Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Motor Sport Itu Menang Bodi doang, Selebihnya Biasa Saja

Budi oleh Budi
12 Oktober 2020
A A
oli motor sports spakbor ergonomi nggak nyaman mojok

oli motor sports spakbor ergonomi nggak nyaman mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Jika ditanya tipe motor apa yang saya benci, saya bakal menjawabnya dengan lantang motor sport, sebangsa CBR, R25, R15, GSX, dan motor-motor berfairing lainnya. Alasannya cukup privasi bagi saya dan nggak akan saya sebutkan di sini. Tapi, saya akan menyebutkan kenapa motor sport nggak begitu worth buat dibeli jika mengesampingkan sisi tampangnya yang keren itu.

Bagi saya pribadi, motor jenis ini hanya menjual tampang dan punya kenyamanan di bawah rata-rata, jadi buat kamu yang ngebet pengin banget beli motor sport untuk dibuat harian, saya sarankan lebih baik urungkan niat. Jangan terkecoh hanya dengan terlihat keren. Pasalnya yang keren tak selalu menggambarkan hati performa mesin serta memberikan kenyamanan seutuhnya. Begitulah tabiat motor sport ini.

Terus soal posisi riding jika dibandingkan sama motor matic, sebut saja Honda Beat masih enak Beat kemana-mana sih, bagi saya lho ya. Buat apa tampang keren, kece tapi nggak bisa bikin nyaman, halah. Banyak nilai minus motor sport yang bakal disebutkan yang seringkali nggak diketahui karena tertutup tampilannya yang keren. Kira-kira kayak begini alasannya.

Riding position-nya bikin encok

Saya nggak mungkin membenci tanpa alasan yang jelas, termasuk dalam membenci motor sport. Ketika saya mencoba motor ini, meski hanya untuk muter-muter, saya langsung kapok. Riding position yang terlalu menunduk membuat punggung saya sakit. Ini baru muter-muter lho ya, belum dalam perjalanan yang jauh.

Ergonomi yang nggak menyenangkan itu bakal menyulitkan kita ketika berada di jalan-jalan kota yang macet. Belum kalau kita ke daerah pinggiran yang jalannya banyak yang berlubang. Udah kita harus pelan-pelan yang berarti kita bakal nggak nyaman, tambah harus menghindari lubang atau malah kena lubang. Ya Tuhan nggak ada nyamannya ini motor.

Yang bonceng bakal sengsara

Jangan harap bisa memegang begel dengan rasa aman di motor ini, pasalnya semua pabrikan seperti bersekutu untuk tidak memasang besi pegangan ‘begel’ yang umum ada di motor matic dan bebek. Jalan satu-satunya agar sedikit merasa aman dari was-was akan jatuh tentu saja para boncenger dan ukhti harus pegangan sama yang lagi bawa motor. Dengan kata lain, motor sport juga bisa dikatakan motor modus bagi para fucek boy dil uar sana.

Terus soal sensasi boncengnya yang kayak naik roller coaster itu benar adanya. Asal tahu saja bahwa saat dibonceng dengan motor sport yang notabene posisi jok belakang lebih tinggi dari yang depan itu berarti hembusan angin dari depan, pemandangan orang pacaran di atas motor, terus guguran daun pohon mahoni bakal langsung kena boncenger. Berbeda dengan posisi tipe motor lain yang hampir sejajar, sehingga bisa sedikit berlindung di balik punggung sang rider. Alih-alih memberi rasa melindungi, yang membonceng malah kena sial.

Kalo hujan suka nyiprat

Posisi spakbor belakang motor sport itu nggak menutupi ban, nggak seperti motor matic dan bebek. Alhasil, ketika hujan, pengendara motor di belakang bakal kecipratan air. Terkadang, pemilik motor sport juga melepas spakbor belakang mereka biar motor kelihatan lebih sporty.

Baca Juga:

Sengaja Beli Honda Vario 160 untuk Pamer Berakhir Penyesalan karena Jadi Repot Sendiri

Honda Beat Motor yang Mudah Digunakan, Dirawat, dan Dimaling

Jujur aja, waktu dilepas emang keliatan itu motor lebih tinggi dan rapi. Cuman, pas hujan nanti bisa ditebak orang di belakang bakal kecipratan air sampe muka. Iya, memang kek gitu jadinya. Nggak percaya? Sana gih nyoba.

Yang dirugikan nggak hanya pengendara lain, Bro. Orang yang bonceng motor sport pun bakal kecipratan air dari ban. Ban yang tinggi plus nggak ada penutup di rantai bikin air mengotori kaki pembonceng. Kasihan yang bonceng, Bro., kudu bersih-bersih kaki tiap turun dari kendaraan.

Bikin yang naik jadi sombong

Naik motor sport, tidak dimungkiri, memberi Anda sensasi yang berbeda. Selain sensasi berkendara yang berbeda, juga prestise yang meningkat. Nah, ini masalahnya. Kalau yang naik hanya sekadar seneng dan bangganya disimpen sendiri sih nggak apa-apa. Kalau takabur, bagaimana?

Orang-orang yang takabur gara-gara motor sport itu adalah musuh di jalan. Gimana nggak musuh, orang pengendara motor sport yang takabur itu biasanya ugal-ugalan di jalan. Selain bikin bahaya diri sendiri, bisa bikin orang lain kena celaka.

Bener dah, ni motor emang isinya mudharat. Udah nggak nyaman buat pengendara, nggak nyaman buat pembonceng, bikin kotor, plus bikin sombong. Astaghfirullah, laknat kali ini motor.

Maka dari itu, saya sarankan nggak usah beli ini motor, banyak negatifnya. Saya mah nggak bakal beli motor sport, orang nggak punya duit. Beda cerita kalau punya duit, paling saya kirim artikel “Betapa Enaknya Mengendarai Motor Sport”. Tapi, kan saya belum punya, jadi nggak beli.

Pokoknya, jangan beli, kasihan boyokmu.

BACA JUGA Pasang Knalpot Racing Adalah Tanda Pemilik Motor Boros dan Tidak Setia dan tulisan Budi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 14 Oktober 2020 oleh

Tags: ergonomimotor bebekmotor maticmotor sport
Budi

Budi

Seorang montir tinggal di Kudus yang juga menekuni dunia kepenulisan sejak 2019, khususnya esai dan fiksi. Paling suka nulis soal otomotif.

ArtikelTerkait

Merawat Motor Matic Itu Ribet, 5 Faktor Inilah Penyebabnya terminal mojok.co

Merawat Motor Matic Itu Ribet, 5 Faktor Inilah Penyebabnya

27 September 2020
6 Fakta Soal Motor Matic yang Tidak Diketahui Perempuan

5 Penyakit Motor Matic dan Cara Mendeteksinya

21 Desember 2022
Suzuki Avenis 125 Nggak Belajar dari Pengalaman. Apakah Suzuki Sengaja Memproduksi Sepeda Motor yang Nyeleneh biar Dibilang Rare di Masa Depan?

Suzuki Avenis 125 Nggak Belajar dari Pengalaman. Apakah Suzuki Sengaja Memproduksi Motor Nyeleneh biar Dibilang Rare di Masa Depan?

23 Juni 2024
Perjalanan 1232 Kilometer Bersama Honda Beat, Motor Terbaik untuk Mengais Rezeki

Perjalanan 1232 Kilometer Bersama Honda Beat, Motor Terbaik untuk Mengais Rezeki

23 Juli 2023
3 Suara Ganjil Motor Matic yang Butuh Servis. Terpaksa Saya Tulis karena Banyak Pengendara Nggak Peka Mojok.co

3 Suara Ganjil Motor Matic yang Butuh Servis. Terpaksa Saya Tulis karena Banyak Pengendara Nggak Peka

26 Maret 2024
Yamaha Aerox, Motor yang Aneh, Mahal, dan Suspensi kayak Batu (Unsplash) motor matic

5 Motor Matic yang Meresahkan di Jalanan dan Sering Dihujat, Awas Panas!

30 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Andai Suzuki Burgman Street 125 Ganti Logo Jadi Honda, Pasti Laris di Indonesia

Saya Kira Orang Bilang Suzuki Burgman Jelek Itu Cuma Lebay, ternyata Memang Sejelek Itu

9 Juni 2026
Desa Telagamurni Bekasi Punya Semua Hal yang Dibutuhkan Warga kecuali yang Paling Penting, Kenyamanan Mojok.co

Desa Telagamurni Bekasi Punya Semua Hal yang Dibutuhkan Warga kecuali yang Paling Penting, Kenyamanan

5 Juni 2026
Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang Mojok,co

Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang

5 Juni 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Para Pengendara Motor di Jogja Itu Terkenal dengan Santainya, kecuali Orang Bantul Selatan

9 Juni 2026
Derita Di Balik Keindahan Brown Canyon Semarang: Kisah Warga yang Harus Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang Mojok.co

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Brown Canyon Semarang, Warga (Terpaksa) Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang

4 Juni 2026
Bagi Tenaga Honorer seperti Saya, Mampu Bertahan di Tengah Negara yang Absurd Adalah Sebuah Pencapaian  Mojok.co

Bagi Tenaga Honorer seperti Saya, Mampu Bertahan di Tengah Negara yang Absurd Adalah Sebuah Pencapaian 

6 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.