Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Mobile Legends x Arsenal: Ling yang Luwes Sekaligus Mematikan untuk Lini Depan

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
21 Agustus 2020
A A
angela diggie push rank mobile legends berhenti main mobile legends game mobile online hal menyebalkan orang menyebalkan magic chess mojok.co

diggie push rank mobile legends berhenti main mobile legends game mobile online hal menyebalkan orang menyebalkan magic chess mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Setelah menghabiskan beberapa jam menonton video Mobile Legends, saya menarik sebuah kesimpulan, yang bisa dikatakan, agak maksa. Ling, salah satu hero di game ini, memang imba, nggak ada obat ketika “sudah jadi”.

Luwes, tetapi mematikan. Sebuah pemandangan yang kebetulan berkorelasi dengan keinginan melihat lagi lini depan Arsenal yang juga mematikan. Luwes, mematikan, dan bisa dikatakan seimbang di fase-fase menyerang. Lini depan Arsenal pernah punya kemampuan seperti itu, pada semua masa di mana kemenangan sudah ditentukan bahkan sebelum pertandingan dimulai.

Ling dari Mobile Legends punya kemampuan menyerang yang sakit banget. Kemampuannya meng-cover area yang bisa dikatakan luas didukung oleh kemampuan memanjat tembok menggunakan skill lightness point. Menggunakan basic attack, dia yang berada di atas tembok dapat turun dan menyerang musuh dengan cepat. Membuatnya sangat sulit dihadapi.

Sebuah mobilitas yang penting di Mobile Legends. Sama persis dengan sebuah tim sepak bola yang sedang merancang kembali lini depannya. Dibutuhkan komposisi pemain yang luwes, bisa bermain di banyak posisi “menabrak tembok pakem”, sekaligus mematikan ketika situasi yang mendukung hadir.

Yang saya maksud “menabrak tembok pakem” adalah kemampuan bermain di banyak posisi, di sepertiga akhir lapangan. Sepak bola modern menuntut seorang striker tengah (#9) untuk bisa membuka ruang ke sisi lapangan, turun ke bawah untuk merusak struktur lawan (false 9), dan tentu saja memaksimalkan peluang sekecil mungkin (poacher).

Striker yang bermain melebar (LW) harus bisa membaca pergerakan rekannya yang melebar untuk melakukan cut inside dan mengisi kotak penalti. Dia juga harus mengkreasikan sebuah momentum dari sisi lapangan seperti wide playmaker. Seperti Aubameyang dan Pepe dari sisi lapangan. Ling dari Mobile Legends jadi wujud sempurna yang bisa menjadi angan-angan.

Kemampuan Ling untuk “memanjat tembok” adalah sebuah mekanisme yang enak sekali digunakan untuk merusak gaya bertarung lawan. Membuat struktur bertahan harus dihitung dan disusun ulang. Apalagi ketika hero lawan dengan basic attack sudah melemah di akhir-akhir pertandingan.

Selama tidak terkunci oleh crowd control (CC), Ling bisa dengan bebas masuk ke ruang-ruang berbahaya. Sangat sulit dikontrol, membuat Ling menjadi salah satu assassin berbahaya di Mobile Legends.

Baca Juga:

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

Manchester United Adalah Lelucon Dimulai dari Internal, tapi Selalu Bodoh lalu Menyalahkan Pelatih dan Pemainnya

Adalah Dennis Bergkamp dan Thierry Henry, disokong Pires dan Ljungberg. Empat pemain di lini depan Arsenal dengan kemampuan mobilitas yang baik. Kepandaian bertukar posisi membuat lawan tidak mudah untuk menggunakan crowd control. Komposisi dengan kemampuan yang sama tengah disusun Mikel Arteta.

Memboyong Willian adalah salah satu indikasinya. Lini depan Arsenal memang membutuhkan “pemain keempat” untuk lini depan. Pemain matang dan bisa bermain di banyak posisi. Tentu saja pendapat ini menggunakan asumsi Lacazette tidak jadi hengkang. Arsenal bakal punya keluwesan dan kemampuan mematikan di lini depan.

Ling, di Mobile Legends, punya defiant sword dengan damage serangan kritikal yang sangat besar. Serangan kritikal Ling dengan defiant sword sekitar 70 damage (+ 100% total physical damage). Serangan tersebut dikategorikan sebagai basic attack dan memiliki 25 persen kemungkinan untuk menghasilkan serangan kritikal.

Ketika Ling berada di atas tembok, skill defiant sword membantunya melompat dan menyerang musuh di sebuah area. Serangan tersebut akan menghasilkan 70 damage (+100% total physical damage). Jika menjadi serangan kritikal, musuh akan merasakan efek slow sebesar 30 persen selama satu detik. GG.

Musim depan, proses adaptasi Pepe diharapkan sudah selesai. Pepe di kiri dan Willian di sebelah kanan akan menyeimbangkan dua sisi serangan Arsenal. Jika Willian bermain sebagai #10, Pepe di kanan dan Aubameyang di kiri, sementara Lacazette di depan, variasi serangan sudah pasti bertambah. Variasi yang cukup minim musim lalu, bisa menghadirkan damage yang besar untuk musim depan.

Apakah Mikel Arteta bermain Mobile Legends dan tahu hero Ling? Kayaknya, sih, nggak mungkin. Karena di balik kekuatan yang besar, pasti tersimpan kelemahan yang juga “kritikal”. Seperti kebanyakan assassin di Mobile Legends lainnya, Ling lemah di awal game, cuma pelengkap di pertengahan, dan baru imba di akhir.

Manajemen dari cara bertahan memang sudah semakin baik untuk musim lalu. Untuk musim depan, aspek bertahan Arsenal tentu masih harus diperbaiki. Bukan hanya soal membeli bek saja, tetapi memoles kembali cara bertahan. Terlebih lagi, membantu pemain mencapai level konsisten yang ideal.

Supaya apa? Tentu supaya Arsenal bisa mengeluarkan skill ultimate di setiap laga. Ling punya tempest of blades. Selama serangan ultimate tersebut, Ling mendapatkan efek imun. Serangan tersebut menghasilkan 250 Damage (+200 persen total physical damage). Musuh yang berada di pusat area serangan akan terpental selama satu detik.

Akan ada 4 pedang yang tertancap ketika skill ini keluar. Untuk setiap pedang tersebut, skill defiant sword akan otomatis di-reset. Ling mendapat 5 poin lightness point. Tempest of blades adalah serangan yang mematikan. Musuh yang terkena skill akan sangat sulit kabur.

Empat pedang tempest of blades adalah Aubameyang, Pepe, Lacazette, dan Willian. Apakah Arteta bisa menemukan cara paling ideal untuk mengkombinasikan keempatnya sehingga menjadi serangan ultimate Mobile Legends?

BACA JUGA Arsenal Masih Membutuhkan Coutinho Meski Willian Resmi Bergabung dan tulisan Yamadipati Seno lainnya. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 Agustus 2020 oleh

Tags: arsenalaubameyanglacazettelingmobile legendspepewillian
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

ArtikelTerkait

angela diggie push rank mobile legends berhenti main mobile legends game mobile online hal menyebalkan orang menyebalkan magic chess mojok.co

Panduan Push Rank Magic Chess untuk Pemula. EZ Mythic!!!

6 April 2021
emiliano martinez fans arsenal manchester united mojok

Fans Arsenal dan Manchester United, Terima Saja Hasil Imbang biar Nggak Berisik

1 Februari 2021
5 Hero Mobile Legends Paling Broken dan Nggak Ada Obat (Shutterstock.com)

5 Hero Mobile Legends Paling Broken dan Nggak Ada Obat

4 Maret 2022
Arsenal Diseret Turun ke Bumi oleh Manchester City (Unsplash)

Arsenal Membiarkan Si Gajah Terjatuh dari Ketinggian

16 Februari 2023
Todd Boehly dan Era Baru Kepemilikan Chelsea FC

Chelsea dan Panic Buying Transfer, Sejoli yang Tak Bisa Lepas

3 September 2022
Arsenal, Ceballos, dan Mimpi Basah Tentang Aaron Ramsey MOJOK.CO

Arsenal, Ceballos, dan Mimpi Basah Tentang Aaron Ramsey

12 Agustus 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Purworejo Tak Butuh Kemewahan karena Hidup Aja Pas-pasan (Unsplash)

Purworejo Tidak Butuh Kemewahan, Apalagi soal Makanan dan Minuman karena Hidup Aja Pas-pasan

6 Februari 2026
Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026
Jatiwaringin Bekasi, Daerah Seribu Galian yang Nggak Tahu Kapan Kelarnya. Warga di Sini Punya Kesabaran Tingkat Tinggi bekasi jogja

Setahun Hidup di Jogja Bikin Saya Rindu Jalan Berlubang di Bekasi

6 Februari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026
5 Bentuk Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang  MOjok.co

5 Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang 

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.