Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Minta Angpao ke Teman Keturunan Tionghoa Emang Ada Faedahnya?

Ferdian oleh Ferdian
10 Februari 2021
A A
Minta Angpao ke Teman Keturunan Tionghoa Biar Apa Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Setiap tahunnya, setiap hari raya Imlek, saya selalu saja bertemu dengan teman yang tiba-tiba muncul dari dalam gua hanya untuk bilang, “Eh, lu imlekan, ya? Bagi angpao, dong!”

Hmmm, ingin rasanya saya sentil bibirnya. Punya mulut kok nyerocos seenaknya. Memangnya kamu siapa? Saya jamin, kamu pasti tidak tahu apa-apa tentang angpao dan segala tetek bengeknya.

Lagian, kok enak banget minta-minta angpao ke orang? Angpao itu barang sakral, nggak bisa main kasih-kasih saja. Kalau nggak tahu apa-apa, mending nggak usah minta-minta seenaknya daripada jadi kelihatan ngemis cuan tanpa effort.

Sini biar saya kasih tahu satu hal. Nggak semua orang bisa kasih angpao meskipun mereka keturunan Tionghoa atau sedang merayakan Imlek. Seperti yang saya bilang sebelumnya, itu barang sakral yang cuma bisa dikasih oleh orang-orang yang memenuhi kriteria tertentu, salah satunya adalah sudah menikah.

Nah, sebenarnya itu saja sih yang penting. Kalau belum menikah, hukumnya pamali buat kasih angpao. Bahkan untuk orang-orang yang sudah bekerja dan ingin membalas budi pada saat Imlek pun, kalau mereka belum menikah, mereka nggak boleh kasih pakai angpao. Mereka cuma boleh kasih uangnya saja.

Tapi, kalau masalah terima angpao memang nggak ada batasan tertentu. Semuanya boleh dapat, mulai dari bayi baru lahir sampai kakek nenek, itu memang boleh. Sedikit nggak adil memang, tapi ya sudah dari sananya seperti itu.

Kalau kalian sudah tahu hal itu, lebih baik mulai sekarang kalian berhenti minta-minta angpao ke orang-orang keturunan Tionghoa yang sebentar lagi merayakan Imlek. Apalagi kalau kalian tahu bahwa teman kalian ini belum menikah. Daripada minta-minta, mendingan kalian kasih hadiah saja ke saya. Kalau seperti itu sih nggak ada yang larang.

Kadang, saya tuh suka bingung sama orang-orang. Ada apa sih dengan orang-orang ini? Hari-hari biasanya nggak pernah bersinggungan. Ketemu jarang, ngobrol nggak pernah, tapi pas Imlek tiba-tiba saja muncul cuma buat minta angpao. Situ sehat? Situ butuh dana cepat? Ya datang ke Pegadaian lah, jangan ke saya.

Baca Juga:

Imlek 2026 Menjadi Kenangan Manis akan Usaha Simbah Menurunkan Kasta Dodol sebagai Upaya Berterima Kasih kepada Rezeki

10 Pantangan Imlek yang Dipercaya Bikin Sial Sepanjang Tahun

Lagi pula masalahnya bukan cuma saya nggak mau kasih, tapi kan memang nggak bisa kasih lantaran saya masih belum menikah. Jangankan istri, pacar saja saya nggak punya. Sedih saya tuh kalau ditagih-tagih angpao kayak gini, jadi keinget jodoh yang masih nggak tahu ada di mana.

Ada satu hal lagi sebenarnya, alasan lain mengapa lebih baik kalian nggak minta angpao ke teman kalian yang keturunan Tionghoa. Alasan itu menyangkut masalah ekonomi. Di mata orang-orang kelas menengah ke bawah seperti saya ini, angpao menjadi masalah yang cukup sensitif.

Sekarang kalian bayangin. Kalian pikir uang yang ada di dalam angpao didapat dari mana? Subsidi pemerintah? Ya jelas nggak mungkin. Uang itu datangnya ya dari hasil kerja keras yang kasih. Dia kumpulin dan siapin hanya untuk dibagi-bagi saat Imlek.

Buat manusia-manusia yang kebanyakan uang mungkin nggak masalah. Mau ada setengah populasi Indonesia datang ke rumahnya cuma untuk minta angpao juga nggak akan menjadi bencana buat dia.

Tapi, buat orang-orang yang uangnya pas-pasan, angpao tuh nggak bisa dibagiin sembarangan. Orang-orang yang akan menerima saja harus dibuat daftarnya secara rinci dan teliti, nggak boleh sampai ada yang terlewat. Semuanya harus presisi, diperhitungkan dengan baik. Agar pengeluaran nggak melambung tinggi pada saat Imlek.

Bahkan untuk kaum menengah ke bawah ini, terkadang harus sampai menunggu momen yang pas untuk kasih angpao. Dan momen yang paling pas, biasanya saat anaknya sendiri dikasih sama orang lain. Nah, baru saat itulah dia kasih balik. Supaya nggak malu saja, menjaga nama baik. Karena biasanya orang-orang yang kasih dan nggak kasih itu diingat dengan baik-baik.

Lama kelamaan, Imlek justru terasa sebagai momen penghabisan yang amat merugikan apalagi kalau anaknya sendiri nggak mendapat jumlah yang sama dengan yang dikeluarkan. Ditambah lagi, kalau jumlah saudaranya banyak. Seketika kebahagiaan momen Imlek bisa berubah jadi momen menyesakkan dan menyiksa.

Sudah kebayang betapa rumitnya masalah angpao, kan? Wajar saja kalau saya sedikit kesal dengan orang-orang yang tiba-tiba datang entah dari alam mana dan minta-minta angpao. Daripada berharap dapat, mendingan kerja yang benar lah, Nak. Uang angpao tuh rasanya nggak jauh beda kok sama hadiah ciki.

Sumber Gambar: Wikimedia Commons

BACA JUGA Mentang-mentang Saya Keturunan Tionghoa, Bukan Berarti Saya Bisa Bahasa Cina dan tulisan Ferdian lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 Maret 2021 oleh

Tags: angpaoimlek
Ferdian

Ferdian

mahasiswa jogja yang suka membahas isu sosial politik dan menceritakan keresahan selama di jogja atau dalam hidup

ArtikelTerkait

10 Pantangan Imlek yang Dipercaya Bikin Sial Sepanjang Tahun

10 Pantangan Imlek yang Dipercaya Bikin Sial Sepanjang Tahun

19 Januari 2025
Pecinan Semarang ketika Imlek Menjadi Milik Bersama (Unsplash)

Menikmati Indahnya Imlek lewat Keragaman dan Kekayaan Budaya di Kawasan Pecinan Semarang

10 Februari 2024
Fenomena Tukar Uang Cetakan Baru Menjelang Lebaran Masih Relevan Nggak, sih_ terminal mojok

Fenomena Menukar Uang Cetakan Baru Menjelang Lebaran Masih Relevan Nggak, sih?

12 Mei 2021
5 Hal yang Saya Nikmati sebagai Seorang Muslim Saat Tahun Baru Imlek Terminal Mojok

5 Hal yang Saya Nikmati sebagai Seorang Muslim Saat Tahun Baru Imlek

22 Januari 2023
Imlek 2026 Kenangan Simbah Mensyukuri Dodol sebagai Rezeki (Wikimedia Commons)

Imlek 2026 Menjadi Kenangan Manis akan Usaha Simbah Menurunkan Kasta Dodol sebagai Upaya Berterima Kasih kepada Rezeki

17 Februari 2026
7 Makanan Khas Imlek yang Punya Makna dan Harapan Baik Terminal Mojok

7 Makanan Khas Imlek yang Punya Makna dan Harapan Baik

15 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

23 April 2026
4 Menu Janji Jiwa yang Perlu Dihindari biar Nggak Rugi, Saya Aja Kapok Pesan Lagi

Kopi Janji Jiwa Mungkin Sudah Bukan di Posisi Teratas Kopi Kekinian, tapi Menyebutnya Air Comberan Jelas Adalah Penghinaan

24 April 2026
Pengeluaran Tak Terduga setelah Menikah, Bikin Pusing dan Hampir Berutang Tiap Bulan Mojok.co

Pengeluaran Tak Terduga setelah Menikah, Bikin Pusing dan Hampir Berutang Tiap Bulan

24 April 2026
3 Kebiasaan yang Harus Kamu Lakukan kalau Mau Selamat Kuliah di Jurusan Ilmu Politik

Penghapusan Jurusan Kuliah yang Tak Relevan dengan Industri Itu Konyol, kayak Nggak Ada Solusi Lain Aja

26 April 2026
LCGC Bukan Lagi Mobil Murah, Mending Beli Motor Baru (Unsplash)

Tidak Bisa Lagi Disebut Mobil Murah, Nggak Heran Jika Pasar LCGC Semakin Kecil dan Calon Pembeli Jadi Takut untuk Membeli

25 April 2026
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co pasar rebo

Derita Orang Pasar Rebo, Jauh dari Jakarta Bagian Mana pun, Malah Lebih Dekat ke Depok!

22 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman
  • Alifa Moslem Babypreneur Daycare Jadi Penyelamat Orang Tua yang Harus Kerja dan Jogja yang Minim Ruang Bermain Anak
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka
  • 4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun
  • UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang
  • Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.