlebih kondisi jalan raya yang memang kurang mendukung keberadaan kendaraan tradisional ini.

Meskipun tahun lalu kelurahan Cibadak sempat mengusulkan untuk mengadakan pangkalan nayor, namun sepertinya belum terealisasikan hingga sekarang. Sebab, jumlahnya semakin sedikit dan minat masyarakat yang semakin menurun. Meskipun begitu, patung nayor masih berdiri kokoh di depan kantor Kelurahan Cibadak sebagai ikon kota.

Kendaraan tradisional semakin ke sini memang jumlahnya semakin berkurang bahkan nyaris punah. Padahal hal itu bisa menjadi daya tarik para wisatawan dari berbagai daerah. Saya harap, keberadaan nayor ini tidak akan punah meskipun pada kenyataannya sulit untuk dipertahankan. Yang tersisa kini hanyalah kenangan di dalamnya.

Penulis: Erfransdo
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Setelah 24 Tahun Tinggal di Sukabumi, Saya Semakin Yakin kalau Tanah Kelahiran Saya Ini Adalah Tempat Tinggal Terbaik di Jawa Barat.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Agustus 2024 oleh

Tags: cibadak sukabumidelmankendaraan tradisionalnayorsukabumi
Erfransdo

Erfransdo

Lulusan pertanian yang terjun ke dunia media. Peduli isu-isu budaya dan lingkungan. Gemar baca buku dan nonton bola.

ArtikelTerkait

mengenal bahasa widal, bahasa walikan dari sukabumi mojok.co

Mengenal Bahasa Widal, Bahasa Walikan dari Kota Sukabumi

1 September 2020
Pantai Pelabuhan Ratu Sukabumi Potensial, tapi Malah Kumuh dan Nggak Terawat

Pantai Pelabuhan Ratu Sukabumi Potensial, tapi Malah Kumuh dan Nggak Terawat

18 Maret 2025
Hindari 3 Destinasi Wisata di Sukabumi Ini saat Libur Nataru (Unsplash)

3 Destinasi Wisata di Sukabumi yang Sebaiknya Dihindari Wisatawan saat Libur Nataru

25 Desember 2024
5 Makanan Khas Sukabumi yang Harus Kamu Coba

5 Makanan Khas Sukabumi yang Harus Kamu Coba

26 Januari 2022
Membandingkan Japlak dan Seblak, Dua Makanan Khas Kegemaran Warga Sukabumi terminal mojok

Membandingkan Japlak dan Seblak, Dua Makanan Khas Kegemaran Warga Sukabumi

4 Juni 2021
Keunikan Stasiun Lampegan, Stasiun dengan Terowongan Kereta Api Tertua di Indonesia

Keunikan Stasiun Lampegan, Stasiun dengan Terowongan Kereta Api Tertua di Indonesia

28 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Terminal Ir Soekarno Klaten Terminal Terbaik di Jawa Tengah

Terminal Ir Soekarno Klaten: Terminal Terbaik di Jawa Tengah yang Menjadi Tuan Rumah Bagi Siapa Saja yang Ingin Pulang ke Rumah

18 Maret 2026
Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

17 Maret 2026
Jerat Motor Kredit Terlihat Mengilat tapi Fondasinya Melarat (Unsplash)

Motor Kredit Menciptakan Kabut Tebal yang Menyembunyikan Wajah Asli Kemiskinan, Terlihat Mengilat tapi Fondasinya Melarat

20 Maret 2026
Stasiun Klaten Stasiun Legendaris yang Semakin Modern

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

16 Maret 2026
motor Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF, Bagusan Honda Giorno ISS Honda motor honda spacy

Honda Stylo Adalah Motor Paling Tidak Jelas: Mahal, tapi Value Nanggung. Motor Sok Retro, tapi Juga Modern, Maksudnya Gimana?

15 Maret 2026
Lotek Khas Solo Bikin Pencinta Lotek Asal Jogja Culture Shock

Lotek Adalah Kuliner Favorit Warga Jogja yang Lebih Janggal dan Lebih Ganjil daripada Gudeg

20 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.