Menjawab Pertanyaan Soal Apakah Tunanetra Bisa Bermimpi – Terminal Mojok

Menjawab Pertanyaan Soal Apakah Tunanetra Bisa Bermimpi

Artikel

Tunanetra adalah sebutan untuk seseorang yang memiliki kekurangan atau hambatan dalam penglihatan. Di sekitar kita, orang tunanetra ini biasanya berjalan dengan alat bantu atau dituntun oleh kerabatnya, meskipun tidak semuanya memiliki kebutaan total.

Dalam hal literasi atau membaca buku, tunanetra memiliki bantuan dengan diciptakannya tulisan Braille atau tulisan timbul yang dibaca dengan cara merabanya. Bukan hanya untuk membaca buku, huruf Braille juga sudah digunakan di tempat-tempat umum untuk membantu para tunanetra dalam mengetahui tempat apa yang sekarang ia pijak.

Adanya gangguan penglihatan ini, para tunanetra hampir tidak mengetahui bentuk fisik asli suatu benda atau seseorang yang ia temui. Ia hanya bisa meraba dan membayangkan saja bagaimana bentuknya. Lalu bagaimana ia bermimpi? Kalau ia tetap bermimpi, apakah yang dilihat oleh mereka di dalam mimpi tersebut?

Seperti yang sudah kita ketahui, ketika kita sedang tertidur kita pasti bermimpi. Saya pernah membaca di suatu artikel bahwa setiap orang akan bermimpi di setiap tidurnya, hanya saja apakah orang tersebut mengingat mimpi tersebut atau tidak. Makanya banyak orang yang selalu bilang bahwa ia tidak bermimpi, padahal ia hanya melupakan mimpi tersebut.

Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan beberapa indra yang kita miliki, salah satunya penglihatan. Lalu apakah orang tunanetra bisa bermimpi?

Seperti orang biasa, mereka juga bermimpi saat tertidur. Jika orang biasa lebih memimpikan visual yang kita lihat atau yang kita pikirkan, orang tunanetra memiliki mimpi yang sangat bervariasi.

Dilihat dari artikel yang sudah saya baca sebelumnya, orang tunanetra memiliki mimpi yang bervariasi tergantung kapan terakhir ia bisa melihat. Tetapi, jika ia kehilangan indra penglihatannya sebelum umur lima tahun atau sudah kehilangan penglihatan dari lahir, maka yang ia mimpikan bukan visualisasi, lebih ke indra lainnya seperti pendengaran.

Berbeda dengan yang kehilangan penglihatan total, yang tidak memiliki kebutaan total masih bermimpi seperti yang kita mimpikan.

Orang tunanetra memiliki mimpi yang sama dengan kita, biasanya ia juga bermimpi tentang apa yang ia lagi pikirkan sebelum tidur atau apa yang ia lakukan sehari-hari, misalnya seperti menyeberang di jalan dan dibantu oleh orang lain, atau bermimpi tentang anjingnya yang selalu menuntun disetiap jalannya. Tetapi, yang ia mimpikan lebih menggunakan indra pendengaran, memimpikan yang ia dengar, atau perasa dibanding visualisasi seperti yang sering kita mimpikan.

Apakah orang tunanetra bisa memiliki mimpi buruk seperti kita? Bisa, dan bahkan lebih sering memiliki mimpi buruk dari pada kita. Jika ia kehilangan indra penglihatan karena tragedi atau kejadian buruk yang menimpanya, kejadian itulah yang biasanya ia mimpikan. Bahkan hampir setiap mimpinya selalu memimpikan kejadian tersebut jika kejadian tersebutlah yang sering ada di pikirannya. Selain itu, orang tunanetra lainnya juga sering memiliki mimpi buruk karena kecemasan yang ia alami.

Selain memimpikan kejadian-kejadian yang terjadi di hari itu atau pikiran yang ia pikirkan, mereka juga memimpikan imajinasi yang selalu ia bayang-bayangkan.

Sebenarnya orang tunanetra itu memiliki mimpi yang tidak terlalu berbeda dengan orang biasa, yang bisa kita lihat perbedaannya hanyalah orang tunanetra bermimpi dengan suara atau perasa dari pada visual atau penglihatan.

Jadi, walaupun orang tunanetra tidak bisa melihat, tetapi ia tetap memiliki mimpi di setiap tidurnya walaupun mimpi tersebut tidak memiliki visual, lebih ke pendengaran dan perasa.

BACA JUGA Merawat Guiding Block, Menjaga Hak dan Fasilitas Para Penyandang Tunanetra dan tulisan Salmaa Aura Fitri lainnya.

Baca Juga:  Sari Roti, Garmelia, dan My Roti: Mana Merek Roti yang Paling Endeus?
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.