Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Menyimak Perdebatan Penikmat Djarum Super dan Gudang Garam yang Tak Ada Habisnya

Risky Priadjie oleh Risky Priadjie
29 Agustus 2020
A A
ICJ satuan waktu sak ududan perokok anak kecil djarum super mojok mulut asbak

perokok anak kecil djarum super mojok mulut asbak

Share on FacebookShare on Twitter

Setelah berdiam diri di depan laptop karena bingung menentukan tema untuk menulis. Akhirnya saya terinspirasi melihat teman yang malu untuk meminta rokok Gudam Garam Filter saya karena dia menghisap rokok Djarum Super. Memang rasa dari kedua merek ini berbeda, tapi ada kesamaannya seperti filternya manis, bau khas minyak cengkeh yang harum dan ada bunyi “kretek-kretek” saat dihisap.

Karena kejadian itu, saya merasakan adanya rivalitas antara penghisap rokok Gudang Garam Filter dan Djarum Super. Hampir di semua tempat nongkrong pasti selalu saja menemui perokok Djarum Super atau Gudang Garam Filter atau yang biasa dikenal Garpit dan merasakan ketidakakuran dari penghisap kedua merek rokok tersebut.

Sebelum melanjutkan, kita harus tahu sedikit sejarah dari kedua merek rokok ternama ini.

Pada tahun 1958, Surya Wonowidjojo membuat pabrik rokok yang kemudian ia namai Gudang Garam yang lokasinya di Kediri. Nama Gudang Garam tadi ia dapatkan saat sedang bermimpi dari tidurnya dan melihat sebuah gudang dan pemandangan yang sekarang menjadi logo perusahannya.

Gudang Garam memiliki tarikan yang keras karena termasuk tipe rokok berat dan mengandung tar dan nikotin yang cukup tinggi. Wajar kalau para perokok pemula terbatuk-batuk menghisap rokok ini.

Nah kita sekarang beralih ke Djarum. Pada tahun 1951, Oei Wie Gwan mendirikan pabrik rokok yang dinamai Djarum yang berlokasi di Kudus. Sebelum mendirikan pabrik rokok, Oei Wie merintis usaha dengan membuat rokok untuk para militer.

Djarum tidak jauh berbeda rasa dengan Gudang Garam, tapi tarikannya lebih tajam seperti namanya. Rokok ini juga termasuk rokok berat karena memiliki Tar dan Nikotin yang tinggi.

Kalau membandingkan rasa Garpit dan Djarum Super memang akan terasa berbeda. Penghisap Garpit menyebut Djarum Super seperti rokok kecoa atau menyan karena aromanya. Sebaliknya, penghisap Djarum Super menyebut Garpit sebagai rokok cabe karena rasa pedas di tenggorokan. Selain itu, Garpit juga sering disebut rokoknya tukang becak dan kuli.

Baca Juga:

Sebagai Pemilik Toko Kelontong, Saya Melihat Sendiri Kemunduran Gudang Garam karena Kalah Bersaing Gajah Baru dan Rokok Murah Lainnya

Membayangkan Kediri Tanpa Gudang Garam, Hanya Jadi Daerah Medioker

Padahal mah, Djarum juga disebut rokok kuli sama penikmat rokok putihan.

Menurut penjelasan teman saya yang penikmat Djarum Super dan Garpit, dia mengatakan Djarum Super memiliki filter yang manis, aromanya nikmat, dan lembut. Berbeda dengan Garpit yang rasa filternya manis-manis asin dan tidak terlalu panjang ukurannya tapi nyegrak.

Jadi saya ambil kesimpulan Gudang Garam memiliki cita rasa yang luar biasa dibantu dengan rasa filter yang khas bagi penggunanya termasuk saya. Tidak terlalu panjang dan baunya tidak menyengat. Tapi rasanya sudah mulai berbeda semenjak Garpit mengganti desain bungkusnya dengan yang baru. Berbeda dengan Djarum Super yang memiliki rasa lebih lembut dari Garpit, tidak nyegrak dan memiliki ukuran rokok yang panjang.

Penghisap Djarum Super dan Garpit juga mempunyai aturan yang berlaku di tongkrongan seluruh Indonesia. Penikmat Garpit tidak akan menghisap rokok keluaran Djarum Super. Begitu pun sebaliknya. Saat salah satu ada yang kehabisan rokok, mereka akan saling mengejek dan berseteru. Dan akhirnya, mau tidak mau meminta rokok yang disebutnya tidak enak.

Kalau keadaan itu terjadi, akan muncul ejekan-ejekan seperti “Katanya Garpit rokok kuli tapi lu embat juga”. Hanya ada satu hal yang kemungkinan mereka sepakati. Mereka sepakat bahwa kedua merek rokok dan bahkan semua merek rokok tidak baik untuk kesehatan dirinya sendiri.

Biasanya, perdebatan antar rasa rokok ini hanya terjadi di kalangan penikmat kretek. Karena cita rasa dari rokok putihan yang hanya gitu-gitu saja. Ditambah merek rokok kretek ada banyak sekali seperti Sukun dan Sriwedari, sehingga membuat kesan rasa rokok kretek menjadi beragam.

Kalau dilihat dari harga, perbedaannya pun tidak terlalu signifikan. Hanya bedanya Garpit bisa dijual secara ketengan sedangkan Djarum Super hanya beberapa toko yang mau menjualnya secara batangan. Itu yang menyebabkan Gudang Garam Filter lebih sering dibeli oleh pekerja harian.

Meskipun begitu, apapun merek rokok, harga, cita rasa, dan ego yang kita pertahankan, kemungkinan besar akan runtuh kalau kamu tidak memiliki rokok saat sedang nongkrong. Ujungnya, kalian bakal meminta rokok teman yang sebelumnya sering diejek. Dan pada akhirnya kita akan memilih menurunkan ego daripada tidak merokok.

Apapun rokok yang kamu hisap, hargailah perokok lain karena setiap rokok merek rokok punya cita rasa yang berbeda-beda dengan kekhasannya masing-masing. Terakhir, merokoklah dengan bijak.

BACA JUGA Sudah Tahu Bakal Sakit Hati, Malah Masih Kepo Mantan Berulang Kali dan tulisan Risky Priadjie lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 Agustus 2020 oleh

Tags: Djarum supergudang garam
Risky Priadjie

Risky Priadjie

Nongkrong adalah jalan ninjaku

ArtikelTerkait

Hanya Karena Rumah Saya Dekat Pabrik Gudang Garam, Bukan Berarti Harga Gudang Garam Surya Jadi Lebih Murah, Lur! jawa timur

Hanya Karena Rumah Saya Dekat Pabrik Gudang Garam, Bukan Berarti Harga Surya Jadi Lebih Murah, Lur!

4 Oktober 2023
Gudang Garam Kalah karena Mahal dan Tingginya Cukai (Rokok Indonesia:Ekosaint)

Sebagai Pemilik Toko Kelontong, Saya Melihat Sendiri Kemunduran Gudang Garam karena Kalah Bersaing Gajah Baru dan Rokok Murah Lainnya

26 Juni 2025
Cita Rasa Surya Ketengan yang Tak Lagi Menggembirakan

Cita Rasa Rokok Surya Ketengan yang Tak Lagi Menggembirakan

31 Januari 2023
Review Djarum King: Rokok Ringan Teman Pekerja Kreatif

Review Djarum King: Rokok Ringan Teman Pekerja Kreatif

16 November 2022
merantau ke jakarta timur uin jakarta warteg mojok.co

Pengalaman Konyol Orang Jawa Timur yang Merantau ke Jakarta

13 Januari 2021
Gudang Baru

Gudang Baru: Alternatif Terbaik untuk Perokok Kantong Tipis

14 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Tinggal di Wonogiri Menyadarkan Kenapa Saya dan para Perantau yang Lain Memilih Mengadu Nasib di Kota Lain

19 Maret 2026
Lebaran Saatnya Masa Bodoh dengan Ocehan Tetangga (Unssplash)

Refleksi Lebaran Bagi Kepala Rumah Tangga: Tunaikan yang Wajib, Masa Bodo dengan Gengsi dan Ocehan Tetangga

14 Maret 2026
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini

19 Maret 2026
Mohon Maaf, Didikan VOC di Rumah Bukan Membentuk Mental Baja, tapi Mempercepat Antrean di Psikiater

Mohon Maaf, Didikan VOC di Rumah Bukan Membentuk Mental Baja, tapi Menambah Antrean di Psikiater

14 Maret 2026
Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang  Mojok.co

Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang 

13 Maret 2026
Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA Mojok.co

Jalan Nasional Purworejo-Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA

16 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku
  • Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik
  • Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya
  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.