Minuman Kekinian yang Sebaiknya Belajar kepada Es Dawet Soal Cara Eksis di Setiap Zaman

Minuman Kekinian yang Sebaiknya Belajar kepada Es Dawet Soal Cara Eksis di Setiap Zaman

Bicara kekinian di era seperti ini seolah tidak ada habis-habisnya. Hampir setiap hari dunia yang kita tinggali ini selalu menelurkan sesuatu yang baru. Entah itu manusianya, teknologinya, makanannya, hingga minumannya. Semakin cepatnya informasi dan tentu saja ditunjang dengan kreativitas yang tak henti. Saat ini kita hidup di zaman yang serba tak abadi. Terutama terkait istilah makanan dan dan minuman kekinian.

Bicara minuman, kita tahu bagaimana viralnya minuman es kepal Milo. Kita tahu bagaimana kita sempat menikmati viralnya minuman cappuccino cincau. Dan yang paling baru, jikalau kalian mencari minuman kekinian, pasti yang ada di otak kalian adalah kedai-kedai kopi yang menjamur. Minuman-minuman yang ada bobanya itu. Dan tidak ketinggalan minuman yang melabeli dirinya Thai Tea. Tentu munculnya tren minuman-minuman kekinian bukanlah hal yang merugikan. Salah satu dampak positif terbesar dari kemunculan tren seperti ini yaitu memunculkan lapangan pekerjaan baru. Ditambah juga munculnya tren-tren minuman kekinian ini menjadi bukti bahwa banyak orang kreatif di luar sana.

Namun saya cukup khawatir akan eksistensi tren minuman kekinian ini. Walau sebenarnya kekhawatiran saya nggak penting-penting amat. Tapi saya bertanya-tanya, apakah kedai-kedai kopi yang menjamur, outlet-outlet minuman berboba, serta teh-teh ala Thailand punya garis cerita yang panjang? Seperti halnya artis yang namanya cepat meroket, kadang juga selaras dengan cepatnya nama tersebut redup.

Saya tidak tahu, apakah tren minuman kekinian ini juga pantas disebut sebagai tren aji mumpung? Walau saya yakin mereka-mereka yang berkecimpung di dalam tren minuman kekinian adalah orang-orang yang punya kualitas dan kreativitas. Tapi saya masih terlalu skeptis jika kopi yang ada di kedai-kedai kopi yang menjamur, minuman yang ada bobanya, hingga Thai Tea ini punya umur yang panjang terkait peminatnya. Ketika berkaca betapa viralnya es kepal Milo kemarin, saya curiga mereka akan bernasib sama dengan si es kepal Milo ini.

Sampai sekarang saya masih menemui banyak jenis-jenis minuman kekinian dengan konsep ada bobanya, ala-ala Thai Tea dan, kopi-kopi yang punya varian beragam. Banyak kedai-kedai minuman muncul dengan membawa ketiga tema tersebut sampai saat ini. Sampai-sampai di salah satu mal di daerah saya, isi dari mal tersebut dipenuhi dengan kedai-kedai minuman kekinian. Saya sampai kembung sendiri ketika melihat banyaknya kedai-kedai minuman kekinian membanjiri mal tersebut.

Seperti yang sempat saya sebutkan sebelumnya, tren minuman kekinian ini memang cepat sekali viralnya. Namun yang jadi pertanyaan saya, apakah bisa tetap eksis di tiap zaman?

Ketika bicara bagaimana caranya untuk menjaga sebuah minuman bisa eksis di setiap zaman. Menurut hemat saya, seharusnya mereka yang berkecimpung di dunia tren minuman kekinian ini belajar dari sebuah minuman bernama es dawet. Es dawet punya klasifikasi minuman abadi yang tak lekang oleh zaman. Tak perlu istilah kekinian-kekinian, hakikat utamanya sebenarnya hanya kesederhanaan dan yang terpenting menyegarkan.

Saya yakin kalian semua tahu es dawet. Jikalau merunut dari beberapa sumber, kemunculan es dawet yang paling terkenal berasal dari Banjarnegara serta beberapa daerah lainnya di tanah Jawa. Menurut kabar, es dawet populer sejak awal abad-20. Dengan nama dawet ayu, berkembanglah minuman ini ke daerah-daerah di Pulau Jawa. Hingga sekarang, nama es dawet seolah tak lekang oleh waktu. Di setiap daerah yang pernah saya singgahi, pasti ada satu atau lebih penjual es dawet. Sejak saya SD hingga sekarang kuliah, masih tetap ada saja mereka yang berjualan es dawet dengan gerobaknya.

Bagi saya, seviral-viralnya tren minuman kekinian, tetap tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan sebuah minuman yang bernama es dawet. Walau tak pernah memegang status minuman kekinian. Tetapi kehadirannya selalu ada di setiap zaman.

Maka dari itu, saya sarankan kepada para pelaku industri tren minuman kekinian di Indonesia. Supaya minuman-minuman kekinian yang sedang menjamur saat ini bisa survive pada setiap zaman. Sebaiknya pelajarilah sebuah minuman yang bernama es dawet. Bagaimana caranya minuman yang awalnya tidak muncul di era serba teknologi bisa tetap eksis di era serba maju, cepat, dan dikit-dikit teknologi ini.

Saya tidak ingin melihat saat tahun 2030 nanti minuman yang ada bobanya hanya tinggal kenangan, kedai-kedai kopi hanya tinggal masa lalu yang digusur oleh minuman kekinian yang baru, yang pada akhirnya akan membuat saya semakin kekeuh meyakini bahwa minuman tak bersatus kekinian macam es dawet masih tetap memegang gelar minuman abadi tak lekang oleh zaman dan keviralan.

Ketika kalian bertanya bedanya es dawet sama es cendol apa? Saya malas jawab di sini. Begitu juga ketika kalian bertanya bedanya es dawet Banjarnegara dengan es dawet Jepara serta jenis-jenis es dawet lainnya, carilah sendiri jawabannya. Intinya es dawet memang paling top kalau diminum di siang hari yang lagi panas-panasnya. Nggak perlu viral dan kekinian, yang penting segarrr~

BACA JUGA Dear Es Kopi Susu: Kamu Enak Sih, Tapi … atau tulisan M. Farid Hermawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version