Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Cerita Kawan Saya Seorang OB Selama 4 Tahun: Dijanjikan Naik Jabatan dan Gaji, tapi Ternyata Itu Semua Hanyalah Bualan Direksi

Riad oleh Riad
10 Januari 2026
A A
Cerita Kawan Saya Seorang OB selama 4 Tahun: Dijanjikan Naik Jabatan dan Gaji, tapi Ternyata Itu Semua Hanyalah Bualan Direksi

Cerita Kawan Saya Seorang OB selama 4 Tahun: Dijanjikan Naik Jabatan dan Gaji, tapi Ternyata Itu Semua Hanyalah Bualan Direksi

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa orang bertahan di pekerjaannya yang sekarang bukan karena sudah merasa cocok, nyaman dan sesuai passion, melainkan karena memang tidak ada lagi pilihan lainnya. Yang bisa mereka lakukan hanyalah bersabar, bersyukur, dan menerima dengan lapang hati atas realitas yang terjadi. Seperti itulah pilihan yang juga diambil oleh salah satu teman saya yang saat ini bekerja sebagai Office Boy (OB) di salah satu perusahaan swasta di kota Makassar.

Meski gaji yang di bawah UMR dan tidak naik-naik, jenjang karier yang tidak jelas, ditambah lagi dengan job desc kerja yang kadang di luar dari yang seharusnya, terpaksa membuatnya memilih untuk tetap bertahan daripada resign tentu bukan pilihan yang tepat sementara belum ada pekerjaan baru yang didapat.

Teman saya menuturkan, perihal kenaikan gaji di perusahaan tempatnya bekerja itu seperti mencari jarum di tumpukan jerami alias mustahil. Bagaimana tidak? Sejak dari tahun pertama dia bekerja sampai sekarang tahun keempat, belum pernah sekalipun ada perubahan nominal gaji yang diterimanya. Kecuali di tiga bulan pertamanya kerja, itu pun sebenarnya tidak layak disebut kenaikan gaji, tapi karena adanya perubahan status dari junior menjadi senior sehingga upah yang diterimanya naik sedikit.

Padahal, saat sesi interview, manajer yang mewawancarai teman saya mengatakan gajinya bisa naik kalau kinerja yang ditunjukkannya semakin bagus. Sedangkan teman saya merasa dari tahun ke tahun dirinya selalu mengerahkan segenap kemampuan terbaiknya dalam bekerja. Dia pun juga sering mendapat pujian dari karyawan lainnya sebagai “OB paling rajin”. Tampaknya, di mata perusahaan itu semua tidak ada artinya.

Teman saya juga bercerita bahwa sebenarnya bukan dirinya saja yang gajinya monoton, bahkan beberapa karyawan lainnya yang posisinya lebih di atas dan yang lebih senior darinya pun juga mengalami nasib yang serupa. Sehingga ada ungkapan populer bahwa di perusahaan ini yang bertambah cuma pengalaman, sedangkan gaji entah kapan.

Mau tak mau tetap menjadi OB, ketimbang PHK

Saat ini teman saya tidak mau berharap lagi akan kenaikan upah, terlebih lagi melihat kondisi perusahaan yang sedang down yang dimulai sejak pandemi merebak. Kondisi inilah yang juga membuat sejumlah karyawan terpaksa harus di-PHK demi menekan biaya operasional perusahaan.

“Kalau bukan PHK, ya, mereka sendiri yang resign karena persoalan gaji yang monoton ini.” Kata teman saya.

Bukan hanya gaji yang segitu-segitu aja, masa depan karier teman saya juga seperti berjalan di tempat. Tidak ke mana-mana. Sama seperti upah, teman saya juga dibilangin sama manajer yang mewawancarainya bahwa posisinya bisa merangkak naik dengan cepat kalau cara kerjanya bagus, rajin, dan ulet.

Baca Juga:

Sisi Gelap Office Boy (OB) yang Diperlakukan Seperti Budak

Berteman dengan Office Boy Kantor Wajib Hukumnya bagi Karyawan Baru

Namun, lagi-lagi, seolah seperti janji kebanyakan pejabat, ucapan itu tampaknya hanya keluar untuk mengawang di udara saja, tidak untuk mewujud nyata. Faktanya, sampai sekarang di tahun keempatnya bekerja, posisi teman saya masih saja tetap sebagai OB.

Training yang menguap

Sebenarnya teman saya pernah di-training untuk mengisi posisi sebagai kepala gudang. Namun, entah mengapa dan bagaimana ceritanya, pelatihan tersebut tiba-tiba saja berhenti di tengah jalan. Yang bikin heran karena dari pihak perusahaan tidak ada konfirmasi sama sekali terkait alasan diberhentikannya.

Hal itulah yang membuat teman saya merasa cukup kecewa. Seolah tidak dihargai, disepelekan, dan hanya dibuat untuk berharap kepada sesuatu yang tidak ada. Sementara kalau kebetulan ada posisi yang kosong, eh perusahaan malah mencari orang baru, bukannya memilihnya untuk mengisi kekosongan tersebut.

Sejumlah staf pun juga sangat menyayangkan hal tersebut. Teman saya di lingkungan kantor dikenal rajin, pekerja keras, dan tidak pernah bikin masalah. Tapi, kariernya masih saja stagnan di OB hingga di tahun keempatnya bekerja. Namun, yang unik adalah responsnya atas hal ini. Bukannya menyalahkan sistem, dia malah menganggap kariernya yang “konsisten” itu adalah akibat dari dosanya yang banyak sehingga menjadi penghalang datangnya rezeki.

Kerjanya makin nggak jelas

Tapi, kalau ditanya adakah perubahan, kata kawan saya, hanya ada satu yang berubah: job desc kerjanya. Dia mengaku sering kali mengerjakan tugas di luar dari kewajiban dan tanggung jawab sebagai seorang OB. Tidak jarang dia malah melakukan pekerjaan yang bukan menjadi kepentingan perusahaan, tetapi kepentingan individu.

Misalnya, disuruh pergi beli kipas angin oleh salah satu staf yang ternyata itu bukan untuk kantor. Lalu, diminta untuk membawakan helm milik salah seorang karyawan ke tempat pencucian helm. Sering juga disuruh sama manajer untuk mengisikan bensin motornya di pom bensin.

Yang demikian tentu sudah termasuk dalam pelanggaran terhadap SOP perusahaan. Setiap karyawan hanya berkewajiban melakukan pekerjaan yang sesuai job desc masing-masing. Membantu sih membantu, tapi kalau keseringan itu sudah masuk dalam kategori eksploitasi dan perbudakan. OB memang profesi yang kastanya di bawah, tetapi bukan berarti bebas untuk disuruh melakukan apa saja. Mereka juga butuh dihargai sebagaimana profesi lainnya.

Sebagai pemuda yang masih memiliki semangat tinggi dan punya banyak energi, tentu teman saya tidak ingin terjebak dalam ritme pekerjaan yang tidak berkemajuan seperti itu. Baginya, sudah cukup rasanya selama empat tahun bersabar, menanti dan berharap untuk sesuatu yang ternyata hanya sebatas janji-janji.

Yang mengerikan, kawan saya ini tidak sendiri. Di penjuru negara ini, banyak banget orang yang berbagi kisah yang sama. Kerja tanpa masa depan yang jelas, upah yang tidak layak, serta kebimbangan yang bikin terombang-ambing. Kisah kawan saya yang OB ini hanyalah pucuk gunung es, yang makin hari meninggi.

Penulis: Riad
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Getirnya Gen Z Jogja Jadi OB Rumah Sakit Cuma Digaji Rp800 Ribu: Jangankan Punya Rumah, Buat Ngopi Aja Mikir-Mikir

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Januari 2026 oleh

Tags: gaji office boyOBOffice Boytugas office boy
Riad

Riad

Perantau asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Menulis yang ringan-ringan saja. Suka makan kacang saat tengah malam.

ArtikelTerkait

Sitkom Indonesia yang Harusnya Dibikin Lagi Sessionnya di Masa Pandemi! terminal mojok.co

Sitkom Indonesia yang Harusnya Dibikin Lagi Sessionnya di Masa Pandemi!

9 Juli 2021
Sisi Gelap Office Boy (OB)- Disepelekan dan Diperlakukan Seperti Budak (Unsplash)

Sisi Gelap Office Boy (OB) yang Diperlakukan Seperti Budak

26 Januari 2023
Berteman dengan Office Boy Kantor Wajib Hukumnya bagi Karyawan Baru terminal mojok

Berteman dengan Office Boy Kantor Wajib Hukumnya bagi Karyawan Baru

29 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Konten Tutorial Naik Pesawat Nggak Norak Sama Sekali, Justru Amat Penting buat Mayoritas Rakyat Indonesia

Konten Tutorial Naik Pesawat Nggak Norak Sama Sekali, Justru Amat Penting buat Mayoritas Rakyat Indonesia

20 April 2026
Yamaha Aerox 155 Connected Nggak Cocok Dijadikan Motor Ojol, Bikin Resah Penumpang Mojok.co honda air blade

Honda Air Blade, Produk yang Bakal Gagal Total Menantang Dominasi Yamaha Aerox

22 April 2026
7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa (Unsplash)

Terima Kasih Indomaret, Berkatmu yang Semakin Peduli dengan Lingkungan, Belanjaan Jadi Sering Nyeprol di Jalan Gara-gara Plastik yang Makin Tipis

20 April 2026
Kelas Menengah Dimatikan dengan Pajak dan Kenaikan BBM (Unsplash)

Kenaikan Harga Pertamina Turbo dan DEX Mendorong Kelas Menengah Menuju Kemiskinan dan Kematian

20 April 2026
Bukannya Menghilangkan Penah, Berwisata ke Curug Cimahi Justru Bikin Tingkat Stres Meningkat

Bukannya Menghilangkan Penat, Berwisata ke Curug Cimahi Justru Bikin Tingkat Stres Meningkat

18 April 2026
Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Bekerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak Mojok.co

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Kerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak

20 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar
  • Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera
  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.