Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Musik

Narasi Membela Tri Suaka dan Kawan Pengamennya Itu

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
26 April 2022
A A
Narasi Membela Tri Suaka dan Kawan Pengamennya Itu Terminal Mojok.co

Narasi Membela Tri Suaka dan Kawan Pengamennya Itu (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ribut-ribut di TikTok dan Twitter hadir dari musisi bernama Tri Suaka dan kawan pengamennya yang kalau nyanyi, bibirnya bergejolak membangun cengkok. Mungkin niat mereka memperindah lagu. Tapi, kalau di kuping saya malah seperti petasan mejen. Mereka mengejek Andika Kangen Band, dalam hal gaya bernyanyinya yang memang sejak dulu dikenal sebagai menye-menye-core itu.

Kangen Band (atau lebih spesifiknya Andika yang di-roasting) mungkin sudah biasa menerima ejekan. Dalam membangun karier, ejekan adalah menu utama. Dalam kanal YouTube Vindes, bahkan Vincent pernah terang-terangan berkata tidak menyukai musik yang mereka mainkan. Andika tahu, tapi ia menunggu. Menghormati musisi senior adalah pilihan wajib yang Andika tempuh. Seiring berjalannya waktu, toh saling respect hadir di antara mereka.

Cover lagu (Shutterstock.com)

Lantas, kalau ada musisi antah berantah yang doyannya cover lagu, dimintai monetisasi malah menghindar, ya saya merasa mafhum jika warganet muntah-muntah karena jijik. Siapa dan dari mana mereka, kenapa tingkahnya nggatheli, bukannya minta maaf malah membahas “karya” adalah hal menjijikkan yang berlanjut setelahnya.

Semua bilang, “Nggak ada angin, nggak ada hujan, mereka mengejek legenda.” Saya menolak narasi tersebut. Menurut saya, apa yang dilakukan oleh Tri Suaka dan kawan pengamennya itu adalah efek domino dari tingkah mereka yang banyak tidak disukai orang-orang yang sadar dengan tingkah mereka.

Akan tetapi, kalau mau ditelaah lagi, tingkah mereka yang lebih menjijikkan (sial, sudah berapa kata jijik yang saya tulis sampai paragraf ini) ketimbang bangsa barbar itu ada hal positifnya. Benar, saya nggak sedang satir atau apa pun itu. Sebetulnya, banyak manfaat yang bisa dipetik dari perilaku ndlogok Tri Suaka dan kawan pengamennya itu.

Pertama, pentingnya menghargai senior. Kebodohan Tri Suaka ini bakal jadi pelajaran yang berharga banget buat para musisi muda. Mereka akan tahu bahwa senioritas dalam artian positif itu penting buat kelanjutan karier mereka.

Sekalipun Kangen Band yang sering dapat hujatan di eranya, yang namanya senior dan menghasilkan hits terbaik memang layak untuk dihargai. Makanya, kita harus betul-betul menghargai kebodohan dan tingkah kemaki super wagu ra mutu Tri Suaka dan kawan pengamennya itu.

Kedua, kita jadi tahu mana “karya yang bikin kita hidup” dan mana yang “hidup dari karya orang”. Kawan pengamen Tri Suaka bilang begini, “Iya, saya pengamen. Tapi aku punya karya. Kamu nggak, ya?” Saya jadi tergelitik, karya apa yang sudah mereka buat? Apa sih arti terminologi karya? Kenapa karya begitu multitafsir di kepala mereka?

Baca Juga:

4 Tempat Favorit yang Paling Sering Dikunjungi Pak Duta Sheila On 7 di Jogja

Mulai dari Nama Besar Hingga Banyaknya Pendengar di Platform Digital, Inilah Alasan Mengapa Band Bisa Punya Rate Harga yang Mahal  

Ternyata, mereka kira sesuatu yang sudah tampil di platform media, itu adalah mutlak karya mereka. Padahal, yang muncul di sana adalah karya milik orang lain yang mereka “buat versi lain”. Mereka itu sedang berkarya, tapi dalam artian hidup dalam karya orang lain.

Hasil cover biasanya ditayangkan di YouTube (Shutterstock.com)

Ketiga, perihal pengamen. Saya pernah liputan tentang Pieter Lennon, pengamen flamboyan asal Jakal. Ia selalu bilang bahwa ngamen bukan sekadar uang, tetapi juga bagaimana perilaku terhadap pendengar dan sesama pengamen itu sendiri. Mas Piet selalu ngendika, menghargai itu pilihan mutlak yang nggak bisa diganggu-gugat.

Banyak yang bilang Tri Suaka dan kawan pengamennya itu begini, “Dasar pengamen!” Wah, jangan salah. Sejarah panjang saya nyemplung di Terminal Giwangan dan Terminal Umbulharjo, kayaknya pengamen yang kurang ajar ya memang baru mereka doang, deh.

Pengamen itu banyak yang baik. Bahkan ketika saya kecil, mereka sudi memberikan uang untuk jajan soto pada saya. Bayangkan saja, anak polisi dikasih uang sama pengamen. Nah, maka dari itu, kejadian ndlogok Tri Suaka itu jangan sampai jadi tolok ukur melihat pengamen secara utuh.

Keempat, pelajaran untuk membuat undang-undang secara tegas untuk musisi cover. Dalam Facebook pribadinya, Erwin Agam selaku pencipta lagu “Emas Hantaran” protes. Ia protes meminta kompensasi dari lagu buatannya yang ditonton jutaan orang. Apa yang dilakukan Tri Suaka? Ia mematikan monetisasi. Luar biasa, kan?

Harus ada aturan jelas tentang ini agar bukan hanya musisi cover saja yang sejahtera, tapi juga para pencipta lagunya. Di luar negeri, bahkan pencipta lagu mendapatkan bagian dari lagu yang akan dibawakan oleh musisi lain. Terima kasih, Tri Suaka, berkat kesombongan kalian, semoga negara ini jadi melek perihal hak cipta.

Nyanyi (Shutterstock.com)

Banyak kabar yang memberitakan bahwa kalau mau nanggap Tri Suaka harus siap uang 50 juta, Surya satu slop, coklat, minuman, hotel berbintang, dan lainnya. Sek, sek, ini mau nanggap musisi atau mau seserahan sajen kok ada Surya segala?

Membicarakan raider musisi, yang terbaik ya memang Sheila on 7. Kalau mereka manggung harus ada pemadam kebakaran dan ambulance. Mereka mengutamakan keselamatan penggemar, bukan memeras penggemar. Memang, mas-mas Sheila on 7 ini selalu ketiban rejeki. Musisi lain yang blunder, justru mereka yang diagung-agungkan dan mendapatkan pujiannya. Perbuatan baik apa yang sudah mereka lakukan di masa lalu, ya?

Penulis: Gusti Aditya
Editor: Audian Laili

BACA JUGA Benarkah Semua Orang Suka Sheila on 7?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 26 April 2022 oleh

Tags: Coverkangen bandPengamenSheila on 7Tri Suaka
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Terima Kasih Kangen Band, Kalian Telah Menghiasi Masa Remaja Saya dengan Dawai-dawai Cinta terminal mojok

Kangen Band, Terima Kasih Telah Menghiasi Masa Remaja Saya dengan Dawai-dawai Cinta

19 April 2021
band tahun 2000an

Band Era 2000an yang Katanya Kampungan tapi Diam-diam Dirindukan

17 Oktober 2019
Alun-alun Kidul Jogja Penuh Pengemis dan Pengamen yang Kadang Agresif, Masalah yang Menggerogoti Pariwisata Jogja

Alun-alun Kidul Jogja Penuh Pengemis dan Pengamen yang Kadang Agresif, Masalah yang Menggerogoti Pariwisata Jogja

18 Agustus 2024
jatuh cinta playlist tahun 2000 MOJOK.CO

Jatuh Cinta Bersama Playlist Tahun 2000, dari Naff, Sheila on 7, Sampai Nineball

8 Juli 2020
Jika Pengamen dan Peminta-minta Ada di Perempatan Lampu Merah Wakatobi terminal mojok.co

Jika Pengamen dan Peminta-minta Ada di Perempatan Lampu Merah Wakatobi

22 Januari 2021
Ternyata Juminten-nya Kangen Band Adalah Mbak-mbak Pekok yang Gemar Hedon terminal mojok.co

Ternyata Juminten-nya Kangen Band Adalah Mbak-mbak Pekok yang Gemar Hedon

11 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib Mojok.co

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib

1 Februari 2026
Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026
Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.