Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Membayangkan Nasib Orang Mojokerto jika Jalan Benteng Pancasila Tak Pernah Ada, Pasti Menderita dan Terlalu Bergantung sama Surabaya

Achmad Fauzan Syaikhoni oleh Achmad Fauzan Syaikhoni
28 Maret 2025
A A
Mojokerto Tenggelam Jika Jalan Benteng Pancasila Menghilang (Unsplash)

Mojokerto Tenggelam Jika Jalan Benteng Pancasila Menghilang (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Apa yang akan terjadi jika Mojokerto tidak punya Jalan Benteng Pancasila? Pastinya suram karena terlalu bergantung kepada Surabaya.

Baru saja kemarin, saya keluyuran di Jalan Benteng Pancasila, tempat favorit orang Mojokerto. Menjelang Lebaran begini, suasananya ramai. Orang-orang sibuk berburu jajanan dan baju baru, sebagaimana saya. Dan ya wajar, jalan yang biasa disingkat Benpas ini memang pusat hiburan dan belanja dengan harga miring.

Tahun lalu, saya sempat menulis kekecewaan saya pada jalan ini. Soalnya memang lumayan memburuk kondisinya. Tapi belakangan, segalanya mulai berubah. Jalanan perlahan bersih dari sampah, pengamen nakalnya jarang terlihat, parkiran sudah lebih tertata, dan UMKM pun semakin bahagia. 

Melihat perubahan ini, saya jadi kepikiran. Andai Mojokerto tak pernah punya Jalan Benteng Pancasila, nasib warganya mungkin bakal menderita. Lebih-lebih akan kembali bergantung sama Surabaya, seperti satu dekade sebelumnya.

Tanpa Jalan Benteng Pancasila, UMKM kuliner dan fashion bisa punah

Dulu, sekitar tahun 2010-an, Jalan Benteng Pancasila hanyalah jalan setapak di tengah hamparan sawah. Nggak ada yang istimewa. Baru ketika beberapa rumah produksi rumahan berdiri, denyut ekonomi sedikit kelihatan. Orang-orang mulai tertarik membuka toko kecil-kecilan.

Tapi saat itu, UMKM kuliner dan fashion masih belum ada. Satu-satunya pusat fashion di Mojokerto ya hanya Pasar Joko Sambang, yang berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto. Itu pun pilihan bajunya terbatas, sehingga memaksa banyak warga belanja ke Surabaya. 

Baru setelah pemerintah membangun Jalan Benteng Pancasila, pasar itu dipindahkan ke sana. Dari situ, perekonomian mulai bergeliat. UMKM kuliner ikut tumbuh, dan bahkan mal pun akhirnya berdiri, sampai akhirnya seperti sekarang ini.

Itulah kenapa, jika Jalan Benteng Pancasila tak pernah ada, orang Mojokerto bakal menderita. Saat Lebaran begini, mereka harus repot ke Surabaya lagi, yang artinya memperparah kemacetan di sana. Pelaku UMKM pun punah, yang pada akhirnya menyebabkan ekonomi daerah melemah dan hilangnya sumber penghidupan warga.

Baca Juga:

Lupakan Teori Kuliner PNS, di Sidoarjo Kasta Tertinggi Warung Makanan Enak Ditentukan oleh Orang-orang Waktu Bubaran Pabrik

Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang

Anak muda bakal bosan dan hanya bisa lari ke Surabaya

Bukan cuma urusan berbelanja dan kulineran. Jalan Benteng Pancasila ini juga menjadi pusat hiburan favorit anak muda Mojokerto. Di sana, mereka biasa nongkrong di angkringan, kedai kopi, atau restoran. Ada juga Sunrise Mall, tempat olahraga, hingga taman. Makanya tak mengherankan jalan ini teramat ramai, apalagi saat weekend.

Tempat hiburan yang lain sih ada. Cuman nggak ada yang benar-benar sekomplet Benpas. Satu-satunya yang bisa menyetarai ya hanya wisata di daerah Pacet dan Trawas. Sayangnya, kedua tempat itu jauh dari pusat kota dan nggak ramah untuk semua kalangan karena jalannya yang teramat ekstrem. 

Jadi, bayangkan jika Jalan Benteng Pancasila tak pernah ada. Anak muda Mojokerto jelas bosan ke Pacet atau Trawas mulu. Mau cari tempat nongkrong yang friendly pun kesusahan. Dan pada akhirnya, mereka terpaksa pergi jauh-jauh ke Surabaya untuk sekadar mencari suasana baru.

Kemacetan di Mojokerto bakal parah, orang-orang mungkin jarang keluar rumah

Dulu, sebelum ada Jalan Benteng Pancasila, orang Mojokerto cuma bisa ngandelin jalan utama kayak Jalan Mojopahit dan Jalan Bhayangkara. Jalanan pada waktu itu memang nggak terlalu padat. Tapi makin ke sini, kendaraan makin numpuk, apalagi pas jam-jam sibuk. 

Maka, coba bayangkan kalau Jalan Benteng Pancasila nggak pernah ada. Sudah pasti semua kendaraan bakal menumpuk di jalan utama. Apalagi saat arus mudik begini, kendaraan dari luar kota, misal dari Jombang dan Sidoarjo, jelas bikin situasi makin runyam.

Kalau itu beneran terjadi, orang Mojokerto bisa-bisa malas keluar rumah. Aktivitas ekonomi pun terancam sepi. Dan ujungnya, orang-orang makin gampang stres karena jarang beraktivitas di luar. Belum lagi kondisi politik dan ekonomi yang makin nggak jelas seperti sekarang ini.

Orang Mojokerto akan bingung saat ditanya titik temu yang pas untuk COD-an

Jalan Benteng Pancasila juga sering jadi titik temu buat orang Mojokerto yang mau COD-an. Entah itu transaksi jualan atau ketemuan dengan rekan. Karena memang letaknya berada di tengah kota, cukup mudah pula dikenal oleh siapa saja.

Selain itu, Benpas juga punya banyak tempat yang gampang dikenali. Misalnya seperti Sunrise Mall, Pasar Benteng Pancasila, Taman Benpas, atau Aka Benpas Futsal Center. Keamanannya pun lebih terjamin karena di sana nyaris tak pernah sepi. 

Nah, bayangkan jika Jalan Benteng Pancasila tak pernah ada. Orang Mojokerto pasti akan kebingungan mencari titik temu yang ideal. Mau COD-an di tempat lain, belum tentu aman. Plus-nya nggak banyak orang mengenal tempat-tempat tertentu. 

Yah, semoga saja Jalan Benteng Pancasila ini terus terawat kondisinya sampai kapanpun. Kalau sampai rusak, saya yakin yang repot nggak cuma pemerintahnya saja, warganya pun pasti ikutan. Karena memang seistimewa itu perannya bagi kehidupan di Mojokerto. Biar nggak terlalu bergantung ke Surabaya.

Penulis: Achmad Fauzan Syaikhoni

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Kesalahpahaman tentang Mojokerto yang Perlu Saya Luruskan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Mei 2025 oleh

Tags: Aka Benpas Futsal CenterBenpas MojokertoJalan Benteng Pancasila Mojokertojawa timurJombangMojokertoPasar Benteng PancasilaSidoarjoSunrise MallSurabayaTaman Benpas
Achmad Fauzan Syaikhoni

Achmad Fauzan Syaikhoni

Pemuda setengah matang asal Mojokerto, yang selalu ekstase ingin menulis ketika insomnia. Pemerhati isu kemahasiswaan, lokalitas, dan hal-hal yang berbau cacat logika.

ArtikelTerkait

4 Hal yang Saya Baru Ketahui Setelah Mengunjungi Malang Secara Langsung Mojok.co

4 Hal yang Saya Baru Ketahui Setelah Mengunjungi Malang Secara Langsung

16 Agustus 2024
Jember Terlalu Sibuk Karnaval Sampai Lupa Angka Stunting di Daerahnya Tertinggi Se-Jawa Timur  Mojok.co

Jember Terlalu Sibuk Karnaval Sampai Lupa Angka Stunting di Daerahnya Tertinggi Se-Jawa Timur 

8 Februari 2024
Rindangnya Pepohonan Kawasan SIER Surabaya Memang Memanjakan Mata, tapi Bikin Hidung Tersiksa

Rindangnya Pepohonan Kawasan SIER Surabaya Memang Memanjakan Mata, tapi Bikin Hidung Tersiksa

7 Desember 2025
Meski Saya Arek Surabaya, tapi bagi Saya, Jalan Tunjungan Kalah Menarik ketimbang Kayutangan Malang. Aura Wisatanya Lebih Terasa!

Meski Saya Arek Surabaya, tapi bagi Saya, Jalan Tunjungan Kalah Menarik ketimbang Kayutangan Malang. Aura Wisatanya Lebih Terasa!

12 Maret 2024
Kediri, Kota Paling Romantis tapi Tragis di Jawa Timur (Unsplash)

Kediri, Kota di Jawa Timur yang Menyimpan Kisah Cinta Paling Tragis dan Abadi dalam Sejarah

24 Januari 2024
Durasi Lampu Merah Margorejo Surabaya Nggak Manusiawi, Saking Lamanya Bisa Ditunggu Sambil Ngopi dan Kelarin Skripsi

Durasi Lampu Merah Margorejo Surabaya Nggak Manusiawi, Saking Lamanya Bisa Ditunggu Sambil Ngopi dan Kelarin Skripsi

14 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup Mojok.co

7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup

24 Februari 2026
Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

25 Februari 2026
Bayar STNK Sudah Bikin Pusing, Sekarang Mau Ditambah Parkir Setahun, Selalu Ada Cara Baru Nambah Beban Rakyat

Bayar STNK Sudah Bikin Pusing, Sekarang Mau Ditambah Parkir Setahun, Selalu Ada Cara Baru Nambah Beban Rakyat

22 Februari 2026
Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah (Wikimedia Commons)

Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah

24 Februari 2026
Sidoarjo Bukan Sekadar "Kota Lumpur", Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

Lupakan Teori Kuliner PNS, di Sidoarjo Kasta Tertinggi Warung Makanan Enak Ditentukan oleh Orang-orang Waktu Bubaran Pabrik

27 Februari 2026
Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja Mojok.co

Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja

22 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali
  • Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya
  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.