Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Mana yang Perlu Diprioritaskan: Menikah Dulu? Atau Mapan Dulu?

Audian Laili oleh Audian Laili
30 April 2021
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Pertanyaan tentang, “Menikah dulu? Atau mapan dulu?” Sering menjadi sebuah kegalauan bagi banyak orang. Kira-kira mana yang harus dipilih lebih dulu? Kira-kira mana yang harus dilakukan terlebih dahulu dan diprioritaskan?

Kalau teori banyak orang, sih, menjadi mapan lebih dulu adalah hal yang sangat penting. Pasalnya, menikah itu modalnya bukan cuma cinta. Menikah memang butuh cinta, tapi ia bukan faktor penentu satu-satunya. Katanya, sih, menikah itu butuh kemapanan secara finansial biar nantinya dapat menjalankan sebuah rumah tangga dengan lebih lancar dan “tertata”.

Namun ternyata, tidak seperti itu yang terjadi di sebagian besar pasangan generasi kita. Meskipun perihal kemampanan finasial ini sering digaung-gaungkan, nyatanya itu hanya terjadi (mungkin) di kalangan menengah ke atas saja. Alasannya? Ya, mungkin karena mereka yang lebih punya akses terhadap finansial yang mau ditata. Meskipun tidak sedikit juga, sih, orang yang menjadi perencana finansial, tapi finansialnya sendiri masih di awang-awang.

Mari kita simak video TikTok ini.

Video yang ceritanya kayak kelihatan nggak logis dan nekat banget itu, nyatanya terjadi di sebagian besar pasangan generasi kita. Kita bisa lihat di kolom komentar, bagaimana mereka saling cerita bahwa juga mengalami hal yang nggak jauh berbeda.

Saat telah menikah, mereka dihadapkan dengan kondisi finansial yang sulit. Alternatif pun terbatas saat ternyata hal yang mereka nggak inginkan terjadi. Misalnya, di kasus dalam video tersebut kedua insan sama-sama keluar dari pekerjaannya masing-masing yang sebetulnya sudah memiliki penghasilan yang lumayan.

Mungkin dalam hati akan banyak yang komentar, “Nggak investasi, sih!”, “Nggak punya tabungan, sih!”, “Pekerjaan masih rentan, kok, menikah”. Akan tetapi, komentar yang mengarah pada argumen “seharusnya” itu ternyata tidak banyak dilontarkan. Sebaliknya, banyak yang justru bercerita berada dalam kondisi yang sama: berusaha menjalani apa pun yang bisa diusahakan.

Nah, konsep menjalani apa pun yang bisa diusahakan tampaknya nggak ada dalam logika kemampanan finansial yang sering dipromosikan oleh sebagian besar perencana finansial. Lantaran, perencana finansial tentu akan selalu menyediakan informasi tentang bagaimana sebuah kemapanan finansial tercapai baik saat akan menikah maupun dalam hubungan pernikahan. Ya, itu memang tugasnya. Namun, bagi beberapa kalangan, mengikuti “idealisme” perencana finansial tentu bisa menciutkan nyali untuk membangun keluarga dengan cara menikah.

Baca Juga:

5 Hal yang Baru Terasa Mahal Setelah Menikah, Bikin Syok 

Menghitung Penghasilan Minimal Setelah Menikah Versi 2025, Punya Gaji 7 Juta Baru Bisa Hidup Nyaman!

Kembali pada pertanyaan pertama, nikah dulu atau mapan dulu? Tampaknya ada sisi bahwa keduanya bukan jadi hal penentu bagi beberapa pasangan untuk menikah. Katanya, sih, kedua hal itu nggak ada jaminan apa-apa. Mapan tidak menjamin ketahanan hubungan karena keinginan seseorang itu nggak ada habisnya. Pun sebaliknya, menikah dulu tanpa ketahanan finansial juga akan merepotkan.

Akan tetapi, semua bakal baik-baik saja kalau pasangan tersebut saling memiliki tanggung jawab untuk mencukupi “kebutuhan” satu sama lain. Mereka yang mau saling berjuang dan menjaga di berbagai kondisi. Apakah menemukan pasangan yang seperti ini mudah? Ya, nggak. Lha wong kitanya aja belum tentu bisa seperti itu. Tapi, semua akan berproses, bukan? Kisah yang ada di video tersebut layak untuk diambil “hikmahnya” dalam hal saling berjuang ini.

Coba bayangkan dan lihat fenomena di sekeliling kita. Ketika ada pasangan yang mapan, godaan pun banyak, seperti ada keinginan punya uang dan aset yang semakin melimpah, ada keinginan untuk mengakses hal-hal lain yang berisiko merusak hubungan, dll.

Begitu pula kalau hubungan tersebut belum mapan, ada potensi muncul rasa saling tidak percaya ketika berada di masa-masa sulit finansial, yang biasanya sering menimbulkan pertengkaran. Jadinya, malah nggak bisa produktif dengan mudah, bukan? Nggak ada jaminan apa pun akan hal-hal yang kasat mata. Dan cerita yang disampaikan di TikTok tersebut menunjukkan bahwa kondisi belum mapan pun nyatanya dapat mempererat hubungan.

Ternyata, tidak ada yang perlu diprioritaskan antara menikah dulu atau mapan dulu. Hal yang perlu diprioritakan adalah komitmen pasangan yang mampu dan bersedia menjalani apa pun yang terjadi bareng-bareng.

Bareng-bareng loh, ya, bukan yang satunya berusaha sampai ngos-ngosan sementara satunya lagi hanya terima jadi.

BACA JUGA Saya Bukannya Antimenikah, tapi Punya Pertimbangan yang Kompleks dan tulisan Audian Laili lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 30 April 2021 oleh

Tags: finansialmapanmenikahpasangan hidup
Audian Laili

Audian Laili

Bisa diajak ngobrol lewat akun Instagram @audianlaili

ArtikelTerkait

Karakter anime (Unsplash.com)

3 Alasan Mencintai Karakter Anime dan Fiksi Lebih Sehat untuk Hati

20 Juni 2022
Waktu Buat Nagih-Nagih, Giliran Anaknya Lahir Kabur

Waktu Buat Nagih-Nagih, Giliran Anak Lahir Kabur

5 Desember 2019
merokok cengkeh ingatan tentang nenek MOJOK.CO

Saya Tidak Merokok demi Finansial yang Lebih Baik

16 Agustus 2020
diejek belum menikah itu

Menikah Itu Karena Memang Sudah Siap Diajak, Bukan Hanya Karena Sudah Bosan Diejek

5 Juli 2019
Persiapan Menikah di Desa Bikin Saya Belajar Menjadi Manusia Lagi

Pengalaman Mempersiapkan Pernikahan di Desa Bikin Saya Belajar Menjadi Manusia Lagi

10 Desember 2019
cincin untuk menikah apalah menikah bikin lebih bahagia BPS

Apakah Menikah Bikin Lebih Bahagia? Mari Lihat Data BPS

6 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tugas Presentasi di Kampus: Yang Presentasi Nggak Paham, yang Dengerin Lebih Nggak Paham

Tugas Presentasi di Kampus: Yang Presentasi Nggak Paham, yang Dengerin Lebih Nggak Paham

17 Januari 2026
Saya Pakai ThinkPad Bukan karena Saya Pekerja Keras, tapi karena Malas

Saya Pakai ThinkPad Bukan karena Saya Pekerja Keras, tapi karena Malas

20 Januari 2026
Saya Berpaling dari Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru Mojok.co

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

18 Januari 2026
Beat Deluxe, Saksi Kejayaan Bos Warung Madura dari Pamekasan (Shutterstock)

Sejak 2020 Hingga Kini, Honda Beat Deluxe Merah-Hitam Jadi Saksi Kejayaan Warga Pamekasan dalam Membangun Bisnis Warung Madura

20 Januari 2026
Sidoarjo Bukan Sekadar "Kota Lumpur", Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

Sidoarjo Bukan Sekadar “Kota Lumpur”, Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

14 Januari 2026
Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

14 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.