Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Mobil Bekas di Bawah 100 Juta yang Sebaiknya Nggak Dibeli Pemula

Budi oleh Budi
12 September 2025
A A
5 Rekomendasi Mobil Murah Bekas buat Kamu yang Sadar kalau Gengsi Nggak Bisa Dimakan mobil bekas

5 Rekomendasi Mobil Murah Bekas buat Kamu yang Sadar kalau Gengsi Nggak Bisa Dimakan (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada satu hal yang sering bikin orang semangat sekaligus panik ketika ingin punya mobil pertama: pilihan mobil bekas. Dengan modal di bawah 100 juta, pasar mobil bekas di Indonesia seperti warung prasmanan. Ada macam-macam pilihan, dari yang tahun 90-an dengan model retro sampai yang lebih muda dengan fitur lumayan modern. Tapi hati-hati, nggak semua mobil bekas layak dipinang, apalagi kalau kamu masih pemula.

Kalau niatnya ingin belajar berkendara sambil menekan biaya perawatan, salah pilih mobil justru bisa bikin kamu stres tujuh keliling. Indikatornya sederhana: pajaknya kebangetan mahal, spare part langka dan bikin dompet jebol, konsumsi bensin nggak manusiawi, atau bodinya ringkih kayak gelas tipis.

Nah, biar nggak keblondrok, berikut beberapa contoh mobil bekas di bawah 100 juta yang kelihatan keren di iklan, tapi justru bisa jadi batu sandungan buat pemula.

Honda Civic Genio: murah di harga, mahal di perawatan

Honda Genio adalah salah satu sedan jadul yang dulu sempat populer di era 90-an. Bentuknya ramping, desainnya anak muda pada zamannya, dan kalau dilihat sekilas memang menggoda buat yang pengin punya mobil pertama dengan gaya ala-ala JDM. Tapi masalahnya ada di balik kap mesin.

Spare part Genio sekarang bisa dibilang makin susah. Kalau pun ada, harganya nggak lagi bersahabat. Pemula biasanya mikir, “Ah, kan mobil tua, perbaikan juga gampang.” Sayangnya, untuk Genio, cari onderdil orisinal itu bisa kayak main treasure hunt. Belum lagi kalau ketemu masalah di sektor kelistrikan atau transmisi, biaya bengkelnya bisa bikin kamu nyesek. SERIUS.

Jadi, meski harga bekas Genio bisa didapat di kisaran 50–70 jutaan, jangan kaget kalau perawatan bulanannya malah bikin kantong bocor. Bukan bocor alus lho ya.

Honda Civic FD: mobil bekas dengan pajak mencekik, konsumsi bahan bakar bikin nangis

Saya sangat setuju Honda Civic FD desainnya keren banget. Dan sudah dipahami banyak orang bahwa Civic FD adalah salah satu sedan legendaris yang tampilannya sporty banget. Banyak anak muda jatuh cinta sama desainnya yang agresif, bahkan sampai sekarang pun mobil ini masih keliatan keren di jalanan.

Namun yang jadi masalah, kalau kamu pemula yang pengen mobil bekas hemat dan santai, Civic FD jelas bukan pilihan tepat.

Baca Juga:

3 Hal yang Wajib Diganti Saat Beli Mobil Bekas agar Tidak Menyesal Kemudian 

3 Mobil yang Diam-diam Lebih Masuk Akal untuk Dibeli daripada Beli Motor Baru

Pertama, pajaknya nggak bisa diajak main-main. Walaupun harga bekasnya sekarang bisa masuk ke angka 90–100 juta, nilai pajaknya tetap merujuk pada status mobil ini yang dulu masuk kelas menengah ke atas. Hasilnya, kamu bisa kena pajak tahunan jutaan rupiah yang bisa beli motor seken, atau buat sebagian orang sama saja kayak bayar cicilan motor baru.

Kedua, konsumsi bensinnya. Civic FD terkenal boros bukan agak lagi, apalagi kalau dipakai di dalam kota terus macet. Alih-alih bikin gaya, mobil ini bisa bikin kamu sering mampir ke SPBU sambil meratapi dompet.

Chevrolet Optra dan “sepupunya”: murah di pasar, mahal di bengkel

Kalau kamu buka situs jual beli mobil bekas, sering banget terlihat Chevrolet Optra atau Aveo dengan harga sangat menggoda. Ada yang berani jual di bawah 60 juta. Sekilas, ini jelas tampak kayak jackpot.

Tapi masalah besar ada di spare part. Chevrolet, apalagi model lama, punya reputasi sebagai mobil yang perawatannya ribet di Indonesia. Suku cadangnya sulit dicari, dan kalaupun ada, harganya relatif lebih tinggi dibanding mobil Jepang. Banyak pemilik yang akhirnya terjebak dengan mobil murah, tapi tiap masuk bengkel rasanya seperti bayar “uang kuliah” tambahan.

Buat pemula yang niatnya cuma pengen mobil buat ke kantor atau jalan-jalan sore, mengambil Chevrolet selaiknya jebakan batman.

Peugeot 206: mobil bekas Eropa murah yang bikin pusing

Mobil Eropa sering bikin orang silau karena desainnya elegan dan fitur yang (pada masanya) mewah. Peugeot 206 salah satu contohnya. Mobil ini kadang bisa kamu temui di bawah 70 juta, bahkan ada yang lebih rendah.

Tapi jangan terkecoh. Sama seperti Chevrolet, problem Peugeot ada di spare part dan sistem kelistrikan yang terkenal rumit. Nggak semua bengkel umum bisa menangani mobil ini. Kalau ketemu bengkel spesialis, tarif jasanya sering lebih mahal.

Buat pemula, punya Peugeot 206 bisa terasa keren seminggu pertama. Minggu berikutnya mungkin mulai mikir, “Kok AC suka mati sendiri ya? Kenapa indikator lampu nggak jelas?” Lama-lama, bukannya menikmati mobil, malah jadi belajar sabar tiap bulan.

Hyundai Trajet: mobil bekas dengan kabin lega,  tapi dompet merana

Buat yang pengin mobil keluarga dengan kabin luas, Hyundai Trajet kadang jadi pilihan karena harganya terjangkau, ada yang di kisaran 60–80 jutaan. Di atas kertas, mobil ini tampak ideal: muat banyak, nyaman, dan bertenaga.

Sayangnya, kelemahannya juga nggak main-main. Konsumsi bahan bakarnya terkenal boros. Mesin 2000cc memang enak buat jalan tol, tapi di dalam kota, bensin bisa ludes lebih cepat dari gaji harian. Spare part-nya juga nggak sepopuler mobil Jepang, sehingga perbaikan sering bikin kepala cenat-cenut.

Pemula yang niatnya irit malah bisa tekor kalau jatuh hati pada Trajet.

Mercedes-Benz Tua: gengsi dapat, pusing juga dapat

Siapa sih yang nggak pengin punya Mercy? Dengan 80–100 juta, kadang kamu bisa dapetin seri tua, entah itu C-Class atau E-Class jadul. Rasanya kayak punya status sosial naik dua level.

Tapi pemula harus sadar: Mercy tua itu bukan sekadar kendaraan, tapi komitmen. Pajaknya mahal, perawatan ekstra, dan kalau ada kerusakan kecil saja, biayanya bisa bikin kaget, ada yang jantungan juga yang saya pernah dengar. Banyak pemula yang akhirnya jual rugi karena nggak kuat dengan ongkos rawatnya.

Mobil ini saya rasa cocok buat kolektor atau orang yang memang paham mainan mobil Eropa. Kalau cuma pengen belajar nyetir atau sekadar gaya di komplek, sebaiknya pikir ulang.

Jangan silau sama harga murah

Pasar mobil bekas di bawah 100 juta memang menggoda. Tapi pemula harus pintar-pintar seleksi, jangan cuma lihat bodi mulus atau harga miring. Ingat empat indikator tadi: pajak, spare part, konsumsi bahan bakar, dan daya tahan. Kalau salah pilih, mobil bukannya jadi teman perjalanan, malah jadi sumber stres baru.

Daripada nekat beli mobil yang tiap bulan bikin dompet ngos-ngosan, lebih baik pilih mobil Jepang yang terbukti bandel, spare part berlimpah, dan pajak masih ramah di kantong. Kadang, mobil sederhana kayak Toyota Soluna, Honda City i-DSI, atau Suzuki Baleno lama justru jauh lebih bersahabat buat pemula.

Pada akhirnya, mobil pertama itu seharusnya jadi jembatan menuju pengalaman baru, bukan beban yang bikin kamu kapok punya mobil lagi kan?

Penulis: Budi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 9 Rekomendasi Mobil Bekas di Bawah 100 Juta Terbaik untuk Pemula Berkantong Cekak

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 September 2025 oleh

Tags: honda civic bekasmobil bekasmobil bekas di bawah 100 jutamobil bekas murah
Budi

Budi

Seorang montir tinggal di Kudus yang juga menekuni dunia kepenulisan sejak 2019, khususnya esai dan fiksi. Paling suka nulis soal otomotif.

ArtikelTerkait

rekomendasi mobil arief muhammad mojok

5 Rekomendasi Mobil Bekas untuk Dimodifikasi Ulang Arief Muhammad

25 Juli 2021
Rekomendasi 6 Mobil Bekas Murah dengan Vibes Mewah

Rekomendasi 6 Mobil Bekas Murah dengan Vibes Mewah

15 November 2024
3 Cara Mengetahui Keaslian Odometer ketika Beli Mobil Bekas

3 Cara Mengetahui Keaslian Odometer ketika Beli Mobil Bekas

24 September 2021
4 Hal yang Biasa Dilakukan Penjual Mobil Bekas Sebelum Jual Mobil Dagangannya terminal mojok.co

4 Hal yang Dilakukan Penjual Mobil Bekas Sebelum Jual Mobil Dagangannya

23 September 2021
Jadi Gorengan Paling Renyah di Tahun 2024, Apakah Suzuki Karimun Kotak Worth to Buy?   suzuki burgman street 125

Jadi Gorengan Paling Renyah di Tahun 2024, Apakah Suzuki Karimun Kotak Worth to Buy?  

29 November 2024
3 Rekomendasi Mobil Bekas dengan Biaya Perawatan yang Murah

3 Rekomendasi Mobil Bekas dengan Biaya Perawatan yang Murah

22 Maret 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Mitos Tentang Solo yang Ternyata Beneran Ada (Unsplash)

6 Mitos Tentang Solo yang Ternyata Beneran Ada

10 Januari 2026
Menjadi Perawat di Indonesia Adalah Kursus Sabar Tingkat Dewa: Gaji Tak Sebanding dengan Beban Kerja yang Tak Manusiawi

Menjadi Perawat di Indonesia Adalah Kursus Sabar Tingkat Dewa: Gaji Tak Sebanding dengan Beban Kerja yang Tak Manusiawi

5 Januari 2026
Ramainya Jogja Sudah Nggak Masuk Akal, bahkan bagi Orang Luar Kota Sekalipun kota jogja

Hal Unik yang Lumrah Terjadi di Perkampungan Padat Penduduk Kota Jogja, dari yang Biasa Saja sampai yang Menyebalkan

8 Januari 2026
3 Alasan Ayam Geprek Bu Rum Harus Buka Cabang di Jakarta ayam geprek jogja oleh-oleh jogja

Sudah Saatnya Ayam Geprek Jadi Oleh-oleh Jogja seperti Gudeg, Wisatawan Pasti Cocok!

10 Januari 2026
Jangan Bergaul dengan 5 Tipe Orang Ini agar Skripsi Cepat Kelar Mojok.co

Jangan Bergaul dengan 5 Tipe Orang Ini agar Skripsi Cepat Kelar

5 Januari 2026
Muak 30 Tahun Menyandang Nama Acep Saepulloh dan Diejek “Abdi Kasep Sumpah Demi Allah” Mojok.co

Muak 30 Tahun Menyandang Nama Acep Saepulloh karena Sering Diejek “Abdi Kasep Sumpah Demi Allah”

6 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja
  • Mengajari Siswa Down Syndrome Cara Marah, karena Dunia Tidak Selalu Ramah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.