Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Mengungkap Misteri Nasi Goreng Pinggir Jalan Lebih Enak daripada Nasi Goreng Rumahan

Erma Kumala Dewi oleh Erma Kumala Dewi
9 Januari 2023
A A
4 Alasan Nasi Goreng Pinggir Jalan Lebih Enak daripada Nasi Goreng Rumahan Terminal Mojok

Nasi Goreng Pinggir Jalan Lebih Enak daripada Buatan Rumahan (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Apa kalian percaya mitos nasi goreng beli di luar lebih enak daripada nasi goreng rumahan? Saya sangat percaya. Bagi saya, pernyataan itu adalah fakta, bukan lagi mitos. Mau dimakan di tempat atau dibungkus, nasi goreng pinggir jalan tetap terasa enak. Saya rasa banyak orang yang sepakat dengan hal ini. Buat yang nggak sepakat, nggak masalah, itu urusan klean.

Meskipun nasi goreng pinggir jalan rasanya lebih enak, sejujurnya saya suka memasak sendiri di rumah. Alasannya apalagi kalau bukan terpaksa demi penghematan biar nasi sisa semalam nggak kebuang sia-sia. Ibu saya pun demikian. Blio bahkan hanya memasakkan kami nasi goreng, namun jarang menyentuhnya. Katanya blio nggak sreg dengan nasi goreng rumahan mau semewah apa pun topingnya. Rasanya tetap nggak mampu menyaingi nasi goreng di pinggir jalan.

Kira-kira kenapa ya nasi goreng pinggir jalan bisa senikmat itu? Begini analisis saya:

#1 Bahannya lengkap dan tepat

Pedagang nasi goreng pinggir jalan memang menyiapkan bahan-bahan yang niat untuk bikin menu satu ini. Ya iyalah, namanya saja jualan, mosok asal-asalan? Nasinya memang betul-betul disiapkan untuk “digoreng”, pasti pera sekalipun bukan nasi sisa semalam. Pilihan toping yang tersedia juga banyak. Pakai telur saja rasanya sudah enak, namun sentuhan toping lainnya tentu akan membuat kuliner satu ini lebih kaya rasa. Bumbu yang dipakai pun komplet. Ada yang pakai baceman bawang putih, kecap manis, kecap ikan, kecap inggris, saus tiram, penyedap rasa, dan sederet bumbu rahasia lainnya. Pokoknya proper banget lah!

Coba bandingkan dengan nasi goreng rumahan yang seringnya tercipta tanpa sengaja. Dibuat dari bahan-bahan sisa dan cenderung seikhlasnya. Nasgor rumahan punya tekstur yang pulen sehingga cocok untuk dimakan bersama sayur dan lauk pauk. Nasi semacam ini tentu saja kurang pas buat dibikin nasi goreng. Sedangkan bumbunya kebanyakan hanya pakai bumbu dasar, nggak sekomplet penjual di pinggir jalan. Apalagi kalau orangnya nggak hobi masak, koleksi bumbu di dapur pasti cuma sekadarnya.

#2 Alat masaknya sesuai

Oke, mungkin kita bisa mengusahakan bahan-bahan yang semirip mungkin dengan yang dipakai penjual nasi goreng pinggir jalan. Tapi, wok dan kompornya sulit untuk ditiru. Sekalipun bumbunya identik dan tekstur nasi sudah benar, kita bakal memasak nasgor menggunakan kompor rumahan dan teflon atau wajan berbahan tipis.

Coba deh perhatikan, para penjual nasgor itu biasanya menggunakan wok tebal yang tahan panas sehingga nggak mudah gosong saat terkena suhu tinggi. Sementara itu kompor yang digunakan bisa mengeluarkan api yang besar sekali agar nasgor bisa matang merata dalam waktu singkat. Aroma bumbu yang dioseng bisa keluar secara maksimal, tapi nggak jadi gosong. Wok dan kompor inilah yang jarang dimiliki oleh rumah tangga karena memang nggak penting buat dimiliki.

#3 Memang dimasak oleh ahlinya

Ternyata butuh keterampilan khusus untuk memasak nasi goreng yang lezat, lho. Diperlukan keterampilan mengatur besar kecilnya api untuk mendapatkan sensasi wok hei yang paripurna. Sebab, batas antara smokey dan gosong itu sangat tipis.

Baca Juga:

3 Ciri Penjual Nasi Goreng Merah Surabaya yang Sudah Pasti Enak

4 Hal Sepele tapi Sukses Membuat Penjual Nasi Goreng Sedih

Feeling untuk menentukan kapan wajan siap digunakan juga penting. Tujuannya agar bahan-bahan nggak lengket di wajan, aromanya bisa keluar secara maksimal, tapi nggak berisiko gosong. Selain itu perlu juga keterampilan menakar bumbu, biar rasa nasi goreng bisa konsisten mau sebanyak apa pun porsinya.

Sesekali juga perlu dilakukan tossing. Itu lho yang wajannya digoyang-goyangin terus nasinya bisa terlempar-lempar ke udara. Teknik tossing pan bukan sekadar keren-kerenan, lho, namun bisa membuat bumbu dan tingkat kematangan nasgor merata. Tossing ini nggak gampang, Gaes, saya pernah mencobanya dan berakhir nggak jadi makan karena nasinya tumpah. Tentu saja skill penjual nasi goreng sudah terasah oleh jam terbang mereka yang tinggi.

#4 Lebih praktis

Sepertinya semua makanan yang dimasakin orang lain cenderung lebih enak, deh. Membeli masakan jadi terkadang menjadi opsi yang menyenangkan karena praktis dan nggak perlu banyak usaha. Kita tinggal pesen, bayar, beres. Harganya juga bervariasi, cenderung bersahabat. Kisarannya masih belasan ribuan dan porsinya mengenyangkan, malah ada yang bisa dimakan ramai-ramai.

Kita juga nggak perlu capek-capek preparasi bahan atau bahkan cuci piring. Selain itu, menghirup aroma masakan selama kita memasak cenderung bikin kita kenyang duluan sebelum makan. Bisa jadi juga masakan orang lain terasa lebih nikmat karena kita menikmati cita rasa baru yang lain daripada masakan buatan kita sehari-hari.

Terjawab sudah kan kenapa nasi goreng yang kita beli di pinggir jalan terasa lebih enak daripada bikinan sendiri di rumah? Kalian tim nasgor abang-abang atau nasgor rumahan, nih?

Penulis: Erma Kumala Dewi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Nasi Goreng Paling Enak Tercipta dari Olahan Nasi Sisa Semalam. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Januari 2023 oleh

Tags: nasi gorengtukang nasi goreng
Erma Kumala Dewi

Erma Kumala Dewi

Penggemar berat film kartun walaupun sudah berumur. Suka kulineran dan kekunoan.

ArtikelTerkait

Bagi Saya, Nasi Goreng Padang itu Aneh Terminal Mojok

Bagi Saya, Nasi Goreng Padang itu Aneh

16 Desember 2020
Resep Membuat Nasi Goreng agar Rasanya Mirip dengan yang Dimasak Abang-abang Penjual Nasgor Mojok.co

Resep Membuat Nasi Goreng agar Rasanya Mirip dengan yang Dimasak Abang-abang Penjual Nasgor

4 November 2025
Nasi Goreng Geprek, Combo Kenikmatan Terbaru dari Olive Fried Chicken

Nasi Goreng Geprek, Combo Kenikmatan Terbaru dari Olive Fried Chicken

22 November 2023
Culture Shock Orang Surabaya Meski Sudah Menetap di Jogja (Unsplash.com)

Culture Shock Orang Surabaya Meski Sudah 4 Tahun di Jogja

11 Agustus 2022
Nasi Goreng kok Lemes? Culture Shock yang Saya Rasakan di Magelang

Nasi Goreng kok Lemes? Culture Shock yang Saya Rasakan di Magelang

26 Agustus 2023
5 Perbedaan Nasi Goreng Magelang dan Nasi Goreng Jombang yang Bikin Kaget

5 Perbedaan Nasi Goreng Magelang dan Nasi Goreng Jombang yang Bikin Kaget

27 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu Mojok.co

4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu

12 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu Mojok.co

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

17 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026
Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama Mojok.co

Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama

14 Mei 2026
Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.