Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Merayakan Era Dark Mode dengan Richeese Black: Seberapa ‘Dark’ Kamu?

Isna Farhatina oleh Isna Farhatina
11 Oktober 2019
A A
dark mode

dark mode

Share on FacebookShare on Twitter

Bulan Oktober seolah menjadi masa kejayaan bagi per-dark mode-an.  Bagaimana tidak? Seakan tidak mau kalah dengan trend yang baru-baru ini dikeluarkan aplikasi Instagram, kini giliran Richeese Factory menyusul dengan menu barunya bertemakan hal yang sama.

Restoran cepat saji yang terkenal dengan saus kejunya ini, sedang ramai dibicarakan. Mulai 10 Oktober kemarin secara resmi mengeluarkan menu dengan konsep warna hitam yang diberi nama Richeese Black. Dalam menu barunya tersebut, Richeese Factory menawarkan enam pilihan menu yang bisa dipesan,

Sejatinya bahwa warna hitam seringkali dihubungan dengan hal-hal negatif dan bisa jadi menjijikan apabila digunakan sebagai pewarna makanan. Menurut J.L Morton, seorang professor yang mempelajari bidang warna, berpendapat tentang hal ini. Saat leluhur manusia pertama kali mencari dan mengumpulkan makanan, warna biru, ungu, dan hitam merupakan warna yang dianggap berbahaya pada makanan karena berpotensi mengandung racun.

Perlu diketahui juga bahwa warna dan daya tarik dari makanan merupakan dua hal yang memiliki hubungan erat. Bisa saja hanya dengan melihat tampilan makanan, salah satu sel saraf yang merupakan bagian dari otak akan mengalami peningkatan aktivitas. Selain itu juga memengaruhi persepsi seseorang terkait bagaimana rasa makanan tersebut.

Tidak sedikit dari teman saya tanpa tedeng aling-aling langsung menyerbu paket gelap lantaran penasaran saja. Pendapat mereka tidak jauh beda dengan saya. Saus keju yang biasanya berwarna kuning, kali ini berwarna hitam pekat selayaknya bumbu petis yang sering kita (hah kita?) jumpai pada isian tahu petis.

Bagi saya yang bukan penggemar makanan cepat saji semacam itu tentu terkejut abang terheran-heran. Imajinasi saya mengarah pada bahan baku pada saus hitam yang dibuat Richeece Factory berasal dari tinta printer buah kluwek. Toh sama-sama memiliki warna hitam pekat, bukan? Tapi yo nggak masuk akal juga. Lha wong kluwek kan termasuk bumbu dapur yang memiliki aroma khas. hihi

Belum lagi menu ice cream yang dibuat juga berwarna hitam. Padahal biasanya ice cream kan identik dengan warna-warna cerah karena faktor varian rasanya sendiri. Dalam hal ini saya kepikiran penggunaan ekstrak arang atau istilah kerennya charcoal sebagai pewarna hitam.

Sedangkan untuk menu utamanya Combo Richeese Black berbentuk ayam krispi pada umumnya. Karena berlumurkan saus hitam maka namanya seperti itu. Tenang, bukan ayam cemani yang diolah kok, my lov~

Baca Juga:

Richeese Factory Kediri Bikin Pelanggan Setia Menderita: sampai Kenyang karena Antri Terlalu Lama

Richeese Factory Bisa Jadi Pilihan di Tengah Fenomena Boikot Produk Israel. Sayang, Menu dan Pelayanannya Bintang Satu

Black Lava hadir sebagai penyegar. Banyak yang mengira bahwa salah satu jenis minuman berkarbonasi yang menjadi bahan utamanya. Padahal bukan. Minuman ini lebih cenderung memiliki rasa seperti campuran buah-buahan asem dan segar.

Dan Cheesy Fish Bite seakan menjadi minoritas di antara teman-temannya. Hanya menu inilah yang tidak berwarna hitam, melainkan warna kuning seperti menu yang ditawarkan Richeese pada umumnya.

Di antara enam menu baru yang tergabung dalam Richeese Black Campaign ini, terdapat satu menu yang cukup unik. Richeese Black Friend Fries, namanya. Penulisan yang seharusnya “French” malah diplesetkan menjadi “Friend”. Apakah itu artinya sesama kentang harus tetap berteman?

Rupanya saus keju berwarna hitam yang teman-teman saya santap, tidak bisa langsung hilang hanya dengan sekali cuci tangan. Mereka perlu membasuhnya dengan sabun agar tidak menyerupai montir bengkel yang sedang bergelut dengan oli.

Menurut penuturan teman-teman saya pula, soal harga dan rasa dari menu baru mereka cukuplah worth it bagi restoran cepat saji yang memiliki image keju-kejuan di Indonesia ini.

Ibarat ungkapan usaha tidak menghianati hasil. Usaha yang dilakukan PT. Richeese Kuliner Indonesia patut diacungi jempol. Pasalnya inovasi yang mereka lakukan terbilang cepat seiring dengan maraknya penggunaan istilah dark mode yang tentunya membawa pengaruh pada inovasi makanan terkini. Tidak lain semata hanya sebagai strategi marketing agar terus bertahan hidup dan tidak tergerus zaman atau pesaingnya.

Peranan inovasi dan kreativitas dalam pengembangan bisnis memang sangat diperlukan. Dalam ilmu bisnis sendiri, inovasi merupakan warna. Tanpa melakukan inovasi akan berakibat pada kurang menariknya bisnis tersebut. Dark mode seakan membawa gairah baru pada perkembangan zaman. Karena ternyata tidak hanya teknologi saja, sampai-sampai bisnis makanan pun memanfaatkannya.

Bagaimana? Tertarik untuk ikut merayakan kegelapan dengan menu baru Richeese Black, my lov? (*)

BACA JUGA Dari Istana Negara Hingga Senayan: Mas Didi Kempot, Tolong Buat Lagu dari Tempat-Tempat Ini, Dong! atau tulisan Isna Farhatina lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Oktober 2019 oleh

Tags: dark modekegelapanricheese blackricheese factory
Isna Farhatina

Isna Farhatina

ArtikelTerkait

Richeese Factory Bisa Jadi Pilihan di Tengah Fenomena Boikot Produk Israel. Sayang, Menu dan Pelayanannya Bintang Satu Mojok.co

Richeese Factory Bisa Jadi Pilihan di Tengah Fenomena Boikot Produk Israel. Sayang, Menu dan Pelayanannya Bintang Satu

18 Juni 2024
musik metal

Susahnya Menjelaskan Musik Metal ke Orang Tua

20 Agustus 2019
Review Richeese Factory Paket Pelajar: Ayamnya Enak, Minumannya Mantap!. MOJOK.CO

Review Richeese Factory Paket Pelajar: Ayamnya Enak, Minumannya Mantap!

15 November 2022
Richeese Factory Kediri Bikin Pelanggan Setia Menderita: sampai Kenyang karena Antri Terlalu Lama

Richeese Factory Kediri Bikin Pelanggan Setia Menderita: sampai Kenyang karena Antri Terlalu Lama

28 Juli 2024
Ilustrasi spicy chicken Richeese Factory (Unsplash)

Richeese Factory Mengecewakan Pelanggan yang Makan di Tempat

9 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

2 Februari 2026
4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

2 Februari 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.