Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Pengendara Motor yang Menyalakan Lampu Hazard dan Kebut-kebutan di Jalan Raya Itu Punya Masalah Apa sih?

Dimas Junian Fadillah oleh Dimas Junian Fadillah
27 November 2025
A A
Pengendara Motor yang Menyalakan Lampu Hazard dan Kebut-kebutan di Jalan Raya Itu Punya Masalah Apa sih? Mojok.co

Pengendara Motor yang Menyalakan Lampu Hazard dan Kebut-kebutan di Jalan Raya Itu Punya Masalah Apa sih? wikipedia.org

Share on FacebookShare on Twitter

Akhir-akhir ini saya makin sering menjumpai pengendara motor yang sembrono menggunakan lampu hazard. Sebuah fitur lampu sein yang bisa nyala pada dua sisi kanan maupun kiri. Bahkan, baru kemarin saya nyaris mengalami kecelakaan karena seorang pengendara yang ngebut sambil menyalakan lampu yang ambigu itu. Lampu yang seharusnya memberi petunjuk arah justru membuat bingung, tiba-tiba asal motong jalan tanpa peringatan.

Karena itu, saya merasa perlu memberikan pengingat, kebiasaan menyalakan hazard sembarangan ini sebaiknya segera dihentikan. Bukan karena saya ingin menggurui, tetapi karena kebodohan ini semakin terlihat nyata di jalan. Semoga tulisan ini sampai ke yang bersangkutan. Meski saya sadar, harapannya mungkin setipis logika mereka saat menekan tombol hazard tanpa berpikir panjang.

Fungsi lampu hazard itu digunakan saat kendaraan berhenti darurat saja

Mari kita luruskan, lampu hazard memang dirancang untuk kondisi-kondisi darurat. Misal, motor mogok, ban kempes, atau keadaan lain yang membuat kendaraan harus berhenti. Jadi, jangan sekali-kali membalik logikanya dengan menyalakan hazard sambil melesat kencang di jalan raya.

Aturan hukum pun jelas, Undang-Undang Nomor 22/2009, Pasal 121 ayat 1, menyatakan bahwa setiap pengemudi wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat bahaya, atau penanda lain saat berhenti dalam kondisi darurat. Singkatnya, lampu hazard memang bukan alat pamer, bukan jimat selamat saat salip-salipan, dan tentu saja bukan untuk membingungkan pengendara lain. Menyalahgunakan fitur ini hanya menegaskan bahwa dirimu lebih “darurat”dan tidak menghiraukan keselamatan.

Lampu hazard nggak bikin perjalananmu makin cepat sampai tujuan

Sebenarnya, apa sih masalahmu sampai harus menyalakan hazard sambil ngebut di jalan raya? Ingin cepat sampai? Ingat, pengendara lain juga pengin cepat sampai dengan selamat. Alih-alih mempersingkat waktu, keteledoran dan keegoisanmu itu malah bisa bikin perjalanan jadi lebih lama.

Bisa jadi karena lampu sein nyala semua pengendara lain kebingungan untuk menghindar hingga membuat insiden saling senggol yang berakhir adu debat di pinggir jalan, atau amit-amit kecelakaan yang bikin kamu dan orang lain bolak-balik ke rumah sakit.

Jalan raya itu bukan panggung buat ego pribadi, dan tombol hazard bukan alat untuk menakut-nakuti atau mengancam keselamatan orang lain. Kalau merasa terlalu terburu-buru untuk sampai ke tujuan, lebih bijak untuk berangkat lebih awal saja atau kalau mau repot sedikit ya bikin jalan pribadi sendiri: dijamin nggak ada yang menyalip, nggak ada yang dibuat panik, dan kamu bisa sampai tujuan tanpa harus mengacaukan hidup orang lain.

Sudahi tingkah konyolmu itu!

Sudah sepantasnya kita mulai menggunakan akal sehat saat berkendara. Menyalakan lampu hazard dengan sembrono, apalagi sambil ngebut atau zig-zag di tengah lalu lintas, bukanlah tanda kecerdikan atau keberanian. Sebaliknya, itu adalah manifestasi sifat egoisme konyol yang, jujur saja, sangat memalukan untuk dilakukan.

Baca Juga:

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan

Bagi Orang Bengkel, Honda Beat Adalah Motor Paling Masuk Akal yang Pernah Mengaspal

Terlebih, dunia ini akan tetap berputar kok, meski kamu menahan diri sebentar dari kebiasaan konyol itu. Menghormati aturan dan keselamatan bersama di jalan raya bukan cuma urusan hukum, tapi soal kesadaran diri dan kedewasaan.

Kalau masih keras kepala, ya silakan lanjutkan saja, risiko tanggung sendiri. Tapi, satu hal yang pasti, jangan sampai orang lain ikut jadi korban dari ulahmu.

Penulis: Dimas Junian Fadillah
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 10 Kebiasaan Buruk yang Harus Ditinggalkan agar Motor Nggak Gampang Mogok Saat Musim Hujan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 November 2025 oleh

Tags: fitur motorjalan rayalampu hazardMotorpengendaraPengendara Motor
Dimas Junian Fadillah

Dimas Junian Fadillah

Magister Administrasi Publik, tertarik menulis isu lokal, politik dan kebijakan publik.

ArtikelTerkait

Kalau Boleh Jujur, Lagunya Mulan Jameela Itu Cihuy Banget, Cuy! terminal mojok.co

Udah, Ngaku Aja Kalau Nyanyi Sambil Berkendara Itu Asyik Betul!

17 Maret 2020
ICJ satuan waktu sak ududan perokok anak kecil djarum super mojok mulut asbak

Kalau Kena Abu Rokok Pengendara di Jalanan Jogja, Sebaiknya Nggak Usah Lapor ke ICJ

27 September 2021
Suzuki Smash Memang Lemah Lembut, tapi Ia Abadi terminal mojok.co

Suzuki Smash Memang Lemah Lembut, tapi Ia Abadi

16 Mei 2021
Satria f suzuki nex honda beat mojok

Suzuki Satria F Ternyata Nggak Seenak yang Dibayangkan

25 November 2020
pemuda kasmaran spare parts motor jadul lubang jalanan mojok

Beli Spare Parts Imitasi Itu Adalah Pemborosan yang Tertunda

3 November 2020
Ketahui Cara Baca Ukuran Ban Berikut, biar Nggak Kena Tipu Saat Beli terminal mojok otomotif otomojok nitrogen

Tips Merawat Katup Ban yang Diisi Angin Nitrogen dari Tukang Tambal Ban

5 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan

1 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Sudah Saatnya Soreang Punya Mal supaya Nggak Bergantung sama Mal di Kota Bandung

Sudah Saatnya Soreang Punya Mal supaya Nggak Bergantung sama Mal di Kota Bandung

30 Januari 2026
4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam
  • Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.