Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Nasib Jalan Braga setelah Pandemi

Sandy Erlangga oleh Sandy Erlangga
25 Oktober 2022
A A
Bandung Kota Kuliner, tapi Orang Asli Bandung Jarang Kulineran braga

Bandung Kota Kuliner, tapi Orang Asli Bandung Jarang Kulineran (Firman Hendrianto via Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dari dulu, Jalan Braga ini bisa dibilang salah satu ikonnya Kota Bandung. Wajar, karena tempat ini punya banyak bangunan yang punya nilai sejarah tinggi. Arsitektur unik peninggalan zaman kolonial di jalan ini menjadi daya tarik yang mungkin tidak bisa di temukan di tempat lain di Bandung. Tempat ini jadi magnet untuk turis mancanegara datang setiap minggunya.

Sejujurnya buat saya yang tinggal di kota ini sejak kecil, hal ini jadi terlihat biasa. Saking seringnya lewat, tak merasa ada yang spesial. Tapi mungkin itu ada hikmahnya, sebab jadi turis di tanah kelahiran justru bukanlah hal yang menyenangkan.

Meski tak asing, saya tahu kalau Braga berubah. Melihat perbandingan ketika saya masih sekolah, hingga sekarang, cukup banyak perubahan yang terjadi. Salah satu yang mencolok mungkin jalannya sudah tidak memakai aspal lagi, diganti batu andesit, mungkin agar terasa seperti jalanan di Eropa.

Karena jalan ini tidak terlalu panjang, dan kita bisa lalui dengan berjalan santai, perubahan sedikit saja akan terasa, terutama bagi mereka yang sering mengamati kiri dan kanan.

Pandemi datang, menghantam apa pun yang telah berdiri tegak. Jalan Braga pun tak luput dari ini. Setelah semuanya (sepertinya) berakhir, Jalan Braga tak lagi sama.

Ketika pandemi, tempat ini juga sempat mengalami mati suri. Saya yang biasa nongkrong setiap malam minggu, harus menyudahi kebiasaan itu dalam waktu cukup lama. Tidak terbayang berapa banyak kerugian yang di alami tempat-tempat usaha di sepanjang jalan ini. Apalagi mengingat turis-turis asing yang tidak jadi datang.

Kini setelah sekian lama, saya akhirnya memutuskan untuk mengunjungi Jalan Braga. Sebenarnya tempat ini sudah mulai aktif kembali semenjak awal tahun. Sayangnya saya baru bisa menyempatkan diri bulan-bulan ini.

Jalan ini kembali ramai dikunjungi orang, terutama menjelang sore. Saat bubaran kerja, atau pulang anak sekolah. Kebanyakan orang datang untuk berwisata kuliner, atau sekadar nongkrong.

Baca Juga:

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Kasihan Kecamatan Cipatat lebih sering diingat buruknya, padahal punya banyak kontribusi lain bagi Bandung Barat

Banyak hal yang masih sama, penjual lukisan dan sketsa yang membuka lapak di pinggir jalan. Beberapa pengrajin yang menjual dagangannya. Beberapa tempat kuliner legendaris yang sudah ada puluhan tahun masih mencoba peruntungan di jalan ini. Hal-hal familiar yang saya temukan dulu, masih saya rasakan. Bahkan masih banyak orang yang menggunakan spot-spot foto di sini untuk berkreasi, menghasilkan foto diri terbaik.

Satu hal yang berubah mungkin hanyalah, hadirnya tempat-tempat usaha baru, yang sayangnya seperti saya bilang, mengubah warna Braga.

Sebenarnya dari dulu saya adalah orang yang paling tidak setuju kalau bangunan di tempat-tempat ini dipugar atau diubah bentuknya. Tidak ada yang bisa membeli sejarah, dan saya selalu yakini itu.

Tapi roda perekonomian memang selalu membutuhkan perubahan. Pada akhirnya kita terpaksa harus rela untuk melihat banyaknya bangunan yang berubah, entah untuk maksud apa. Untungnya tidak semua, karena masih ada yang tetap menggunakan bentuk aslinya, dengan sedikit modifikasi.

Sebagian dari tempat-tempat usaha inilah yang pada akhirnya mengubah wajah Braga. Tapi saya tidak bisa protes, karena mereka jugalah yang membuat tempat ini tetap ramai dikunjungi.

Bahkan terakhir ketika saya lewat ada sekitar dua bangunan yang sedang dirombak. Entah apakah mereka akan mengubah bentuk aslinya atau tidak. Entah apalagi yang berubah di jalan ini.

Jalan Braga, setelah pandemi, jadi tempat yang familiar dan asing dalam waktu yang sama bagi saya. Perubahan tak terelakkan bikin saya asing, meski saya berusaha meyakinkan diri saya bahwa saya kenal tempat ini.

Entah itu bagus atau tidak, saya tak tahu. That is for you to decide.

Penulis: Sandy Erlangga
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Braga Menjelang Kumuh, Julukan yang Pantas Disematkan pada Jalan Tertua di Bandung

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 25 Oktober 2022 oleh

Tags: Bandungjalan braga
Sandy Erlangga

Sandy Erlangga

Fotografer lepas yang lagi pengen nulis.

ArtikelTerkait

Dago Bandung

Sejarah Dago, Tempat Mangkal Petani di Zaman Belanda

19 November 2021
Polban, "Adik Kandung" ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

Polban, “Adik Kandung” ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

18 Januari 2026
Mie Yamin Bandung vs Jogja, kuliner mana yang lebih enak_ (Unsplash)

Mie Yamin Bandung Superior Dibanding Jogja: Ribut Kuliner yang Efektif Memecah Bangsa

16 November 2022
8 Jajanan Sampah Khas Bandung yang Rasanya Bikin Nagih Terminal Mojok

8 Jajanan Sampah Khas Bandung yang Rasanya Bikin Nagih

15 Mei 2022
Jogja Memang Istimewa, tapi Mohon Maaf Bandung Lebih Nyaman untuk Ditinggali

Jogja Memang Istimewa, tapi Mohon Maaf Bandung Lebih Nyaman untuk Ditinggali

26 Mei 2025
4 Tempat Wisata Populer yang Sering Dikira Berada di Ciwidey Bandung, padahal Bukan Mojok.co

4 Tempat Wisata Populer yang Sering Dikira Berada di Ciwidey Bandung, padahal Bukan

20 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang kalah sama Indomaret (Wikimedia Commons)

Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang jualan barang entar pasti kalah sama Indomaret

7 Agustus 2026
Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

5 Agustus 2026
Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

2 Agustus 2026
Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh (Wikimedia Commons)

Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh, komentator nggak jelas, tapi jangan menghujat dulu

1 Agustus 2026
Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

4 Agustus 2026
Stasiun Tambak, stasiun yang hampir tidak ada gunanya bagi warga Tambak Banyumas

Stasiun Tambak, stasiun yang hampir tidak ada gunanya bagi warga Tambak Banyumas

3 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.