Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Politik

Money Game yang Merenggangkan Silaturahmi

Intan Kirana oleh Intan Kirana
30 Mei 2019
A A
money game

money game

Share on FacebookShare on Twitter

Pada akhirnya saya tergelitik untuk membuka ribuan kenangan lama tentang pertemanan yang membusuk. Karena kali ini, ada satu kenalan saya yang menawarkan sebuah konsep—yang katanya—baru dalam money game alias permainan mendulang uang yaitu trading.

Saya yang awam ini tentunya hanya mampu mengidentikkan trading dengan aktivitas main saham, valas (valuta asing), dan sejenisnya. Sesuai dengan pengetahuan investasi yang saya pelajari gratis di Twitter dan laman internet lain, ada beberapa cara legal yang mesti kita lewati kalau mau berinvestasi dengan jalan itu.

Nah, teman saya ini menawarkan sebuah hal yang berbeda yang dia klaim sebagai trading anti-gagal.

“Zaman sekarang main valas pakai cara konvensional? Kapan kayanya?—kalah sama yang udah main duluan. Sini deh gue ajak kaya lewat investasi valas dengan perusahaan xxx.”

Teman saya kemudian melanjutkannya dengan menghina berbagai macam trik awam untuk trading—mulai dari copy trading bahkan sampai trik babi ngepet. Semuanya dia lakukan dengan cara yang amat persuasif—sampai mungkin—kalau rasa trauma saya tidak muncul, saya akan mudah mengiyakan apa yang dia katakan.

Oh ya, saya belum cerita trauma macam apa yang saya alami terkait hal ini. Beberapa tahun yang lalu, seorang teman menawarkan jalan pintas untuk jadi kaya. Sebagai seorang mahasiswa, tentu ini seperti secercah sinar mentari di antara musim dingin ekstrem Rusia. Teman saya pun bilang: nanti ya, gue dateng ke kosan lo bareng temen gue.

Usut punya usut, cara jadi kaya yang ditawarkan oleh teman saya adalah dengan menjual beberapa barang—yang menurut saya—tidak berfaedah dan dilebih-lebihkan manfaatnya. Ketimbang menawarkan keampuhan produk, teman saya dan rekannya ini justru seperti mengarahkan saya untuk merekrut lebih banyak orang supaya mau bergabung dan membayar biaya anggota.

Pada saat itu, saya langsung benci setengah mati pada sistem MLM (Multi-Level Marketing). Namun, setelah melalui beberapa kali rayuan gombal dari teman semacam ini, kemudian saya sadar bahwa ini namanya money game.

Baca Juga:

Belajar Trading Saham agar Cepat Kaya seperti Timothy Ronald, Malah Berujung Rungkad

5 Hal yang Harus Diingat Saat Terjun ke Dunia Saham

Sistem MLM memang berfokus pada konsep member gets member atau rekrutmen anggota. Hanya saja, MLM yang baik tentu punya produk yang jelas, dan sistem usahanya legal serta terdaftar di OJK. Sementara itu, money game lebih berfokus pada bagaimana cara mendulang uang tanpa memperhatikan barang atau hal nyata yang dijual.

Nah, apa yang ditawarkan teman saya terkait trading jelas masuk ke dalam konsep money game. Money game sendiri dilarang dan tidak terjamin keamanannya. Seharusnya, teman saya yang pendidikannya tinggi ini tahu kalau apa yang sedang dia ikuti adalah money game.

Namun sayang, teman saya termakan hasutan untuk kaya dalam waktu cepat—dan meniadakan kemungkinan kalau suatu saat dia bisa merugi. Sebuah nasib yang pernah dialami nasabah arisan daring tidak jelas seperti Dream for Freedom.

Sistem yang ditawarkan teman saya ini seperti judi. Mungkin teman saya juga tahu itu, dan paham betul kalau dia tengah mengikuti bisnis ilegal. Namun, seperti orang berpendidikan yang main judi di Las Vegas, teman saya mau saja larut ke dalam permainan itu, berharap dia jadi yang beruntung.

Tentu saja, layaknya pengalaman yang sudah-sudah, hubungan saya dan teman saya ini jadi renggang. Saya mematikan story Instagramnya dan kemarin—bahkan kepikiran untuk memblokirnya di Whatsapp. Mungkin saya cuma satu dari sekian banyak orang yang menjauhinya karena dia masuk ke lingkaran setan produk tidak jelas.

Soalnya, beberapa kali teman saya bilang begini di media sosialnya: nggak mau diajak kaya? Silakan! Yang penting sini udah menikmati keuntungan berlipat ganda. Ini seolah seperti nantangin banyak kawannya yang berpikir logis dan menganggap bahwa teman saya ini sudah sama gilanya dengan murid Dimas Kanjeng. Namun yah, uang memang bisa membutakan banyak orang.

Teman saya mungkin sekarang mendulang keuntungan. Dan, ketika sistem money game ilegal ini collapse alias merugi, teman saya mungkin sudah menikmati uang yang banyak dan sudah menarik uangnya dari perusahaan tersebut.

Namun dia lupa, berapa pun banyaknya keuntungan yang dia dapatkan dari investasi tersebut, dia akan rugi pada akhirnya. Karena dia sudah kehilangan integritas di depan banyak temannya. Apalagi kalau ada teman yang berhasil direkrut kemudian merasa rugi karenanya.

Cuma kayaknya kalau orang-orang sudah keracunan uang ilegal, rasa malu juga luruh seiring dengan akal sehat mereka. Ya kalau tidak begini, koruptor pasti sudah hilang muka dari dulu, kan?

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2021 oleh

Tags: Money GameTradingTrend Masyarakat
Intan Kirana

Intan Kirana

Seorang manusia yang ingin berpikir secara biasa-biasa saja agar lebih bahagia.

ArtikelTerkait

investor kaya hanya modal rebahan trading forex platform investasi dunia saham tips investasi binomo trading trader forex saham mojok

5 Hal yang Harus Diingat Saat Terjun ke Dunia Saham

25 Januari 2021
investor kaya hanya modal rebahan trading forex platform investasi dunia saham tips investasi binomo trading trader forex saham mojok

Pengalaman Saya Bermain Binomo: Untungnya Cepat, Ruginya Jauh Lebih Cepat

7 September 2020
Belajar Trading Saham agar Cepat Kaya seperti Timothy Ronald, Malah Berujung Rungkad

Belajar Trading Saham agar Cepat Kaya seperti Timothy Ronald, Malah Berujung Rungkad

14 Agustus 2025
pengusaha lebaran

Bulan Ramadan dan Lebaran Membuat Banyak Orang Indonesia Jadi Auto Pengusaha

30 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co pasar rebo

Derita Orang Pasar Rebo, Jauh dari Jakarta Bagian Mana pun, Malah Lebih Dekat ke Depok!

22 April 2026
Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup (Unsplash)

Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup

19 April 2026
7 Sisi Terang Jakarta yang Jarang Dibahas, tapi Nyata Adanya: Bikin Saya Betah dan Nggak Jadi Pulang Kampung kerja di jakarta

Jangan Mencari Peruntungan dengan Kerja di Jakarta, Saya Cari Magang di Sini Saja Susah, Sekalinya Dapat Tidak Digaji dan Dijadikan Tenaga Gratisan

20 April 2026
Bukannya Menghilangkan Penah, Berwisata ke Curug Cimahi Justru Bikin Tingkat Stres Meningkat

Bukannya Menghilangkan Penat, Berwisata ke Curug Cimahi Justru Bikin Tingkat Stres Meningkat

18 April 2026
Kelas Menengah Dimatikan dengan Pajak dan Kenaikan BBM (Unsplash)

Kenaikan Harga Pertamina Turbo dan DEX Mendorong Kelas Menengah Menuju Kemiskinan dan Kematian

20 April 2026
Upin Ipin, Serial Misterius yang Bikin Orang Lupa Diri (Wikimedia Commons)

Semakin Dewasa, Saya Sadar Bahwa Makan Sambil Nonton Upin Ipin Itu adalah Terapi Paling Manjur karena Bikin Kita Lupa Diri Terhadap Berbagai Masalah Hidup

17 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong di Usia 30 Terasa Tak Sama Lagi: Teman Makin Jompo, Obrolan Kian Membosankan, tapi Saya Berusaha Memahami
  • Campus League Musim 1: Kompetisi Olahraga Kampus untuk Fondasi Masa Depan Atlet Mahasiswa, Menempa Soft Skills Krusial
  • Kuatnya Peran Perempuan di Kota Semarang, Sampai Diapresiasi California State University
  • Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja
  • Soft Living, Gaya Hidup Gen Z yang Memilih Menyerah tapi Tenang ketimbang Mengejar Mimpi “Besar” Tak Pasti
  • 3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak: Cobain, deh, Kalau Kamu Nggak Percaya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.