Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Menjawab Misteri Uang Habis Secara Misterius padahal Belum Akhir Bulan

Reni Soengkunie oleh Reni Soengkunie
13 Maret 2020
A A
uang habis decoy effect

Menjawab Misteri Uang yang Tiba-Tiba Habis Secara Misterius Padahal Belum Akhir Bulan decoy effect

Share on FacebookShare on Twitter

Susah banget rasanya kalau uang kita habis sebelum akhir bulan. 

“Hati-hati dengan pengeluaran kecil, karena keretakan kecil dalam kapal besar sekalipun dapat menenggelamkan kapal tersebut.”- Benjamin Franklin

Tiap kali keuangan sudah menipis dan tanda-tanda kedatangan tanggal muda masih lumayan jauh, kadang kita suka mikir ulang, ‘Ke mana duit ini pada pergi?’. Perasaan gak beli apa-apa, tapi duit kok kayak es batu di dalam air aja. Cepet banget ngilangnya! Pada titik ini tak jarang kalau sudah mentok, kita suka sekali mengkambing hitamkan si anak tuyul yang menjadi penyebab hilangnya duit-duit kita secara misterius.

Pada kenyataannya hal-hal receh yang sering kali kita keluarkan tanpa pernah kita sadari itu membawa andil yang cukup besar bagi keuangan kita. Kita biasanya hanya fokus pada anggaran pokok kita yang terlihat mengeluarkan dana yang besar. Tapi tanpa kita sadari, kita suka sekali dikecohkan dengan pengeluaran yang kecil-kecil.

“Halah cuma recehan ini, gak bakalan buat aku miskin!”

“Yaelah, cuma seribu dua ribu doang, masa harus dicatat juga!”

Meski kelihatanya sepele, tapi hal-hal kecil ini jika bersatu ternyata bisa menjadi pengeluaran besar yang sering kali terlewatkan dari pengamatan kita. Hal receh pertama mungkin kita bisa ambil contoh biaya parkir. Seperti yang kita tahu, sekarang ini hampir di semua tempat itu selalu dijaga oleh tukang parkir. Walau hanya dua ribu rupiah, tapi jika kita mondar-mandir dan berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain tentu kita membutuhkan biaya parkir lagi.

Misal ini ya bagi pengendara motor, dalam sehari kita mampir di tiga tempat, Alfamart, ATM, warung bakso. Berarti kita mengeluarkan uang parkir sebesar 2000 X 3 = 6000 dalam sehari, 6000 X 30 = 180.0000 dalam sebulan, 180.000 X 12 = 2.160.00 dalam setahun. Belum lagi kalau kita parkir di mal yang hitungannya per jam. Jika dalam seminggu kita di mal dalam waktu 4 jam, maka bisa dihitung sendiri kelipatannya.

Baca Juga:

Biaya Hidup di Solo Memang Rendah, tapi Syarat dan Ketentuan Berlaku

Sama-sama Ngutang sih, tapi Kasta Kartu Kredit Lebih Tinggi daripada Paylater

Belum lagi kalau yang pakai mobil. Selain parkir yang lebih mahal, mereka juga harus menyediakan uang receh untuk Pak Ogah yang sering membantu menyeberang dan putar balik. Misal sekali memberi 500 – 2000, bisa kita bayangkan berapa kali kita menyeberang dan putar balik dalam sekali perjalanan. Ini bukan masalah perhitungan dalam ngasih uang ke orang, hanya saja hal-hal remeh kayak gini sering kali luput dalam anggaran pengeluaran kita.

Selain parkir, pengeluaran kecil yang bikin keuangan kita menipis itu adalah minuman. Untuk makanan biasanya kita memiliki budget tersendiri di awal bulan sebagai kebutuhan pokok, tapi untuk minuman ini sering kali diabaikan. Padahal jajanan minuman seperti es cokelat, jus buah, kopi, dan sebangsanya itu cukup memberi sumbangan atas menghilangnya jumlah uang di rekening kita. Jika dalam sehari saja kita suka jajan minuman seharga 10 – 20 ribu, maka bisa dikalikan sendiri sebulan kita membutuhkan dana berapa untuk minuman saja.

Hal lain yang juga ikut andil dari melenyapnya uang di ATM kita adalah biaya admin untuk transfer. Untuk biaya admin beda bank kita sering dikenai biaya 6.500 dan kalau kita transfer via Gopay/Ovo kita juga suka kena charge 1000 rupiah. Lalu pertanyaannya, dalam sebulan itu kita melakukan berapa kali transaksi?

Bagi orang yang jeli dan sudah terbiasa mencatat pengeluaran dari hal besar hingga sekecil apa pun tentu sudah tahu akan hal ini, tapi bagi orang yang tak pernah gagasi hal seperti ini pasti suka bertanya-tanya ke mana kaburnya uangnya selama ini. Ini juga belum termasuk pengeluaran bagi orang-orang yang suka jajan cilok, siomay, rujak, cimol, gorengan, dan lain-lain.

Semoga kita semakin tercerahkan dan lebih peduli akan hal-hal yang sering kita anggap receh. Jangan lagi nantinya saat uang kita mendadak menipis dan mulai habis, kita masih saja menanyakan ke mana perginya uang-uang kita selama ini. Jangan lagi menyalahkan para tuyul yang tak tahu apa-apa, karena pelaku sesungguhnya yang menyebabkan kita miskin itu yah tuyul berkepala hitam alias diri kita sendiri. Sekarang sudah jelas kan ya, Yul?

BACA JUGA Mencatat Pengeluaran Biar Uang Nggak Kerasa Hilang Secara Ghaib atau tulisan Reni Soengkunie lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 November 2021 oleh

Tags: Keuanganmanajemen keuangantanggal tua
Reni Soengkunie

Reni Soengkunie

Bakul sembako yang hobi mendengar keluh kesah emak-emak di warung tentang tumbuh kembang dan pendidikan anak, kehidupan lansia setelah pensiun, serta kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kenaikan harga sembako.

ArtikelTerkait

reksadana bibit mojok

Bibit, Aplikasi Reksadana Terbaik bagi Pemula

18 Agustus 2021
hidup hemat

Pilihan Antara Ingin Hidup Hemat dan Menikmati Hidup

10 Mei 2019
4 Ciri Investasi Bodong yang Perlu Kamu Ketahui terminal mojok.co

4 Ciri Investasi Bodong yang Perlu Kamu Ketahui

30 Januari 2022
Biaya Hidup di Solo Memang Rendah, kok, tapi Syarat dan Ketentuan Berlaku

Biaya Hidup di Solo Memang Rendah, tapi Syarat dan Ketentuan Berlaku

29 November 2023
Judi Online Itu Masalah Struktural, Nggak Akan Kelar Hanya dengan Blokir Situs

Judi Online Itu Masalah Struktural, Nggak Akan Kelar Hanya dengan Blokir Situs

7 Agustus 2022
6 Trik Recycle Food buat Bertahan Hidup Akhir Bulan yang Nggak Ada di MasterChef Indonesia terminal mojok.co

6 Trik Recycle Food buat Bertahan Hidup Akhir Bulan yang Nggak Ada di MasterChef Indonesia

8 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026
Dilema Warga Brebes Perbatasan: Ngaku Sunda Muka Tak Mendukung, Ngaku Jawa Susah karena Nggak Bisa Bahasa Jawa

Brebes Punya Tol, tapi Tetap Jadi Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

10 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Memang Penuh Cerita dan Keresahan, Makanya Dibicarakan Berulang-ulang dan Hampir Tanpa Jeda

10 April 2026
Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Merasa Lebih Dihargai daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” selama Bertahun-tahun Mojok.co

Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Lebih Menjanjikan daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” Selama Bertahun-tahun

9 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.