Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pengendara Motor yang Masuk Jalur Mobil Jembatan Suramadu Itu Jelas Salah, Ngapain Dibela?

Adhitiya Prasta Pratama oleh Adhitiya Prasta Pratama
22 Januari 2024
A A
Orang Madura Bukannya Nggak Paham Aturan, tapi Jalur Motor Jembatan Suramadu Terlalu Sempit hingga Terpaksa Menggunakan Jalur Mobil Mojok.co

Orang Madura Bukannya Nggak Paham Aturan, tapi Jalur Motor Jembatan Suramadu Terlalu Sempit hingga Terpaksa Menggunakan Jalur Mobil  (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa hari lalu, saya membaca tulisan Mas Abdur Rohman soal pengendara motor yang nekat masuk di jalur mobil Jembatan Suramadu. Risetnya soal para pengendara motor yang melaju di jalur mobil itu saya yakini sangat akurat. Namun, yang saya kurang setuju adalah soal lebar jalur motor yang dirasa sempit sebagai alasan utamanya.

Saya rasa, sedikit berlebihan untuk menggunakan alasan itu. Pasalnya, kalau dipikir-pikir, para kontraktor dan arsitek Jembatan Suramadu tentu sudah memperhitungkan dengan cermat soal lebar dan sempitnya jalur. Jadi bukan asal-asalan.

Ditambah lagi, yang dituliskan Mas Rohman soal Suramadu, jembatan megah yang menghubungkan Surabaya dan Madura, pada dasarnya memang sering menjadi saksi bisu aksi para pengendara motor yang nekat menantang jalur mobil. Terlepas dari keberanian mereka, nyatanya bagi saya tindakan ini tidak hanya salah dari segi undang-undang, tetapi juga berpotensi membahayakan.

Sebab, tujuan utama dibuatkan jalur-jalur untuk pengendara, baik roda dua maupun roda empat adalah tentang keamanan dan keselamatan. Kontraktor yang membangun Jembatan Suramadu tentu sudah menimbang seperti apa dan bagaimana jalur yang aman. Maka, saya rasa salah jika pengendara motor yang berkendara di luar jalurnya masih dinormalisasi. Bisa-bisa, membuat rugi mereka sendiri.

Jalur motor Jembatan Suramadu itu pasti udah didesain secara matang

Pengalaman saya melewati Jembatan Suramadu pada dasarnya sama dengan pengalaman Mas Rohman atau kebanyakan orang lainnya. Ketika melewatinya, kita sering disuguhkan adegan dramatis di jalur mobil Jembatan Suramadu. Yakni dengan pengendara motor yang tanpa ragu memasuki lajur kendaraan beroda empat itu.

Alasan remehnya adalah jalur motor yang terlalu sempit, sehingga mereka memutuskan untuk lewat jalur mobil saja. Malahan, kalau saya amati, jalur motor yang ada di Suramadu itu sudah cukup ideal. Kenapa? Bayangkan saja kalau jalur motor dibuat lebar dan bisa memuat kendaraan bahkan hingga 3 motor sekaligus. Ditambah lagi dengan angin laut yang kencang itu, bisa-bisa oleng semua. Apa malah tidak tambah membahayakan? Wong lagian ya, jalur yang cukup untuk satu motor saja kadang-kadang digunakan untuk salip-menyalip, kok.

Alasan lainnya adalah kontur jalan yang tidak rata akibat penggunaan material U-Ditch. Menurut saya, penilaian itu sedikit berlebihan. Maksud saya, ketidakrataan jalan akibat penggunaan balok beton itu justru menjadi rambu-rambu alami agar pengendara tidak kebut-kebutan dan salip-salipan. Lagian, saya tidak bisa membayangkan jika jalur motor di Jembatan Suramadu dibuat mulus. Apa tidak malah digunakan untuk pacuan motor drag racing milik Boger Bojinov dan kawan-kawannya? Mikir!

Secara undang-undang memang sudah diatur dan wajib ditaati

Padahal, dalam Peraturan Pemerintah nomor 44 tahun 2009 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No 15 tahun 2005 pasal 38 ayat 1 sudah diterangkan kalau jalan tol dilarang dilintasi oleh pengendara motor. Kecuali sebagaimana pasal 38 ayat 2 bahwa jalan tol bisa dilengkapi dengan jalur khusus bagi kendaraan bermotor roda dua yang secara fisik terpisah dari jalur jalan tol untuk kendaraan roda empat atau lebih.

Baca Juga:

3 Sisi Gelap Jembatan Suramadu yang Bikin Wisatawan Enggan Balik Lagi ke Madura

Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

Namun akan timbul pertanyaan, memangnya Jembatan Suramadu adalah tol? Jawabannya, iya. Badan Pengatur Jalan Tol dari Kementerian PUPR awalnya meresmikan jembatan terpanjang di Indonesia ini sebagai Jembatan Tol Surabaya-Madura pada 10 Juni 2009 lalu. Meskipun pada pada 2018 hingga saat ini, melalui Perpres No. 98 tahun 2018 status jembatan ini berubah menjadi non-tol.

Akan tetapi, kalau dari awal saja sudah diresmikan sebagai tol, dalam pembangunan Jembatan Suramadu tentu menggunakan standard pembangunan jalan tol juga, bukan? Otomatis, penggunaan jalur mobil, ya, harus diperuntukkan untuk mobil, dan jalur motor memang untuk motor. Jadi sudah sangat jelas.

Meski begitu, beberapa pengendara motor terus saja menganggap jalur mobil adalah arena yang tidak bermasalah jika dilalui oleh motor. Padahal, saya yakin aturan ini tidak diciptakan untuk mempersulit pengguna jalan, tetapi untuk menjaga keamanan mereka bersama.

Bahaya laka lantas

Pelanggaran-pelanggaran tersebut menghasilkan angka kecelakaan di Jembatan Suramadu yang tidak bisa dianggap remeh. Banyak sedikitnya kecelakaan di Suramadu, harus menjadi perhatian dan pembelajaran bersama. Bahkan, mobil yang sudah benar-benar berada di jalurnya saja bisa mengalami kecelakaan karena oleng. Bagaimana jika ada pengendara motor yang tidak pada jalurnya? Buktinya, pada hari Sabtu (20/01/2024) lalu, seorang pengendara motor dari Surabaya mengalami kecelakaan di jalur mobil Jembatan Suramadu diduga karena oleng terlibas angin.

Tentu hal ini menjadi gambaran betapa pentingnya berkendara sesuai dengan porsinya. Saya tidak muluk-muluk. Pasalnya, kecelakaan yang terjadi di Jembatan Suramadu tidak hanya merugikan pengendara motor sendiri. Tetapi, juga menimbulkan dampak pada mobilitas di wilayah tersebut. Bisa-bisa, kondisi ini dapat menghambat arus kendaraan dan menyebabkan kemacetan, yang pada gilirannya dapat memicu kecelakaan lainnya. Amit-amit!

Perlu untuk diingat, bahwa Jembatan Suramadu adalah akses penting untuk mendistribusikan banyak aspek, mulai dari budaya, ekonomi, kemajuan teknologi, pendidikan, dsb. Jangan sampai kejadian-kejadian yang membahayakan dan mengerikan juga ikut terdistribusi. Apalagi sikap para pengendara motor yang mengambil jalur mobil itu tetap dinormalisasi. Sering terjadinya kecelakaan seharusnya menjadi peringatan bagi semua pengguna jalan untuk lebih mematuhi aturan dan memperhatikan keselamatan bersama, bukan?

Penulis: Adhitiya Prasta Pratama
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jembatan Suramadu: Penghubung Antarpulau Sekaligus Portal Mesin Waktu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Januari 2024 oleh

Tags: jalan toljalur mobiljalur motorjembatan suramadu
Adhitiya Prasta Pratama

Adhitiya Prasta Pratama

Seorang mahasiswa yang hobi baca apa aja di depannya.

ArtikelTerkait

Surabaya Lebih Jago Memanfaatkan Jembatan Suramadu daripada Bangkalan Madura Mojok.co

Surabaya Lebih Jago Memanfaatkan Jembatan Suramadu daripada Bangkalan Madura

14 April 2024
Wisata Kolong Jembatan Suramadu, Potret Warga Surabaya yang Kurang Tempat Healing Mojok.co

Wisata Kolong Jembatan Suramadu, Bukti Warga Surabaya yang Kurang Tempat Healing

18 Desember 2023
Jalan Tol Lampung: Penggerak Mobilitas, Pembunuh UMKM bus akap

Jalan Tol Lampung: Penggerak Mobilitas, Pembunuh UMKM

17 Oktober 2023
Tips Melewati Jalan Tol yang Tidak Diajarkan Petugas Jalan Tol terminal mojok

Tips Melewati Jalan Tol yang Tidak Diajarkan Petugas Jalan Tol

4 Desember 2021
Ringroad Jogja, Jalan yang Amat Tidak Ramah untuk Pengendara Sepeda Motor

Ringroad Jogja, Jalan yang Amat Tidak Ramah untuk Pengendara Sepeda Motor

10 November 2023
Jalan Tol Trans Sumatera Bakauheni-Palembang Ampas, Kalah Bagus sama Jalan Depan Rumah Saya

Jalan Tol Trans Sumatera Bakauheni-Palembang Ampas, Kalah Bagus sama Jalan Depan Rumah Saya

17 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

30 Januari 2026
Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026
Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

31 Januari 2026
5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan Mojok.co

5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan

31 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.