Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Luar Negeri

Mimpi Indah Bagi Para Pengembang Aplikasi VPN

Maulana Hanif Al-Faqih Rojichan oleh Maulana Hanif Al-Faqih Rojichan
23 Mei 2019
A A
vpn

vpn

Share on FacebookShare on Twitter

Mimpi apa para developer aplikasi VPN semalam?

Mereka seperti dapat kebahagiaan tersendiri, banyak orang beramai-ramai memakai VPN hasil ciptaan mereka. Dari orang yang tidak pernah pakai sebelumnya, sampai orang yang biasa pakai VPN untuk internet gratis. Sekarang kita “dipaksa” untuk pakai VPN buatan mereka semua.

Semua ini terjadi karena dampak dari penyelanggaraan pemilihan umum masih berlanjut hingga sekarang, dari awal kampanye hingga pemilihan berakhir masih menyisakan keresahan bagi sebagian rakyat Indonesia. Mereka yang menyerukan menolak hasil rekapitulasi pemilihan umum oleh KPU melakukan gerakan demo di depan kantor Bawaslu dari hari Selasa hingga puncaknya hari ini, Rabu 22 Mei 2019. Gerakan yang didasari dari munculnya spekulasi terjadinya kecurangan dalam pemilihan umum presiden ini menggerakkan hati sebagian masyarakat untuk berdemo di depan gedung Bawaslu.

Akibat yang ditimbulkan dari kegiatan ini berdampak pada semua aspek. Dari ekonomi, sosial, bahkan hingga ke teknologi. IHSG dilaporkan melemah akibat dampak dari aksi demo ini, rupiah juga turut melemah diangka 14.500, angka melemah tertinggi sejak awal tahun 2019 kemarin. Termasuk terganggunya masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan demo itu sendiri.

Tapi dari dampak yang disebabkan itu, ada satu pihak yang merasa “bahagia” hari ini, siapa mereka? Yo sopo meneh nek ora sing gawe aplikasi VPN.

Dilatar belakangi dari keputusan pemerintah untuk membatasi sementara fitur media sosial Whatsapp, Instagram, dan Facebook yang tidak bisa diakses. Banyak dari masyarakat yang mengeluh. Menurut berita dari CNBC Indonesia, pemerintah akan membatasi fitur ketiga media sosial tersebut hingga 2-3 hari ke depan, seperti diungkapan Menkopolhukam Wiranto, “Sementara untuk hindari provokasi kita melakukan pembatasan akses di media tertentu agar tidak diaktifkan. Akses media sosial untuk jaga hal-hal negatif yang disebarkan masyarakat,” dikutip dari CNBC Indonesia

Guna menjaga stabilitas dan keamanan negara, pemerintah mencoba mengurangi dan meminimalisir munculnya berita hoax yang ditujukan untuk memecah belah persatuan rakyat Indonesia. Masyarakat tidak akan bisa mengakses dan mengirim foto ataupun video untuk saat ini.

Banyak masyarakat yang merasa cemas dengan pembatasan itu hingga mencari jalan keluar bagaimana caranya agar tetap bisa mengakses ketiga media sosial terdampak itu. Maka ramailah masyarakat menggunakan VPN untuk tetap terhubung dengan ketiga media sosial tersebut.

Baca Juga:

Pak Amien Rais, Mematikan VPN Online Nggak Mencegah Orang Nonton Film Semi apalagi Bokep

Hai People Power, Sudahi Aksinya yo?

Siapa yang diuntungkan? Pastinya pengembang aplikasi VPN itu sendiri, jumlah unduhan aplikasi mereka yang meningkat dari sebelumnya, atau aplikasi ciptaan mereka yang awalnya tidak laku menjadi berbondong-bondong banyak yang mengunduhnya.

Tidak ketinggalan juga para vendor smartphone yang sudah menyematkan VPN built-in diponsel ciptaan mereka, fitur yang awalnya terabaikan dan jarang digunakan ini sekarang jadi sangat bermanfaat untuk mengakses ketiga media sosial itu. Lumayan dong, setidaknya vendor tidak sia-sia menciptakan fitur diponsel buatan mereka. Yekan?

Kita ambil contoh saja ada 35% masyarakat Indonesia yang menggunakan VPN? Jumlah populasi masyarakat Indonesia pada tahun 2017 sebesar 264 juta jiwa. Itu sama saja ada 92,4 juta jiwa yang memakai VPN saat ini. Bukankah itu angka yang fantastis? Siapa yang ketiban untung? Ya mereka individu atau perusahaan pengembang aplikasi VPN itu sendiri.

Ya walaupun meningkatnya unduhan dan penggunaaan VPN karena didasari rasa “terpaksa” benar bukan? Tapi tidak masalah setidaknya jerih payah mereka dalam menciptakan aplikasi itu tidak sia-sia.

Memang siapa saja yang terkena dampak ini semua? Siapa lagi kalau bukan masyarakat itu sendiri, dengan adanya kejadian ini muncul “efek samping” untuk masyarakat itu sendiri, mereka jadi susah berkomunikasi kepada keluarga, teman, ataupun sanak saudara. Semua lapisan masyarakat terkena imbasnya, termasuk instansi dan perusahaan. Termasuk juga para pedagang kecil hingga pedagang kelas kakap sekelas grosir yang memasarkan dan mempromosikan produknya di internet terancam merugi, mereka yang biasanya memanfaatkan media sosial sebagai media untuk promosi dan berinteraksi dengan pembelinya menjadi terganggu dengan pembatasan ini.

Contohnya saja salah satu pengguna Twitter Rumail Abbas (@Stakof), di cuitan tweet-nya dia mengeluh dampak dari sulit diaksesnya Whatsapp menyusahkan para developer untuk saling berkomunikasi, karena sebagian besar developer masih didominasi Whatsapp sebagai sarana komunikasinya.

Namun sekali lagi kita tetap berharap, semoga masa sulit ini akan segera berakhir.

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2021 oleh

Tags: instagramdownPeople Powervpnwhatsapp down
Maulana Hanif Al-Faqih Rojichan

Maulana Hanif Al-Faqih Rojichan

Pelaku homeschooling, doyan utak-atik code, suka nanjak gunung.

ArtikelTerkait

Nonton Film Semi dan Bokep Tetap Lancar Tanpa VPN Online

Pak Amien Rais, Mematikan VPN Online Nggak Mencegah Orang Nonton Film Semi apalagi Bokep

11 September 2023
people power

Hai People Power, Sudahi Aksinya yo?

23 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Jajaran Mobil Bekas, Kia Picanto Sebenarnya Lebih Mending daripada Suzuki Karimun yang Banyak Dipuja-Puja Orang

8 April 2026
Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

9 April 2026
Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Bangun Rumah Istana di Grobogan Gara-gara Sinetron, Berujung Menyesal karena Keadaan Aneh dan Merepotkan
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.