Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Nasi Goreng Dikasih Jeruk Nipis, Resep Rahasia Orang Sulawesi yang Bikin Orang Luar Geleng-geleng

Achmad Ghiffary M oleh Achmad Ghiffary M
3 Oktober 2025
A A
Nasi Goreng Dikasih Jeruk Nipis, Resep Rahasia Orang Sulawesi yang Bikin Orang Luar Geleng-geleng

Nasi Goreng Dikasih Jeruk Nipis, Resep Rahasia Orang Sulawesi yang Bikin Orang Luar Geleng-geleng (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Masyarakat Sulawesi Selatan atau Sulsel paling suka dengan makanan yang rasanya asam. Hal inilah yang membuat pendatang yang berasal dari luar Sulawesi Selatan hanya bisa geleng-geleng. Bayangkan saja, makanan yang nggak cocok dibuat asam, seperti nasi goreng, malah ditambah jeruk nipis.

Pernah suatu kali, teman dari luar pulau Sulawesi terkaget-kaget karena pas makan nasi goreng, penjualnya langsung menaruh jeruk nipis di piring. Dengan polosnya, teman saya bertanya pada penjual nasi goreng, “Bang, ini (jeruk nipis) buat apa, ya?”. Penjual turut kebingungan dan menjawab, “Ya buat dikasih di nasi goreng lah.”

Saya memahami kebingungan teman saya. Sebab waktu saya ke Jawa 2021 lalu, saya merasa hambar menyantap makanan di berbagai warung makan karena nggak tersedia jeruk nipis.

Selain jeruk nipis, mangga dan kecombrang juga jadi pengasam andalan masyarakat Sulsel

Pengasam atau yang masyarakat Sulsel sebut dengan pacukka, bukan hanya berasal dari jeruk nipis. Ada juga warga yang memanfaatkan mangga muda dan kecombrang. Mangga muda sendiri biasanya dipakai untuk dijadikan pendamping masakan yang berhubungan dengan ikan. Sedangkan kecombrang lebih dekat deng masakan khas Luwu, Sulsel yang berbahan utama sagu, kapurung.

Untuk dijadikan pengasam, mangga muda terlebih dahulu diiris memanjang, kemudian dimarinasi dengan garam. Setelah itu mangga dikeringkan sampai air yang terkandung di dalamnya benar-benar hilang. Mangga yang sudah kering tadi kemudian bisa dimasukkan ke dalam masakan.

Kalau hidangan nasi goreng enaknya disantap dengan perasan jeruk nipis, masakan yang enak dicampur dengan mangga muda biasanya masakan ikan kuah kuning. Rasanya akan jauh berbeda jika asamnya diganti asam jawa yang lebih pekat.

Selain dikeringkan, mangga muda juga biasanya langsung diolah menjadi sambal khas yang biasa disandingkan dengan ikan bakar. Ikan bakar dengan tambahan sambal mangga muda umumnya mampu memanjakan lidah orang Sulawesi Selatan.

Sementara kecombrang diolah dengan cara digeprek baru dicampur dengan kapurung. Kapurung mirip masakan Papua, papeda. Dari pengalaman pribadi, saya pernah diminta muter-muter mencari kecombrang karena nggak ada yang mau menyantap kapurung tanpa kecombrang.

Baca Juga:

Pengalaman Transit di Bandara Sultan Hasanuddin: Bandara Elite, AC dan Troli Pelit

4 Hal Sepele tapi Sukses Membuat Penjual Nasi Goreng Sedih

Walaupun suka dengan rasa asam, masyarakat Sulsel anti dengan asam cuka

Saat berada di Jawa, tepatnya di Jogja, saya mencoba memakai asam cuka sebagai pengasam soto ayam yang saya santap waktu itu. Rasanya agak aneh di lidah sehingga saya memahami alasan orang Sulsel nggak memakai pengasam ini. Lidah terasa kebas dan rasa asli dari makanan jadi hilang jika mencampur cuka. Lagi pula cuka juga nggak bisa dicampurkan pada semua makanan, salah satunya nasi goreng. Nggak kebayang kalau cuka ditambahi nasi goreng.

Orang di rumah saya juga jarang membeli asam cuka. Saya yang terkadang ikut melihat ibu memasak, jarang melihat beliau mencampurkan asam cuka ke masakan. Menurutnya, lebih baik menggunakan bahan alami buat masakan. Maka jangan heran kalau rumah makan di Sulsel jarang menyimpan cuka di meja. Lebih banyak yang menyajikan irisan jeruk nipis untuk diperas.

Alasan orang Sulsel gemar rasa asam pada masakan, termasuk mencampur nasi goreng dengan jeruk nipis

Dikenal sebagai pelaut sejak zaman dahulu, masyarakat Sulsel memang kebanyakan tinggal di daerah pesisir. Makanya salah satu mata pencaharian masyarakat adalah menjadi nelayan. Letak Sulsel yang diapit Selat Bone dan Selat Makassar juga menjadi alasan pola konsumis masyarakat menyukai olahan ikan.

Nah, lantaran ikan atau hewan laut lainnya mudah busuk, masyarakat memakai pengasam untuk mengawetkannya. Dulu kan belum ada teknologi kulkas, makanya masyarakat mengawetkan ikan dengan asam-asaman tadi. Komponen rasa asam ini juga membuat masyarakat mudah mengidentifikasi kualitas dan kelayakan ikan untuk dikonsumsi.

Jadi, kalau suatu hari kalian datang ke Sulsel dan melihat nasi goreng diberi perasan jeruk nipis, atau bertemu masakan diberi asam, jangan buru-buru protes. Bisa jadi itu cara orang Sulsel mengatakan, “hidup ini hambar tanpa asam”.

Penulis: Achmad Ghiffary M
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 4 Dosa Penjual Nasi Goreng yang Merusak Rasa, Mengurangi Kenikmatan Makan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Oktober 2025 oleh

Tags: jeruk nipiskuliner sulawesinasi gorengnasi goreng jeruk nipisresep nasi gorengSulawesi Selatantukang nasi goreng
Achmad Ghiffary M

Achmad Ghiffary M

Mahasiswa yang menaruh perhatian atas isu-isu lingkungan dan politik. Menyukai sepak bola terutama klub FC Barcalona.

ArtikelTerkait

Kuliner untuk Makan Malam Ini Harusnya Jadi Menu Sarapan (Unsplash)

Kuliner untuk Makan Malam Ini Harusnya Jadi Menu Sarapan

12 Desember 2022
4 Dosa Saat Masak Nasi Goreng yang Nggak Disadari Terminal Mojok

4 Dosa Saat Masak Nasi Goreng yang Nggak Disadari Banyak Orang

22 Juli 2022
5 Perbedaan Nasi Goreng Magelang dan Nasi Goreng Jombang yang Bikin Kaget

5 Perbedaan Nasi Goreng Magelang dan Nasi Goreng Jombang yang Bikin Kaget

27 Juli 2023
Solaria: Restoran Family Friendly yang Tahan Diguncang Pesaing

Solaria: Restoran Family Friendly yang Tahan Diguncang Pesaing

17 Juli 2022
Nontonin Penjual Nasi Goreng Lebih Nikmat ketimbang Makannya (Unsplash.com)

Kenapa ya Nontonin Penjual Nasi Goreng Lagi Masak Lebih Nikmat ketimbang Makan Nasgornya

12 Oktober 2022
Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ilir, dan Ogan Ilir, Apa sih Bedanya?

Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ilir, dan Ogan Ilir, Apa sih Bedanya?

28 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

21 Februari 2026
Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana?

Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana?

20 Februari 2026
Vespa Matic: Tampilannya Keren, tapi Payah di Jalan Nggak Rata dan Tanjakan Mojok.co

Vespa Matic, Motor Mahal yang Nggak Masuk Akal, Harga Setara Mobil Bekas, Fiturnya Minim!

21 Februari 2026
Orang Purwokerto Adalah Manusia Paling Sombong di Banyumas (Wikimedia Commons)

Orang Purwokerto Adalah Manusia Paling Sombong se-Kabupaten Banyumas

15 Februari 2026
Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

20 Februari 2026
QRIS Masuk Desa, yang Ada Cuma Ribet dan Cepat Miskin (Unsplash)

QRIS Masuk Desa, yang Ada Cuma Keribetan dan Bikin Cepat Miskin

19 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti
  • WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!
  • 3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa Serta Tak Berdaya, tapi Tak Bisa Berbuat Apa-apa karena Terpaksa
  • Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang
  • Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa
  • Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.